Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS KOMUNITAS

TUMBUHAN
Parameter Kuantitatif Dalam Analisis
Komunitas Tumbuhan :

 Kerapatan/Densitas
 Frekuensi
 Dominansi
 Indeks Nilai Penting
 Indeks Keanekaragaman
Kerapatan / Densitas

 Kerapatan ; jumlah individu per unit luas atau per unit


volume ; jumlah individu organisme per satuan ruang
 Notasi “K” ; Individu/hektar.
Jumlah individu
K =
Luas seluruh petak contoh

Jumlah individu ke-i


K- i =
Luas seluruh petak contoh
Kerapatan / Densitas
 Kerapatan Relatif ; proporsi kerapatan suatu jenis
tertentu terhadap kerapatan total semua jenis dalam
persen

Kerapatan spesies ke-i


KR = x 100%
Kerapatan seluruh jenis

(Indriyanto, 2006)
Kerapatan / Densitas

A
D C D E B D DB A AB
C A AD C A AA B
A D A AD
BB

Luas Petak contoh = 20 x 20 = 400 m2 = 0.04 ha

No Jenis K (ind/ha) KR (%)


1 A 11/0.06 = 275 (275/678) x 100 = 40.5
2 B 6/0.04 = 150 (150/678) x 100 = 22.1
3 C 3/0.04 = 75 (75/678) x 100 = 10.3
4 D 7/0.04 =175 (175/678) x 100 = 25.8
Jumlah 678 100
Kerapatan / Densitas

 Informasi nilai kerapatan spesies;


– Menggambarkan jumlah individu penyusun
spesies
– Penciri komunitas di lokasi tsb
– Kemampuan reproduksi
– Tidak / belum menggambarkan tingkat
penyebaranya
Kerapatan / Densitas

 Kriteria tingkat kerapatan ;

KRITERIA KUALITAS / SKALA


PARAMETER SR R S T ST
1 2 3 4 5

Kerapatan flora
≤ 20 21 - 50 51 - 100 101 - 200 ≥ 201
(ind/ha)

Sumber : L.W. Canter & L.G. Hill, 1997

1 = buruk
2 =kurang
3 = sedang
4 =cukup
5 = baik
Frekuensi
 Frekuensi ; jumlah petak contoh tempat diketemukannya
suatu spesies dari total jumlah petak contoh yang dibuat ;
besarnya intensitas diketemukannva suatu spesies
organisme dalam pengamatan keberadaan organisme pada
komunitas atau ekosistem.
 Notasi “F”
Jumlah Petak contoh ditemukannya satu spesies
F =
Jumlah seluruh petak contoh

Jumlah Petak contoh ditemukannya spesies ke-i


Fi=
Jumlah seluruh petak contoh
Frekuensi

 Frekuensi Relatif ; proporsi frekuensi suatu jenis tertentu


terhadap frekuensi total semua jenis dalam persen
 Notasi “FR”

Frekuensi spesies ke-i


FR = x 100%
Frekuensi seluruh jenis

(Indriyanto, 2006)
Frekuensi

A
D C D E B D DB A AB
C A AD C A AA B
A D A AD
BB

Luas Petak contoh = 20 x 20 = 400 m2 = 0.04 ha

No Jenis F FR (%)
1 A 3/4 = 0.75 (0.72/275) x 100 = 26
2 B 2/4 = 0.5 (0.5/275) x 100 = 18
3 C 2/4 = 0.5 (0.5/275) x 100 = 18
4 D 4/4 = 1 (1/275) x 100 = 37
Jumlah 2.75 100
Frekuensi

 Informasi nilai frekuensi spesies;


 Menggambarkan tingkat penyebaran spesies
 Tidak / belum menggambarkan pola penyebaran
spesies
 Kapasitas reproduksi spesies
 Kemampuan adaptasi spesies
Frekuensi
 Kriteria tingkat penyebaran (kriteria Raunkiaer);
No Kelas F Kriteria
1 A 0 – 20 % Sangat Rendah
2 B 21 – 40% Rendah
3 C 41 – 60% Sedang
4 D 61 – 80% Tinggi
5 E 81 – 100% Sangat Tinggi

Hukum Frekuensi Raunkiaer ;


