Anda di halaman 1dari 23

HUTAN : PERMASALAHAN

DAN REVITALISASINYA

Oleh
kelompok 7
ANGGOTA KELOMPOK
 SITI MAGFIROH (150210103010)
 YOLANDA DHEA AFELIA (150210103021)
 INNEKE WINDA (150210103013)
 ARINA FIRDAUSI N. A (150210103102)
 ZAINAP AINUR RINI (150210103103)
PETA KONSEP
A. PENGERTIAN

B. LUAS HUTAN DI
INDONESIA

C. JENIS HUTAN
DAN FUNGSINYA

D. KERUSAKAN
HUTAN

E. UPAYA
REVITALISASI
HUTAN
A. Pengertian hutan dan revitalisasi

Hutan berfungsi
Hutan merupakan penting penyedia
suatu ekosistem oksigen bagi Revitalisasi
kehidupan seluruh merupakan suatu
yang terdiri atas
makhluk dibumi, proses atau cara dan
berbagai jenis perbuatan untuk
sebagai pengabsorb
vegetasi yang menghidupkan
CO2, penyangga
didalamnya daur hidrologi, kembali suatu hal
terdapat berbagai habitat bagi satwa yang sebelumnya
jenis organisme liar dan reservior terberdaya
lain berbagai jenis
plasma nutfah.
B. LUAS HUTAN DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan terluas ketiga di
dunia setelah Brasil dan Kongo. Departemen Kehutanan
mengatakan bahwa luas penetapan kawasan hutan di Indonesia terus
menciut

180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
1950 1992 2003 2005
Kawasan hutan yang mencapai 93,92 juta ha pada 2005 itu
dapat dirinci pemanfaatannya sebagai berikut :
1. Hutan tetap : 88,27 juta ha
2. Hutan konversi :15,37 juta ha
3. Hutan lindung : 22,10 juta ha
4. Hutan produksi terbatas : 18,18 juta ha
5. Hutan produksi tetap : 20,62 juta ha
6. Hutan produksi yang dapat dikonversi : 10,69 juta ha
7. Areal penggunaan lain (non-kawasan hutan ) : 7,96 juta ha
Lahan hutan di Indonesia berturut-turut
dari yang terluas hingga yang kecil
(ISAI. 2004)
35
30
25
20
15
10
5
0

Indonesia memiliki hutan mangrove yang terluas


di dunia. Luasnya diperkirakan 4,25 juta hektar pada
awal tahun 1990-an
Perbandingan luas hutan di Indonesia
dengan Thailand
C. Jenis Hutan Indonesia dan Fungsinya
Penggolongan jenis hutan Indonesia terkait dengan jenis iklim yang
terdapat di wilayah Indonesia. Indonesia mencakup tiga daerah iklim, yaitu:
1. Daerah tipe iklim A (sangat basah)
Yang puncak musim hujannya jatuh antara Oktober dan Januari, kadang
hingga Februari. Daerah ini mencakup Pulau Sumatera, Kalimantan, bagian barat
dan tengah Pulau Jawa serta sisi barat Pulau Sulawesi.
2. Daerah tipe iklim B (basah)
Puncak musim hujan jatuh antara Mei dan Juli, serta Agustus atau
September sebagai bulan terkering. Daerah yang mencakup tipe iklim ini adalah
bagian timur Pulau Sulawesi, Maluku, sebagian besar Papua.
3. Daerah tipe iklim C (agak kering)
Lebih sedikit jumlah curah hujannya, sedangkan bulan terkeringnya lebih
panjang. Daerah ini mencakup Jawa Timur, sebagian pulau Madura, pulau Bali,
Nusa Tenggara, bagian paling ujung selatan Papua
Berdasarkan adanya perbedaan iklim
Berdasarkan sifat tanah

Hutan Pantai Hutan Mangrove Hutan Rawa


1. Hutan Wisata
D. Fungsi Hutan
Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditunjukkan untuk
melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan langka agar tidak punah di masa
depan.

2. Hutan Cadangan
Merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman
penduduk.
3. Hutan Lindung
Adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga keteraturan air dalam tanah,
menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim, sebagai
penanggulang pencemaran udara seperti CO2 dan CO.

4. Hutan Produksi/ hutan industri


Hutan yang dapat dikelola untuk mnghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.
Manfaat Hutan
1. Menyerap dan menyimpan karbon
2. Rumah bagi orang-orang
3. Habitat flora dan fauna
4. Sebagai konservasi tanah dan air
5. Pengatur iklim regional
Penyebab kerusakan hutan
1. Pertambangan
2. Kebakaran hutan
3. Kurang tegasnya undang-undang
4. Kemajuan teknologi
5. Bertambahnya populasi manusia
6. Pembukaan lahan tempat tinggal
7. Penebangan liar
8. Pembangunan industri
TINGKAT KERUSAKAN HUTAN DI
INDONESIA
Laju deforestasi dan degradasi hutan mencapai 450 ribu ha
per tahun (2009-2011), 3,5 juta ha per tahun (1998-2002), dan
1,125 juta ha per tahun (2003-2006). Maka rata-rata penurunan
deforestasi pada 2003-2006 ke 2009-2011 seluas 0,675 juta ha per
tahun. (Kementerian Kehutanan, 2013)

periode waktu 2004-2009, diperkirakan penebangan kayu


secara ilegal mencapai 23,323 juta meter kubik per tahun dan
kerugian negara mencapai Rp. 27 trilyun per tahun. Setiap tahun,
diperkirakan antara 50% - 70% pasokan kayu untuk industri
diperoleh dari kayu yang ditebang secara ilegal.
Dampak yang Terjadi Akibat
Kerusakan Hutan
1. Perubahan Iklim
2. Kehilangan berbagai jenis spesies

3. Terganggunya siklus air


4. Mengakibatkan banjir dan tanah longsor

5. mengakibatkan kekeringan
6. Rusaknya ekosistem darat dan laut

7. Menyebabkan abrasi pantai


8. Kerugian ekonomi

9. Mempengaruhi kualitas hidup


Upaya Revitalisasi Hutan
Kerusakan hutan Indonesia Indonesia telah terbukti memberi dampak
negatif bagi masyarakat Indonesia, mulai banjir, angin, erosi, kekeringan,
semakin sulitnya air bersih dan sebagainya yang semuanya menghadirkan
dampak negatif yang sangat signifikan bagi kehidupan sosial, budaya, politik
dan ekonomi.
Langkah-langkah revitalisasi hutan tidak cukup dengan menetapkan
kebijakan atau peraturan-peraturan perundangan tetapi juga perlu peningkatan
kesadaran dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat Indonesia. Beberapa
program pemerintah berupa:
1. Gerakan rehabilitasi hutan dan lahan
2. Indonesia menanam dan dan Gerakan perempuan menanam
3. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap peran dan fungsi hutan
sehingga tidak lagi melakukan kerusakan yang lebih parah terhadap hutan
4. Melakukan tebang pilih
5. Melakukan reboisasi
6. Mempertegas undang-undang atau peraturan yang terkait
Daftar Pustaka
Subchan, Wachju. 2010. ILMU PENGETAHUAN LINGKUNGAN. Jember. Jember
University Press.