Anda di halaman 1dari 50

PENGERTIAN

Gizi Buruk = KEP berat =


Kurus sekali = Severely Malnourished
KEP = Kurang Energi Protein
keadaan kekurangan gizi yg disebabkan rendahnya konsumsi energi
dan protein dlm makanan sehari-hari sehingga tdk memenuhi Angka
Kecukupan Gizi (AKG) dan sering disertai kurang zat gizi mikro.

Contoh : - def. Vit A  xeroftalmia, daya tahan menurun


- def. Fe, Cu, B12, As Folat  anemia
- def. Vit C  stomatitis
- def. Zn  kelainan pada kulit, gangguan pertumbuhan
- def. vit B1  Beri-beri
BAKU ANTROPOMETRI (NCHS)

INDEKS STATUS GIZI Z- SCORE


• BB Lebih (Over Weight) > +2 SD
BB/U • BB Normal (Normal Weight) -2 SD s/d +2 SD
• BB Rendah (Under Weight) -3 SD s/d < -2 SD
< -3 SD
• BB Sangat Rendah (Severe Under
Weight)

TB/U • TB Jangkung (Tall) > +2 SD


PB/U • TB Normal (Normal Height) -2 SD s/d +2 SD
• TB Pendek (Stunted) -3 SD s/d < -2 SD
< -3 SD
• TB Sangat Pendek (Severe Stunted)

BB/TB • Gemuk (Fatty/obese) > +2 SD


BB/PB • Normal (Normal) -2 SD s/d +2 SD
• Kurus (Wasted) -3 SD s/d < -2 SD
< -3 SD
• Sangat Kurus (Severe Wasted)

(Sumber : Bullettin of World Health Organization -WHO)


PENENTUAN STATUS GIZI ANAK
secara Klinis dan Antropometri (BB/TB)

Klasifikasi Klinis Antropometri


(BB/TB-PB)
Gizi Buruk Tampak sangat <-3 SD
(bila ada edema bisa lebih)
kurus dan atau
edema pd kedua
punggung kaki sp
seluruh tubuh
Gizi Kurus -3 SD ―  -2 SD
Kurang
Gizi Baik Normal - 2 SD ― +2 SD
Gizi Lebih Gemuk  +2 SD
(Sumber : Bulletin of -WHO)  tabel hal 22-23 buku-I
GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK

A. KWASHIORKOR
• Edema, terutama pd kedua punggung kaki, bisa seluruh
tubuh
• Wajah membulat dan sembab
• Pandangan mata sayu
• Rambut tipis, kemerahan spt warna rambut jagung, mudah
dicabut tanpa rasa sakit, rontok
• Perubahan status mental: apatis & rewel
• Pembesaran hati
• Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada
posisi berdiri atau duduk
• Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg meluas &
berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas
(dermatosis)
• Sering disertai: peny. infeksi (umumnya akut), anemia, dan
diare
KEP berat : Kwashiorkor
Rambut
Wajah

‘Puffy’

Edema
KEP berat : Kwashiorkor

Hepatomegali
Edema
dermatosis
GEJALA KLINIS ANAK GIZI
BURUK
B. MARASMUS
 Tampak sangat kurus, hingga
tulang terbungkus kulit
 Wajah seperti orang tua
 Cengeng, rewel
 Kulit keriput, jaringan lemak
subkutis sangat sedikit sampai
tidak ada (~pakai celana
longgar-baggy pants)
 Perut cekung
 Iga gambang
 Sering disertai: peny. infeksi /
diare (umumnya kronis
berulang)
GIZI BURUK : Marasmus
Wajah

Rambut

Atrofi otot
Lemak SK <<
Iga gambang
Gizi buruk : Marasmus + KP

limfadenopati
Gizi buruk : Marasmus + KP

‘Caverne’

‘Destroyed lung’ 6 mgg setelah terapi


GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK

C. MARASMIK –
KWASHIORKOR

Gambaran klinik merupakan


campuran dari beberapa
gejala klinik Marasmus
(Sangat kurus, BB/TB <-3
SD) dan Kwashiorkor
(disertai edema yang tidak
mencolok)
KEKURANGAN MIKRO NUTRIEN
(Menyertai Gizi Buruk)

1. Kekurangan Vitamin A (KVA)

2. Anemia (Kekurangan Fe, Zn, Cu, Vit. B12,


Asam Folat)

3. Stomatitis (Vit. B2, C)


PENILAIAN PERTUMBUHAN &
PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU

Abas Basuni Jahari


Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI.

