Anda di halaman 1dari 36

TATA LAKSANA AKUPRESUR

DI PUSKESMAS

Disampaikan oleh Dr Yuniati Situmorang MKes


Kasubdit Bina Yankes Alternatif dan Komplementer
Kementerian Kesehatan
1
TUJUAN PEMBELAJARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM :


Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu
memahami tatalaksana penyelenggaraan
pelayanan akupresur di Puskesmas.

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS :


Setelah mempelajari peserta mampu :
 Menjelaskan alur pelayanan akupresur
 Menjelaskan tata hubungan kerja antar unit pelayanan
 Menjelaskan pencatatan dan pelaporan pelayanan

2
17 KEGIATAN DALAM UPAYA KESEHATAN
(Ps 48 ayat 1 UU 36/2009 ttg Kesehatan)
1. PELAYANAN KESEHATAN
2. PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL
3. PENINGKATAN KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT
4. PENYEMBUHAN PENYAKIT DAN PEMULIHAN KESEHATAN
5. KESEHATAN REPRODUKSI
6. KELUARGA BERENCANA
7. KESEHATAN SEKOLAH
8. KESEHATAN OLAHRAGA
9. PELAYANAN KESEHATAN PADA BENCANA
10. PELAYANAN DARAH
11. KESEHATAN GIGI DAN MULUT
12. PENANGGULANGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DAN GANGGUAN PENDENGARAN
13. KESEHATAN MATRA
14. PENGAMANAN DAN PENGGUNAAN SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN
15. PENGAMATAN MAKANAN DAN MINUMAN
16. PENGAMANAN ZAT ADIKTIF, DAN/ATAU
17. BEDAH MAYAT

3
UU No 36/2009 ttg Kesehatan (1)

KESEHATAN
Keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual
maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang
untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi

UPAYA KESEHATAN
Setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan
secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan
oleh pemerintah dan /atau masyarakat
4
SEHAT (SUDUT PANDANG TRADISIONAL)
TEORI HOLISTIK
 Keseimbangan kehidupan manusia meliputi keseimbangan
spiritual, psikologis, ekonomi, sosial dan budaya
 Untuk memperoleh kesehatan yang optimal, maka
memandang, menganalisis, mendiagnosa, mengatasi
gangguan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh ,
tidak partial/bagian per bagian

TEORI YIN YANG


Sehat  fungsi-fungsi organ tubuh dalam keadaan
seimbang
Sakit  ada ketidakseimbangan
Penyembuhan  menyeimbangkan kembali ketidakseimbangan
5
TATA LAKSANA AKUPRESUR
DI PUSKESMAS

6
1. Aspek regulasi
 UU no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
 Renstra Kementerian Kesehatan Tahun 2010-
2014
 Perpres No 72 tahun 2012 tentang Sistem
Kesehatan Nasional
 Kebijakan dasar Puskesmas
 Sistem Manajemen Puskesmas
 Peraturan terkait lainnya

7
1 2 3

P1 : Perencanaan Puskesmas
P2 : Lokakarya mini Pusksmas
P3 : Penilaian Kinerja Puskesmas

8
PUSKESMAS
(Pusat Kesehatan Masyarakat)

Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan
di wilayah kerja 1 kecamatan atau sebagian
dari kecamatan

9
Tugas & Fungsi Puskesmas
(Revitalisasi Puskesmas)
• PUSAT PEMBANGUNAN WILAYAH
1 BERWAWASAN KESEHATAN

• PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


2

• PUSAT PELAYANAN KESEHATAN


3 MASYARAKAT PRIMER

• PUSAT PELAYANAN KESEHATAN


4 PERORANGAN PRIMER

10
MANAJEMEN PUSKESMAS b.Tahap pelaksanaan &
pengendalian (P2)
a. Tahap Perencanaan (P1)
1) Pelaksanaan POA
1) Inventarisasi sarana, 2) Pembentukan tim pelaksana
pelayanan akupresur
prasarana,dan alat
pelayanan akupresur 3) Pengadaan sarana dan prasarana
4) Uraian tugas dan SPO
2) Inventarisasi kebutuhan
5) Lokakarya mini Puskesmas
bahan penunjang
6) Sosialisasi dan koordinasi
3) Inventarisasi kasus yang
memerlukan pelayanan
akupresur c. Tahap Pengawasan &
Pertanggungjawaban (P3)
4) Penyusunan POA
(Rencana Kegiatan dan 1) Pencatatan
2) Pelaporan
Anggaran)
3) Penilaian kinerja
4) Bimbingan Teknis
11
3. ASPEK SUMBERDAYA

