Anda di halaman 1dari 55

FARMASETIKA DASAR

A. DISKRIPSI MATA KULIAH :


1. MEMPELAJARI ASPEK SEJARAH KEFARMASIAN
2. MENGENAL GOLONGAN OBAT
3. CARA MEMBACA /FORMULA RESEP DOKTER
4. SINGKATAN BAHASA LATIN
5. MENGHITUNG/MENIMBANG/MENGUKUR DAN MENCAMPUR
OBAT DENGAN SEKSAMA MENJADI BENTUK
SEDIAANSERBUK,KAPSUL DAN SALEP DAN LARUTAN
6. CARA MENGGUNAKAN ALAT
7. CARA BEKERJA DI LABORAORIUM
B.CAPAIAN PEMBELAJARAN
MAMPU DAN MEMAHAMI MENGENAI SEJARAH KEFARMASIAN , PENGGOLONGEN
OBAT,KETENTUAN FARMAKOPE,MENGHITUNG DOSIS SERTA MEMBUAT SEDIAAN
SERBUK,KAPSUL,SALEP DAN LARUTAN

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS


1. MAMPU MEMAHAMI SEJARAH KEFARMASIAN

2. MAMPU MEMAHAMI PENGERTIAN OBAT, MENGENAL GOLONGAN DAN FUNGSI OBAT

3. MAMPU MEMBACA /FORMULA RESEP DOKTER

4. MAMPU MEMAHAMI SINGKATAN BAHASA LATIN

5. MAMPU MENGHITUNG/MENIMBANG/MENGUKUR DAN MENCAMPUR OBAT DENGAN


SEKSAMA MENJADI BENTUK SEDIAANSERBUK,KAPSUL DAN SALEP DAN LARUTAN

6. MAMPU MENGHITUNG DOSIS OBAT

7. MAMPU MEMAHAMI KETENTUAN DALAM FARMAKOPE


D METODE PENILAIAN DAN PEMBOBOTAN
1. UTS DAN UAS (PENGUASAAN PENGETAHUAN) : TEST 30 %

2. UJIAN LAB/SKILL(PENGETAHUAN KETERAMPILAN : OBSERVASI 40%

3. AKTIFITAS DAN KEDISIPLINAN (SIKAP) : 10 %

4. SEMINAR/PRESENTASI : 10 %
E. DAFTAR REFERENSI :
1. FARMAKOPE INDONESIA EDISI V

2. PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT WAJIB APOTIK

3. FARMASETIKA

4. ILMU RESEP

5. ILMU MERACIK OBAT TEORI DAN PRAKTEK

6. FARMASETIKA DASAR DAN HITUNGAN FARMASI


Orang-orang yang berjasa dalam perkembangan farmasi dan
kedokteran :

 a.Hipocrates (460 – 370), memperkenalkan dunia


farmasi dan kedokteran secara ilmiah. Disebut
sebagai Bapak Ilmu Kedokteran.
 b.Dioscorides, orang pertama yang
menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu
farmasi terapan, karyanya “De Materia Medika”.
c.Galen (130 – 200 SM) memperkenalkan
obat obatan yang berasal dari alam, formula
dan sediaan farmasi yang disebut Farmasi
Galenik.
 d.Philipus Aureulus Theopratus Bombatus van
Holhenheim (1493 – 1541 SM)disebut Paracelsus,
mempengaruhi perubahan farmasi , menyiapkan
bahan obat spesifik dan memperkenalkan zat kimia
sebagai obat internal.
 Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan,maka ilmu farmasi pun mengalami
perkembangan hingga terpecah menjadi ilmu yang
lebih khusus, tetapi saling berkaitan,misalnya
farmakologi, farmakognosi, galenika, dan kimia
farmasi.
 Sebagai buku panduan bagi farmasis, setiap negara
memiliki buku farmakope yang memuat persyaratan
kemurnian, sifat kimia dan fisika, cara pemeriksaan,
serta beberapa ketentuan lain yang berhubungan
dengan obat-obatan.
 Farmakope Indonesia milik negara Indonesia
 United State Pharmakope (USP) milik Amerika
 British Pharmakope (BP) milik Inggris
 Nederlands Pharmakope milik Belanda
 Farmakope Internasional milik WHO
Buku-buku farmasi yang dikeluarkan oleh Departemen
Kesehatan :
 Farmakope Indonesia edisi I jilid I terbit 20 Mei 1962
 Farmakope Indonesia edisi I jilid II terbit 20 Mei 1965
 Formularium Indonesia (FOI) terbit 20 Mei 1966
 Farmakope Indonesia edisi II terbit 1 April 1972
 Ekstra Farmakope Indonesia terbit 1 April 1974
 Formularium Nasional terbit 12 November 1978
 Farmakope Indonesia edisi III terbit 9 Oktober 1979
 Farmakope Indonesia edisi IV terbit 5 Desember 1995
 Farmakope merupakan buku yang memuat
persyaratan kemurnian, sifat kimia dan fisika, cara
pemeriksaan, serta beberapa ketentuan lain yang
berhubungan dengan obat-obatan.
Judul tersebut dapat disingkat menjadi FI. Jika tidak
ada keterangan lain, selama periode berlakunya maka
yang dimaksudkan adalah FI IV dan semua
suplemennya.
Ketentuan Farmakope ed IV
 Judul : yang dimaksud FI tanpa keterangan lain adalah
FI ed IV dan suplemennya.
 Bahan resmi adalah bahan aktif obat, bahan farmasi .
 Sediaan Resmi adalah sediaan obat jadi atau alat
kesehatan jadi atau setengah jadi Mis. Padatan steril
yang harus dibuat menjadi larutan jika hendak
digunakan.
Judul Mono grafi memuat nama Latin dan
nama Indonesia secara berurutan :