Disampaian pada
Pelatihan Manajemen Penatalaksanaan Anak Balita Gizi Buruk
Dengan Rawat Jalan
Bogor 11-12 Oktober, 2004
PENGERTIAN STATUS GIZI

STATUS GIZIAAAAadalah keadaan keseimbangan


antara ASUPAN zat gizi dan KEBUTUHAN zat
gizi oleh tubuh untuk berbagai keperluan
proses biologi
GIZI SEIMBANGbila ASUPAN zat gizi SESUAI
dengan KEBUTUHAN zat gizi = GIZI BAIK

GIZI TIDAK SEIMBANGbila ASUPAN zat gizi


TIDAK SESUAI dengan KEBUTUHAN zat gizi
(Kurang atau Melebihi) = KURANG GIZI atau
GIZI LEBIH
Gizi Seimbang = Gizi Baik

Berat normal

Asupan zat gizi Kebutuhan zat gizi

Asupan zat gizi SESUAI kebutuhan zat gizi


Gizi Tidak Seimbang = Kurang Gizi

Berat kurang

Asupan zat gizi

Kebutuhan zat gizi

Asupan zat gizi KURANG DARI kebutuhan zat gizi


Gizi Tidak Seimbang = Gizi Lebih

Berat lebih

Kebutuhan zat gizi

Asupan zat gizi

Asupan zat gizi MELEBIHI kebutuhan zat gizi


Hubungan Status Gizi, Asupan Zat Gizi
dan Infeksi
STATUS GIZI

Keseimbangan
antara
ASUPAN ZAT GIZI
dan
KEBUTUHAN ZAT GIZI
oleh tubuh

Asupan Zat Gizi Penyakit Infeksi

Pengaruh terhadap nafsu makan Daya tahan tubuh terhadap infeksi


PENYEBAB KURANG GIZI
Pola asuh, pola perawatan anak, perilaku
kesehatan, keadaan ekonomi, pengetahuan ibu

kekurangan menderita
makanan penyakit infeksi

kekurangan asupan zat gizi

ANAK KURANG GIZI


Mempengaruhi KESEIMBANGAN ZAT GIZI

Pertumbuhan

Perkembangan

Kecerdasan

Pemeliharaan
kesehatan

Aktivitas dan
Lain-lain
PERTUMBUHAN
ADALAH:
Perubahan ukuran fisik
dari waktu ke waktu,
baik dari segi DIMENSI,
PROPORSI, maupun
KOMPOSISI tubuh

Pada manusia, ukuran


fisik (tubuh) disebut
juga dengan istilah
ANTROPOMETRI
PERKEMBANGAN

ADALAH:
0 bln 1 bln 2 bln 3 bln
Perubahan kemampuan
anak dalam gerakan
motorik kasar/halus,
4 bln 5 bln 6 bln 7 bln kecerdasan, mental,
perilaku dari waktu ke
waktu
8 bln 9 bln 10 bln 11 bln

Perubahan
motorik kasar
12 bln 13 bln 14 bln 15 bln
Pertumbuhan dan Perkembangan

Anak yang sehat akan tumbuh


dan berkembang dengan baik

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Umur Anak (bulan)


Perbedaan Pertumbuhan dan
Perkembangan

Pertumbuhan:

Perubahan yang dapat diukur secara


kuantitatif (Contoh: dari 5 kg menjadi
6 kg, dari 54 cm menjadi 60 cm)

Perkembangan:

Perubahan yang hanya dapat diukur


secara kualitatif (Contoh: dari dapat
merangkak menjadi dapat berdiri,
dari tidak dapat bicara menjadi dapat
bicara, dsb.)
Kesamaan Pertumbuhan dan
Perkembangan

1. Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan


proses perubahan yang mengikuti perjalanan
waktu (Contoh: dari bulan ke bulan)

2. Pertumbuhan dan Perkembangan hanya dapat


diketahui bila dilakukan pemantauan secara
teratur dan terus menerus

3. Setiap anak memiliki Jalur Pertumbuhan dan


Perkembangan NORMAL (“Trajectory”) yang
bervariasi
KENAPA PERTUMBUHAN DIPANTAU?

