Anda di halaman 1dari 9

BAB 16

IDENTITAS ORANG PERCAYA

KELOMPOK :
1. SU VI
2. KIM TAE HYUNG
A. MURID KRISTUS

Kata murid menunjuk kpd ;


1. Seorang pelajar
2. Orang yang mau belajar
3. Menerima ilmu oengetahuan untuk meningkatkan kualitas diri
Didalam Alkitab , murida adalah seorang pengikut. Yang dalam bahasa
latin disebut discipulus , dalam bahasa ibrani menggunakan kata limmud dan
dalam bahasa yunani dengan kata mathehes .
Murid menerima pengajaran dan mendapatkan pelaatihaan dari orang
lain bahkan mengikuti gaya guru atau orang yang mengajarinya
Kualitas hidup menurut Matius 16:24 adalah ;
 Menyangkal dirinya.
 Memikul salib
 Mengikut kristus
B. BANGSA YANG TERPILIH

Orang percaya dipilih Allah untuk menjadi bangsa pilihan-Nya


Bangsa yag terpilh mengandung silsilah kekerabatan, dan dapat berarti
hubungan yang diarahkan baik kpd Allah maupun sesame manusia,
sebagaimana diwujudkan dalam kelahiran baru (Ef 1:4 ; Yes 43:10 , 20-21; 44:1-
2)
Dalam perjanjian lama bangsa Israel dikatakan umat pilihan , dan di
perjanjian baru orang orang percaya dipanggil sebagai orang pilihan. Bangsa
yang kudus mengandung arti panggilan yang mencerminka keadaan Allah ,
yang telah memanggilnya ( 1 ptr 1:16 ; Ul 28:9 )
Pemilihan ini didasarkan pada ;
 KASIH KARUNIA
 KEDAULATAN ALLAH
 SIFAT KEKEKALAN ALLAH
 PEMILIHAN ALLAH INI DILAKUKAN DIDALAM DAN MELALUI YESUS KRISTUS

Orang Kristen dipiih supaya menjadi anak yang taan kepada ALLAH . Ia dipiih bukan
untuk melakukan kehendaknya , tetapi untuk melakukan kehendak Allah. Orang percaya
harus berprilaku baik . Dalam kehidupan bersama dengan orang lain , identitas ini
mendorong orang percaya untuk menjaya kekudusan hidup ( Kol 3:!2-17) dan
mencerminkan Kristus dalam semua kehidupannya
C. UMAT KEPUNYAAN ALLAH

Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir , Musa seolah olah
, selalu mengingatkan bahwa meskipun bangsa Israel sering memberontak
melawan Allah , namun mereka adalah umat milik Allah . Seperti didalam
Keluaran 33:13.

Dalam kehidupan bersama orang lain, identitas sebagai milik kepunyaan


Allah mengandung tanggung jawab untuk menunjukaan prioritas hidup.
Dalam hal penggunaan waktu bersama, bekerja bersama, berolahraga
bersama, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, orang percaya harus
menggambarkan dirinya adalah milik Allah. Dengan demikian, tidak ada
satupun manusia merasa berhak mengatur atau mengeksplotasi kamu
dengan cara apapun.
D. BANGSA YANG KUDUS

Identias orang percaya sebagai orang yang kudus berhubungan dengan


perubahan moral dan spiritual orang percaya yang sudah dibenarkan,
mengalami kelahiran kembali (=pertobatan) dan dikaruniai hidup yang baru
oleh Tuhan. Bangsa yang dikuduskan Tuhan berarti telah dikhususkan bagi
Allah untuk melaksanakan tugas khusus memberitakan kerajaan Allah.

Orang percaya harus menyatakan identitasnya dengan gaya hidup yang


menjaga kekudusan; dalam berbicara kita menggunakan kata-kata yang
benar dan pantas, bersikap sopan, berperilaku yang berkenan kepada Allah
serta bertindak benar.
E. IMAMAT YANG RAJANI

Dalam Perjanjian Lama, orang tidak bias mendekati Allah secara langsung. Ia
harus melalui perantara, yaitu seorang imam. Imam memiliki tugas
menghubungkan, Allah dan manusia. Namun lewat kemenangan Kristus di kayu
salib, pola ini berubah. Artinya, semua orang percaya boleh langsung
menghadap Allah melalui Kristus. Semua orang percaya harus
mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah, saling mendoakan,
memberitakan firman Tuhan, dapat memimpin baptisan dan perjamuan kudus
(Mat. 28:19; Luk. 22:19).

Orang percaya adalah imam dan raja yang melayani. Seorang imam memiliki
akses langsung kepada Tuhan, seorang saksi Yesus yang mengantar orang agar
mengenal Yesus. Seorang raja memiliki kuasa dan otoritas atas dosa, penyakit dan
kuasa kegelapan. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani! (1Ptr 2:9).
Imamat rajani adalah prinsip kasih yang berfungsi. Setiap kita memiliki
sesuatu yang diperlukan oleh orang lain. Yang Tuhan berikan kepada kita
tidak untuk kita pribadi, tetapi untuk dibagikan kepada yang lain. Kalau kita
tidak mau melayani atau berfungsi, hal itu menandakan kasih Kristus belum
berakar dalam kita dan kita masih diliputi kesombongan, ketakutan, dan
keterikatan. Kasih yang sejati akan mengalahkan segala ketakutan
(1Yoh.4:18) dan urapan Roh Kudus akan memberi keberanian (Kis. 4:31; 2Tim.
1:7)