Anda di halaman 1dari 23

KIMIA DASAR

Literatur

1. Chang, Raymond, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti,


Erlangga, Jakarta.
2. Petrucci, R.H dan Suminar, S.A., Kimia Dasar : Prinsip dan
Terapan modern, Erlangga, Jakarta.
3. Keenan, Kleinfelter, Wood, A.H Pudjaatmaka, Kimia Untuk
Universitas, Erlangga, Jakarta.
4. Oxtoby, D. W., Gillis, H.P, Nachtrieb, N. H., Suminar, S. A.,
Kimia Modern, Erlangga, Jakarta.
5. Brady, J.E., Kimia Universitas : Asas dan Struktur, Bina
Rupa Aksara, Jakarta.

1-1
Materi dan Energi

TIM KIMIA DASAR

1-2
Ilmu Kimia : Ilmu yang mempelajari stuktur
materi, sifat, perubahannya serta
energi yang menyertai perubahan
tersebut dalam proses alamiah
maupun dalam eksperimen yang
direncanakan.

Materi : sesuatu yang memiliki massa dan


volume (menempati suatu ruang )

Materi dapat berupa campuran ataupun zat

1-3
• Campuran : Materi yang tidak murni

• Campuran Homogen ( larutan ) :


Campuran unsur-unsur dan atau senyawa yang mempunyai
komposisi seragam dalam contoh tersebut.
Contoh : air gula dan udara

• Campuran Heterogen :
Campuran yang komponen-komponennya dapat dipisahkan
secara fisik karena perbedaan sifat.
Contoh : susu dan pelat beton

• Zat : Materi murni dimana memiliki komposisi dan sifat yang


tetap.
Zat dapat berupa unsur ataupun senyawa.
1-4
• Unsur:
Zat dasar yang tidak dapat diuraikan oleh perubahan kimia
sederhana.

• Senyawa :
Suatu zat yang tersusun oleh dua atau lebih unsur yang terikat
secara kimia dengan perbandingan yang tetap.

Senyawa ionik :
senyawa yang terbentuk dari kation logam dan anion (Contoh NaCl ).
Senyawa molekuler :
senyawa yang mengandung unit-unit molekular yang terpisah, biasanya
terbentuk dari non logam (Contoh SiC).
Senyawa biner : Senyawa yang terbentuk dari 2 unsur (contoh HF)
Senyawa tersier: Senyawa yang terbentuk dari 3 unsur (contoh HCN)

1-5
Perbedaan antara campuran dan senyawa

Fe
(A) (B)
Campuran dapat dipisahkan Senyawa dihasilkan dari
secara fisika; Dalam hal ini reaksi kimia; dalam hal ini
dengan sebuah magnet. berubah tidak bersifat magnet
lagi

1-6
Atom dan Molekul

 Atom :
Unit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan
penggabungan kimia

 Molekul:
Suatu zat yang tersusun oleh dua atau lebih atom dalam
susunan tertentu yang terikat bersama oleh ikatan kimia.

 Molekul diatomik : Br2 dan HCl,


 Molekul poliatomik : O3 dan NH3

 Molekul suatu unsur : N2


 Molekul suatu senyawa : H2O

1-7
Senyawa molekular
dan senyawa ionik

Senyawa ionik
( NaCl)

Senyawa molekular
(metanol dan kloroform)

1-8
Perubahan Materi

Perubahan Fisika
Perubahan yang hanya terjadi pada penampilan
fisik tanpa mengubah identitas dasarnya (tanpa
mengubah komposisi zat).
Contoh : destilasi, pencairan es

Perubahan Kimia
Perubahan dari satu atau lebih zat ke satu
atau lebih zat baru (terdapat perubahan
komposisi zat).
Contoh : perkaratan, pembakaran

1-9
Perbedaan perubahan fisika dan perubahan kimia

air
air

air air
(A) (B)
Komposisi partikel antara Komposisi air berubah
es dan air tidak berubah menjadi hidrogen dan oksigen
Pada perubahan fisika Pada perubahan kimia