a. Tenaga pelaksana: tenaga kesehatan terlatih Akupresur


b. SARANA
1) Ruang pelayanan akupresur
2) Peralatan dan Bahan
• Meja dan kursi
• Tempat tidur pelayanan
• Peralatan cuci tangan: wastafel, handuk kecil,
sabun
• Bahan pelicin (minyak urut/ lotion)
• Alat bantu pijat akupresur (bila perlu)

12
4. ASPEK PEMBIAYAAN

a. APBD KAB/KOTA
b. APBD PROVINSI
c. APBN
d. SUMBER LAIN :
• tidak mengikat
• tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan

13
PARADIGMA SEHAT :
Mengutamakan promotif -preventif
Sehat (70%) Mengeluh Sakit (30%)

Self care (42%) Yankes (58%)


KIE, Self care
Promosi Kesehatan

Self care Sarana


Nasional Kesehatan

( Posyandu, Posyandu Lansia,


Posbindu PTM, Polindes,
Poskesdes, Desa Siaga, SBH, Kualitas
Dokter kecil, dll) Yankes
14

Sumber : Susenas 2010


PELAYANAN KESEHATAN

PELAYANAN KESEHATAN

KONVENTIONAL NON KONVENTIONAL


(mainstream)

TRADISIONAL NON TRADISIONAL

EMPIRIK ILMIAH
PERATURAN PRESIDEN NO 72 TAHUN 2012
TENTANG SISTEM KESEHATAN NASIONAL

 Pengelolaan kesehatan yang


diselenggarakan oleh semua komponen
bangsa Indonesia secara terpadu dan saling
mendukung guna menjamin tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya
 Dilakukan secara berjenjang di Pusat dan
daerah

16
TENTANG SISTEM KESEHATAN NASIONAL

Terdiri dari:
1. Sub sistem upaya kesehatan
2. Sub sistem litbangkes
3. Sub sistem pembiayaan kesehatan
4. Sub sistem SDM kesehatan
5. Sub sistem sediaan farmasi, alkes & makanan
6. Sub sistem manajemen, informasi & regulasi
kesehatan
7. Sub sistem perberdayaan masyarakat
17
Sub sistem upaya kesehatan
 Pengelolaan upaya kesehatan yang terpadu,
berkesinambungan, paripurna dan berkualitas ,
meliputi upaya peningkatan, pencegahan,
pengobatan dan pemulihan kesehatan,
diselenggarakan guna menjamin tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya.
 Dilakukan dengan menghimpun seluruh potensi
bangsa (pemerintah bersama masyarakat dan
swasta) sebagai ketahanan nasional
18
Sub sistem Perberdayaan Masyarakat

• Meliputi pemberdayaan perorangan,


keluarga dan masyarakat
• Masyarakat sebagai sasaran pembangunan
kesehatan, sekaligus diharapkan mampu dan
mau sebagai pelaku pembangunan
kesehatan

19
SISTEM DAN ALUR
PELAYANAN AKUPRESUR
DI PUSKESMAS

20
Akupresur terintegrasi dan sinergi dg
pelayanan kesehatan lainnya di Puskesmas
Integrasi
Penyatuan/penggabungan sebagian atau seluruh aspek pelayanan
komplementer alternatif pada pelayanan kesehatan di semua
tingkat fasilitas pelayanan termasuk aspek regulasi, pembiayaan,
serta kebijakan dalam penyelenggaraan pelayanan & obat yang
digunakan

Sinergi
Penggabungan metode pengobatan non konvensional dengan
pengobatan konvensional yang akan memberikan manfaat /khasiat
pengobatan yang lebih baik dibanding dengan manfaat satu jenis
pengobatan
21
PASIEN DATANG

