Anda di halaman 1dari 6

HALITOSIS

NAMA : CINDY LESTARI S


NIM : P2.06.25.0.12.044
Tingkat : 1B
PENGERTIAN HALITOSIS
• Menurut istilah kedokteran Bau Mulut adalah “fetor ex ore”,
dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris dikenal
sebagai Halitose (Halitus=Bau, osis=Abnormal). Bau mulut
adalah akibat dari proses perubahan bahan dalam rongga
mulut yang mengandung ikatan sulfur
• Halitosis adalah bau nafas yang tidak enak, tidak
menyenangkan dan menusuk hidung. Bau Mulut merupakan
suatu keadaan dimana terciumnya bau mulut pada saat
seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium saat
berbicara). Bau nafas disebabkan oleh mulut kering, stress,
berpuasa, makanan yang berbau khas dan makanan lain
yang mengandung senyawa sulfur .
GEJALA HALITOSIS
• sering merasa tidak enak dalam mulut,
• orang lain berkomentar mengenai bau nafas
anda,
• tanpa sadar, anda sering menggunakan
produk penghilang bau mulut, penyegar nafas
atau sejenisnya,
• anda merasakan mulut kering atau kondisi air
liur lebih kental daripada biasanya
KLASIFIKASI HALITOSIS
Berdasarkan faktor etiologinya, halitosis
dibedakan atasa halitosis sejati,(genuine)
pseudohalitosis dan halitophobia. Halitosis
sejati dibedakan lagi atas fisiologis dan
patologis . Halitosis fisiologis merupakan
bersifat sementara dan tidak membutuhkan
perawatan, sebaliknya halitosis patologis
merupakan halitosis bersifat permanen dan
tidak dapat diatasi hanya dengan
pemeliharaan oral hygiene saja , tetapi
membutuhkan suatu penanganan dan
perawatan sesuai dengan sumber penyebab
halitosis.
PENCEGAHAN DAN
PERAWATAN HALITOSIS
• Umumnya halitosis bisa dikurangi atau
dihilangkan sama sekali dengan menjaga
kebersihan mulut seperti menyikat gigi,
menggunakan benang gigi, membersihkan
lidah, menggunakan obat kumur dan diet
sehat, namun kadang-kadang diperlukan
penangganan oleh tenaga profesional untuk
melakukan rujukan. Untuk dapat mengatasi
halitosis secara efektif, diperlukan
pemeriksaan secara menyeluruh dan diagnosa
yang tepat.
Contoh gambar halitosis