Anda di halaman 1dari 11

CONTOH KASUS

PEMBIAYAAN
MUSYARAKAH

Rita Tri Yusnita


 Modal musyarakah para mitra dapat
diperlakukan dalam 2 (dua)  sifat,
yaitu:
Modal Musyarakah Permanen, bagian modal
para mitra ditentukan sesuai akad dan
jumlahnya tetap hingga akhir masa akad

Modal Musyarakah Menurun, bagian modal


Bank Syariah/KSP/ USP akan dialihkan
secara bertahap kepada mitra sehingga
bagian modal Bank Syariah/KSP/ USP akan
menurun dan pada akhir masa akad mitra
akan menjadi pemilik usaha tersebut
PERLAKUAN AKUNTANSI MUSYARAKAH
 Akuntansi musyarakah dapat dilihat dari dua
sisi pelaku yaitu sisi mitra aktif dan sisi mitra
pasif
 Mitra aktif adalah pihak yang mengelola suatu
usaha musyarakah baik mengelola sendiri
maupun dengan menunjuk pihak lain untuk
mengelola atas namanya
 Mitra pasif adalah mitra yang tidak ikut dalam
mengelola usaha musyarakah
 Berdasarkan pembedaan jenis mitra ini, bank
syariah dalam skema transaksi musyarakah
cenderung bertindak sebagai mitra pasif
 Dalam pembahasan berikut diasumsikan
bahwa mitra aktif merupakan nasabah bank
sedangkan mitra pasif adalah bank syariah
 Akuntansi musyarakah dapat dilihat dari dua
sisi yaitu dari sisi mitra aktif (nasabah) dan
mitrapasif (bank)
 Pada hakikatnya semua transaksi musyarakah
usaha musyarakah harus dipisahkan dengan
pencatatan lainnya
 Nilai proyek : Rp100.000.000
 Kontribusi Bank : Rp  60.000.000 (pembayaran tahap
pertama Rp35.000.000 dilakukan tgl  12  Peb  2010,
pembayaran  tahap  kedua  Rp25.000.0000, dilakukan tgl 2
Maret 2010)
 Kontribusi Hendra : Rp40.000.000
 Nisbah bagi hasil : Hendra 70%, Bank Syariah 30%
 Periode : 24 bulan
 Biaya Administrasi : Rp 300.000
 Objek bagi hasil : Laba bersih
 Perhitungan porsi Bank: Setiap 6 bulan dan dibayarkan
paling lambat 10 hari berikutnya
 Skema Pelunasan: Musyarakah Permanen – dilunasi pada
saat akad berakhir pada tanggal 02Februari 2012
Pada saat akad musyarakah disepakati, Bank
Syariah Sejati akan membuka cadangan
rekening investasi musyarakah untuk nasabah,
dan pada saat itu  juga, bank akan
membebankan biaya administrasi dengan
mendebit rekening nasabah
2 Jan Pos Lawan Komitmen administratif 60.000.000
2010 pembiayaan
Kewajiban KOmitmen administratif 60.000.000
pembiayaan
300.000
Kas/Tabungan – Hendra
300.000
Pendapatan administratif
ILUSTRASI AKUNTANSI MUSYARAKAH
(DARI PIHAK MITRA AKTIF & MITRA PASIF)

 Contoh ilustrasi I
 Transaksi musyarakah (pencataan
dilakukan oleh mitra pasif; dalam hal ini
bank syariah)
 Pada tanggal 2 Februari 2010, Bapak
Hendra menandatangani akad pembiayaan
usaha peternakan ayam dengan Bank
Syariah Sejati dengan akad musyarakah
sebagai berikut:
CONTOH
PEMBIAYAAN MUSYARAKAH MENURUN
 Koperasi Simpan Pinjam/USP Syariah “A”
sepakat untuk bermitra dengan anggotanya
dalam pembiayaan investasi pembangunan
bengkel kendaraan .
 Modal yang dibutuhkan untuk pembangunan
tersebut sebesar Rp 20 juta,  dan sebesar  Rp
6 juta merupakan modal KSP/ USP Syariah
“A”
 Persyaratan pembiayaan dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:
 Jangka waktu pembiayaan selama 12 bulan
 Besarnya cicilan pokok/ bln sebesar = Rp.
 500.000,00
 Nisbah bagi hasil ditetapkan sebesar 30 %
untuk KSP/ USP dan 70 % untuk Anggota
 Setiap kali penurunan modal KSP/ USP
karena angsuran dari anggota, komposisi
nisbah  akan diperhitungkan secara
proporsional
 Jurnal transaksi pada saat pelepasan
pembiayaan
JURNAL PERKIRAAN DEBET KREDIT
(Rp) (Rp)
Pembiayan Musyarakah 6.000.000,00 -
Kas/rekening Anggota - 6.000.000,00
 Jurnal pada saat pembayaran bagi hasil
dan angsuran pokok bulan ke-1
JURNAL PERKIRAAN DEBET KREDIT
(Rp) (Rp)
Kas/ rekening Anggota 500.000,00 -
Pembiayaan Musyarakah - 500.000,00

Kas/ rekening Anggota 128.571,43 -


Pendapatan Bagi Hasil - 128.571,43
Musyarakah