Anda di halaman 1dari 14

BATUBARA

- Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk


dari endapan, batuan organik yang terutama terdiri dari karbon,
hidrogen dan oksigeN.
- Batubara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi
didalam suatu cekungan dan kemudian mengalami proses
pembatubaraan (coalification) yang disebabkan oleh faktor
tekanan, suhu dan waktu geologi.
- Proses Pembentukan batubara itu sendiri dimulai sejak zaman
batubara pertama (Carboniferous Period / Periode Pembentukan
Karbon atau Batubara), yang berlangsung antara 360 juta
sampai 290 juta tahun yang lalu.
Kualitas dan Klasifikasi Batu Bara
• Kualitas batubara ditentukan dengan analisis proksimat dan analisis
ultimat.
• Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air, zat
terbang, karbon padat, dan kadar abu.
• Analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur
kimia pada batubara seperti : karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen,
sulfur, unsur tambahan dan juga unsur jarang.
• Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah
batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain dilihat
dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.
MASERAL PADA BATUBARA
• Di dalam batubara terdapat unsur-unsur organik yang disebut maseral. Maseral terbagi atas
tiga grup, yaitu :

1. Maseral vitrinite berasal dari bahan sel dinding ataupun serat-serat kayu dari suatu
tumbuhan.
2. Maseral Liptinite berasal dari unsur-unsur yang mengandung lilin dan resin suatu
tumbuhan, seperti halnya spora, kutikula, ganggang (algae) dan getah.
3. Maseral inertinite sebenarnya berasal dari bahan yang sama dengan bahan pembentuk
maseralvitrinite, akan tetapi bahan tersebut telah mengalami proses oksidasi.

Metoda pengukuran reflektan dari vitriniote adalah salah satu metoda yang umumnya
dipergunakan saat ini untuk mengukur derajat kematangan daripada bahan organik/maseral.
PENGGOLONGAN BATUBARA
Pada proses pembentukan batubara, dengan bantuan faktor fisika dan kimia alam, cellulosa
(C49H7O44) yang berasal dan tanaman akan mengalami perubahan menjadi Lignite
(C70H5O25), Subbituminous (C75H5O20), Bituminous (C80H5O15) atau Anthracite
(C94H3O3).
1. PEAT

Peat ditandai dengan kondisi fisik berwarna kecoklatan dan


struktur berpori, memiliki kadar air sangat tinggi, nilai kalori
sangat rendah, kandungan sulfur sangat tinggi, dan kandungan
abu sangat tinggi. Nilai kalori peat adalah 1.700-3.000 kcal/kg
2. Lignite

Lignite ditandai dengan kodisi fisik berwara hitam dan sangat


rapuh, nilai kalori rendah, kandungan air tinggi, kandungan
abu tinggi, dan kandungan sulfur tinggi. Nilai kalori lignite
adalah 1.500-4.500 kcal/kg.
3. Sub-Bituminous / Bitumen Menengah

• Golongan ini memperlihatkan ciri-ciri tertentu yaitu warna


yang kehitam-hitaman dan sudah mengandung lilin.
Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan
pembakaran yang cukup dengan temperatur yang tidak
terlalu tinggi.
4. Bituminous

• Golongan ini dicirikan dengan sifat-sifat yang padat, hitam,


rapuh (brittle) dengan membentuk bongkah-bongkah prismatik.
Berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila dikeringkan.
Endapan ini dapat digunakan antara lain untuk kepentingan
transportasi dan industri.
5. Anthracite

• Golongan ini berwarna hitam, keras, kilap tinggi, dan pecahannya


memperlihatkan pecahan chocoidal. Pada proses pembakaran
memperlihatkan warna biru dengan derajat pemanasan yang tinggi.
Digunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan
temperatur tinggi.
Proses pembentukan batubara
Batubara : merupakan campuran dari beberapa macam zat ( zat organik, an organik dan air),
yang mengandung unsur- unsur carbon, hydrogen dan oksigen dalam suatu ikatan
kimia bersama-sama dengan sedikit sulfur dan nitrogen.
Proses pembentukan batubara terdiri atas 2 tahap :
1. Biokimia : dengan bantuan mikro organisme (bakteri an aerob).
2. Geokimia : dibantu oleh proses geologi
Gambut : merupakan masa yang dihasilkan pada tahap paling awal dari proses
pembentukan batubara.
Faktor-2 yang mempengaruhi pembentukan gambut :
1. Evolusi tumbuhan :
Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batubara, mengalami proses evolusi yang sangat panjang
mulai zaman Devon. Sisa tumbuhan pembentuk batubara kadang-kadang mudah dikenal
dibawah mikroskop. Sehingga bisa diketahui jenis tumbuhan dan umur batubaranya.
• Iklim
– Iklim tropis memungkinkan gambut yang terbentuk lebih banyak, karena kecepatan
pertumbuhan dari berbagai tumbuh-tumbuhan lebih besar, dan variasi tumbuhan
juga lebih banyak.
– Daerah dengan iklim sedang relative berkurang zat haranya, sehingga kecepatan
tumbuh juga berkurang.

Daerah dengan iklim Tinggi pohon rata-rata (m)

Tropis 7-9

Sedang 5-6
Untuk daerah dengan iklim tropis, maka temperatur air rawa lebih hangat dibanding
temperatur air rawa daerah iklim sedang, sehingga kecepatan tumbuh tanaman lebih
besar didaerah tropis serta menghasilkan tumbuhan dengan batang kayu besar-
besar. Akibatnya banyak lapisan batubara yang ketebalannya cukup besar. Akhir-akhir
ini banyak ditemukan lapisan gambut di daerah tripis dengan tebal > 30 m.

3. PALEO GEOGRAFI DAN TEKTONIK.


Paleogeografi : merupakan cekungan kuno (rawa) tempat terbentuknya batubara.
Syarat terbentuknya formasi batubara :
* Kenaikan secara lambat muka air tanah ( penurunan dasar rawa lambat).
* perlindungan rawa terhadap pantai atau sungai.
* Kalau muka air tanah naik secara cepat (penurunan dasar rawa cepat) maka kondisi
rawa akan berubah menjadi danau
• Dan akan terjadi endapan batubara limnic dan paralic ( yang berupa lapisan lempung,
napal dan gamping yang berada diatas lapisan batubara).
• Jika penurunan dasar rawa lambat, maka tumpukan tumbuhan yang mati akan
mengalami oksidasi dan tererosi oleh air sungai.

• a. Paleogeografi.
– Jika air tanah cukup tinggi dan berlangsung lama, maka daerah dengan padang
rumput tanpa adanya pohonpun bisa terjadi gambut.
– Berdasarkan posisi geografi, endapan batubara dibedakan :
• paralis ( tepi pantai)
• Limnis (tepi danau)
• b. Struktur tektonik
– Rawa gambut di daerah subsidence menghasilkan batubara dengan banyak
lapisan. Endapan seperti ini biasanya terendapkan pada foredeep ( bagian depan
pegunungan lipatan).
– Ciri-ciri khas batubara foredeep :
• Terdapat banyak lapisan batubara yang tipis ( > 2 m) dengan penyebaran yang
luas, berselang-seling dengan sediment marin.