Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN KEBIDANAN

Anjarwati, MPH
Proses Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan
Tujuh langkah Varney
LANGKAH 1: PENGKAJIAN
• Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk nilai keadaan pasien
secara keseluruhan, antara lain:
• Anamnese
– Biodata, data demografi
– Riwayat kesehatan termasuk faktor heriditer
– Riwayat Menstruasi
– Riwayat Obstetri dan Ginekologi, nifas dan laktasi
– Biopsikospiritual
• Pemeriksaan Fisik: Inspeksi,Palpasi, Auskultasi, Perkusi
• Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
• Catatan keadaan pasien terbaru atau sebelumnya
LANGKAH 2: INTERPRETASI DATA
Lakukan identifikasi terhadap diagnosa, masalah dan
kebutuhan ibu hamil berdasarkan data yang telah
dikumpulkan pada langkah 1.
Contoh:
• Diagnosa: Ibu G1 P0 A0 hamil 35 minggu dengan kehamilan
normal
• Masalah: Ibu mengeluh sulit tidur sering kencing, punggung
pegel, gangguan pola istirahat dan tidur.
• Kebutuhan: Informasi tentang perubahan fisiologi pada
kehamilan trimester III.
LANGKAH 3: IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH
POTENSIAL
Mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial
yang mungkin terjadi  berdasarkan
diagnosa/masalah yang sudah diidentifikasi.
• LANGKAH 4: IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA
Identifikasi tindakan segera oleh bidan atau dokter
atau ada hal yang perlu dikonsultasikan.
Contoh:
• Ibu hamil trimester III dengan tekanan darah
150/100 mmHg, urine protein positif 2. Lakukan
penatalaksanaan preeklamsi.
• LANGKAH 5: RENCANA ASUHAN MENYELURUH
Merencanakan asuhan yang rasional sesuai dengan temuan pada langkah
sebelunya.
Contoh:
• Melakukan pendekatan dan pendampingan peningkatan peran suami.
• Konseling tentang persiapan menjadi orang tua
• Menjelaskan tentang rasa mual dan muntah
• Memberikan vitamin (multi vitamin), anti mual
• Membuat surat pengantar untuk berkolaborasi dengan dokter spesialis
obstetri genekologi
• KIE terkait budaya yang berpengaruh negatif terhadap kehamilan dll
• LANGKAH 6: IMPLEMENTASI ASUHAN
Mengarahkan atau melaksanakan rencana asuhan
secara efektif dan aman
• LANGKAH 7: EVALUASI
Mengevaluasi keefektivan asuhan yang sudah
diberikan, mengulangi proses asuhan jika belum
efektif.
Langkah Evaluasi ini perlu dibuat SOAP untuk
keberlanjutan asuhan
• Catatan bidan
• Keberadaan dokumentasi baik berbentuk
catatan maupun laporan akan sangat
membantu dalam berkomunikasi baik
antara sesama bidan maupun lembaran
tindakan (treatment)
• Catatan laboratorium
• Laporan rontgen ( X – ray )
• Ringkasan pasien pulang
Tujuh langkah Varney dalam SOAP
• Subjektif (Varney langkah 1)
– Pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui
anamnesis
– Berhubungan dengan masalah dari sudut pandang klien
(ekspresi mengenai kekhawatiran dan keluhannya)
– Pada orang yang bisu, di belakang data diberi tanda “0” atau
“X”
• Objektif (Varney langkah 1)
– Pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil
pemeriksaan laboratorium/pemeriksaan diagnostik lain dan
informasi dari keluarga atau orang lain
• Analisa (varney angkah 2, 3, 4)
– Pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi
(kesimpulan) data subjektif dan objektif
• Diagnosis
• Diagnosa/masalah potensial
• Antisipasi diagnosa/masalah potensial dan tindakan
segera
• Penatalaksanaan (Varney langkah 5, 6, 7)
– Pendokumentasian rencana, tindakan (I) dan evaluasi (E),
meliputi: asuhan mandiri, kolaborasi, tes
diagnostik/laboratorium, konseling dan follow up
SOAP Format SOAP umumnya digunakan untuk pengkajian awal
pasien.

• Subjektif
– Pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesis
– Berhubungan dengan masalah dari sudut pandang klien (ekspresi mengenai
kekhawatiran dan keluhannya)
– Pada orang yang bisu, di belakang data diberi tanda “0” atau “X”
• Objektif
– Pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil pemeriksaan
laboratorium/pemeriksaan diag
– nostik lain dan informasi dari keluarga atau orang lain
• Analisa
– Pendokumentasian hasil analisis dan interpretasi (kesimpulan) data
subjektif dan objektif
• Diagnosis/masalah
• Diagnosa/masalah potensial
• Antisipasi diagnosa/masalah potensial/tindakan segera
• Penatalaksanaan
– Pendokumentasian tindakan (I) dan evaluasi (E), meliputi: asuhan
mandiri, kolaborasi, tes diagnostik/laboratorium, konseling dan follow
up
ALUR PIKIR BIDAN PENCATATAN DAN ASUHAN KEBIDANAN

PROSES MANAJEMEN KEBIDANAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN


KEBIDANAN

7 LANGKAH VARNEY 5 LANGKAH SOAP NOTES


(KOMPETENSI
BIDAN)
DATA DATA SUBJEKTIF OBJEKTIF
DIAGNOSIS/MASALAH ASSESMENT / ANALISIS DAN
DIAGNOSIS INTERPRETASI
ANTISIPASI
DIAGNOSIS/MASALAH  DIAGNOSIS
POTENSIAL  ANTISIPASI

KEBUTUHAN SEGERA UNTUK DIAGNOSIS /MASALAH


KONSULTASI, KOLABORASI POTENSIAL
 TINDAKAN SEGERA

PLANNING: PLANNING PLANNING


- KONSUL (DOKUMENTASI
- TES DIAGNOSTIK / IMPLEMENTASI):
LABORATORIUM
- RUJUKAN  ASUHAN MANDIRI
- PENDIDIKAN / KONSELING  KOLABORASI
- FOLLOW UP  TES DIAGNOSTIK /
LAB
IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI
 KONSELING

EVALUASI EVALUASI  FOLLOW UP