Nama Latin Nama Nama lazim Nama Kimia


Indonesia
Acidum Nicotinicum Asam Nikotinat Niasin
Acidum Ascorbicum Asam Askorbat Vit C 3-Okso L..gul.
Acidum Acetylsalicum Asam Asetil Asetosal 2-
Salisilat acetoxybenzo
ic acid
Thiamini Hcl Tiamin Hcl Vit B1
Dst...
Etanol
 semua pernyataan persentase etanol diartikan sebagai
persentase volume per volume dari c2H5OH pada suhu
15,56 C
 Jika digunakan C2H5OH, yang dimaksud adalah zat kimia
dengan kemurnian 100 %
AIR
 Kecuali dinyatakan lain yang dimaksud dengan air
dalam pengujian dan penetapan kadar adalah air yang
dimurnikan.
 Air yang digunakan sebagai bahan pembawa sediaan
resmi harus memenuhi persyaratan air untuk injeksi
atau salah satu bentuk steril air yang tercantum
dalam monografi.
BAHAN TAMBAHAN
 Kecuali dinyatakan lain , bahan Tambahan adalah
bahan –bahan yang diperlukan seperti bahan dasar,
penyalut,pewarna,penyedap,pengawet,pemantap dan
pembawa yang dapat ditambahkan ke dalam sediaan
resmi untuk meningkatkan stabilitas, manfaat atau
penampilan dan untuk mempermudah pembuatan.
Syarat BTP :
 Tidak membahayakan dalam jumlah yang digunakan
 Tidak melebihi jumlah minimum yang diperlukan
untuk memberikan efek yang diharapkan.
 Tidak mengurangi ketersediaan hayati , efek terapi
atau keamanan sediaan resmi.
 Tidak mengganggu dalam pengujian dan penetapan
kadar.
Pernyataan lebih kurang
 Pernyataan ini menunjukan bahwa bobot atau volume
zat yang digunakan untuk pengujian atau penetapan
kadar masih dalam batas-batas 10 % dari bobot atau
volume yang ditetapkan.
Pernyataan di dalam Desikator
 Pernyataan ini menunjukan bahwa penggunaan
wadah dapat tertutup rapat dengan ukuran yang
sesuai dan bentuk sedemikian rupa sehingga dapat
mempertahankan kelembaban rendah yaitu dengan
pertolongan silika gel atau pengering lain yang sesuai.
 Desikator vakum adalah desikator yang dapat
mempertahan kan kelembaban rendah pada tekanan
yang tidak lebih dari 20 mmHg atau pada tekanan lain
yang ditetapkan dalam monografi.
Penyaringan
 Jika dinyatak “saring “ tanpa penjelasa lebih lanjut ,
dimaksudkan cairan disaring menggunakan kertas
saring yang sesuai sampai dihasilkan filtrat yang
jernih.
Pemijaran sampai bobot tetap
 Pemijaran sampai bobot tetap maksudnya adalah
pemijaran yang harus dilanjutkan pada suhu 800C +
0,2 sehingga hasil dua penimbangan berturut –turut
berbeda tidak lebih dari 0,50 mg tiap gram zat yang
digunakan ; penimbangan kedua dilakukan setelah di
pijarkan lagi 15 menit.
Indikator.
 Kecuali dinyatakan lain, jumlah indikator yang
digunakan dalam pengujian adalh + 0.2 ml atau 3
tetes.