GIZI SEIMBANG? Pertumbuhan Normal


Tidak Ya

Indikasi
Pertumbuhan Keadaan Gizi tetap baik
Terganggu

Indikasi PERTUMBUHAN sebagai


Keadaan gizi yang INDIKATOR Memburuknya
memburuk atau Tetap Baiknya
Keadaan Gizi
Tumbuh Normal & Tumbuh Terganggu

Pertumbuhan Normal
(Dipantau Pertumbuhannya)

Berakhir beda
Pertumbuhan terganggu
(Tidak dipantau pertumbuhannya)

Berawal sama
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU

1. DATANG KE 2. DIDAFTAR 3. DITIMBANG 4. BB ANAK DICATAT


POSYANDU & DI PLOT KE KMS

PELAYANAN GIZI KONSELING N = NAIK


DAN KESEHATAN
6.

DASAR 5. DINILAI STATUS


T = TIDAK PERTUMBUHAN
NAIK BERDASARKAN
KURVA BB ANAK
TIDAK
GIZI
BURUK KONFIRMASI BGM, PERTAMA
DITIMBANG

DIRUJUK GIZI BURUK


APA TUJUAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN?

1. Mengetahui status pertumbuhan individu balita


dari waktu ke waktu secara teratur
2. Mengetahui secara lebih dini (awal) terjadinya
gangguan pertumbuhan pada individu balita
3. Memberikan tindakan penanggulangan
(intervensi) segera pada anak yang mengalami
gangguan pertumbuhan  agar dapat
dikembalikan ke jalur pertumbuhan normalnya
4. Memberikan konseling pada ibu/pengasuh anak
dalam upaya mempertahankan atau
meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan anak
SYARAT PEMANTAUAN PERTUMBUHAN
1. Anak ditimbang secara teratur setiap bulan (di
Posyandu atau di tempat Lain) dan memiliki KMS
2. Setiap ditimbang KMS anak harus dibawa
3. Berat badan anak harus di PLOT ke dalam KMS
4. Status pertumbuhan anak harus dinilai dengan
melihat kurva berat badannya dalam KMS untuk
menilai N=naik atau T=tidak naiknya
5. Ibu atau Pengasuh Balita harus diberikan
informasi atau konseling sehubungan dengan
status pertumbuhan anak
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN

1. CARA memasang timbangan (dacin)

1. CARA menimbang anak

2. CARA menghitung umur anak

3. CARA PLOT berat badan anak dalam KMS

4. CARA menilai status pertumbuhan anak

5. CARA memberikan konseling gizi


CARA
MEMASANG TIMBANGAN
( DACIN )
DAN
MENIMBANG ANAK
1. Pilih Pelana rumah
atau dahan peng-
gantung yang kuat

2. Tali penggantung
dacin yang kuat

3. Gantungkan dacin dengan


posisi batang dacin sejajar
dengan mata penimbang
5. Sarung atau celana
timbang tempat 4. Bandul geser
anak diletakkan di angka NOL
6. Bandul penyeimbang
dapat berupa kantong/
plastik berisi kerikil
atau pasir

CARA MEMASANG DACIN YANG BENAR


CARA MEMASANG DACIN YANG SALAH
Batang dacin tidak
datar (seimbang)

Bandul penyeimbang
tidak dipasang

Sarung timbang
sudah dipasang
Anak langsung ditimbang
 berat badan anak lebih
berat dari sebenarnya
Posisi kedua paku dacin lurus Posisi kedua paku dacin tidak lurus
(kondisi dacin layak pakai) (dacin harus dikalibrasi)
CARA MENIMBANG
ANAK
1. Posisikan anda dengan tangan
kanan siap menggerakkan
bandul geser

