Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN

KASUS

“KISTA RENAL”
 
 
Pembimbing :
dr. Bacillius A. Priyosantoso, Sp. U

 
BAB I
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien

 Nama : Tn. M.H


 Umur : 58 tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Berat badan : 67 kg
 Alamat : Hamadi
 Suku : Bugis
 Agama : Islam
 Tanggal Pemeriksaan : 14 Agustus 2017
 No. Rekam Medis : 42 96 61
Anamnesis
Keluhan utama: Nyeri pinggang kiri

Pasien datang ke Poli Urologi RSUD Jayapura dengan membawa pengantar dari Puskesmas PKM Hamadi
dengan diagnosis kista renal sinistra

Keluhan nyeri pada pinggang kiri ± 2 jam yang lalu SMRS. Nyeri terasa tertusuk tusuk, terkadang terasa

R kram, dan menyalar hingga tulang belakang, hilang timbul, nyeri terkadang muncul pada saat beraktivitas
maupun beristirahat

P
S
Nyeri memperberat (-) dan memperingan (-). Pasien mengaku sering mengalami hal ini sejak ± 5 tahun
yang lalu, namun 6 bulan ini nyerinya semakin terasa sakit sekali.

Buang air kecil (BAK) lancar, berwarna kuning, nyeri saat kencing (-), Kencing berdarah (-),demam (+) ±
2 hari, hilang timbul, mual (+), muntah (-), pusing (-), nafsu makan menurun (-),BAK/BAB (+/
+)Lancar.BAK.
Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga
•Pasien sebelumnya di rawat 1 minggu di Tidak ada keluarga pasien yang sakit seperti
RSUD DOK II, dengan diagnosa kista pasien.
renal sinistra.  
•Riwayat Diabetes Mellitus (+) 2 tahun, Riwayat sosial ekonomi
obat minum metformin 2 x 500 mg Pasien tidak lagi bekerja, sehingga sehari-
pasien tidak rutin kontrol, dan datang hari menghabiskan waktu di rumah. Pasien
pada saat ada keluhan. sudah menikah, dan memiliki 4 anak.dan 3
•Riwayat Hipertensi (-) cucu.
•Riwayat Jantung (-)
•Riwayat Pengobatan OAT (-)

Riwayat
Riwayat kebiasaan
kebiasaan
Riwayat
Riwayat Merokok
Merokok (+)
(+) ±± 66 berhenti.
berhenti. Alkohol
Alkohol (-),
(-), pasien
pasien mengaku
mengaku sejak
sejak dulu
dulu memiliki
memiliki kebiasaan
kebiasaan
malas
malas minum
minum terutama
terutama saat
saat dulu
dulu berkerja
berkerja karena
karena sibuk
sibuk dengan
dengan pekerjaan.
pekerjaan. Terkadang
Terkadang pasien
pasien
hanya
hanya meminum
meminum air
air ±± 600
600 ml
ml // hari.
hari.
Pemeriksaan Fisik

• Tekanan darah : 120/80 mmHg


• Nadi : 90 x/menit
• Respirasi : 22 x/menit
• Suhu badan : 36.7⁰C
• SpO2 : 98 %
Status generalis
• Keadaan umum: Tampak sakit sedang
• Kesadaran : GCS 15 E4M6V5, Compos mentis
 Kepala : CA(+/+), SI(-/-), P> KGB (-)

 Pulmo
 Inspeksi : Simetris , IGN, retraksi (-)
 Palpasi : VF D=S
 Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
 Auskultasi : SN vesikuler (+/+), Rhonki (-), Wheezing (-)

 Cor
 Perkusi : Redup
 Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler, Murmur (-), gallop (-)
Abdomen
• Inspeksi : Datar
• Auskultasi : Bising usus normal
- - -
• Palpasi : Nyeri tekan suprapubik,
CVA: (+), - - -
Hepar teraba 2 jari dibawah arcus costae, - - -
lien tak teraba
• Perkusi : Timpani

Ekstremitas : Akral hangat, Capillary refill time <2 detik, udem


(-)
Status Urologi
Regio Flank dextra
• Inspeksi : bulging (-),massa (-)
• Palpasi : balloetemen (-), nyeri tekan (-)
• Perkusi : nyeri ketok costovertebra (-)
Regio Flank sinistra
• Inspeksi : bulging (-),massa (-)
• Palpasi : balloetemen (-), nyeri tekan (-)
• Perkusi : nyeri ketok costovertebra (+)
Regio Suprapubik
• Inspeksi : distensi (-)
• Palpasi : vesica urinaria teraba massa keras (-) nyeri tekan (-)