BOBOT YANG DAPAT DIABAIKAN

Maksud dari bobot yang dapat diabaikan adalah


bobot yang tidak boleh melebihi 0,50 mg
Pernyataan Tidak Berbau
 Pernyataan tidak berbau dan berbau khas lemah ,
ditetapkan dengan pengamatan setelah bahan
terkena udara selama 15 menit, dihitung setelah
wadah yang berisi tidak lebih dari 25 g bahan dibuka

Bobot Jenis
Kecuali dinyatakan lain , bobot jenis
adalah perbandingan bobot zat di udara
pada suhu 25 0 terhadap bobot air dengan
volume yang sama pada suhu 25 0
Suhu
 Kecuali dinyatakan lain semua suhu dalam FI
dinyatakan dalam derajat Celsius dan semua
pengukuran dilakukan pada suhu 25 0
 Ketentuan sbb :
Suhu kamar terkendali 15 – 30
Suhu dingin : tidak lebih dari 8 0
Sejuk : suhu 8 – 15 0
Hangat : 30 0 – 40 0
Panas : di atas 40 0
Batas waktu
Jika tidak dinyatakan lain , reaksi dibiarkan
berlangsung selama 5 menit pada pelaksanaan
pengujian dan penetapan kadar.

Hampa Udara
Kecuali dinyatakan lain , hampa udara adalah
kondisi dengan tekanan udara tidak lebih dari
20mmHg.
Kelarutan zat yang tercantum dalam farmakope dinyatakan
dengan istilah sebagai berikut
Wadah
Wadah harus memenuhi syarat :
 Tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan di
dalamnya baik secara kimia maupun fisika yang dapat
mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu atau
kemurnian bahan hingga tidak memenuhi
persyaratan.

1. Wadah tertutup Baik

Harus dapat melindungi isi terhadap masuknya


bahan padat dan mencegah hilangnya isi selama
penanganan,pengangkutan,penyimpanan dan
pendistribusian.
Wadah Tertutup Rapat
 Harus dapat melindungi isi terhadap masuknya bahan cair
atau uap dan mencegah hilangnya isi selama
penanganan,pengangkutan,penyimpanan dan
pendistribusian.
 Wadah ini dapat diganti dengan wadah tertutup kedap
untuk bahan dosis tunggal

Wadah tertutu kedap

Harus dapat mencegah tembusnya udara


atau gas selama penanganan,pengangkutan,
penyimpanan dan pendistribusian
 Wadah satuan tunggal

digunakan untuk produk obat yang berfungsi


sebagai dosis tunggal dan harus digunakan segera
setelah dibuka. Setiap wadah satuan tunggal harus
diberi etiket yang menyebutkan identitas,kadar atau
kekuatan,nama produsen, nomor batch dan tanggal
kadaluwarsa.

Wadah Dosis Tunggal

Wadah satuan tunggal untuk bahan yang hanya


digunakan secara parenteral
Wadah satuan ganda
 Adalah wadah yang memungkinkan isinya dapat
diambil beberapa kali tanpa mengakibatkan
perubahan kekuatan ,mutu atau kemurnian sisa zat
dalam wadah tersebut.
Simplisia
Persyaratan Simplisia Nabati dan Hewani
1. Tidak boleh mengandung organisme Patogen
2. Harus bebas dari cemaran mikro organisme, serangga
dan binatang lainnya maupun kotoran hewan
3. Tidak boleh ada penyimpangan bau dan warna
4. Tidak boleh mengandung lendir atau menunjukan
adanya kerusakan.
5. Kadar abu yang larut dalam asam tidak boleh lebih dari
2 % kecuali dinyatakan lain.
Kadar Larutan
1. Larutan volumetri
 Molalitas (m) : jumlah gram mol zat dlm 1kg
pelarut
 Molaritas ( M ) : jumlah gram mol zat dlm
pelarut hingga volume 1 liter
 Normalitas ( N ) : jumlah bobot ekuivalen zat
yang dilarutkan dalam pelarut hingga volume 1
liter
2. Persen
 b/b : jumlah gram zat dalam 100 g larutan
 b/v : jumlah gram zat dalam 100 ml larutan
 v/v : jumlah ml zat dalam 100g larutan

