Anda di halaman 1dari 20

SISTEM SIRKULASI

MU HAMMAD K H ALI L
MU S HOF FA
ROBI ATUL A DAWIYAH
WI NDY ROSYA DAH MU KTI

KELOMPOK 1/ OFF. C
U N I V E R S I TA S N E G E R I M A L A N G
PA S C A S A R J A N A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
Februari, 2018

1
1. Analisislah gambar di bawah ini, manakah yang termasuk dalam
sirkulasi terbuka dan sirkulasi tertutup? Jelaskan!

Lobster air tawar termasuk dalam


Subfilum Crustacea. Crustacea dan
sebagian besar organisme invertebrata
memiliki sistem sirkulasi terbuka.
Lobster air tawar memiliki sistem
sirkulasi terbuka karena udang memiliki
hemocoel.

2
Sistem sirkulasi terbuka adalah adalah sirkulasi darah
yang dimulai dari jantung menuju arteri dan diteruskan
melewati ruang terbuka, atau hemocoel, yang terletak
di antara ektoderm dan endoderm. Hemocoel berisi
cairan hemolimfe yang merendam jaringan sebagai cara
menyalurkan oksigen dan sari makanan.

3
Cumi-cumi termasuk dalam
Filum Cephalopoda. Seluruh
vertebrata dan beberapa
invertebrata, contohnya
Cephalopoda, memiliki sistem
sirkulasi tertutup. Cumi-cumi
memiliki pembuluh kapiler untuk
mendistribusikan darah hingga ke
tingkat jaringan.

Sistem sirkulasi tertutup adalah sirkulasi darah yang dimulai dari


jantung menuju arteri dan diteruskan ke pembuluh kapiler. Setiap
jaringan tubuh memiliki pembuluh kapiler sehingga hampir tidak ada
sel yang jauh dari pembuluh kapiler.

4
2. Analisislah sistem sirkulasi pada ikan, amfibi, buaya, burung, dan manusia.
Jelaskan manakah yang termasuk dalam sistem sirkulasi tunggal dan sistem
sirkulasi ganda! Mengapa disebut sistem sirkulasi tunggal dan sistem sirkulasi
ganda?

Ikan termasuk dalam jenis


sirkulasi tunggal karena jantung
ikan hanya memiliki dua ruang,
masing-masing satu atrium dan
ventrikel. Oleh karena itu darah
hanya memerlukan satu kali siklus
melewati jantung untuk
mengedarkan darah ke seluruh
tubuh. Volume darah pada ikan
yang mengalir ke sistem respirasi
maupun ke daerah sistemik
(seluruh tubuh) dapat bervariasi
karena saluran menuju insang dan
seluruh tubuh menjadi satu.
5
Amfibi, buaya, burung,
dan manusia termasuk
dalam jenis sirkulasi
ganda. Darah kaya
oksigen dan darah kaya
karbon dioksida melalui
pembuluh darah dan
atrium yang berbeda.
Darah melakukan dua
siklus melewati jantung
untuk mengedarkan
darah ke seluruh tubuh.
Satu siklus melewati
paru-paru, sedangkan
siklus lain melewati
daerah sistemik.

6
3. Jelaskan macam-macam tipe jantung pada invertebrata dan vertebrata
didasarkan pada anatomi dan mekanisme pemompaannya?

1. Jantung tubuler/vaskuler
Jantung tubuler bekerja dengan cara
menghasilkan kontraksi peristaltik sehingga
sering disebut sebagai jantung peristaltik.
Jantung tipe ini ditemukan pada kebanyakan
invertebrata, misalnya hwan tunikata.
Jantung tubuler masih sederhana, tidak
memiliki klep, dan kontraksi yang
ditimbulkan akan mendorong darah ke satu
arah tertentu dalam beberapa detik. Setelah
hal tersebut berlangsung, peristaltik
kebalikan akan terjadi sehingga darah
menuju arah yang berlawanan.
7
2. Jantung berongga.
Jantung berongga ditemukan pada
vertebrata dan beberapa invertebata
seperti mullusca. Jantung tipe ini
merupakan organ berotot yang mampu
mendorong darah ke berbagai bagian
tubuh. Jantung bertanggung jawab untuk
memperta-hankan aliran darah dengan
bantuan sejumlah klep. Jantung
berkontraksi secara periodik untuk
menjamin keberlang-ungan sirkulasi