1-10
Perubahan sifat karena perubahan kimia

Sifat Natrium + Klorin Natrium Klorida

Titik Leleh
Titik Didih

1-11
Sifat Khas Tembaga
Sifat Fisika Sifat Kimia

Membentuk
Dibentuk karbonat di udara
lembaran lembab
ataupun kawat

Bereaksi dengan
nitrat atau sulfat
Dilelehkan dan
dicampur Zn
membentuk
kuningan

Dilarutkan di
amonia cair
Dilelehkan dan dicampur Zn
membentuk kuningan

1-12
Sifat Materi

Sifat Fisika
Sifat yang ditampilkan suatu zat dalam membantu
pengenalan zat tersebut, tanpa berinteraksi
dengan zat lain dan sifatnya dapat diukur melalui
perubahan fisika (tidak melalui perubahan kimia).
Contoh: titik leleh, titik didih, berat jenis

Sifat Kimia
Sifat kecenderungan suatu zat untuk berinteraksi
dengan zat lain atau bertransformasi dan sifatnya
hanya dapat diukur dengan perubahan kimia.
Contoh: mudah berkarat atau mudah terbakar

1-13
Sifat Materi

Sifat Ekstensif / Ekstrinsik


Sifat yang tergantung dari jumlah bahan
Contoh: massa dan volume

1-14
Kesimpulan Skema Klasifikasi Materi

Materi

Perubahan
Campuran Zat
Fisika

Campuran Campuran Perubahan


Unsur Senyawa
Homogen Heterogen Kimia

1-15
Copyright ©The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Hukum Materi: Hukum Kekekalan Massa

Massa tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan


dalam perubahan materi apa saja, sehingga massa
total zat-zat tidak berubah selama reaksi kimia.

Pereaksi 1 + Pereaksi 2 Produk

massa total = massa total

Kalsium oksida + Karbon dioksida Kalsium karbonat

CaO + CO2 CaCO3

56,08g + 44,00g 100,08g

2-16
Copyright ©The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Hukum Materi: Hukum Komposisi Tetap

Senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang sama


dalam fraksi massa yang sama tanpa dipengaruhi oleh
sumber alami ataupun sintetis di laboratorium.

Contoh: senyawa kalsium karbonat

Hasil analisis Fraksi berat % Berat


(Per 20,0 g) (Per 1,00 bagian) (Per 100 bagian)
8,0 g kalsium 0,40 kalsium 40% kalcium
2,4 g karbon 0,12 karbon 12% karbon
9,6 g oksigen 0,48 oksigen 48% oksigen
20,0 g 1,00 % 100%

2-17
Copyright ©The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Hukum Materi: Hukum Perbandingan Berganda


Bila unsur-unsur A dan B bereaksi membentuk dua senyawa,
perbedaan massa B yang terkombinasi dengan massa A yang tetap
dapat dinyatakan dalam perbandingan angka-angka yang sederhana.
Contoh: Senyawa-senyawa karbon oksida
karbon oksida I : 57,1% oksigen dan 42,9% karbon
karbon oksida II : 72,7% oksigen dan 27,3% karbon
Asumsikan perhitungan dalam 100 g senyawa:

gO 57,1
= = 1,33
gC 42,9
gO 72,7
Karbon Oksida I
= = 2,66
gC 27,3 (Karbon monoksida)
2,66 g O/g C dlm II 2 Karbon Oksida II
=
1,33 g O/g C dlm I 1 (Karbon dioksida)

2-18
Energi

Energi adalah
kemampuan benda atau sistem untuk
melakukan kerja.

Setiap perubahan fisika dan kimia melibatkan


perubahan energi.

1-19
Hukum Energi

Energi Potensial :
Energi yang tersedia akibat posisi benda

Total Energi = Energi Potensial + Energi Kinetik

1-20
Perubahan energi potensial menjadi energi kinetik

Kurang stabil
Energi Potensial
Energi kinetik
sesuai perubahan
energi potensial

Lebih stabil

Sistem partikel-partikel dengan muatan berlawanan.

Energi potensial diperoleh ketika muatan-muatan dipisahkan


dan terkonversi menjadi energi kinetik dimana kedua
muatan tersebut menjadi saling tarik menarik.

1-21
Hukum Energi

Hukum Pertama Termodinamika


tentang Kekekalan energi

Nilai total energi alam semesta


diasumsikan konstan.

Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk


energi lain, tetapi tidak dapat diciptakan
dan dimusnahkan.

1-22
Energi Kimia : Energi potensial yang tersimpan
dalam satuan struktur zat kimia.

Energi kimia dilepaskan, disimpan atau diubah ke


bentuk energi lainnya dalam reaksi kimia, missal
ke bentuk energi radiasi atau energi termal.

1-23