• Jika A > B > C = < D < E ; Spesies-spesiesn penyusun komunitas berdistribusi normal
• Jika D > E, sedangkan A,B dan C rendah ; kondisi komunitas tumbuhan homogen
• Jika D < E, sedangkan A,B dan C rendah ; kondisi komunitas tumbuhan terganggu
• Jika B,C dan D Tinggi ; kondisi komunitas tumbuhan eterogen
Dominansi /Luas Penutupan
 Dominansi ; proporsi antara luas tempat yang ditutupi oleh
spesies tumbuhan dengan luas total habitat.
 Luas penutupan dapat dinyatakan dengan menggunakan luas
penutupan tajuk ataupun luas bidang dasar (luas basal area)
 Notasi “D”; satuan m2/ha
 Untuk Tumbuhan tingkat tinggi ; LBD
Luas Basal area (LBD)
D = LBD = ¼ Π d2
Luas seluruh petak contoh

Luas Basal area (LBD) spesies ke-i


D- i =
Luas seluruh petak contoh
Dominansi /Luas Penutupan

 Dominansi Relatif ; proporsi dominansi suatu jenis tertentu


terhadap dominansi total semua jenis dalam persen
 Notasi “DR”

Dominansi spesies ke-i


DR = x 100%
Dominansi seluruh jenis

(Indriyanto, 2006)
Dominansi /Luas Penutupan

A
D C D E B D DB A AB
C A AD C A AA B
A D A AD
BB

Luas Petak contoh = 20 x 20 = 400 m2 = 0.04 ha

No Jenis D (m2/ha) DR (%)


1 A Total LBD jenis A /0.04=5.5 (DA/ ΣD ) x 100 = DR-A
2 B Total LBD jenis B /0.04=2.3 (DB/ ΣD ) x 100 = DR-B
3 C Total LBD jenis C /0.04=2.1 (DC/ ΣD ) x 100 = DR-C
4 D Total LBD jenis D /0.0.4=1.1 (DD/ ΣD ) x 100 = DR- D
Jumlah ΣD = DA + DB + DC + DD 100
Dominansi /Luas Penutupan

 Informasi nilai Dominansi spesies;


 Proporsi tempat tumbuh jenis terhadap total luas

habitat
 Penguasaan terhadap ruang

 Kontrol terhadap komunitas dgn cara besarnya

ukuran/pertumbuhan yg dominan
INP (indeks nilai penting)

 INP ; Nilai indeks yang menyatakan peranan spesies-spesies


dalam suatu komunitas tumbuhan.

INP = KR + FR + DR INP-i = KR-i + FR-i + DR-i

 INP tinggi ; spesies mempunyai peranan yang besar terhadap


komunitas tumbuhan dalam mempengaruhi kestabilan ekosistem
 INP rendah ; Rentan terhadap kepunahan
INP (indeks nilai penting)
KR DR FR
No Jenis Tanaman Nama Latin K (%) D (%) F (%) INP H'
1 Kayu Angin Casuarina sumatrana 22.50 30.00 2.60 44.62 0.30 12.50 87.12 0.36
2 Tirotasi Alstonia macrophylla 10.00 13.33 0.65 11.23 0.40 16.67 41.23 0.27
3 Rambutan Hutan Litsea firma 7.50 10.00 0.49 8.40 0.30 12.50 30.90 0.23
4 Daun Kecil Diospyros buxifolia 5.00 6.67 0.26 4.50 0.20 8.33 19.50 0.18
5 Jambu-Jambu Syzygium sp. 5.00 6.67 0.24 4.11 0.20 8.33 19.11 0.18
6 Kersen-Kersen Siapu sp 5.00 6.67 0.18 3.03 0.20 8.33 18.03 0.18
7 Kondoloewai Baccaurea costulata 2.50 3.33 0.29 4.93 0.10 4.17 12.43 0.11
8 Kolaka Syzygium sp. 1 2.50 3.33 0.24 4.14 0.10 4.17 11.64 0.11
9 Mirip Ketapang Semecarpus cuneiformis 2.50 3.33 0.22 3.70 0.10 4.17 11.20 0.11
10 Undu lambu Sterculia coccinea 2.50 3.33 0.16 2.77 0.10 4.17 10.27 0.11
11 Mirip Viteks Evodia confusa 2.50 3.33 0.16 2.77 0.10 4.17 10.27 0.11
12 Kandolo wae Baccaurea costulata 2.50 3.33 0.13 2.19 0.10 4.17 9.69 0.11
13 Kuma Planchonella firma 2.50 3.33 0.11 1.92 0.10 4.17 9.42 0.11
14 Apu Gironniera subaequalis 2.50 3.33 0.10 1.68 0.10 4.17 9.18 0.11