Regio Genital Eksterna


 Penis
• Inspeksi : circumsisi (-), tanda radang (-)
• Fibrosis : fibrosis (-)
 Scrotum
• Inspeksi : circumsisi (-), tanda radang (-)
• Fibrosis : fibrosis (-)
Pemeriksaan penunjang
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan

HBG 14.3 14.0 – 18.0 g/dL


RBC 5.11 4.7 – 6.1 10ˆ6/ul
WBC 11.8 4.8 – 10.8 10ˆ3/ul
HCT 41.4 42 – 52 %
PLT 351 150 - 450 10ˆ3/ul
Ureum 14.0 10 – 50 mg/dL
Creatinin 1.31 <0.95 mg/L
GLU-H 116 < 140 mg/dL
GD2JPP 197 < 140 mg/dL
Albumin 3.9 3.5 – 5.3 mEq/L
SGOT 25 0.0 – 31.0 mEq/L
SGPT 43 0.0 – 41.0 mEq/L
CT 11’00” 5-11
BT 2’30” 1-3
HBsAg Non Reaktif
Templates
Your own sub headline

Hasil USG Abdomen Ginjal Kiri : Besar normal echocortex meningkat batas sinus
cortex irreguler ectasis ectasis grade sedang pole
bawah batu (+) 0,88 cm menurun.
Kesan : Hindroneprosis batu (+) 0,88 pielonephritis
Hasil CT-Scan Abdomen Ginjal Kiri: Membesar densitas tampak hypondens dengan
batas tegas reguler ukuran tak sama berada pole
tengah bawah ukuran 6.4cm x 5,97cm x 3 cm
Kesan : Gambaran kista pole bawah ginjal ukura 6.4cm x 5,97cm x 3 cm.
Pemeriksaan Fisik

• Tekanan darah : 120/80 mmHg


• Nadi : 90 x/menit
• Respirasi : 22 x/menit
• Suhu badan : 36.7⁰C
• SpO2 : 98 %
Templates
Your own sub headline

Hasil EKG dalam batas normal


Diagnosa kerja

Kista
Renal
Sinistra
Resume
Templates
Your
Pasien own58sub
♂ umur headline
thn datang ke Poli Urologi RSUD Jayapura dengan membawa pengantar dari Puskesmas
PKM Hamadi dengan diagnosis kista renal sinistra

Keluhan nyeri pada pinggang kiri ± 2 jam yang lalu SMRS. Nyeri terasa tertusuk tusuk, terkadang terasa
kram, dan menyalar hingga tulang belakang, hilang timbul, nyeri terkadang muncul pada saat beraktivitas
maupun beristirahat

Nyeri memperberat (-) dan memperingan (-). Pasien mengaku sering mengalami hal ini sejak ± 5 tahun yang
lalu, namun 6 bulan ini nyerinya semakin terasa sakit sekali.

Buang air kecil (BAK) lancar, berwarna kuning, nyeri saat kencing (-), Kencing berpasir (-), kencing terputus-
putus (-), kencing berdarah (-),demam (+) ± 2 hari, hilang timbul, mual (+), muntah (-), pusing (-), nafsu
makan menurun (-),BAK/BAB (+/+)Lancar.BAK.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan TTV dan St. Generalis dalam batas normal, dan st. Urologi
didapatkan CVA test (+)
Your own footer Your Logo
Planning

• IVFD RL: D5 2:1 20 tpm makro


• Inj cefuroxime 750 mg /IV
• Inj antrain 3 x 1 amp/IV
• Inj kalnex 2 x 1 amp/IV
• Inj omeprazole 1 x1amp/IV
Follow Up Pre Operatif

Tanggal 14 Agustus 2017


SKeluhan utama: (-)
O- KU: Tampak Sakit Sedang Kesadaran: Compos mentis GCS: 15
- TTV: TD : 120/80 mmHg N: 96x/menit RR: 20x/menit SB: 36⁰7C
- Kepala/leher: Konjungtiva anemis (+/+), Sklera ikterik (-/-), pembesaran KGB (-)
- Thorax:
- Pulmo: Dada simetris, ikut gerak napas, VF Simetris, suara napas vesikuler, Rhonki (-), Wheezing (-)
- Cor: Bunyi jantung I-II reguler, Gallop (-), murmur (-)
- Abdomen: Datar, soepel, bunyi usus (+), Nyeri tekan suprapubik (-), Hepar tak teraba, lien tak teraba, CVA (-)
- Ekstremitas: Akral hangat, CRT ≤ 2”, udem (-)
A- Kista renal
- DM tipe II
P- IVFD Ringer laktat 1500 cc /24 Jam
- AB Pre Op cefuroxime 750 mg/IV (ST) inj 1 jam pre op
- Puasa (+)
- SIO (+)
- Rencana Op hari ini
- Persedian darah 2 bag (+)
Laporan Operasi

