Anda di halaman 1dari 33

Pertemuan Koordinasi Dalam Rangka

Imunisasi MR di Kab.Indramayu
Bogor, 3 Mei 2017

PETUNJUK TEKNIS
KAMPANYE IMUNISASI MR
Program Imunisasi
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
Pengenalan Vaksin MR
• Vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated)
berupa serbuk kering dengan pelarut. Dapat
digunakan sampai 6 jam setelah dilarutkan selama
tetap disimpan pada suhu 2 – 8 derajat C
• Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial.
• Setiap dosis vaksin MR mengandung:
1000 CCID50 virus campak
1000 CCID50 virus rubella
• Sensitif panas, disimpan pada suhu 2 – 8°C
Tujuan Kampanye Imunisasi MR
• Tujuan Umum:
untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian
rubella (Congenital Rubella Sindrom/CRS)

• Tujuan khusus
Meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap
campak dan rubella secara cepat
Memutuskan transmisi virus campak dan rubella
Memutuskan angka kesakitan campak dan rubella
Menurunkan angka kejadian CRS
Sasaran Kampanye Imunisasi MR
Selurah anak pada usia :
9 bulan - < 15 tahun

Diberikan tanpa melihat status Imunisasi


maupun riwayat penyakit Campak dan Rubella
sebelumnya
Tempat Pelaksanaan
• Pelayanan Imunisasi dilakukan di pos-pos
pelayanan imunisasi yang telah ditentukan

Sekolah2 : PAUD, TK, SD & sederajat SMP


& sederajat
Posyandu, Polindes, Poskesdes
Puskesmas, Pustu
RS
Fasyankes lainnya
Waktu dan Periode Pelaksanaan
Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR di Indonesia
dibagi 2 fase :
- Fase 1 : Agustus – September 2017: seluruh P. Jawa
- Fase 2 : Agustus – September 2018
Sumatera,Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa
Tenggara, Maluku, Papua
Dilaksanakan dalam kurun waktu 2 bulan termasuk sweeping
Sweeping:
menjangkau sasaran yang belum diberikan imunisasi , al:
sakit, bepergian, orang tua sibuk, tidak mengetahui
adanya kampanye MR / alasan lain
STRATEGI Pelaksanaan
CAKUPAN KAMPANYE IMUNISASI MR:

TARGET MINIMAL 95 %

diperlukan strategi agar mencapai


target yang diharapkan
TAHAPAN Pelaksanaan
Pemberian MR di SEKOLAH : PAUD, TK, SD/
sederajat, SDLB, SMP /sederajat & SMPLB
 Perlu melibatkan Dinas Pendidikan, Kanwil
Kemenag, PEMDA
 Untuk koordinasi pelaksanaan kegiatan

TAHAP KEDUA
Pemberian MR untuk ANAK DILUAR SEKOLAH
Usia 9 bulan - < 15 tahun di Pos pelayanan
Imunisasi : Posyandu,Polindes, Poskesdes,
Puskesmas, Pustu, RS dan fasyankes lain
CATATAN dlm Persiapan Kampanye Imunisasi MR
Harus disusun mikroplaning
Daftar anak yg mjd sasaran hrs tersedia sebelum
pelaksanaan
Namun setiap petugas harus memahami setiap
anak umur 9 bulan - <15 th, yg datang untuk
mendapatkan imunisasi MR, harus diberikan
imunisasi MR walaupun tidak masuk daftar
Kampanye MR harus dimanfaatkan untuk
meningkatkan pelayanan imunisasi : cakupan,
kualitas dan pemerataan
CATATAN dari Kampanye Imunisasi MR
Kegiatan Kampanye MR merupakan kesempatan untuk:
Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya
imunisasi rutin & lanjutan
Meningkatkan kerja sama dg swasta & patner dlm
persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan membantu
program rutin setelah selesai imunisasi tambahan
Sasaran Kampanye MR harus dimanfaatkan untuk
mendata anak yg belum mendapat imunisasi lengkap,
utk dilengkapi pd saat yg sama atau pd kunjungan
berikutnya
Kegiatan Imunisasi MR tidak boleh mengganggu
pelaksanaan imunisasi rutin
CATATAN dari Kampanye Imunisasi MR
Bila cakupan imunisasi rubella (baik pada saat
kampanye maupun rutin) tidak mencapai target
minimal 95%, menyebabkan
peningkatan kerentanan WUS
meningkatkan resiko CRS

