Anda di halaman 1dari 21

Brachialgia

ANDREAS YOGA KHARISMA

PEMBIMBING : DR. HADI KURNIAWAN,


SP.KFR, CCD
Anamnesis

 Nama : Tn.R
 Umur : 66 tahun
 Jenis kelamin : Laki Laki
 Status perkawinan : Menikah
 Alamat : Gedung Anam
 No RM : 286267
 Tanggal kunjungan : 23 Juli 2017
Keluhan utama

 Tangan kanan terasa sakit dan mati rasa sampai


pundak sejak 1 bulan lalu
Riwayat Penyakit Sekarang

1 Bulan SMRS 10 hari SMRS

 1 bulan SMRS pasien  10 hari SMRS, pasien


membenarkan lampu
dengan menggunakan merasakan tangan
tangan kanan, ketika kanan tidak membaik
lampu terjatuh pasien malah ditambah rasa
reflek dengan
menangkap lampu kesemutan dan pasien
tersebut. Kemudian juga merasakan lemas
langsung terasa kemeng mengangkat tangan
dan terasa lemas di
tangan kanan sampai ke kanannya serta jari
Leher. jarinya.
Riwayat Penyakit Sekarang

1 Hari SMRS Masalah

 Pasien merasakan nyeri  Nyeri Kronik Progresif


yang semakin memberat
pada saat menoleh  Tercetus Ketika
kekanan, nyeri dirasakan di
daerah pundak kanan serta melakukan gerakan
merasa lemah ketika cepat mendadak
mengangkat tangan, serta
terasa seperti mati rasa di  Ada kesemutan
tangan kanan pasien
hingga ke pundak.pasien
juga merasakan nyeri di
pundak kanan pada saat
duduk dan berdiri.
Riwayat penyakit dahulu

 Pasien maupun keluarga tidak ada yang menderita


penyakit seperti ini
 Pasien menderita hipertensi
 Pasien mengaku tidak memiliki sakit DM
 Pasien sudah melalukan pengobatan di poli saraf
dan di rujuk ke poli rehabilitasi medik untuk
fisioterapi
Pemeriksaan fisik

Status Presens Status Psikikus

 Kesadaran : GCS 15 (E4 V5 M6)


 Tekanan darah : 140/90 mmHg  Cara berpikir :Realistik
Nadi : 82 kali/menit

 Pernapasan : 20 kali/menit
 Perasaan hati:Khawatir
 Suhu : 36,3 oC  Tingkah laku : Wajar
 Kepala : Normocephal
 Leher : Tidak ada pembesaran  Ingatan : Baik
kelenjar getah bening
 Toraks : Pergerakan simetris,  Kecerdasan : Tidak dinilai
kanan dan kiri
 Jantung : Bunyi I dan II reguler,
murmur (-), Gallop (-)
 Paru-paru : Vesikuler, ronki -/-,
Wheezing -/-
 Abdomen : Perut datar tidak teraba
massa, nyeri tekan -, bising usus +
 Ekstremitas : Akral hangat dan tidak
ada sianosis disemua ekstremitas
Pemeriksaan Fisik

Rangsang Meningeal Nervus Cranial

 Kaku Kuduk: (-), Tidak  Nervus I & II : Tidak di


ada tahanan lakukan
 Nervus III,IV,dan VI :
 Bruzinski I : (-), Gerak Bola Mata normal
Tidak ada fleksi pada
 Nervus V : Membuka
tungkai mulut , Mengunyah dan
 Laseque : Tidak di Mengigit +. Reflek
lakukan Kornea tidak
dilakukan.Sesibilitas
 Kerniq : Tidak di Positif pada seluruh
lakukan wajah
Pemeriksaan Fisik

Nervus Cranial Nervus Cranial

 Nervus VII :  Nervus X : Uvula


Mengerutkan dahi+, ditengah , Bicara normal
menutup mata +, , Menelan normal
menggembungkan pipi  Nervus XI : Kekuatan
+, Memperlihatkan gigi otot normal
+, Pengecapan tidak
 Nervus XII : Pergerakan
dilakukan.
lidah normal, Tidak ada
 Nervus VIII & IX :
tremor dan artikulasi
Tidak dilakukan
jelas.
Pemeriksaan Fisik

