Anda di halaman 1dari 46

UNDANG-UNDANG PERLINDUNGADAN

PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


(UU NO 32/ TAHUN 2009)

Oleh:
Indang Dewata
1. Dosen S1/S2/S3 Universitas Negeri Padang
2.Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup UNP
3. Ketua Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan Hidup Per.Tinggi se-Indonesia

Hp. 01266818041
E-mail : i_dewata@yahoo.com
QS, Surat Ar Rum ayat 41

Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut


disebabkan karena perbuatan manusia,
supaya Allah merasakan kepada mereka,
sebagian dari akibat perbuatan mereka,
agar mereka kembali kepada jalan yang
benar
HIERARKI PERATURAN PERUNDANGAN

1. UNDANG-UNDANG
2. PERATURAN PEMERINTAH
3. PERATURAN PRESIDEN
4. PERATURAN MENTERI
5. PERATURAN GUBERNUR
6. PERATURAN DAERAH
ISI MATERI UU 32/2009

1. RPPLH
2. EKOREGION
3. KLHS
4. AMDAL
5. PERIZINAN.
6. INSTRUMEN EKONOMI LINGKUNGAN
7. PERATURAN PER UU BERBASIS LH
8. ANGGARAN BERBASIS LINGKUNGAN
9. ANALISA RESIKO LINGKUNGAN
10. AUDIT LINGKUNGAN HIDUP
11. KEARIFAN LOKAL
12. PENINGKATAN PERAN PPLH PPNS
13. SANKSI DAN DENDA MINIMAL DAN MAKSIMAL
14. KEWENANGAN  LEMBAGA LH BUKAN HANYA MENETAPKAN
DAN MELAKUKAN KOORDINASI TAPI LEMBAGA DGN PORTOFOLIO MENETAPKAN,
MELAKSANAKAN DAN MENGAWASI KEBIJAKAN PPLH.
PERBANDINGAN

UU PENGELOLAAN LINGKUNGAN UU PERLINDUNGAN DAN


HIDUP (UPLH) PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(UPPLH)

11 BAB 52 PASAL 17 BAB DAN 127 PASAL

PENCEMARAN LH ADALAH PENCEMARAN LH ADALAH

1.MASUK NYA ATAU DIMASUKKANNYA 1.MASUK ATAU DIMASUKKANNYA MAHLUK


MAHLUK HIDUP, ZAT, ENERGI DAN/ATAU HIDUP, ZAT, ENERGI DAN/ATAU
KOMPONEN LAIN KEDALAM KOMPONEN LAIN KEDALAM
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
2.OLEH KEGIATAN MANUSIA 2.OLEH KEGIATAN MANUSIA
3.SEHINGGA KUALITASNYA TURUN 3.SEHINGGA MELAMPAUI BAKU MUTU
SAMPAI KE TINGKAT TERTENTU LINGKUNGAN HIDUP YANG TELAH
4.YANG MENYEBABKAN LH TIDAK DAPAT DITETAPKAN ( Lihat PP dan Permen)
BERFUNGSI SESUAI DENGAN
PERUNTUKANNYA.
PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LH

PEREN PE PE PE PENGA
CANA MAN NGEN MELIHA WASAN GAKUM
AN FAATAN DALIAN RAAN
PERENCANAAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(Pasal 5 – 11) DATA&INFORMASI:
a. POTENSI DAN
KETERSEDIAAN;
TINGKAT NASIONAL
b. JENIS YANG
INVENTARISASI LH PULAU/KEPULAUAN DIMANFAATKAN;
PERENCANAAN
c. BENTUK PENGUASAAN;
TKT EKOREGION
d. PENGETAHUAN
DASAR PENGELOLAAN;
e. BENTUK KERUSAKAN
DILAKSANAKAN OLEH MENTERI DAN;
PENETAPAN WILAYAH
EKOREGION f. KONFLIK DAN PENYEBAB
KONFLIK