• Tanggal operasi : 14 Agustus2017


• Lama operasi : 11.00 - 13.00 WIT (2 jam)
• Diagnosa Pre-operatif : Kista Ginjal Sinistra
• Diagnosa Post-operatif : Kista Ginjal Sinistra
• Jaringan yang dieksisi/insisi : Unrooping Kista renal
sinistra perlaparaskopi
retroperional
• Macam Pembedahan : Khusus, Elektif
• Jenis Anestesi : General Anestesi
 DO
 Durante operasi di temukan kista ginjal di pole bawah
 TO
 Pasien posisi miring kanan, kiri di atas
 A dan antiseptik daerah operasi
 Dilakukan insisi di tip kosta 12, anterior dari linea asilaris anterior dan 1 cm di bawah kosta 12
bagian posterior
 Dilakukan diseksi fasia gerota ginjal sinistra
 Dilakukan unroofing kista ginjal sinistra
 Rawat pendarahan
 Jahil luka operasi
 Operasi selesai
 Instruksi post operasi
 Bed rest
 Puasa sampai BU (+)
 IVFD RL:D5 2:2 (20 tpm Makro)
 Inj cefuroxime 2 x 750mg
 Inj antrain 3 x 1 amp/IV
 Inj kalnex 3 x 1 amp/IV
 Inj omeprazole 1 x 1 amp/IV
Follow Up Post Operatif
Tanggal 15 Agustus 2017
Keluhan
S utama: (-)
- O KU: Tampak Sakit Sedang Kesadaran: Compos mentis GCS: 15
- TTV: TD : 100/70 mmHg N: 78x/menit RR: 20x/menit SB: 36⁰7C
- Kepala/leher: Konjungtiva anemis (+/+), Sklera ikterik (-/-), pembesaran KGB (-)
- Thorax:
- Pulmo: Dada simetris, ikut gerak napas, VF Simetris, suara napas vesikuler, Rhonki (-), Wheezing (-)
- Cor: Bunyi jantung I-II reguler, Gallop (-), murmur (-)
- Abdomen: Datar, soepel, bunyi usus (+), Nyeri tekan suprapubik (-), Hepar tak teraba, lien tak teraba, CVA (-)
- Ekstremitas: Akral hangat, CRT ≤ 2”, udem (-)
- A Post unrooping Kista renal sinistra perlaparaskopi retroperional hari I a. I kista ginjal sinistra
- DM tipe II
- P IVFD Ringer laktat 1500 cc /24 Jam
- Inj cefuroxime 750 mg /IV
- Inj antrain 3 x 1 amp/IV
- Inj omeprazole 1 x1amp/IV
- Inj kalnex 2 x 1 amp/IV (stop)
- Ganti vacum drain
- Mobilisasi duduk
Follow Up Post Operatif
Tanggal 15 Agustus 2017
Keluhan
S utama: (-)
-O KU: Tampak Sakit Sedang Kesadaran: Compos mentis GCS: 15
- TTV: TD : 100/70 mmHg N: 78x/menit RR: 20x/menit SB: 36⁰7C
- Kepala/leher: Konjungtiva anemis (+/+), Sklera ikterik (-/-), pembesaran KGB (-)
- Thorax:
- Pulmo: Dada simetris, ikut gerak napas, VF Simetris, suara napas vesikuler, Rhonki (-),
Wheezing (-)
- Cor: Bunyi jantung I-II reguler, Gallop (-), murmur (-)
- Abdomen: Datar, soepel, bunyi usus (+), Nyeri tekan suprapubik (-), Hepar tak teraba, lien tak
teraba, CVA (-)
- Ekstremitas: Akral hangat, CRT ≤ 2”, udem (-)
-A Post unrooping Kista renal sinistra perlaparaskopi retroperional hari I a. I kista ginjal sinistra
- DM tipe II
 
-P Ciproffloxacim 2 x 500 mg
- Tramadol 2 x1 tab
- Omeprazole 2 x1 tab
Prognosis

Quo ad Vitam : Bonam


Quo ad fungtionam : Dubia ad bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad bonam
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Anatomi Ginjal

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di


rongga retroperitoneal bagian atas.

Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya


menghadap ke medial.

Ginjal terletak pada dinding abdomen posterior setinggi


vertebra Thorakal 12 (T12)sampai dengan Lumbal 3 (L3).

Di sebelah posterior, dilindungi oleh otot-otot punggung yang tebal


serta tulang rusuk ke XI dan XII, di sebelah anterior dilindungi oleh
organ-organ intraperitoneal. .
Templates
Your own sub headline

Anatomi Ginjal
Fungsi Ginjal

 Mengontrol sekkresi hormon aldosteron dan ADH (antidiuretic


hormone) dalam mengatur jumlah cairan tubuh
 Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D
 Menghasilkan beberapa hormon, antara lain:
 Eritropoetin yang berperan dalam pembentukan sel darah
merah
 Renin yang berperan dalam mengatur tekanan darah
 Prostaglandin
Kista Ginjal
Kista berasal dari kata Cystic yang berarti rongga tertutup abnormal, dilapisi
epitel yang mengandung cairan atau bahan semisolid.

Kista ginjal adalah struktur berisi cairan di dalam atau di tepi ginjal.

Kista ginjal dapat dikaitkan dengan gangguan serius yang dapat


mengganggu fungsi ginjal.

Tapi umumnya, kista ginjal yang ditemukan merupakan kista ginjal


simpel atau sederhana.

Kista ginjal simpel adalah suatu ruang di ginjal yang penuh dengan cairan.

Seiring dengan bertambahnya usia kemungkinan terjadi peningkatan risiko kista


ginjal simpel dan juga peningkatan ukuran kista.
Templates
Your own sub headline

Kista Renal
Gejala Klinis

• Nyeri dapat terjadi antara tulang rusuk dan pinggul ketika


kista membesar dan menekan organ tubuh lainnya.
Kadang-kadang kista terinfeksi, menyebabkan demam,
dan nyeri.
DIAGNOSIS

Pemeriksaa Pemeriksaa
Anamnesis n fisik n penunjang

Kista yang sangat besar, Laboratorium,


nyeri terjadi pada pada palpasi mungkin
pinggang hingga pinggul BNO-IVP, USG,
teraba massa pada daerah
ginjal. CT scan dan MRI
Diagnosa USG

• Tidak didapatkan internal echoes.

• Berbatas tegas dan tipis, dengan tepi yang halus dan tegas.

• Transmisi gelombang yang bagus melalui kista, dengan


peningkatan bayangan akustik di belakang kista.

• Bentuk oval ramping atau sferis.


Klasifikasi bosniak
Kategori I
kista sederhana dengan dinding tipis tanpa septa, kalsifikasi, atau komponen yang solid.

Kategori II
Kista jinak dengan septa sedikit tipis, mengandung kalsifikasi halus atau segmen kecil
dari kalsifikasi agak mengental. lesi kurang dari 3 cm dengan batas tegas.

Kategori IIF
Kista bertepi baik dengan septa tipis, dengan atau tanpa penebalan septa.
Tidak ada komponen jaringan meningkat

kategori III
Massa kistik dengan ketebalan septa yang irreguler

Kategori IV
Massa kista malignancy dengan semua karakteristik dari lesi di kategori III
tetapi juga dengan peninggian komponen jaringan lunak tetapi berbatasan
dengan dinding septa.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi, meskipun sangat
jarang,Templates
atau kadang – kadang terjadi perdarahan ke dalam kista.
Your own sub headline

Hal ini akan dirasakan sebagai nyeri pada daerah pinggang yang
cukup berat. Apabila kista menekan atau menjepit ureter.

Dapat terjadi hidronefrosis, dan dapat berlanjut menjadi


pyelonefritis akibat stasis urin.

Komplikasi
Penanganan

• kista simpel sangat jarang memberikan gangguan pada


ginjal, penatalaksanaan kasus ini adalah konservatif, dengan
evaluasi rutin menggunakan USG.

• Apabila kista sedemikian besar, sehingga menimbulkan rasa


nyeri atau muncul obstruksi, dapat dilakukan tindakan
bedah.