3. Pernytaan persen tanpa penjelasan lebih lanjut


 untuk campauran padat/setengah padat yang dimaksud
adalah b/b
Untuk larutan dan suspensi zat padat dalam cairan yang
dimaksud adalah b/v
Untuk larutan cairan dalam cairan yang dimaksud adalah
v/v
Untuk larutan gas dalam cairan yang dimaksud adalah b/v
Daluwarsa
 Batas terakhir obat yang memenuhi syarat baku.
 Daluwarsa dinyatakan dalam bulan dan tahun.
 Daluwarsa harus dicantumkan pada etiket.
Dosis
 Kecuali dinyatakan lain , dosis maksimum adalah
dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui
mulut . Injeksi subkutan, dan rektal.
 Dosis maksimum dapat diberikan apabila dibelakang
obat yang bersangkutan pada resep dibubuhi tanda
seru atau paraf dokter penulis resep.
Penetes baku
 Pada suhu 20 C memberikan tetesan air suling yang
bobotnya antara 47,5 mg dan 52,5 mg.

Volume

Sendok kecil : 5 ml Sendok Besar :


15 ml

Sendok teh ( cth ) ; 3 ml


Sendok bubur ( cp ) : 8 ml
Sendok Makan ( C ) : 15 ml
PENGERTIAN OBAT DAN SEDIAAN
Pengertian Obat dan Sediaan
 Obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang
dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan
diagnosis, mencegah, mengurangi ,menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit,luka
atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia
atau hewan termasuk memperelok tubuh atau bagian
tubuh manusia.
 Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk
produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi
atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan
patologi dalam rangka penetapan diagnosis,
pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan
kesehatan dan kontrasepsi,untuk manusia.
 Obat Jadi : obat dalam keadaan murni atau campuran
dalam bentuk serbuk,tablet,pil,kapsul,
suppsitoria,cairan, salep atau bentuk lainnya yang
mempunyai teknis sesuai dengan FI atau buku resmi
lain yang ditetapkan pemerintah.
 Obat paten : obat jadi dengan nama dagang terdaftar.
 Obat Asli Indonesia /Obat Tradisional
 Obat esensial : obat yang paling dibutuhkan untuk
pelayanan kesehatan.
 Obat generik : Obat dengan nama resmi yang ditetapkan
dalam farmakope untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya.
Penggolongan Obat
 Menurut kegunaan ; menyembuhkan, mencegah,
diagnose.
 Menurut Cara Penggunaan :
a. Obat pemakaian dalam yaitu obat yang digunakan
per oral dan masuk saluran cerna. Etiket putih.
b. Obat pemakaian luar : implantasi, injeksi, vaginal.
Nasal dll.
• Menurut Cara Kerjanya : Lokal dan sistemik
Menurut Undang - undang
 Narkotika /daftar O : ketergantungan ; Morfin, petidin,
metadon, kodein
 Psikotropika : mempengaruhi proses mental,
menenangkan/merangsang /pikiran dan
perasaan/kelakukan: diazepam, phenobarbital/luminal
 Obat keras (daftar G = Geverlijk= berbahaya) : dosis
maksimum/masuk daftar obat keras, Tanda khusus obat
keras; semua sediaan parenteral.
 Obat bebas terbatas ( daftar W = P1s/dP6 )
waarschuwing=peringatan ). Obat yang dapat diserahkan
tanpa R/ dokter dan diberi lingkaran warna biru.
 Obat bebas . Dapat dibeli secara bebas dan tidak
membahayakan pada dosis yang digunakan.
Menurut Sumbernya
 Tumbuhan : digitalis, Kina, Mnyak Jarak
 Hewan : Minyak Ikan, Adeps Lanae, Cera
 Mineral : Iodkali, vaselin,parafin.
 Sintetis : kamfer sintetis; vit C
 Mikroba/fungi/jamur : antibiotika.
Menurut Bentuk Sediaan Obat
 Bentuk Padat : serbuk, tablet, pil, kapsul,supositoria
 Bentuk Setengah Padat : Salep/Unguentum, krim,
pasta,gel/jelly.
 Bentuk Cair/larutan : potio,sirup,elixir,obat tetes
 Bentuk gas . Inhalasi/spray aerosol.
Menurut proses fisiologis dan
biokimia
 Obat Farmskodinamis : bekerja dengan menghambat
proses fisiologis atau fungsi biokimia mis. Hormon,
diuretik,hipnotik dan obat otonom.
 Obat kemoterapik, dapat membunuh parasit dan
kuman di dalam tubuh manusia.
 Obat Diagnostik.. Obat pembantu untuk melakukan
diagnosis. Barium sulfat, Natrium Iopanoat.
RESEP
Pengertian resep
 Resep adalah permintaan terulis dari seorang
dokter,doktergigi,dokter hewan yang diberi izin
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku kepada Apoteker Pengelola Apotik untuk
menyiapkan dan atau membuat ,meracik serta
menyerahkan obat kepada pasien .
 Doktergigi diberi izin menulis resep segala macam
obat utuk pemakaian gigi dan mulut dengan cara
injeksi/ parenteral, atau cara lainnya.
 Dokter hewan khusus untuk hewan
 Resep asli tidak boleh diberikan kembali kepada
pasien setelah diambil obatnya, hanya dapat
diberikan kopi resep atau salinan resep