NASIONAL
MEMPERTIMBANGKAN
RPPLH PROPINSI
a. KARAKTERISTIK BENTANG
KAB./KOTA ALAM;
b. DAERAH ALIRAN SUNGAI
c. IKLIM;
d. FLORA DAN FAUNA;
MEMUAT :
a. PEMANFAATAN/PENCADANGAN SDA e. SOSIAL BUDAYA;
b. PEMELIHARAAN DAN PERLIND f. EKONOMI;
UNGAN KUALITAS/FUNGSI LH
c. ADAPTASI DAN MITIGASI THDP g. KELEMBAGAAN
PERUBAHAN IKLIM MASYARAKAT;
h. HASIL INVENTARISASI
LINGKUNGAN HIDUP
BERDASARKAN
RPPLH

PEMAN
FAATAN MEMPERHATIKAN :
APABILA RPPLH KEBERLANJUTAN PROSES DAN
BELUM ADA  FUNGSI LH
BERDASARKAN KEBERLANJUTAN PROD LH
DAYA TAMPUNG KESELAMATAN, MUTU HIDUP DAN
DAN DAYA DUKUNG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

MENTERI U/ NASIONAL DAN PULAU/KEPULAUAN


DITETAPKAN OLEH GUBERNUR U/PROP DAN EKOREGION LINTAS KAB
BPT/WLKT U/KAB/KOTA DAN EKOREGION KAB/KT
KLHS
TATA RUANG
BM LINGKUNGAN
KRITERIA BAKU KERUSAKAN LH
AMDAL
PENCEGAHAN UKL/UPL
PERIZINAN
INSTRUMEN EKONOMI LINGK
PERUU BERBASIS LINGK
ANGGARAN BERBASIS LINGK
ANALISIS RESIKO LINGK
AUDIT LH
PENGEN
PENANGGULANGAN PEMBERIAN INFORMASI
DALIAN
PENGISOLASIAN PENCEMARAN/
KERUSAKAN

PENGHENTIAN SUMBER PENCEMARAN


PEMULIHAN REMEDIASI
REHABILITASI
RESTORASI
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS
(Pasal 15-19)

MEKANISME:
PENGKAJIAN PENGARUH
KLHS WAJIB DALAM - RTRW KRP TERHADAP
PENYUSUN/EVALUASI - RPJP KONDISI LH DISUATU
(Pasal 15–19) WILAYAH
- RPJM NASIONAL, PERUMUSAN
PROPINSI, ALTERNATIF
KAB./KOTA PENYEMPURNAAN
KRP; DAN
a. KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN
DAYA TAMPUNG LH KEBIJAKAN, REKOMENDASI
RENCANA, PROGRAM PEBAIKAN UNTUK
b. PERKIRAAN MENGENAI DAMPAK (KRP) PENGAMBILAN
DAN RESIKO LINGKUNGAN HIDUP; KEPUTUSAN YANG
MENGINTEGRASIKA
c. KINERJA LAYANAN/JASA NPRINSIP
EKOSISTEM PEMBANGUNAN
DAYA TAMPUNG DAN
d. EFISIENSI PEMANFAATAN SUMBER DAYA DUKUNG BERKELANJUTAN
DAYA ALAM; TERLAMPAUI
e. TINGKAT KERENTANAN DAN
KAPASITAS ADAPTASI TERHADAP
PERUBAHAN IKLIM; DAN
a. KEBIJAKAN, RENCANA, DAN/ATAU
f. TINGKAT KETAHANAN DAN DASAR KRP
PROGRAM PEMBANGUNAN WAJIB
POTENSI KEANEKARAGAMAN
DISESUAIKAN DGN REKOMENDASI
HAYATI
KLHS
b. SEGALA USAHA/KEGIATAN YANG
TELAH MELAMPAUI DAYA DUKUNG
DAN DAYA TAMPUNG LH TIDAK
DIPERBOLEHKAN LAGI
PERENCANAAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(Pasal 5 – 11)
PALING LAMA 2 TAHUN
AMDAL  AUDIT
AMDAL UKL/UPL  UPPLH
RPPLH KLHS UKL/UPL
Izin LH
SPPLH

ANALISIS AUDIT AUDITOR


RESIKO LH LINGKUNGAN BERSERTIFIKASI

SEGALA USAHA/KEGIATAN YANG VOLUNTERY


MENIMBULKAN DAMPAK PENTING,
 UNTUK MENINGKATKAN KINERJA LH
ANCAMAN EKOSISTEM PADA KEHIDUPAN,
KESEHATAN, KESELAMATAN MANUSIA
MANDATORY :
 YANG BERISIKO TINGGI
 TIDAK TAAT TERHADAP PERUNDANG
UNDANGAN
PENCEMARAN / KERUSAKAN LINGKUNGAN