PEMERIKSAAN & DIAGNOSA OLEH DOKTER K


( Penegakan Diagnosa secara Konvensional) O
N
1. INFORMED CONSENT S
Persetujuan pasien atas yankes tradkom yang akan diterima, E
atau P
2. REQUEST CONSENT
Permintaan pasien atas yankes tradkom, lalu I
3. TERAPI N
Pilihan terapi yang diberikan dokter: T
• Konvensional saja E
• Konvensional +Yankes Tradisioal (komplementer) G
• Murni Yankes Tradisional (alternatif) R
A
n S
TINDAKAN DIBERIKAN OLEH NAKES YANG KOMPETEN (TELAH I
MENDAPAT PELATIHAN DANBERSERTIFIKAT)
<DALAM PENGAWASAN DOKTER>
22
ALUR PELAYANAN AKUPRESUR
DI PUSKESMAS
Bila ruang untuk pelayanan
akupresur tidak tersedia, POLI UMUM
akupresur dapat
dilaksanakan dengan
mengoptimalkan ruang
POLI KIA
pelayanan yang tersedia
di Puskesmas
POLI LAIN

Pasien Pasien
PENDAFTARAN
datang PULANG
POLI
AKUPRESU
R

23
RUJUKAN
SISTEM RUJUKAN
Pelimpahan (sesuai yang berlaku di PKM)
wewenag/
tanggungjawab
FASYANKES TERSIER
atas kasus
penyakit/ masalah
kesehatan yang
diselenggarakan
secara tibal balik,
baik secara
vertikal maupun FASYANKES SEKUNDER
horizontal

FASYANKES PRIMER
Rujukan kesehatan perorangan:
• Rujukan kasus
• Rujukan spesimen
• Rujukan ilmu pengetahuan
24
PENCATATAN DAN PELAPORAN
PELAYANAN AKUPRESUR
DI PUSKESMAS
Mengikuti sistem pencatatan dan pelaporan
yang berlaku di Puskesmas:
1. Buku register pasien
2. Rekam medik (kartu status)
3. Laporan berkala pelayanan kesehatan
tradisional

25
CONTOH REKAM MEDIS
No/tgl Pemeriksaan Obat/Tindakan
2/5/13 Anamese : kaku pada bahu, pegal

Diagnosa : myalgia ( kode Peny :……..) R/ Ibuproven , dst

Rujukan internal : Poli Akupresur

TT Dokter

2/5/13 Keluhan : nyeri tekan bahu Akupresur :


1/Relaksasi meridian
TT Pelaksana akupresur 2/Perangsangan titik:
- GB 21 (dikuatkan) dst
26
Contoh buku register

 Lampiran 1

27
28
SOSIALISASI AKUPRESUR
 Internal :
-Sosialisasi kepada teman kerja di Puskesmas
-Informasi kepada dokter nakes yang bekerja di Poli
 Manfaat singkat akupresur
 Kontra indikasi akupresur
 Pilihan kasus yg dapat ditangani dg akupresur di PKM
 Eksternal :
-Lapor dan sosialisasi di Lingkungan Dinas
Kesehatan Kab/kota
-Sosialisasi ke masyarakat (UKBM, LOKMIN, dll)

29
MATERI SOSIALISASI AKUPRESUR
 Pemahaman sederhana tentang akupresur
 Informasi adanya pelayanan akupresur di
Puskesmas, hari buka dan jam pelayanannya
 Kasus-kasus yang dapat ditangani dengan
akupresur di Puskesmas
 Teknik-teknik akupresur tertentu yang dapat
dilakukan sendiri di rumah

30
SOSIALISASI AKUPRESUR

Ruang Akupresur Pkm . Melintang

31
BENTUK DUKUNGAN DINKES
1. Kebijakan
2. Pembiayaan
3. Ketersediaan ruang pelayanan dan sarana
prasarana pendukung
4. Ketersediaan tenaga terlatih

32
2. PENYEDIAAN ALAT, SARANA &
PRASARANA

33
34
MENYEDIAKAN RUANGAN KHUSUS PELAYANAN AKUPRESUR

POLI AKUPRESUR
(PIJAT KESEHATAN)
HARI BUKA : ................
JAM : ................

35
36