 Badan
 Motorik
 Respirasi : Simetris
 Duduk : Mampu duduk
 Bentuk Collumna Vertebralis : Normal
 Pergerakan Collumna Vertebralis : Normal
 Sensibilitas
 Taktil : Tidak dilakukan
 Nyeri : Tidak dilakukan
 Thermi : Tidak dilakukan
 Diskriminasi : Tidak dilakukan
 Lokalisasi : Tidak dilakukan
 Refleks
 Refleks kulit perut atas : Tidak dilakukan
 Refleks kulit perut bawah : Tidak dilakukan
 Refleks kulit perut tengah : Tidak dilakukan
 Refleks kremaster : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Fisik

 Motorik Extremitas atas


 Pergerakan : tertinggal (kanan), Normal (kiri)
 Kekuatan :
C5: menurun (D) / normal (S)
C6: menurun (D) / normal (S)
C7 : menurun (D) / normal (S)
T1: menurun (D) / normal (S)
 Atrofi : Tidak ada pada kedua sisi
 Sensibilitas
 Taktil : menurun (dextra), normal (sinistra)
 Nyeri : menurun (dextra), normal (sinistra)
 Thermi : Tidak dilakukan
 Diskriminasi : Tidak dilakukan
 Lokalisasi : Tidak dilakukan
 Refleks
 Biceps : Normo reflek kanan dan kiri
 Triceps : Normo reflek kanan dan kiri
 Bracioradialis : Tidak dilakukan
 Tromner-Hoffman : Negatif pada kedua sisi

Pemeriksaan Fisik

 Anggota Gerak Bawah


 Motorik
 Pergerakan : Normal (kanan), Normal (kiri)
 Kekuatan : 5-5-5 (kanan), 5-5-5 (kiri)
 Tonus : Normotonus (kanan), Normotonus (kiri)
 Atrofi : Tidak ada pada kedua sisi
 Sensibilitas
 Taktil : sama kanan dan kiri
 Nyeri : sama kanan dan kiri
 Thermi : Tidak dilakukan
 Diskriminasi : Tidak dilakukan
 Lokalisasi : Tidak dilakukan
 Refleks
 Patella : Normoreflek
 Achilles : Normoreflek
 Babinski : Tidak dilakukan
 Oppenheim : Tidak dilakukan
 Chaddock : Tidak dilakukan
 Gordon : Tidak dilakukan
 Scaeffer : Tidak dilakuka
Tes Provokasi

 Tes Spurling : terasa nyeri


&kesemutan di pundak kanan sampai ke lengan
bawah kanan
 Tes Valsava : terasa nyeri di pundak
kanan sampai ke lengan bawah kanan
 Tes Naffziger : Tidak dilakukan
 Tes Bragard : Tidak dilakukan
 Tes Sicard : Tidak dilakukan
 Tes Patrick & Kontra Patrick : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Penunjang

 X Foto cervical AP/Lat tanggal : 20-01-2017


 Penyempitan foramen interventrikularis c4,c5,c6
 Kalsifikasi ligamentum nuklea
Diagnosis

 Diagnosis Klinik : brachialgia dextra


 Diagnosis Topik : Radiks cervical
c5,c6,c7 dextra
 Diagnosis Etiologik : Compresi radix
Brachialgia

 Brachialgia adalah kompleks gejala ditandai dengan


nyeri di dan sekitar bahu menjalar ke lengan. Hal ini
pada dasarnya adalah sebuah gangguan sensorik,
dan telah digambarkan dengan berbagai nama yang
didasarkan pada konsep etiologi yang disajikan oleh
berbagai peneliti. Brachialgia berarti nyeri pada
lengan, dan tidak memiliki ke faktor penyebab
Gejala Klinis
Patofisiologis
Derajat Keparahan
Penatalaksanaan

 Medika Mentosa
 Nsaid

 Antikonvulsan

 Opioid

 Non Medika Mentosa


 Traksi

 Cervical collar

 Thermoterapi

 Bedah
Prognosis

 Quo ad vitam : dubia ad bonam


 Quo ad functionam : dubia ad malam
 Quo ad sanationam : dubia ad bonam