Anda di halaman 1dari 16

A

B
Survey aplikasi tehnologi informasi pada
ukm
C
Oleh :
Dinda (095)
Dhea anandha (102)
Dewi anggun (058)
Arif fadhillah (099)
dari bentuk ism Definifisi BA’I AL ISTISNA’’
DARI SEGI
masdhar
SEDERHANANYA

Yang artinya Mengartikan sebuah akad untuk sesuatu yang Sebagai akad yang
meminta orang tertanggung dengan syarat mengerjakannnya. terjalin antara
lain untuk pihak pemesan
membuatkan dan piihak
sesuatu untuknya produsen.

Dari sebagian kalangan ulama’ mazhab hanafi


Dasar hukum ba’I al istishna’

Akad ishtisna’ harus dilakukan


dengan pemenuhan syarat dan
rukun jika tidak maka
Alloh telah menghalalkan jual-beli dan di anggap batil atau tidak syah
Mengharamkan riba

Mahdz
Albaqo Al ijma’
ab
roh ; mailiki
275

Akad isti’na’ merupakan akad yang


Di benarkan dan telah dijalankan oleh
sahabat atau ulama’ dengan demikian
tidak ada alasan untuk melarangnya
RUKUN BA’I ALISTISHNA’

3. Shighah
( ijab
2. Barang Kabul)
yang di
akad kan

1.Kedua
belah pihak
SYARAT MELAKUAKN AKAD ISTISHNA’

Penyebutan dan
penyepakatan kriteria
barang pada saat akad
dilangsungkan

Barang yang di pesan


Tidak di batasi waktu adalah barang yan g
penyerahan barang biasa di pesan dengan
akad istishna’
Mekanisme pembayaran istishna

Pembayaran
Pembayaran
Pembayaran secara
setlah
dimuka secara angsuran
penyelesaian
penuh selama proses
barang
pembuatan
Prosedur istishna’ Spesifikasi dan harga barang
di setejui oleh kedua belah
pihak di awal akad

Semua transaksi boleh


Barang pesanan harus di
dilakuakn kecuali yang
ketahui karakteristiknya
dilarang

Adanya persetujuan kedua Harus memnuhi rukun dan


belah pihak syarat akad
Penghentian kontrak Ba’I alistishna’

Pembatalan
kontrak karena
hukum
Persetujuan
antar kedua
pihak untuk
pemberhentian
kontrak
kewajiban telah
di penuhi secara
normal Oleh
kedua belah
pihak
Istishna’ parallel : suatu bentuk akad istishna’
antara pemesan , dengan penjual, kemudian
pihak penjual membutuh kan pihak lain ( bank)

Ishtishna’ parallel dapat dilakukan jika :

Ishtishna’
paralel
Akad kedua dengan subkontraktor Akad kedua dilakuakan setelah akad pertama
harus terpisah dengan akad pertama
antara bank dan pembeli akhir
perlakuan akuntansi terhadap ishtishna’
Metode presentase penyelesaian Sistem pengakuan pendapatan seiring dengan
proses yang telah di selesaikan

Sistem pengakuan pendapatang yang


Metode akad selesai di lakuakan ketika proses pekerjaan telah di
selesai kan
 A. saat pengeluaran biaya Kas Rp
sebelum akad : xxxxx
beban istishna’yang di
Pada saat penagihan pada
tangguhkan RP xxxx pembeli :
kas Rpxxx
Piutang ishtishna ‘ RPxxx
Jurnal yang  B. saat pengeluaran biaya
termin ishtishna’ RP xxxxx

istishna setelah akad di tanda


terlibat tangani: Pada saaat menerima
pembayaran dari pembeli :

aktiva istishna dalam Kas RP Xxxx


piutang ishtishna’ Rp XXXX
penyelesaian RP xxx
Beban istishna yang
Di tangguhkan Rp xxx
 Pengakuan pendapatan
 Pengakuan pendapatan
menggunakan metode
sesuai metode akad selesai
presetase

 Beban pendapatan
 Beban pendapatan
lanjutan istishna’ RPxxx
istishna’ RP xxxxx
 Aktiva istishna ‘
 Aktva ishtisna’ dalam
penyelesaian RPxxx Dalam penyelesaianRpxxxx
 pdp. ishtishna’ RP xxx  pendapatan istishna’
RPxxxx
sesuai porsi
Dengan menggunakan kasus UJKS TIJARAH yang melakukan
pesanan pembangunan SDIT Anak Soleh.
Tahun pertama penyelesaian: Harga jual Rp. 750.000.000,-
Harga Pokok Rp. 300.000.000,-
Keuntungan Rp. 450.000.000,-
Sesuai informasi diatas maka tahun pertama mengeluarkan biaya Rp.
200.000.000,-
dan tahun kedua Rp. 100.000.000,-, dengan begitu perhitungannya
Contoh kasus sebagai berikut:
Tahun ke-1 Tahun ke-2
Persentase Penyelesaian 200/300 x 100% 100/300 x 100%
=66,66% =33,33%
Pencatatan Penerimaan 750 x 66,66% =500jt 750 x 33,33% =250jt
Harga ke Pembeli Akhir
Pendapatan Istishna yang 450 x 66,66% =300jt 450 x 33,33% = 150jt
diakui
(Margin/Keuntungan istishna)
Atas perhitungan diatas maka jurnal yang dibuat oleh UJKS TIJARAH adalah
sebagai berikut:

Pada saat UJKAS TIJARAH menerima gedung yang selsesai dibangun,


jurnalnya sebagai berikut:
Persediaan Rp. 300.000.000,-
Aktiva Istishna dalam penyelesaian Rp. 300.000.000,-
Pada saat penyelesaian akad dan penyerahan barang dari UJKS TIJARAH
lanjutan kepada SDTI
Anak Sholeh sebagai pembeli akhir, jurnal yang dibuat adalah:
Termin Istishna Rp. 300.000.000,-
Persediaan Rp. 300.000.000,-

Tahun ke-1 Tahun ke-2


Harga Pokok Istishna Rp. 200.000.000,- Rp. 100.000.000,-
Aktiva Istishna dalam Rp. 300.000.000,- Rp. 150.000.000,-
Penyelesaian
Nilai Kontrak Istishna Rp. 500.000.000,- Rp. 250.000.000,-
 Metode Akad Selesai
 Tidak ada pendapatan istishna yang diakui sampai dengan pekerjaan tersebut selesai;
 Tidak ada harga pokok istishna yang diakui sampai dengan pekerjaan tersebut
selesai;
 Tidak ada bagian keuntungan yang diakui dalam istishna ndalam penyelesaian
sampai dengan pekerjaan tersebut selesai;
 Pengakuan pendapatan istishna, harga poko istishna, dan keuntungan dilakukan
hanya pada akhir penyelesaian pekerjaan.
 Jika menggunakan kasus UJKS TIJARAH maka metode akad selesai bisa digunakan
untuk melakukanperhitungan sebagai berikut:
lanjutan  1. Pada tahun pertama tidak terdapat perhitungan pendapatan
 2. Pada tahun kedua terdapat pengakuan biaya dan pendapatan pada saat
selsainya akad yang ditandai dengan penyelesaian barang pesanan. Jurnal yang
dibuat UJKS TIJARAH adalah:
 Harga Pokok Istishna Rp. 300.000.000,-
 Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian Rp. 450.000.000,-
 Nilai Kontrak Istishna Rp. 750.000.000,-

Syukron….