8
1. Potensial aksi yang masuk ke dalam sel kontraktil
4a. Jelaskan mekanisme kontraksi otot jantung pada bergerak menyebrangi sarkolema dan masuk ke
tubulus-t
manusia! Bagaimana pengaruh faktor internal dan 2. Tempat potensial aksi membuka channel Ca2+
eksternal pada kontraksi otot jantung? tipe-L berpintu listrik pada membran sel
3. Ca2+ masuk ke dalam sel dan membuka ryanodine
receptor Ca2+ release channels (RyR) di retikulum
sarkoplasma
4. Saat RyR membuka, cadangan Ca2+ mengalir ke
sitosol
5. Menghasilkan “percikan” Ca2+ yang dapat dilihat
dengan biokimia khusus. Jumlah percikan yang
berbeda ada beberapa RyR mencipkakan sinyal
Ca2+
6. Terjadilah kontraksi.

Faktor internal yang mempengaruhi kerja sistem


kardiovaskular antara lain adalah usia, jenis kelamin,
kelainan anatomis pada jantung, berat badan, emosi
atau psikologis dan frekuensi pernafasan.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kerja
sistem kardiovaskular adalah posisi tubuh, suhu atau
temperatur, konsumsi alkohol, merokok, dan juga
aktivitas fisik
9
4b. Berdasarkan praktikum kontraksi otot jantung, analisislah bagaimana
aktivitas kelistrikan dan pengaruh faktor fisik, kimia, dan pengaruh ion yang
diberikan!

Apabila suatu rangsangan terhadap membran dengan mempergunakan


listrik, mekanik atau zat kimia, maka butir-butir membran akan berubah
dan beberapa ion Na+ akan masuk dari luar sel ke dalam sel. Di dalam sel
akan menjadi kurang negatif dari pada di luar sel dan potensial membran
akan meningkat. Keadaan membran ini dikatakan menjadi depolarisasi.
Suatu rangsangan yang cukup kuat mencapai titik tertentu sehingga dapat
menimbulkan depolarisasi membran, titik tertentu ini disebut nilai
ambang, dan proses depolarisasi akan berkelanjutan serta irreversible,
ion-ion Na+ akan mengalir ke dalam sel secara cepat dan dalam jumlah
yang banyak. Sehingga aktivitas-aktivitas tersebut dapat mempercepat
atau memperlambat kontraksi dari otot jantung.
10
5. Analisislah
gambar berikut
dan jelaskan
bagaimana
mekanismenya!

11
Gambar tersebut menunjukkan mekanismes terjadinya sistol dan diastol
Sistol adalah tahap siklus jantung ketika ruang jantung berkontraksi dan memompa darah
Diastol tahap siklus jantung ketika sebuah ruang jantung berelaksasi dan terisi oleh darah.

1. Diastol atrium; Diastol ventrikel; Atrium dan ventrikel dalam keadaan


relaksasi dan darah mengisi ventrikel secara pasif.
2. Sistol atrium; atrium berkontraksi dan memompa sebagian kecil jumlah
darah yang tersisa didalam atrium ke ventrikel.
3. Diastol atrium; Sistol isovolumic ventrikel; Ventrikel berkontraksi, Katup AV
tertutup, namun katup semilunaris belum terbuka.
4. Sistol ventrikel meningkat; katup semilunaris terbuka, darah dipompa
menuju paru-paru dan seluruh tubuh
5. Diastol ventrikel; tekanan ventrikel menurun, katup semilunar menutup dan
darah tidak kembali ke ventrikel.

12
13
6. Jelaskan dengan skema mekanisme pengendalian saraf pada kerja
jantung!

Pada vertebrata, detak


jantung berasal dari jantung
itu sendiri, tepatnya yaitu
dipengaruhi oleh sekelompok
sel autoritmis yang terletak
pada dinding atrium kanan.
Gugus sel ini disebut nodus
sinoatrium (Sinoatrial
node/SA) atau Pacemaker.

