Anda di halaman 1dari 16

Oleh :

Ismiati Ulfah ( 15080694079)


S1AK15A

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
KEUNTUNGAN
capital gain ,
dividen, dan
manfaat non
finansial.

SAHAM
Tanda kepemilikan
seseorang atau badan
terhadap aset suatu
perusahaan.
PENILAIAN SAHAM
Suatu proses penilaian terhadap saham
yang akan dibeli atau dijual untuk
menentukan apakah tingkat imbal hasil
(return) sesuai dengan imbal hasil yang
diharapkan (expected return).
PERBANDINGAN HASIL
Nilai Pasar & NP > NI NP < NI
Nilai Intrinsik Saham
Disebut overvalued undervalued
Keputusan Jual Beli
ANALISIS
TEKNIKAL

Penilaian Nilai Intrinsik


Saham

ANALISIS
FUNDAMENTAL
1 ANALISIS TEKNIKAL
Metode analisis grafik yang
ANALISIS digunakan untuk menghitung
TEKNIKAL nilai intrinsik saham
berdasarkan data pasar
dengan mengamati harga
saham dari waktu ke waktu.

 Support level, yaitu tingkat harga tertentu terhadap suatu saham saat analis mengharapkan
peningkatan atas permintaan saham di pasar, disebut lower boundary atau batas bawah.
 Resistance level, yaitu tingkat harga tertentu terhadap suatu saham saat analis mengharapkan
peningkatan atas penawaran saham di pasar, disebut upper boundary atau batas atas.
ANALISIS FUNDAMENTAL
2 Metode analisis yang
digunakan untuk menghitung
ANALISIS nilai intrinsik saham tertentu
FUNDAMENTAL
didasarkan pada laporan
keuangan perusahaan terkait.

 Analisis Ekonomi
Didasarkan pada kondisi ekonomi global dan nasional
sehingga mempengaruhi kondisi pasar modal suatu
negara dan kondisi sebuah perusahaan tertentu.
 Analisis Industri
Digunakan untuk menilai alternatif investasi industri
yang memiliki prospek bagus terhadap keuntungan Tahapan Analisis
dalam berinvestasi. Fundamental
 Analisis Perusahaan
Terdapat dua pendekatan yaitu :
1) Pendekatan Laba (Price Earning Ratio-PER)
2) Pendekatan Nilai Sekarang (Present Value
Approach)
PER adalah rasio harga saham terhadap laba perusahaan.
Rumus PER yaitu

Rumus PER diturunkan dari model diskonto dividen yaitu:


Dimana, k = suku bunga diskonto atau
P0 = Nilai saham sekarang tingkat required return
D1 = dividen yang diharapkan g = pertumbuhan dividen
per lembar saham E1 = laba per lembar saham

Pendekatan ini berfungsi untuk memprediksi kapan investasi


saham akan kembali. Perhitungan pendekatan ini dilakukan
berdasarkan hasil yang diharapkan pada perkiraan laba
perusahaan di masa mendatang.
PVA adalah nilai saham yang dihitung dengan
mendiskontokan arus kas masa depan yang diharapkan
diterima oleh investor. Rumus PVA yaitu:
Dimana,
P0 = Nilai saham sekarang
n = Jumlah periode nilai arus kas
k = suku bunga diskonto atau tingkat required return

Tahapan proses penilaian saham berdasarkan PVA :


1. Mengestimasi arus kas saham di masa depan.
2. Mengestimasi required return.
3. Mendiskontokan setiap arus kas dengan tingkat diskonto sebesar
tingkat required return.
4. Nilai sekarang dari setiap arus kas dijumlahkan untuk
memperoleh nilai intrinsik saham.
 SAHAM BIASA
Imbal hasil yang diharapkan adalah persentase dimana
seorang investor meramalkan investasi secara spesifik pada
periode waktu tertentu.
or

atau k = Dividen Yield + Capital Gain


Dimana,
K = hasil yang diharapkan
Div1 = dividen yang diharapkan per lembar saham
P1 = Harga yang diharapkan pada akhir tahun
P0 = Harga saham sekarang
 SAHAM PREFEREN
Saham preferen adalah saham yang memberikan jumlah
dividen tetap dalam waktu yang tidak terbatas. Rumusnya
yaitu :

Dimana,
P0 = Nilai saham preferen
Dps = Dividen saham preferen
Kps = Tingkat return yang disyaratkan pada saham preferen
 Model diskonto dividen yaitu perhitungan harga saham
sekarang dimana nilai saham dihitung berdasarkan present
value dari semua dividen yang diharapkan diterima di
masa mendatang. Rumus model diskonto dividen yaitu:
Penilaian Intrinsik Dividen

Penilaian Intrinsik Dividen


Penilaian Intrinsik Dividen Penilaian Intrinsik Dividen
Tidak Konstan (pembayaran
Tanpa Pertumbuhan (dividen Pertumbuhan Konstan
dividen secara teratur)
tidak tumbuh atau konstan) (dividen tumbuh konstan )
STRATEGI PASIF
Investor meyakini bahwa harga
pasar adalah harga yang
menunjukkan nilai intrinsik dari
saham tersebut. Investor akan
cenderung mengikuti indeks pasar
sehingga mereka pasif dalam
kegiatan berinvestasi.

Strategi beli dan simpan Strategi mengikuti


indeks

• Investor membeli • Investor membeli


sejumlah saham dan instrumen sekuritas
tetap menyimpan reksadana atau dana
saham tersebut pensiun agar dapat
dalam kurun waktu menduplikasi kinerja
tertentu. indeks pasar.
STRATEGI AKTIF
Strategi investor agar mencapai return
saham yang melebihi return saham ketika
menerapkan strategi pasif. Investor akan
mengumpulkan informasi-informasi,
mengikuti tren pergerakan saham, memilih
saham, melakukan perdagangan (jual/beli)
saham, serta kegiatan investasi lainnya
yang dapat meningkatkan return.

Pemilihan saham Rotasi sektor Strategi momentum harga

•Menggunakan analisis •Investor berinvestasi •Investor mencari waktu


fundamental. pada saham dalam negeri yang tepat untuk jual/beli
•Memilih saham dengan di sektor tertentu yang saham dengan melihat
melihat return dan risk. berpotensi meningkat perubahan harga saham.
•PELUANG KEJADIAN: melebihi return pasar. •STRATEGI:
•1) undervalued NI > NP •STRATEGI : •1) Membuat peta atau
 beli •1) Berinvestasi pada chart pergerakan harga
• 2) overvalued NI < NP saham sektor tertentu saham.
 jual untuk mengantisipasi •2) Menggunakan
siklis ekonomi. komputer untuk
•Memodifikasi bobot menentukan waktu yang
portofolio saham di tepat untuk jual/beli
berbagai sektor industri. saham.