Anda di halaman 1dari 21

METODE PENELITIAN

J E N I S DA N R A N C A N G A N
PENELITIAN

 Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah observasi analitik.


Adapun rancangan penelitian yang akan digunakan adalah case control
(kasus-kontrol).
VA R I A B E L DA N D E F I N I S I
O P E R A S I O NA L

 Variabel bebas:
• Pengetahuan Diare
• Pengetahuan ISPA
• Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS)
• Rumah sehat

 Variabel Tergantung
• ISPA
• Diare
DEFINISI OPERASIONAL
P E N G E T A H UA N O R A N G T UA T E N T A N G I S PA

 Adalah kemampuan intelektual responden tentang aspek kesehatan yang berhubungan dengan informasi
kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mengetahui pengetahuan responden tentang
penggunaan jamban diajukan 7 butir pertanyaan berbentuk kuesioner.Setiap butir pertanyaan dengan jawaban
“Ya” diberi skor 3 dan jawaban “Tidak”diberi skor 1, maka interval skor untuk variabel pengetahuan adalah 3 x
7 = 21, maka kelompok rentang skor variabel pengetahuan dibagi menjadi 3 kelompok sama besar yaitu :

 Baik : apabila total skor berada di antara 14-21

 Sedang : apabila total skor berada di antara 8-14

 Buruk : apabila total skor berada di antara 1-7

 Skala : Ordinal
P E N G E T A H UA N O R A N G T UA T E N T A N G
DIARE
 Adalah emampuan intelektual responden tentang diare informasi kesehatan tentang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Untuk mengetahui pengetahuan responden tentang pengetahuan diare diajukan 16 butir pertanyaan berbentuk kuesioner yang
terdiri dari pernyataan positif (favourable) yang setiap pertanyaan, jika menjawab item pilihan “ya” diberi skor 1 dan pernyataan
negatif (unfavourable) yang setiap pertanyaan, jika menjawab item pilihan “ya” diberi skor 0. Kemudian setiap skor pertanyaan 1-
16 dihitung dan prosentase jawaban benar dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

P = (F/N) X 100%

 Keterangan : P = Prosentase

F = Jumlah jawaban benar

N = Jumlah skor total

 Pengetahuan tentang diare dikategorikan menjadi):


• Pengetahuan baik : 76-100%
• Pengetahuan sedang: 56-75%
• Pengetahuan kurang : <56%
 Skala : Ordinal
LINGKUNGAN FISIK RUMAH

 Adalah lingkungan responden berupa bangunan tempat tinggal yang


memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat,
sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air
limbah, ventilasi yang baik, lubang asap dapur, kepadatan hunian rumah
yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah.
• Sehat jika skor yang di dapatkan ≥ 10
• Tidak sehat jika skor yang di dapatkan < 10

 Skala: Nominal
P E R I L A K U H I D U P B E R S I H DA N S E H AT

 Adalah pelaksaanan perilaku hidup bersih dan sehat yang masing-


masing indikatornya tercantum dalam kuesioner PHBS Balai Pelatihan
Kesehatan (Bapelkes).
• Sehat pratama : nilai 0-5
• Sehat madya : nilai 6-10
• Sehat utama : nilai 11-15
• Sehat paripurna : nilai 16

 Skala : Ordinal.
I S PA

 Balita yang menderita infeksi saluran pernapasan yang didiagnosa oleh


dokter puskesmas atau bidan desa berdasarkan MTBS. Kategori:
• Tidak ISPA
• ISPA
 Skala: Nominal
DIARE

 Penderita diare pada balita yang tercatat di rekam medis atau buku register bidan
desa dengan diagnosa adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek
sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (minimal tiga
kali atau lebih dalam sehari) atau adanya keterangan dari medis / paramedis yang
diperkirakan penyebabnya adalah karena, infeksi saluran pencernaan oleh bakteri
penyebab penyakit diare pada tahun 2014-2015 yang berada di UPTD Banyudono
I. Kategori:
• Diare
• Tidak diare
 Skala: Nominal
POPULASI DAN SAMPEL
POPULASI PENELITIAN

