Anda di halaman 1dari 17

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN

SIKAP REMAJA PUTERI TENTANG


PENUNDAAN USIA PERKAWINAN
DI RW 06 DESA GADOBANGKONG
KABUPATEN BANDUNG BARAT
TAHUN 2014

Disusun Oleh :
FINA HANTRINI
NPM. 311111034
Latar Belakang

Masalah kesehatan reproduksi pada


remaja menjadi perhatian bersama, salah
satunya terhadap usia perkawinan pertama dan
perkawinan di usia muda masih menjadi
masalah kependudukan yang harus dicermati.
LATAR BELAKANG

Indonesia
Remaja yang menikah usia muda hingga saat ini masih tinggi,
mencapai 690.000 lebih kasus, atau sekitar 34 % pada tahun 2009.

Jawa Barat
Tahun 2010 yang melakukan pernikahan di
Pada tahun 2008 37,13 % remaja menikah
usia muda mencapai 100 orang dalam 1
pada usia 16-19 tahun, dan 13,75%
bulan). Angka ini sangat memprihatinkan
menikah pada usia dibawah 16 tahun.
karena terjadi peningkatan.
 Faktor yang mempengaruhi pernikahan
usia muda, antara lain adalah rendahnya tingkat
pendidikan terutama bagi masyarakat yang
tinggal di pedesaan, minimnya pengetahuan dan
pemahaman tentang arti dan makna sebuah
perkawinan, tekanan ekonomi yang semakin sulit,
hamil semasa sekolah atau sebelum menikah,
serta sempitnya lapangan kerja (Notoatmodjo,
2005)
Untuk mengatasi masalah - masalah tersebut, BKKBN telah
membuat program PUP yaitu program penundaan atau pendewasaan
usia perkawinan yang bertujuan untuk memberikan pengertian dan
kesadaran kepada remaja agar di dalam merencanakan keluarga,
dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan
kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan,
sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.

Penundaan usia perkawinan (PUP) merupakan upaya


untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga
mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi
wanita dan 25 tahun bagi pria.
PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja
tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama pun terjadi pada usia
yang cukup dewasa, bahkan harus diusahakan apabila seseorang
gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan
kelahiran anak pertama harus dilakukan. Sehingga adanya Program
PUP ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan umur
kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan jumlah
kelahiran (Ceria, 2008).
STUDI PENDAHULUAN

Laporan Catatan
Desa Nikah dan Data Tingkat Kejadian
Gadobangkong Demografi Paling tinggi
Ds.Gadobangkong
RW 01 :
4,2%

RW 02 :
2,8%

Rw 03 :
6,8%
RW 06, yaitu
Rw 04 :
3,9% sebanyak 13,7%
RW05 :
pada tahun 2012
2,7% dan meningkat
11 RW
menjadi 14,2%
RW 06 : 14,2% pada tahun 2013.

RW 07 :
4%

RW 08 :
7,7%

RW 09 :
1,9%

RW 10 :
10%

RW 11 :
8,7%
Berdasarkan uraian
permasalahan di atas,
maka rumusan
permasalahan dalam
RUMUSAN penelitian ini adalah
MASALAH “apakah ada hubungan
pengetahuan dengan
sikap remaja puteri
terhadap penundaan
usia perkawinan di Rw
06 Desa Gadobangkong
Kabupaten Bandung
Barat?”.
TUJUAN UMUM
• Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan pengetahuan dengan
sikap remaja puteri tentang penundaan usia
perkawinan .

TUJUAN KHUSUS
• Untuk mengetahui pengetahuan remaja puteri
• Untuk mengetahui sikap remaja puteri
• Untuk mengetahui hubungan dengan sikap
remaja puteri tentang penundaan usia
perkawinan di Rw 06 desa Gadobangkong Kab
Bandung Barat tahun 2014
TINJAUAN TEORI

 Konsep Pengetahuan
 Konsep Sikap

 Konsep Remaja

 Konsep Pengetahuan

 Konsep Penundaan Usia Perkawinan

 Hubungan Pengetahuan dengan sikap remaja puteri


tentang Penundaan usia perkawinan
METODE PENELITIAN

• Paradigma penelitian

Kerangka Konsep

Independent Variable Dependent Variable

PENGETAHUAN REMAJA SIKAP REMAJA PUTERI


PUTERI TENTANG TENTANG PENUNDAAN
PENUNDAAN USIA USIA PERKAWINAN
PERKAWINAN

Fina Hantrini 311111034


Rancangan Penelitian ini menggunakan metode analitik korelatif
Penelitian dengan tujuan utama untuk mengetahui hubungan
antara variabel independen dengan variabel dipenden.

Sedangkan rancangan penelitian yang dipakai adalah


cross-sectional dimana penelitian dilakukan pada
beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama

Hipotesis Penelitian

Ho Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan

sikap remaja puteri tentang penundaan usia

perkawinan

Ha Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap

remaja puteri tentang penundaan usia perkawinan.


DEFINISI OPERASIONAL
Definisi
Konseptual Definisi
No Variabel Alat Ukur Kategori Skala
Operasional

1. Pengetahuan Pengetahuan Segala sesuatu Kuesioner 1. Baik, Ordinal


tentang adalah hasil yang diketahui 2. apabila
penundaan tahu, dan ini remaja =76-100%
usia terjadi setelah mengenai 3. Cukup,
perkawinan orang penundaan apabila 56-
melakukan usia 75%
penginderaan perkawinan 4. Kurang,
terhadap suatu apabila
objek tertentu. <56%
(Notoatmodjo, (Notoatmodo,20
2010) 10)

2. Sikap remaja Sikap Respon atau Kuesioner 1. Positif Ordinal


terhadap merupakan reaksi ≥mean/
penundaan hasil evaluasi responden median
usia terhadap objek mengenai 2. Negatif
perkawinan sikap, yang penundaan <mean/me
diekspresikan usia dian
ke dalam perkawinan (Wawan dkk,
proses-proses 2010)
kognitif,
afektif, dan
perilaku.
(Wawan dkk,
2010)
Populasi dan Sampel

Populasi Populasi dalam Sampel Teknik pengambilan


penelitian ini yaitu sampel dengan
seluruh remaja puteri di menggunakan teknik
Rw 06 yang berusia 16- total sampling, yaitu
19 tahun dan belum mengambil semua
menikah sebanyak 54 anggota populasi
orang menjadi sampel

Sampel dalam
penelitian ini adalah
seluruh remaja puteri di
Rw 06 yang berusia 16-
19 tahun dan belum
menikah sebanyak yang
berjumlah 54 orang.
Teknik Pengumpulan Jenis data
data Primer

Instrumen
penelitian Angket/Kuesioner

Teknik Uji Validitas 20 remaja puteri


Korelasi Product yg belum menikah
Moment di Rw 10

Teknik Uji Uji Alpha


Reabilitas Cronbach
PROSEDUR PENELITIAN PENGOLAHAN DATA

Editing

Tahap Tahap
Akhir Persiapan
tabulasi Coding

Pengolahan
Data

Tahap
Pelaksanaan
Data
Cleaning
entry
• Univariat : Distribusi
Frekuensi
Analisa Data
• Bivariat : Hubungan antar
variabel

• Informed Consent
Etika Penelitian • Anonimity (Tanpa Nama)
• Kerahasiaan (Confidentiality)

• Lokasi di Rw 06 Desa
Lokasi dan Waktu Gadobangkong
Penelitian • Waktu pada bulan April-Mei
2014