• Kista ginjal simpel yang menyebabkan gejala atau


menghambat aliran darah atau urin dapat diobati dengan
menggunakan prosedur yang disebut skleroterapi.
Prognosis bergantung pada luasnya dan derajat
kista ginjal

Prognosis
Kista simpel ginjal diagnosis menggunakan
pemeriksaan sonografi/CT-Scan. Belakangan ini,
USG direkomendasikan sebagai metode untuk
melakukan follow up kista, meliputi ukuran,
konfigurasi dan konsistensi.
BAB III
PEMBAHASAN
Anamnesa

 ♂ umur 58 thn
 KU: Nyeri pada pinggang kiri (+) ± 2 hari, nyeri
terasa seperti tertusuk-tusuk, terkadang  Berdasarkan teori
terasa kram, dan menjalar hingga tulang  Kista ginjal simpel biasanya
Templates

belakang, hilang-timbul. tidak menyebabkan gejaka atau


 Nyeri muncul pada saat beraktivitas maupun membahayakan ginjal.
 Dalam beberapa kasus, nyeri
beristirahat.
dapat terjadi antara tulang
 Nyeri memperberat (-) dan memperingan (-).
rusuk dan pinggul ketika kista
 Buang air kecil (BAK) lancar, berwarna kuning,
membesar dan menekan organ
 Nyeri
2 saat kencing (-), Kencing berdarah (-) tubuh lainnya.
 Demam (+) ± 2 hari, hilang timbul,  Kadang-kadang kista terinfeksi,
 Mual (+), muntah (-), menyebabkan demam, dan nyeri.
 Pusing (-), nafsu makan menurun (-),BAK/BAB Kista ginjal simpel diduga tidak
(+/+)Lancar. mempengaruhi fungsi ginjal
Pemeriksaan Fisik

 Didapatkan CVA test positif.


 Menurut teori, hal ini terjadi dapat terjadi akibat
hidronefrosis atau adanya masaa atau kista pada
ginjal. Pada pasien ini berdasarkan pemeriksaan
USG dan CT-scan didapatkan adanya hidronefrotis
batu dan massa.
Templates
USG dan CT-Scan abdomen dapat membantu menemukan
Your own sub headline
massa pada ginjal.

Pada pasien ini didapatkan hasil USG ginjal kiri, . Kesan


hidronefrotis batu (+) 0.88 cm pyelonefritis bilateral BPH.

Pada pasien ini didapatkan hasil CT-Scan ginjal kiri, Kesan


gambaran kista pole bawah ginjal kiri ukuran 6,4 cm x
5,97cm x 3cm.

Pemeriksaan Penunjang
Anamnesis
Pemeriksaan
fisik

Pemeriksaan
penunjang

Kista Renal
Penatalaksanaan

Pada kasus ini dilakukan tindakan unrooping kista renal sinistra


perlaparaskopi retroperional

Dekortikasi laparoskopi merupakan suatu prosedur dimana dalam


prosedur ini, insisi kecil dibuat dan ruang yang kosong terisi
dengan cairan. Kista dapat diidentifikasi dan dinding kista dapat
digunakan untuk dua hal yakni menyingkirkan kista dan
mencegah pembentukan kista kembali.
Prognosis pada pasien
Templates Menurut teori,
Your own sub headline
quo ad vitam:
bonam
prognosis bergantung
quo ad fungtionam:
dubia ad bonam pada luasnya dan
quo ad sanationam:
dubia ad bonam derajat kista ginjal

Prognosis
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan

Kista merupakan suatu rongga yang dilapisi oleh epitel dan berisi cairan.

Ginjal merupakan salah satu lokasi tersering terjadinya kista pada tubuh

Kista ginjal dapat berkembang pada setiap lokasi di sepanjang tubulus ginjal, dari
kapsul Bowman ke duktus kolektivus melalui proses yang diturunkan, melalui
perkembangan atau didapat.
Kesimpulan

Diagnosis penyakit kista ginjal dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran


klinis, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan histopatologi, atau pemeriksan dengan
radiologi (USG, CT-Scan, atau MRI) tergantung dari jenis penyakit kista ginjal tersebut.
.

Terapi untuk penyakit kista ginjal juga berbeda sesuai dengan jenis penyakit kista
tersebut dimulai dari medikamentosa hingga tindakan operatif.

Prognosis tergantung dari jenis penyakit kista ginjal.


Saran

Pada kasus ini sebaiknya dillakukan follow up dengan


pemeriksaan USG sacara rutin agar mencegah
kekambuhan dan penyulit dikemudian hari.
TERIMA KASIH