Anda di halaman 1dari 10

KESELAMATAN PASIEN DAN

KESELAMATAN KESEHATAN KERJA


DALAM KEPERAWATAN
Kelompok 8

 A.A ISTRI SISKA NOVIANTI DEWI (16.321.2511)

 NI KADEK AYU CINTYA DEWI (16.321.2495)

 NI LUH GD UTARI APRILIA NITA DEWI (16.321.2503)

 NI PUTU AMY JUNIASARI (16.321.2512)

 NI PUTU DINA SHERLYNA SARI (16.321.2514)

 NI WAYAN EVY AYUDIA PRATIWI (16.321.2524)


A. PRINSIP DAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN
1. Pengertian
 Keselamatan pasien adalah suatu system dimana rumah sakit memberikan

asuhan kepada pasien secara aman serta mencegah terjadinya cidera akibat
kesalahan karena melaksanakan suatu tindakan atau tidak melaksanakan
suatu tindakan yang seharusnya diambil.

 System tersebut meliputi pengenalan resiko, identifikasi dan pengelolaan

hal yang berhubungan dengan resiko pasien pelaporan dan analisis insiden,
kemampuan belajar dari insiden, tindak lanjut dan implementasi solusi
untuk meminimalkan resiko (Depkes, 2008).
A. PRINSIP DAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN
2.Tujuan dan Manfaat Sistem Patient Safety

Tujuan Sistem Keselamatan Pasien Rumah Sakit adalah:


 Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit

 Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat

 Menurunnya angka KejadianTidak Diharapkan di rumah sakit

 Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi

penanggulangan KejadianTidak Diharapkan (Depkes RI, 2006).


A. PRINSIP DAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN

2. Tujuan dan Manfaat Sistem Patient Safety


Manfaat Patient Safety
 Budaya keamanan meningkat dan berkembang

 Komunikasi dengan pasien berkembang

 Kejadian tidak diharapakn (KTD) menurun

 Risiko klinis menurun

 Keluhan berkurang

 Mutu pelayan Rumah Sakit meningkat

 Citra Rumah Sakit dan kepercayaan masyarakat meningkat, diikuti

dengan kepercayaan diri yang meningkat


A. PRINSIP DAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN
3. Lingkup Keamanan dan Keselamatan Pasien
Dalam pencegahan infeksi, desain lingkungan perawatan pasien harus
memenuhi persyaratan aman perawatan berkualitas tinggi dengan
mempertimbangkan hal berikut:
a. Memaksimalkan kenyamanan dan martabat pasien.
b. Menjamin kemudahan pelaksanaan perawatan profesional.
c. Membuat ketentuan yang sesuai untuk anggota keluarga dan
pengunjung.
d. Meminimalkan resiko infeksi.
e. Meminimalkan resiko efek samping lain sperti jatuh atau
kesalahan pengobatan.
f. Mengelola transportasi pasien.
g. Memungkinkan untuk fleksibilitas penggunaan dari waktu ke waktu
dan persyaratan perencanaan pelayanan selanjutnya.
A. PRINSIP DAN KONSEP KESELAMATAN PASIEN
4. Standar Keselamatan Pasien
1. Hak pasien

2. Mendidik pasien dan keluarga

3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan

4. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan

evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien


5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien

6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien.

7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan

pasien.
B. PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DAN MANUSIA PADA
KESELAMATAN PASIEN
Faktor lingkungan merupakan pendukung proses pelayanan dalam organisasi kesehatan,
yang terdiri dari:
a. Perlengkapan
b. Peralatan
c. Mesin
d. Kebersihan
e. Teknik
f. Standar prosedur operasional

Faktor personal yaitu cenderung dari orang/ manusia yang bekerja dalam suatu orgaisasi
rumah sakit. Faktor personal ini terdiri dari:
a. Pengetahuan
b. Sikap
c. Motivasi
d. Kompetensi
e. Kepribadian
c. CARA UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN DENGAN
MENGGUNAKAN METODE PENINGKATAN KUALITAS
 Di Rumah Sakit

 Rumah sakit agar membentuk Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit, dengan susunan
organisasi sebagai berikut: Ketua: dokter, Anggota: dokter, dokter gigi, perawat, tenaga
kefarmasian dan tenaga kesehatan lainnya.

 Rumah sakit agar mengembangkan sistem informasi pencatatan dan pelaporan internal
tentang insiden

 Rumah sakit agar melakukan pelaporan insiden ke Komite Keselamatan Pasien Rumah
Sakit (KKPRS) secara rahasia

 Rumah Sakit agar memenuhi standar keselamatan pasien rumah sakit dan menerapkan
tujuh langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit.

 Rumah sakit pendidikan mengembangkan standar pelayanan medis berdasarkan hasil dari
analisis akar masalah dan sebagai tempat pelatihan standar-standar yang baru
dikembangkan.
c. CARA UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN DENGAN
MENGGUNAKAN METODE PENINGKATAN KUALITAS
 Di Provinsi/Kabupaten/Kota

 Melakukan advokasi program keselamatan pasien ke rumah sakit-rumah sakit di


wilayahnya

 Melakukan advokasi ke pemerintah daerah agar tersedianya dukungan anggaran terkait


dengan program keselamatan pasien rumah sakit.

 Melakukan pembinaan pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit

 Di Pusat

 Membentuk komite keselamatan pasien Rumah Sakit dibawah Perhimpunan Rumah Sakit
Seluruh Indonesia

 Menyusun panduan nasional tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit

 Melakukan sosialisasi dan advokasi program keselamatan pasien ke Dinas Kesehatan


Propinsi/Kabupaten/Kota, PERSI Daerah dan rumah sakit pendidikan dengan jejaring
pendidikan.