75.0 100.0 5.8 100.0 2.4 100.0 300.0 2.3


  Jumlah 0 0 2 0 0 0 0 1
INP (indeks nilai penting)

 Klasifikasi INP ; untuk mengklasifikasikan tinggi, sedang dan


rendahnya INP suatu jenis maka dapat dilakukan dengan
membagi tiga nilai INP tertinggi. (Fachrul (2007)
 Menggunakan SDR (Summed dominance ratio)
perbandingan nilai penting. (Indrianto,2006)
SDR = INP/3
 SDR = 87.12/3 = 29.4
 ≤ 29.4 (rendah) = 11 jenis
 29.5 – 58.08 (sedang) = 2 jenis
 > 58.08 (tinggi) = 1 jenis
Indeks Keanekaragaman (H’)
 H’ ; Nilai indeks yang menyatakan tingkat keanekaragaman spesies-spesies penyusun dalam suatu
komunitas tumbuhan
 Selain ditentukan oleh banyaknya jumlah jenis, jg ditentukan oleh banyaknya individu penyusun suatu jenis.
 Indeks Shanon – Wiener dalam indriyanto (2006)

[
H’ = -Σ (ni/N) Ln (ni/N) ]
H’ = Indeks Shanon-Whiener
ni = Nilai penting dari tiap spesies
N = Total nilai penting
Indeks Keanekaragaman (H’)
 H’ ; Mengindikasikan tingkat kestabilan ekosistem,
 Semakin tinggi H’ semakin tinggi kestabilan ekosistem atau daya lentingnya. Begitu pula sebaliknya
 Kriteria Indeks Shanon – Wiener dalam indriyanto (2006)
 H’ > 3 (tingkat keanekaragaman tinggi/melimpah tinggi),
 H’ 1 - 3 (tingkat keanekaragaman sedang/melimpah sedang),
 H’ < 1 (tingkat keanekaragaman rendah/melimpah rendah)
INP (indeks nilai penting)
KR DR FR
No Jenis Tanaman Nama Latin K (%) D (%) F (%) INP H'
1 Kayu Angin Casuarina sumatrana 22.50 30.00 2.60 44.62 0.30 12.50 87.12 0.36
2 Tirotasi Alstonia macrophylla 10.00 13.33 0.65 11.23 0.40 16.67 41.23 0.27
3 Rambutan Hutan Litsea firma 7.50 10.00 0.49 8.40 0.30 12.50 30.90 0.23
4 Daun Kecil Diospyros buxifolia 5.00 6.67 0.26 4.50 0.20 8.33 19.50 0.18
5 Jambu-Jambu Syzygium sp. 5.00 6.67 0.24 4.11 0.20 8.33 19.11 0.18
6 Kersen-Kersen Siapu sp 5.00 6.67 0.18 3.03 0.20 8.33 18.03 0.18
7 Kondoloewai Baccaurea costulata 2.50 3.33 0.29 4.93 0.10 4.17 12.43 0.11
8 Kolaka Syzygium sp. 1 2.50 3.33 0.24 4.14 0.10 4.17 11.64 0.11
9 Mirip Ketapang Semecarpus cuneiformis 2.50 3.33 0.22 3.70 0.10 4.17 11.20 0.11
10 Undu lambu Sterculia coccinea 2.50 3.33 0.16 2.77 0.10 4.17 10.27 0.11
11 Mirip Viteks Evodia confusa 2.50 3.33 0.16 2.77 0.10 4.17 10.27 0.11
12 Kandolo wae Baccaurea costulata 2.50 3.33 0.13 2.19 0.10 4.17 9.69 0.11
13 Kuma Planchonella firma 2.50 3.33 0.11 1.92 0.10 4.17 9.42 0.11
14 Apu Gironniera subaequalis 2.50 3.33 0.10 1.68 0.10 4.17 9.18 0.11

75.0 100.0 5.8 100.0 2.4 100.0 300.0 2.3


  Jumlah 0 0 2 0 0 0 0 1
DATA
 Nama jenis ; (lokal, ilmiah)
 Jumlah Individu jenis
 Jumlah plot ditemukannya suatu
jenis
 Keliling batang