Diukur melalui PERUBAHAN


IKLIM
BAKU MUTU KRITERIA BAKU
LINGKUNGAN KERUSAKAN
EKOSISTEM

air; PP, PERMEN Tanah untuk biomassa


air limbah; Terumbu karang
Mangrove
air laut;
padang lamun
udara ambien; Gambut
emisi; Karst
gangguan; Kebakaran Hutan
Baku mutu lain sesuai dengan. BK ekosistem lainnya sesuai
dengan perkembangan IPTEK
Perkembangan IPTEK
PENCEMARAN
SANKSI DENDA

M M M M
PP I A I A
Pasal 20 N X N X
ayat (4)

3 10 3 10
Sengaja BAKU
BM AIR (Pasal 98) MUTU
4 12 4 12
MASUK ATAU DIMASUK BM AIR LAUT
LUKA
KANNYA MAHLUK HI BM UDARA 5 15 5 15
Lalai
DUP, ZAT, ENERGI DAN/ AMBIEN MATI
(pasal 99)
ATAU KOMPONEN
LAIN KEDALAM LING
KUNGAN HIDUP OLEH
KEGIATAN MANUSIA BAKU MUTU
SEHINGGA MELAM
PAUI BAKU MUTU LING
LINGKUNGAN
KUNGAN HIDUP YANG
TELAH DITETAPKAN
(Pasal 1 ayat 14 Apabila sanksi adm Paling lama
BM Air imbah
tidak dipatuhi serta 3 tahun dan
BM emisi pelanggaran lebih 3M
BM Gangguan dari satu kali  (pasal 100
Pasal 100 ayat (2) ayat 1)
SETIAP ORANG DILARANG
MELAKUKAN PENCEMARAN PP
DAN PERUSAKAN (PASAL 69 Pasal 20
ayat point a ayat (3)
IZIN LINGKUNGAN (pasal 36 sd 41)
RPPLH
Komisi berlisensi

Usaha / AMDAL SKKLH /


KLHS Rekomendasi
kegiatan /UKL/UPL
UKL/UPL

batal

Cacat hukum, kekeliruan


penyalahgunaan, ketidakbenaran,
persyaratan
pemalsuan data, dokumen/informasi Izin
lingkungan Izin Usaha
Penerbitannya tidak memenuhi syarat
dalam keputusan komisi

Tidak melaksanakan kewajiban dalam Izin lh dicabut


AMDAL/UKL-UPL  izin usaha
batal
Izin lh
kegiatan
Keputusan TUN berubah 
izin usaha
diperbaharui
pengumuman
AMDAL UKL/UPL

Dasar pemberian
Izin lingkungan

bagi usaha/kegiatan bagi usaha/kegiatan


yang Berdampak penting yang tidak wajib amdal

Penyusun mempunyai Usaha dan/atau kegiatan


Sertifikat kompetensi yang tidak wajib UKL-UPL
wajib membuat surat
pernyataan kesanggupan
Komisi mempunyai pengelolaan & pemantauan l
lisensi ingkungan hidup
INSTRUMEN EKONOMI LINGKUNGAN HIDUP

PERENCANAAN -NERACA SDA DAN LH


PEMBANGUNAN -PENYUSUNAN PDB DAN PDRB
DAN KEGIATAN
-MEKANISME KOMPENSASI/ IMBALJASA
EKONOMI
LINGKUNGAN
-INTERNALISASI BIAYA LH

PENDANAAN -DANA JAMINAN PEMULIHAN


LINGKUNAN -DANA PENANGGULANGAN PENCEMARAN,
KERUSAKAN PEMULIHAN
-DANA AMANAH/BANTUAN KONSERVASI

INSENTIF -PENGADAAN BARANG DAN JASA RAMAH


DAN/ATAU LINGKUNGAN
DISINSENTIF -PENERAPAN PAJAK,RETRIBUSI, DAN SUBSIDI LH
-PENGEMBANGAN SISEM LEMBAGA KEUANGAN
DAN PASAR MODAL YANG RAMAH LH
-PENGEMBANGAN SISTEM PERDAGANGAN IZIN
PEMBUANGAN LIMBAH DAN/ATAU EMISI
-PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN JASA LH
--PENGEMBANGAN ASU
PERATURAN BERBASIS LINGKUNGAN
(pasal 44)