Bila cakupan yang tinggi dan merata


menurunkan/memutuskan transmisi rubella
menurunkan paparan rubella pada wanita hamil
Pembiayaan
• APBN
–Dekonsentrasi
–DAK non fisik/BOK
• APBD provinsi
• APBD Kab/Kota ….???
• GAVI
• sumber lain yang sah
MIKROPLANING
MIKROPLANING Kampanye Imunisasi MR
Jumlah sasaran: anak usia 9 bulan - <15 tahun di
wilayah kerja
Peta wilayah kerja: batas wilayah dan kondisi geografis
dan lokasi pos atau fasyankes pelayanan imunisasi
(sekolah, Posyandu, RS, Praktek swasta, dll)
Membuat prioritas wilayah , mempertimbangkan :
- wilayah populasi besar
- wilayah cakupan rendah
- wilayah kumuh dan padat
- wilayah dg KLB campak pd th sebelumnya
- wilayah susah dijangkau (secara geografis/budaya)
MIKROPLANING . .. . (2)
Inventarisasi peralatan rantai dingin (jumlah dan
kondisi) yang ada, dan bila kekurangan, upaya yg akan
dilakukan
Daftar sekolah berdasarkan nama (Negeri & swasta)
Jumlah Pos imunisasi (posyandu, polindes, poskesdes,
puskesmas Pustu, RS, sekolah dan pos tambahan
lainnya)
Jumlah tenaga pelaksana imunisasi (vaksinator)
Jumlah pengawas/supervisor
Jumlah tenaga Guru
Jumlah tenaga kader yang tersedia
Jumlah tenaga Medis utk penangan KIPI
Jumlah RS rujukan untuk kasus KIPI
MIKROPLANING . .. . (3)
Rencana waktu pelaksanaan (termasuk membuka
pos pelayanan imunisasi pada sore hari untuk
menjangkau anak yg orang tuanya bekerja)
Rencana khusus untuk menjangkau anak yg tidak
datang dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah
atau sudah menikah/alasan lainnya
Waktu dan tempat kegiatan persiapan, antara lain
pelatihan petugas, kader, guru,; sosialisasi LP/LS
komite sekolah dan pertemuan koordinasi lainnya
MIKROPLANING . .. . (4)
Estimasi kebutuhan dan rencana distribusi vaksin
dan logistik lainnya
Rencana pengelolaan limbah
Rencana penanganan dan penatalaksanaan kasus
KIPI
PELAKSANAAN
Kampanye Imunisasi MR
Pelaksanaan Kampanye MR
merujuk pada:
Mekanisme / alur pelayanan
Persiapan vaksin dan logistik
Peran petugas kesehatan guru dan kader
Penyuntikan yang aman
Pengelolaan limbah
Pencatatan dan Pelaporan
Pelaksanaan Kampanye MR
merujuk pada:
Mekanisme / alur pelayanan
contoh : skema pelayanan imunisasi MR di sekolah SD
Mekanisme / alur pelayanan (…2)

contoh : skema pelayanan imunisasi MR di posyandu


Yang perlu diperhatikan pd pelaksanaan:
1. Pelaksanaan di Posyandu sesuai situasi dan kondisi
setempat
2. Pelaksanaan di sekolah disesuaikan dg jumlah
sasaran& petugas kesehatan
3. Sasaran & orang tua/ pengasuh diminta tetap
berada di pos pelayanan/sekolah 30 menit setelah
imunisasi dan petugas jg tetap berada di pos
/sekolah minimal 30 menit setelah sasaran terakhir
diimunisasi  antisipasi kasus KIPI serius
(anafilaksis)
PERSIAPAN Vaksin & Logistik
Logistik yang dibutuhkan pada pelaksanaan Kampanye
imunisasi MR di Puskesmas/Pos pelayanan imunisasi
1. Vaksin MR dan pelarut sejumlah sasaran
2. ADS 0,5 ml dan ADS 5 ml
3. Safety box Didistribusikan
secara berjenjang
4. Satu set kapas
5. Formulir RR cakupan dan logistik
6. Formulir Laporan KIPI 5 lembar
7. Formulir investigasi KIP 1 paket
8. KIPI Kit
9. Kantong limbah medis untuk vial vaksin kosong
10. Pen Marker
11. Kantong /tempat sampah utk limbah non medis lainnya
PELARUTAN Vaksin
Yang harus diperhatikan dalam MELARUTKAN VAKSIN
1. Pelarutan vaksin hanya boleh dilakukan ketika sasaran
sudah datang untuk diimunisasi
2. Pelarut harus dari produsen yang sama dg vaksin
3. Pastikan vaksin dan pelarut belum kadaluwarsa dan VVM
dalam kondisi A atau B
4. Vaksin & pelarut harus dg suhu yg sama (2 - 8⁰ C) dan
tidak boleh beku
5. Melarutkan vaksin dg ADS 5 ml. 1 (satu) ADS 5 ml
digunakan untuk melarutkan 1 vial vaksin. Jangan
menyentuh jarum ADS dg jari
PELARUTAN Vaksin …(2)
6. Memastikan 5 ml cairan pelarut terhisap dalam ADS
7. Masukkan pelarut secara perlahan agar tidak terjadi
gelembung
8. Kocok campuran vaksin dg pelarut secara perlahan sp
tercampur rata (utk mencegah terjadinya abses dingin)
9. Vaksin yg sudah dilarutkan hanya boleh digunakan dlm
waktu 6 jam
harus dicatat JAM pelarutan vaksin pd label vaksin
hanya boleh melarutkan vial baru bila vaksin pd vial
sebelumnya sudah habis dan msh ada sasaran
10. Memperhatikan prosedur aseptik
PELARUTAN Vaksin …(3)
11. Ada kecurigaan vial vaksin yg terbuka telah
terkontaminasi misalnya: vial jatuh, rubber cap tdk
sengaja tersentuh dan kontak dg air)
12. VVM C dan D
13. Waktu pelarutan sudah melebihi 6 jam
PEMELIHARAAN Cold Chain
1. Vaksin MR adalah vaksin sensitif panas (yg sdh dilarutkan
lebih sensitif. Di lapangan harus disimpan 2-8⁰ C dg
vaccine carrier yg berisi cool pack
2. Vaccine carrier ditempatkan terlindung dr sinar matahari
3. Vaksin yg sudah dipakai ditempatkan pd spons/busa
penutup vaccine carrier. Yg belum dipakai tetap disimpan
di vaccine carrier
4. Selalu memperhatikan VVM. Yg bisa digunakan adalah
kondisi VVM A atau B