2. Mata penimbang tidak terlalu


rendah atau tidak terlalu
tinggi dari batang dacin

3. Naikkan anak ke dalam sarung


Timbang dengan posisi aman

4. Gerakkan bandul geser dengan


tangan kanan sampai batang
dacin seimbang

5. Bacalah skala pada dacin


dengan benar
Membangun surveilans
Dalam Program Penaggulangan GAKY
di Kab Cirebon
IODIUM

Iodium adalah unsur kimia bersimbul I , nomor


atom 53, BA: 126,9044, merupakan zat
gizi kelumit pertama yang diketahui
esensial bagi manusia dan semua spesies
hewan untuk membentuk hormon thyroid.
Tubuh Manusia : 25 mg (10mg di Kel Gondok)
Sifat :BA tinggi mudah mengendap, di alam selalu
dalam bentuk senyawa yodida, garamnya
mudah mengendap , bentuk bebas mudah
menguap.
FUNGSI
Fungsi utama yodium adalah zat pembentuk hormon
thyroxin yang kegunaannya adalah sbb :

1. Mengatur tingkat oksidasi dalam setiap cel pada


jaringan tubuh yang aktif (aksi calorigenic) .
2. Mengatur fungsi syaraf dan jaringan otot.
3. Memperkuat otot-otot rangka
4. Mengatur peredaran darah
5. Mempengaruhi jumlah dan afinitas Cel beta
adrenergic reseptor pada jantung
6. Zat gizi esensiel untuk mencapai pertumbuhan
yang normal dan pematangan tulang.
7. Metabolisme semua zat gizi
8. Messenger RNA.
KECUKUPAN ASUPAN IODIUM YANG
DIANJURKAN
Usia Asupan(mcg/hari).
0 - 6 bulan 40
6 - 12 bulan 50
1 - 10 tahun 70 – 120
11 tahun - dewasa 150
Ibu hamil 175
Menyusui 200
Sumber : World Health Organization. Trace Elements in Human Nutrition. Geneva.
WHO,In Press,1994;
Konsumsi yodium antara 50 -1000 mcg dinilai aman/ mencukupi kebutuhan perhari.
KEKURANGAN IODIUM
• GAKY ( Gangguan Akibat Kekurangan Iodium )
=IDD ( Iodine Deficiency Disorder ).
adalah kumpulan gejala klinis sebagai dampak dri
kekurangan iodium
• Banyak diderita di daerah dataran tinggi, (dulu)

• Kini banyak juga ditemui di


dataran rendah, pantai, kota
besar, negara maju dan
didaerah yg , semula dianggap
bukan daerah endemik.
Penyebab
*Kekurangan asupan (intake)
iodium (TANAH DAN AIR YANG MISKIN
YODIUM).

*Terkonsumsinya zat goitrogenic


(CN, Br, Cl, F, ALKOHOL).

*Blocking agent (alami).


*Polutan (Limbah industri, rmh tangga,
pertanian)

* Kontrasepsi hormonal (suntik,


inplant, pil)

SEJARAH
Sejak 3000 th SM di Cina :
cara pengobatan gondok dengan menggunakan rumput laut dan karang
yang dibakar.

• Hipocrates, (460-370 SM) jugamelakukan cara pengobatan


yang sama. Kata iodine : dari kata Yunani iodes yang berarti
warna violet / ungu, yaitu warna yang ditimbulkan oleh yodium.

• 1700-an ditemukan bahwa pembesaran kelenjar


thyroid adalah suatu penyakit
• 1824 Galen Istilah goiter. Istilah gondok di ndonesia ?
• 1896 Hubungan thyroid dengan iodium
• 1914 Kendall dari Mayo klinik di Minesota thyroxin
(tetraiodothyronine).
• 1927 Rumus kimia thyroxin diketemukan oleh
Harington dan Baker(Nobel)
SPECTRUM GAKY
Janin :Abortus, Lahir mati, Cacat bawaan(fisik & mental), DS,
kematian perinatal, kematian bayi,
Kretin neurologis : MR, bisu-tuli,Spastic diplegia, squint.
Kretin myxoedematous : MR, cebol, Hipothyroid, motor
defect.