WAJIB
MEMPERHATIKAN

SETIAP PERLINDUNGAN FUNGSI LH


PENYUSUNAN
PER UU PADA PRINSIP PERLINDUNGAN
TKT NASIONAL DAN
DAN DAERAH PENGELOLAAN LH
PERLINDUNGAN SDA
PENGAWETAN SDA
KONSERVASI SDA PEMANFAATAN SECARA LESTARI SDA

TIDAK BOLEH DIMANFAATKAN U


PEMELI PENCADANGAN WAKTU TERTENTU
HARAAN SDA

UPAYA MITIGASI DAN ADAPTASI


UPAYA PERLINDUNGAN LAP OZON
PELESTARIAN FUNG UPAYA PERLINDUNGAN THDP HUJAN
SI ATMOSFIR ASAM
ANGGARAN BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP
(pasal 45)

PEMERINTAH KEGIATAN PPLH


WAJIB
DAN DPR
MENGALOKASIKAN PROGRAM
ANGGARAN YG PEMBANGUNAN YG
PEMERINTAH MEMADAI BERWAWASAN
DAERAH DAN LINGKUNGAN
DPRD

WAJIB DAERAH YG
MEMILIKI KINERJA
MENGALOKASIKAN
PPLH YG BAIK
ANGGARAN DAK yg
MEMADAI
Anti SLAPP: Anti Strategic Law Suit Against Public Participation
(pasal 66)

Ketentuan ini dimaksudkan untuk


Setiap orang yang melindungi korban dan atau pelapor
yang menempuh cara hukum akibat
memperjuangkan hak pencemaran atau perusakan
atas lingkungan hidup lingkungan hidup
yang baik dan sehat
tidak dapat dituntut Perlindungan ini dimaksudkan untuk
secara pidana maupun mencegah tindakan pembalasan dari
digugat perdata terlapor melalui pemidanaan atau
gugatan perdata dengan tetap
memperhatikan kemandirian peradilan
PENGAWASAN
(pasal 71 – pasal 75)

•Menteri
•Gubernur
Wewenang •Bupati/Walikota
(sesuai kewenangannya)

Melakukan Pengawasan thd


kegiatan &/atau usaha :
- Peraturan PUU dibidang PPLH
- Izin Lingkungan
dapat mendelegasikan
kewenangannya pada
pejabat/instansi teknis di
bidang perlindungan dan
Menetapkan Pejabat Pengawas LH pengelolaan lingkungan
yang merupakan pejabat fungsional hidup
Meminta Keterangan
Membuat Catatan
Membuat Salinan Dokumen
Memasuki tempat tertentu
Memotret
PEJABAT PENGAWAS Membuat rekaman audio visual
LINGKUNGAN
HIDUP
kewenangan Mengambil sampel
Memeriksa peralatan
Memeriksa instalasi/Alat Transportasi
Pemantauan
Menghentikan pelanggaran tertentu
PENGUATAN PENGAWASAN :

PENGAWASAN LAPIS KEDUA


(second line inspection) psl 73

Menteri dapat melakukan pengawasan terhadap


ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
yang izin lingkungannya diterbitkan oleh pemerintah
daerah jika Pemerintah menganggap terjadi
pelanggaran yang serius di bidang perlindungan dan
pengelolaan LH

Kewenangan Pejabat Pengawas LH untuk


menghentikan pelanggaran tertentu di
lapangan
(pasal 74 ayat (1) huruf J)
PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN

ADMINISTRASI PERDATA PIDANA


(pasal 76 ssd 83) (pasal 93 sd 120) (pasal 83 sd 93

FUNGSI FUNGSI FUNGSI

PENCEGAHAN GANTI RUGI EFEK JERA DAN


DAN DAN EFEK DERITA
PENANGGULAN PEMULIHAN
GAN LINGKUNGAN
SANKSI ADMINISTRASI
(pasal 76 sd pasal 83)