 Semua ibu rumah tangga yang memiliki balita (1 - 4 tahun) yang


menderita diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tahun
2014-2015 yang datang dan berobat ke Poliklinik Desa, Puskesmas
Pernbantu dan Puskesmas yang diklasifikasi oleh dokter, perawat yang
bertugas dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Banyudono I,
Kabupaten Boyolali.
SAMPEL PENELITIAN

 Ibu rumah tangga yang memiliki anak balita (1-4 tahun)


yangmenderita diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tahun
2014-2015 yang datang dan berobat ke Poliklinik Desa, Puskesmas
Pernbantu dan Puskesmas yang diklasifikasi oleh dokter, perawat yang
bertugas dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Banyudono I,
Kabupaten Boyolali, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta
diambil secara random.
 Besar sampel diperoleh dengan perhitungan menggunakan rumus Stanley
Lemeshow:

• Keterangan:
• n1=n2 : Besar sampel untuk kasus dan kontrol
• Zα : Tingkat kepercayaan (95%=1,96)
• Zβ : Kekuatan penelitian (80%= 0,84)
• P1 : Perkiraan proporsi efek pada kasus
• P2 : Proporsi pada kelompok kontrol (dari penelitian terdahulu, P2=44%)
• Q : 1–P
 Sampel penelitian adalah bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi.
 Kriteria Inklusi
• Ibu rumah tangga yang memiliki anak balita (1-4 tahun) yang menderita menderita diare dan
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tahun 2014-2015 yang datang dan berobat ke
Poliklinik Desa, Puskesmas Pernbantu dan Puskesmas yang diklasifikasi oleh dokter, perawat
yang bertugas dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Banyudono I, Kabupaten Boyolali.
• Umur responden antara 18 tahun sampai 40 tahun.
• Memiliki tingkat pendidikan minimal tamat sekolah dasar.
• Bersedia menjadi responden penelitian.
 Kriteria Ekslusi
• Responden penelitian yang tidak di tempat saat penelitian.
INSTRUMEN PENELITIAN

 Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner


yang berisi tentang tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang
diare dan ISPA, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan
rumah tangga, dan check list observasi lingkungan rumah sehat.
CARA PENELITIAN

 Persiapan Penelitian
Persiapan penelitian yang dilakukan adalah survey awal untuk mengumpulkan data balita yang menderita diare ISPA tahun
2014-2015 yang datang dan berobat ke Poliklinik Desa, Puskesmas Pernbantu dan Puskesmas yang diklasifikasi oleh dokter,
perawat yang bertugas dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Banyudono I, Kabupaten Boyolali. Kemudian dilakukan
penyusunan instrumentasi penelitian berupa kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
tertutup yang berfungsi untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Hal ini akan mempermudah
dalam mengarahkan jawaban responden dan mempermudah dalam melakukan pengolahan data dan tabulasi.
 Pelaksanaan Penelitian
• Memberikan informed consent untuk pernyataan kesediaan ibu rumah tangga yang terpilih menjadi responden
guna mengikuti penelitian.
• Wawancara tentang pengetahuan ibu rumah tangga tentang diare dan ISPA serta PBHS tatanan rumah tangga.
• Peneliti dalam mendapatkan data melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan responden. Alat yang
dipakai pada wawancara adalah kuesioner
• Observasi secara langsung
• Peneliti juga melakukan observasi tentang kondisi fisik lingkungan rumah, apakah sudah memenuhi syarat
rumah sehat.
A N A L I S A D A TA