Jangan menyimpan barang selain vaksin dan


pelarut di dalam vaccine carrier
PENGEMBALIAN Sisa Vaksin
Logistik (vaksin & pelarut) sisa pd akhir pelayanan yg
sudah/belum dibuka harus dikembalikan ke puskesmas. Hal
yang harus diperhatikan:
1. Vaksin & pelarut yg blm digunakan dikembalikan beri
tanda “K” (kembali) segera masuk refrigerator. Untuk
digunakan pd hari pelayanan berikutnya
2. Semua sisa vial vaksin yg sudah dilarutkan < 6 jam /akhir
pelayanan di luar gedung harus dimasukkan dalam
box/plastik tersendiri diluar vaccine refrigerator untuk
dimusnahkan pd akhir keg kampanye MR
3. Tidak menyimpan vaksin sisa MR yg telah dilarutkan
dalam vaccine refrigerator
Peran Tenaga Kesehatan
– Memastikan sasaran anak 9 bulan sampai dengan <15
tahun menerima imunisasi MR
– Memastikan kondisi rantai vaksin terpelihara dengan baik
dalam suhu 2 - 8 derajat celcius
– Memastikan vaksin dan pelarut berasal dari pabrik yang
sama dan memeriksa tanggal kadaluarsanya
– Memeriksa kondisi VVM vaksin MR (pastikan dalam kondisi
A dan B)
– Melarutkan vaksin dan mencatat waktu pelarutan tiap vial
– Memberikan penyuntikan vaksin MR dengan benar (sub
kutan)
Peran Tenaga Kesehatan..2
– Melakukan pengolahan limbah imunisasi (tajam dan tidak
tajam) secara aman
– Memantau dan menangani kasus KIPI
– Memeriksa register pelaksanaan imunisasi dan
melengkapinya pada akhir kegiatan.
– Mengawasi dan membina guru dan kader dalam
melaksanakan tugasnya
– Berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat
– Menunggu di tempat pelayanan minimal 30 menit untuk
merespon jika ada kasus KIPI
Peran Guru
– Memberikan informasi pada orangtua/wali murid melalui Pertemuan
Orangtua Murid atau surat edaran yang berisi pemberitahuan manfaat
imunisasi MR dan tanggal pelaksanaannya. Contoh Surat Edaran dapat
dilihat pada lampiran 2.
– Membantu memberikan penyuluhan kepada orangtua/ wali / murid
– Memberikan data murid yang akan diberikan imunisasi termasuk data
anak yang putus sekolah
– Menyeleksi anak yang berumur <15 tahun dan anak yang sedang sakit
atau tidak masuk sekolah karena alasan lainnya
– Membantu menyiapkan ruangan untuk penyuntikan dan ruang tunggu
setelah penyuntikan
– Membantu mengatur alur pelayanan imunisasi
– Membantu pencatatan hasil imunisasi dan memberi tanda pada ujung
bawah jari kelingking kiri dengan pen marker

– Melaporkan pada petugas bila ditemukan kasus diduga KIPI


MARI KITA . . . . . . . .

BERPACU dalam INOVASI


Untuk mencapai Target
Cakupan kampanye Imunisasi MR:

minimal 95 %
What’s
TERIMA Your Message?
KASIH