Pembekuan izin ,
1. Teguran pencabutan izin ,
2. Paksaan Pemerintah denda keterlambatan
3. Pembekuan izin ,dijatuhkan apabila
4. Pencabutan izin
paksaan pemerintah
tidak dilaksanakan

1. Menteri Second Line Enforcement


2. Gubernur Menteri dapat menerapkan sanksi adm, jika pemerintah
3. Bupati/walikota menganggap Pemda secara sengaja tdk menerapkan
Sesuai kewenangannya sanksi adm thd pelanggaran yang serius
Paksaan
Pemerintah
(pasal 80) Dijatuhkan tanpa didahului
teguran apabila pelanggaran
menimbulkan:

•Ancaman yg sangat serius


1. PENGHENTIAN SEMENTARA bagi manusia & LH
KEGIATAN PRODUKSI
2. PEMINDAHAN SRANA •Dampak yg lebih besar &
PRODUKSI lebih luas
3. PENUTUPAN SALURAN
PEMBUANGAN AIR LIMBAH •Kerugian yg lebih besar
ATAU EMISI bagi LH
4. PEMBONGKARAN
5. PENYITAAN
6. PENGHENTIAN SEMENTARA
SELURUH KEGIATAN
7. TINDAKAN LAIN UNTUK
MENGHENTIKAN
PELANGGARAN DAN
PEMULIHAN.
PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN
(pasal 84 – pasal 92)

DILUAR PENGADILAN
MELALUI PENGADILAN
Secara sukarela utk
Kedaluarsa Gugatan Perbuatan melawan
ajukan gugatan: Hukum
mencapai kesepakatan
sejak
diketahuinya
penc/kerusak Legal Standing LSM – telah Mediasi, negosiasi,
Tdk berlaku utk melaksanakan kegiatan nyata 2 arbitrase
B3/LB3
thn
Pemerintah
Legal standing Pem & Pemda
menfasilitasi
Class actions pembentukan Lembaga
Penyedia Jasa
Strict liability – tanpa Penyelesaian sengketa
pengecualian
HAK GUGAT ORGANISASI LINGKUNGAN
(Pasal 92)

- TINDAKAN TERTENTU
NGOs
- PENGELUARAN RIIL

a. BERBENTUK BADAN HUKUM


b. ANGGARAN DASAR ORGANISASI
TERSEBUT DIDIRIKAN UNTUK
KEPENTINGAN PELESTARIAN FUNGSI
LINGKUNGAN HIDUP
c. KEGIATAN NYATA DENGAN ANGGARAN
DASAR PALING SINGKAT 2 (DUA) TAHUN
JENIS TINDAK PIDANA

MATERIIL FORMIL

Perlu dibuktikan: 1. Tidak perlu dibuktikan


1. Lingkungan telah
lingkungan telah
tercemar, cukup
tercemar/rusak dibuktikan terdakwa
telah melakukan
2. Hubungan sebab akibat perbuatan pelanggaran
antara lingkungan yg
tercemar/rusak dengan
kegiatan yg didakwa
mencemari/merusak

32
Tindak pidana lingkungan adalah kejahatan
PENEGAKAN HUKUM PIDANA Sanksi dan denda maksimum dan minimum
kortporasi

Tindak pidana formil (effluent, emisi dan ganguan)


Sanksi administrasi
ULTIMUM REMIDIUM Pelanggaran dilakukan lsatu kali

Pencemaran dan perusakan LH


Sanksi administrasi tidak dipatuhi
Pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali
Memasukkan B3 yg dilarang
Memasukkan LB3 di NKRI
Memasukkan limbah di NKRI
Membuang limbah
Membuang B3 dan LB3
PREMIUM REMIDIUM Melepas rekayasa genetik (sesuai UU dan izin lh)
Melakukan pembukaan lahan dengan membakar
Menyusun Amdal tanpa sertifikasi kompetensi
Memberikan informasi palsu,menyesatkan
menghilangkan, merusak, dan ket tidak benar
Penyidik
POLRI

KOORDINASI

Jaksa
PPNS
SPDP Penuntut
LH BERKAS PENYIDIKAN
Umum

Menangkap dan menahan

pemeriksaan

Kewenangan
penyitaan
lainnya

penggeledahan

Menghentikan penyidikan
PENEGAKAN HUKUM TERPADU
(pasal 95)