 Analisis Univariat
• Analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji hipotesis. Pada analisis deskriptif untuk
penyajian data katagorikal akan menggunakan frekuensi / prosentase / proporsi.
 Analisis Bivariat
• Data hasil penelitan dianalisa untuk uji hipotesis secara statistik dengan uji Chi-Square, karena
syarat terpenuhi (tidak ada nilai expected yang kurang dari lima lebih dari 20%). Hasil uji Chi-
Square menunjukan bahwa P < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat
hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, perilaku PHBS, lingkungan fisik rumah dengan
diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi
dengan koefisien kontingensi untuk mengetahui seberapa kuatnya hubungan tersebut.
 Analisis Multivariat
• Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku buang air besar dari analisis bivariat yang
memiliki nilai p<0,05 selanjutnya dianalisis dengan uji regressi logistik. Uji multivariat ini
diketahui variabel paling berpengaruh dominan.
 Pengolahan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 13.0 for Windows.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
 Dua jenis penyakit yang menjadi prioritas masalah dari 10 besar penyakit yang telah dianalisa sebelumnya menggunakan hanlon kualitatif di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Banyudono I tahun 2014-2015 ISPA dan diare.
 Mayoritas karakteristik responden penelitian ISPA dilihat dari tingkat pendidikan adalah tamat sekolah dasar (SD) sebesar 42,4%, kelompok
usia ibu responden 21-30 tahun sebesar 54,5%, dan pekerjaan mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pegawai swasta masing-masing sebesar
39,4%.
 Mayoritas karakteristik responden penelitian diare dilihat dari tingkat pendidikan adalah tamat sekolah dasar (SD) sebesar 43,9%, kelompok
usia ibu responden 21-30 tahun sebesar 50%, dan pekerjaan mayoritas adalah ibu rumah tangga sebesar 50%.
 Tingkat pengetahuan ibu responden tentang ISPA dan diare pada balita dengan kategori baik sebesar 27,3%, kategori sedang sebesar 48,5%,
dan kategori buruk sebesar 24,2%.
 Strata PHBS pada keluarga balita yang menderita diare pada balita mayoritas termasuk kategori sehat pratama (57,6%) dan ISPA pada balita
mayoritas termasuk kategori sehat pratama (48,5%)di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banyudono I tahun 2014-2015.
 Gambaran lingkungan rumah pada keluarga balita yang menderita diare pada balita mayoritas termasuk kategori rumah sehat (60,6%) dan
ISPA pada balita mayoritas termasuk kategori rumah sehat (56,1%) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banyudono I tahun 2014-2015.
 Terdapat hubungan PHBS tatanan rumah tangga dan lingkungan rumah pada keluarga balita dengan ISPA pada balita, dimana faktor
lingkungan rumah pada keluarga balita lingkungan rumah pada keluarga balita (0,358) kali lebih dominan berpengaruh dibandingan faktor PHBS
tatanan rumah tangga.
 Terdapat hubungan PHBS tatanan rumah tangga dan lingkungan rumah pada keluarga balita dengan diare pada balita, dimana faktor
lingkungan rumah pada keluarga balita lingkungan rumah pada keluarga balita (0,186) kali lebih dominan berpengaruh dibandingan faktor PHBS
tatanan rumah tangga.
 Masalah-masalah dari faktor pelayanan kesehatan terutama kegiatan upaya promosi kesehatan dan upaya kesehatan lingkungan yang meliputi
kurangnya pencapaian kampanye PHBS rumah tangga, pemeriksanaan penyehatan lingkungan lingkungan pada perumahan, serta penduduk yang
memanfatkan jamban sehat.
SARAN
Perlu ditingkatkan program promosi kesehatan terkait pengetahuan
tentang tentang ISPA dan diare pada balita guna menurunkan prevalensi
penyakit tentang ISPA dan diare pada balita di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Banyudono I.
Perlunya kerjasama lintas program guna menurunkan angka morbiditas
penyakit-penyakit menular seperti diare dan ISPA.
Perlu peningkatan cara pemakaian MTBS guna meningkatkan
penemuan dan deteksi dini kasus pneumonia pada anak.
Optimalisasi lokakarya mini dengan melibatkan dokter keluarga
maupun Bidan praktek mandiri yang berada di wilayah kerja Puskesmas
Banyudono I guna meningkatkan pelaporan kasus diare dan ISPA.