Resep asli harus disimpan di Apotik dan tidak boleh


diperlihatkan kepada orang Lain kecuali diminta oleh :
1. Dokter yang menulisnya atau merawatnya
2. Pasien yang bersangkutan
3. Pegawai kepolisian, kehakiman yang ditugaskan
untuk memeriksa
4. Yayasan atau lembaga lain yang menanggung biaya pasien
RESEP = FORMULA MEDICAE
1. Formulae Oficinalis : buku standard ( Farmakope
dll)
2. Formulae magistralis ; resep ditulis dokter.
Resep selalu dimulai dengan R/ yang artinya “ RECIPE
“ = ambilah .

Dibelakangnya tertera nama dan jumlah obat

 Ditulis dalam bahasa latin

Kalau tidak lengkap/jelas apoteker menanyakan


kepada dokter penulis resep.
KOMPONEN RESEP
1. Remedium Cardinale : bahan atau obat yang berkasiat utama
2. Remedium adjuvantia/ajuvans : bahan atau obat yang
menunjang bekerjanya bahan obat utama.
3. Corigens : bahan tambahan guna memperbaiki : warna, rasa dan
bau
a. Corigens actionis : memperbaiki/menambah efek obat
utama
b. Corigens Saporis : memperbaiki rasa
c. Corigens Odoris : memperbaiki bau
d. Corigens Coloris : memperbaiki warna
e. Corigens Solubilis : memperbaiki kelarutan
4. Constituen/Vehiculum/Exipiens : bahan tambahan yang
dipakai sebagai pengisi atau pemberi bentuk untuk
memperbesar volume obat
Contoh R/ berdasarkan fungsi
R/ Sulfadiasin 0,500 Sulfadiasin = R. Cardinale
Bic-Natric 0,500 Bic-Natric = R. ajuvans
Sacharun 0, 100 Sacharun = R.saporis
Lact 0, 200 Lact = constituens
mf pulv. Dtd No X
S. t dd p I
R/ Cedilanid No.1
Diuretik No. 1
m.f.pulv. Da. In caps.dtd N0. XII
S 2 dd.1
Note
Cedilanid : jantung ...odema
Diuretin : diuretik ...kencing banyak ...odeme hilang
Cedilanid : Remidium cardinale
Diuretin : Corigen action / ajuvans
RESEP YANG LENGKAP
1. Nama, alamat dan no izin praktek dokter, dokter gigi
atau dr hewan
2. Tanggal penulisan resep
3. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
4. Nama setiap obat dan komposisinya
5. Aturan pemakaian obat ( signatura)
6. Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep
7. Jenis hewan dan nama pemiliki utk R/ dr hewan
8. Tanda seru atau paraf dr apabila obat melebihi dosis
maksimalnya.
RESEP MENGANDUNG NARKOTIK
1. TIDAK BOLEH ADA ITER YANG berarti dapat
diulang atau m,i ( dipakai sendiri ) atau suc ( tahu
pakai )
2. Resep narkotika disimpan terpisah dari reseplainnya.
Resep penangan segera/ dapat
diulang
1. Segera diberi tanda cito pada kanan atas, cito =n
segera , statim/urgent = penting , pim 9 periculum in
mora ) = berbahaya jika ditunda.
2. Dapat diulang dr menulis iter/ iteratur dan brp kali
dapat diulang ; mis : iter 3 x. Dstnya
3. Tidak dapat di ulang ditulis n.i = ne iteratur : tidak
dapat diulang
4. Yang tidak dapat diulang pada umumnya resep
narkotika dan psikotropika atau obat lain yang
ditetapkan pemerintah.