• PPNS
• KEPOLISIAN KOORDINASI
MENEG LHK
• KEJAKSAAN
TINDAK PIDANA KORPORASI
(Pasal 116 - 120)

PIDANA TAMBAHAN (TATA TERTIB):


BADAN USAHA PENGURUS a. PERAMPASAN KEUNTUNGAN
YANG DIPEROLEH DARI
TINDAK PIDANA TINDAK PIDANA
b. PENUTUPAN SELURUH ATAU
PEMBERI PIDANA, DENDA SEBAGIAN TEMPAT USAHA
PERINTAH/ DIPERBERAT 1/3 DAN/ATAU KEGIATAN
PEMIMPIN
c. PERBAIKAN AKIBAT TINDAK
TINDAK PIDANA PIDANA
d. KEWAJIBAN MENGERJAKAN APA
YANG DILALAIKAN TANPA HAK
DIPIDANA SEBAGAI PELAKU
FUNGSIONAL KARENA: e. PENEMPATAN PERUSAHAN
DIBAWAH PENGAMPUNAN
•MEMILIKI KEWENANGAN PALING LAMA 3 (TIGA) TAHUN
TERHADAP PELAKU FISIK

• MENERIMA TINDAKAN PELAKU


FISIK :
• MENYETUJUI
• MEMBIARKAN
• TIDAK CUKUP MELAKUKAN
PENGAWASAN
• MEMILIKI KEBIJAKAN YG
MEMUNGKINKAN TERJDNYA
TINDAK PIDANA
Ketentuan Pidana

Pidana Denda (rupiah)


Jenis
Akibat Minimu Maksimum Minimum Maksimu
Pelanggaran
m m
> BM 3 tahun 10 tahun 3 millir 10 miliar
Sengaja Orang Luka 4 tahun 12 tahun 4 miliar 12 miliar
Orang Mati 5 tahun 15 tahun 5 miliar 15 miliar
> BM 1 tahun 3 tahun 1 miliar 3 miliar
Lalai Orang Luka 2 tahun 6 tahun 2 miliar 6 miliar
Orang Mati 3 tahun 9 tahun 3 miliar 9 miliar
Melanggar baku mutu  pidana maks 3 tahun dan
denda maks 3 miliar rupiah

Tindak pidana dijatuhkan bila:


* Sanksi administrasi tidak dilaksanakan, atau
* Perbuatan dilakukan lebih dari 1 (satu) kali
Ketentuan Pidana untuk Pelanggaran Lainnya

Pelanggaran Pidana Denda (rupiah)


Minimum Maksimum Minimum Maksimum
Melepaskan/mengedark
an produk rekayasa 1 tahun 3 tahun 1 miliar 3 miliar
genetika
Mengelola limbah B3
1 tahun 3 tahun 1 miliar 3 miliar
tanpa izin
Tidak mengelola limbah
1 tahun 3 tahun 1 miliar 3 miliar
B3 yang dihasilkannya
Dumping - 3 tahun - 3 miliar
Memasukkan limbah 4 tahun 12 tahun 4 miliar 12 miliar
Memasukkan limbah B3 5 tahun 15 tahun 5 miliar 15 miliar
Pelanggaran Pidana Denda (rupiah)
Minimum Maksimum Minimum Maksimum
Memasukkan B3 5 tahun 15 tahun 5 miliar 15 miliar
Membakar lahan 3 tahun 10 tahun 3 miliar 10 miliar
Melakukan usaha
dan/atau kegiatan 1 tahun 3 tahun 1 miliar 3 miliar
tanpa izin
Menyusun AMDAL
tanpa memiliki sertifikat
- 3 tahun - 3 miliar
kompetensi penyusun
AMDAL
Menerbitkan izin
lingkungan tanpa
- 3 tahun - 3 miliar
dilengkapi AMDAL atau
UKL-UPL
Pidana Denda (rupiah)
Pelanggaran
Minimum Maksimum Minimum Maksimum
Menerbitkan izin usaha
tanpa dilengkapi izin - 3 tahun - 3 miliar
lingkungan
Dengan sengaja Tidak
melakukan pengawasan
yang mengakibatkan
Atau
pencemaran/kerusakan - 1 tahun -
500 juta
yg mengakibatkan
hilangnya nyawa
manusia
Memberikan informasi
- 1 tahun - 1 miliar
palsu
Tidak melaksanakan
perintah paksaan - 1 tahun - 1 miliar
pemerintah
Menghalang-halangi
pejabat pengawas - 1 tahun - 500 juta
dan/atau PPNS
42
KETENTUAN PERALIHAN