14
Sistem saraf hanya bekerja
mengubah tempo jantung dengan
meregulasi nodus SA. Dua
perangkat saraf yang meregulasi ini
adalah saraf simpatik dan saraf
para simpatik. Misalnya pada saat
kita berdiri dan beraktifitas, maka
saraf simpatik akan meregulasi
nodus SA untuk meningkatkan laju
detak jantung. Sedangkan pada
saat duduk atau beristirahat, saraf
parasimpatik akan menurunkan
laju detak jantung.
15
7. Bagaimanakah prinsip aliran darah pada arteri, arteriol, kapiler, venula dan vena berkaitan
dengan luas penampang dan kecepatan darah ! Gambarkan skemanya?
Prinsip aliran darah pada arteri merupakan pembuluh yang membawa darah ke luar
jantung, vena adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung, kapiler
adalah pembuluh mikroskopis yang membawa darah dari arteriola ke venula. Terkait
dengan prinsip aliran darah pada pembuluh darah dipengarui oleh tekanan darah arteri
yang lebih tinggi mendorong darah ke arah arteriola, kapiler, dan seterusnya. Tekanan
arterial terletak pada puncak tekanan darah. Perbedaan tekanan darah pada arteri,
kapiler dan vena menyebabkan tekanan darah yang masuk atrium menjadi nol,
sehingga gradien tekanan darah sistemik ekivalen dengan rata-rata tenanan arterial
Prinsip kecepatan aliran darah terkait dengan volume darah yang dialirkan pada jarak
tertentu. Kecepatan aliran darah pada pembuluh arteri, kapiler, vena dan seterusnya
berbanding dengan gradien tekanan cairan dan berbanding terbalik dengan aliran yang
arahnya berlawanan. Karena gradien tekanan darah sistemik pada dan rata-rata
tekanan arteri secara normal ekivalen, dapat dinyatakan kembali dengan prinsip
kecepatan aliran darah.

16
Jantung

Vena Arteri

Darah mengalir
Dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah

Venula Arteriola

Kecepatan aliran
Kapiler Darah berbanding
Dg gradien tekanan
darah

17
8. ANALISISLAH GAMBAR DI BAWAH INI UNTUK MENGETAHUI PENGENDALIAN
SYARAF TEKANAN DARAH

Pengedalian syaraf pada tekanan darah


(Silverston, 2010)

18
Sistem saraf pusat mengkoordinasi proses tekanan darah. Pusat pengintegrasian utama ada di medula
oblongata yang terhubung pada jaringan saraf di otak, inti, neurotransmitter, dan interneuron dari pusat
kontrol kardiovaskular
Tekanan darah mengikuti terjadinya modulasi pada pusat otak, seperti hipotalamus dan korteks serebral.
Hipotalamus memediasi respons vaskular yang terlibat dalam peraturan suhu tubuh dan untuk respon
gejolak. Respons yang dipelajari dan emosional mungkin berasal dari korteks serebral dan diekspresikan
pada peredarah darah dalam tubuh
Pengendalian tekanan darah pada sistem kardiovaskular sangat terkait dengan regulasi keseimbangan
tubuh dengan ginjal dan system syaraf . Hormon tertentu disekresikan dari tindakan jantung pada ginjal,
sementara hormon yang dikeluarkan dari ginjal bekerja pada pembuluh darah dan pembuluh darah.
Bersama-sama, hati dan ginjal memainkan Peran utama dalam menjaga homeostasis suhu tubuh.
Keluarnya syaraf efferen dari pusat kontrol kardiovaskular adalah dilakukan melalui otonom simpatik dan
parasimpatis neuron. Resistensi perifer berada di bawah kontrol simpatik tonik, dengan peningkatan
pelepasan simpatik yang menyebabkan vasokonstriksi. Fungsi jantung diatur oleh kontrol antagonis.
Peningkatan aktivitas simpatik meningkatkan denyut jantung di SA node, mempersingkat waktu konduksi
melalui nodus AV, dan meningkatkan kekuatan kontraksi miokard. Aktivitas parasimpatis meningkat
memperlambat denyut jantung namun hanya memiliki efek kecil Kontraksi ventrikel.

19
TERIMA KASIH

20