Neonatal : Gondok , Hypothyroidism, penurunan IQ.


Anak dan Remaja : Gondok, hypothyroid, Gangguan fungsi
mental, Pertumbuhan terhambat .

Dewasa :Gondok dgn bebagai komplikasi, Hipothyroidism,


Gangguan Fungsi mental , IIH.
WUS : fibrocystic breast disorder and breast cancer

Semua usia ;gondok, hypothyroidism,kerusakan fungsi mental,


memperrmudah terkena radiasi nuklir.

Pada tingkat ringan kekurangan iodium akan berakibat menurunnya:


produktifitas, libido, kesuburan, dan immunitas
LUAS DAN BERATNYA
MASALAH GAKY
GUNUNG ES
MASALAH GAKY :

Cretinisme
1 – 10 %

5%- 30 % Kerusakan sebagian otak

30 % - 70 % Kurang energy krn hipothyroid


Program penanggulangan GAKY berskala
Nasional
yang selama ini ditempuh

 Program Jangka Pendek:


Distribusi Capsul yodiol dengan sasaran
kelompok rawan di daerah endemik Sedang
dan berat.
 Jangka Panjang
1.Yodisasi garam
2. Promosi Penganeka ragaman Pangan &
Menu Gizi seimbang.
3. Penurunan konsumsi pangan goitrogenic.
Gambar: Cara Palpasi untuk mendeteksi adanya gondok
Klasifikasi gondok
klasifikasi klassifikasi
Grade grade yang
1990 disederhanakan 2001

Tidak teraba juga tidak tampak 0 0 tak teraba&tak terlihat

Kelnjar thyroid teraba lebih 1A 1 teraba tapi tak nampak


besar daripada ujung ibujari kiri pada leher posisi
(teraba tapi tidak nampak pada normal , thyroid tidak
leher posisi normal) nampak membesar,
noduler.
Tampak membesar ketika leher
11
mendongak penuh ( tidak pada 1B
posisi normal)

Tampak (membesar) dengan 2 2 ketika menelan


leher dalam posisi normal nampak nyata , leher
dalam posisi normal.
Tampak dan membesar 3
Hypothyroid Hyperthyroid
 Gondok ( noduler)  Gondok. ( Rata melebar)
 Bradikardi  Takicardi
 Mudah kedinginan  Selalu marasa panas
 Cenderung apatis  Tremor
 Tidak bersemangat.Lemas/  Emosional/pemarah/ mudah tesinggung
mudah lelahKurang /sulit  Sangat Mudah capai/lemas
berkeringat
 Selalu berkeringat berlebihan
 Mudah haus(minum banyak)
 Selalu lapar dan haus
 Kurang Nafsu makan
 Makan Banyak
 Kulit kusam Kering.
 Sulit tidur
 Rambut rontok
 Kulit kusam selalu basah ada
 Suara Parau
noda kasar disiku yang sulit hilang
 Depresi/Gangguan
mental/memory  Rambut rontok/patah-patah.
 Ngantukan  B B sulit bertambah/ Kurus.
 Gangguan mensturasi/ereksi.  Berbicara groyok
 BB mudah bertambah/gemuk  Gangguan menturasi/ereksi
 Jarang/sulit BAB(konstipasi)  Gelisah
 Non piting edema  Sering diare.
 Nyeri SendiKebas-kebas/baal/  Ada gerakan 2 yang terkontrol.
mudah kram  Pegal-pegal di otot gerak (kaki/tangan).
 Reaksi gerak lambat  Exopthalmus (mata melotot).
Sistem RujukanDeteksi Dini & Intervensi kretin baru
(dgn indikator TSH Neonatal/NHI)
Bayi Lahir
(Neonatus)

Kader

Bidan di desa
KN1/KN2/NHI riche
k

Score Dokter
neg REHAB
positif Puskesmas

Blood
TSH
spot
T3
T4
DINKES

BP GAKY
Laboratorium
RSU Kab)