PALING LAMA 1 TAHUN PALING LAMA 2 TAHUN

1. PENYUSUN AMDAL WAJIB MEMILIKI 1. USAHA/KEGIATAN YG MEMPUNYAI IZIN


KOMPETENSI. USAHA TANPA AMDAL WAJIB
2. AUDITOR LINGKUNGAN WAJIB MEMILIKI MENYELESAIKAN AUDIT LINGKUNGAN.
SERTIFIKASI KOMPETENSI 2. USAHA/KEGIATAN TELAH MEMILIKI IZIN
3. SEGALA IZIN PLH YG DIKELUARKAN O/ USAHA TANPA UKL/UPL WAJIB MEMBUAT
MENTERI, GUBERNUR, BUPATI/ DOKUMEN PENGELOLAAN
WALIKOTA WAJIB DI INTEGRASIKAN DLM LINGKUNGAN.
IZIN LINGKUNGAN.
4. PERATURAN PELAKSANAAN
DITETAPKAN.
RPP RPERMEN
1. RPPLH (INVENTARISASI LH (PSL 6) PENETAPAN EKOREGION (PSL 7 1. BAKU MUTU AIR LIMBAH, BAKU MUTU EMISI DAN BAKU MUTU
DAN 8), RPPLH (PSL 9, 10), PENETAPAN DAYA DUKUNG DAN DAYA GANGGUAN (pasal 20)
TAMPUNG LINGKUNGAN (pasal 12). 2. JENIS USAHA/KEGIATAN WAJIB AMDAL (pasal 23)
2. KLHS (pasal18). 3. SERTIFIKASI DAN KOMPETENSI PENYUSUN AMDAL (pasal 28)
3. BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP(AIR, UDARA, AIR LAUT) (pasal 20). 4. PERSYARATAN DAN TATA CARA LISENSI ( pasal 29)
4. KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP(pasal 21). 5. UKL/UPL DAN SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN
5. AMDAL (pasal 33) DAN ANALISIS RESIKO LINGKUNGAN (pasal 47) PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN (pasal 35)
6. IZIN LINGKUNGAN (pasal 41) 6. AUDIT LINGKUNGAN (pasal 52)
7. INSTRUMEN EKONOMI LH (pasal 43, 55) 7. SISTIM INFORMASI LH (pasal 62)
8. TATA CARA PENGENDALIAN PENCEMARAN/KERUSAKAN LH 8. TATA CARA PENGADUAN (pasal 65)
(pasal 53) 9. KERUGIAN LH (pasal 90)
9. KONSERVASI DAN PENCADANGAN SDA SERTA PELESTARIAN FUNGSI
ATMOSFER.
10. PENGELOLAAN B3 dan LB3 (pasal 58)
11. PENGAWASAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SANKSI ADMINISTRASI
(Pasal 75)
12. LEMBAGA PENYEDIA JASA PENYELESAIAN SENGKETA LH (pasal 86)
KETENTUAN PENUTUP

SEMUA PERATURAN PERUU YG MERUPAKAN PERATURAN


PELAKSANAAN UU 23/97 TETAP BERLAKU SEPANJANG TIDAK
BERTENTANGAN ATAU BELUM DIGANTI DGN PERATURAN PELAK
SANAAN UU INI  pasal 124

PERATURAN PELAKSANAAN UU INI DITETAPKAN PALING LAMA


1 (SATU TAHUN) SEJAK UU INI DIBERLAKUKAN  pasal 126

PADA SAAT UU INI MULAI BERLAKU, UU 23/97 DICABUT DAN


DINYATAKAN TIDAK BERLAKU LAGI-- pasal 125
PUSAT PENELITIAN KEPENDUDUKAN DAN
LINGKUNGAN HIDUP
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

i_dewata@yahoo.com

TERIMA KASIH