Anda di halaman 1dari 16

PENGANTAR PENGAUDITAN

(Akuntansi Sebagai Proses Penyusunan Laporan


Keuangan & Auditing Sebagai Pemeriksaan
Laporan Keuangan Historis)

Oleh: M. Riduan Abdillah SE, M.Si, Akt, CA


1
AKUNTANSI AUDIT

BUKTI BUKTI
PENCATATAN TRANSAKSI PENCATATAN TRANSAKSI
JURNAL JURNAL
POSTING BUKU BESAR POSTING BUKU BESAR
NERACA LAJUR/PENYESUAIAN NERACA LAJUR/PENYESUAIAN
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN

2
TINJAUAN UMUM

AKUNTANSI AUDIT

PROSES PENYUSUNAN PROSES PEMERIKSAAN


LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
HISTORIS

1. SAK-IFRS 1. SPAP
2. SAK-UMKM 2. KODE ETIK
3. SAK-ETAP

3
SEJARAH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DI
INDONESIA

1. SAK di Indonesia diterbitkan oleh Dewan Standar


Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia
(DSAK-IAI).
2. Dewan ini beranggotakan para praktisi akuntan
publik, akuntan akademisi, akuntan manajemen
dan akuntan sektor pemerintahan.
3. Dewan ini diangkat dan diberhentikan serta
bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus
Nasional Ikatan Akuntan Indonesia, yang fungsi
utamanya adalah menerbitkan standar akuntansi
keuangan (SAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK).
4
SEJARAH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN DI INDONESIA
1. Pada zaman belanda sampai dengan tahun 1960-
an belum dikenal SAK.

2. Pada saat itu, SAK dikenal dengan TATA BUKU


MODEL BELANDA yang menggunakan SINGLE
ENTRY.

3. Pada saat itu, Ketentuan hukum yang berlaku


adalah KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM
DAGANG yang mengatur setiap orang yang
menjalankan usaha di Indonesia harus
menyelenggarakan catatan tentang seluruh harta
dan utang-utangnya serta menyimpan dokumen
yang digunakan selama kurun waktu 10-30 tahun. 5
SEJARAH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN DI INDONESIA
4. Pada tahun 1973, setelah adanya UU PMA yang
mengizinkan perusahaan asing beroperasi di Indonesia,
maka TATA BUKU MODEL BELANDA yang SINGLE ENTRY
berubah menjadi DOUBLE ENTRY dengan mengadopsi US-
GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).

5. Pada tahun 1973 pula, PRINSIP AKUNTANSI INDONESIA


(PAI) diperkenalkan kemudian direvisi pada tahun 1973 dan
1984.

6. Pada tahun 1994, Indonesia memasuki era SAK bertaraf


Internasional, yaitu ditandai terbitnya SAK dengan PSAK
No.1 – PSAK 36.

7. PSAK ini mengambil rujukan dari berbagai sumber seperti


International Accounting Standars (IAS), US GAAP maupun
praktik dan ketentuan hukum di Indonesia.
6
SEJARAH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN DI INDONESIA

8. Sekitar awal tahun 2000-an, telah mencapai seri PSAK 59


tentang Akuntansi Perbankan Syariah. Pada saat ini, PSAK
59 tersebut telah dicabut seiring berlakunya PSAK Syariah
Seri 100.

9. Pada tahun 2002, PSAK 59 Perbankan Syariah diterbitkan


seiring dengan kebutuhan pelaporan keuangan sesuai
standar akuntansi untuk industri perbankan syariah. Pada
saat itu, telah berdiri BANK MUAMALAT INDONESIA
kemudian diikuti dengan BANK SYARIAH MANDIRI dan
diikuti bank-bank syariah lainnya serta asuransi syariah
sebagai komplimenter perbankan syariah telah berdiri,
seperti ASURANSI TAKAFUL yang kemudian diikuti asuransi
syariah lainnya.
7
SEJARAH SINGKAT STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN DI INDONESIA
• 2008, Konvergensi PSAK ke SAK berbasis
International Financial Reporting Standards
(IFRS)

• 2012, aplikasi penuh Standar Akuntansi


Keuangan berbasis International Financial
Reporting Standards (IFRS)

8
ALASAN ADOPSI IFRS
 Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement of
Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai standar
akuntansi.
 Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai
anggota G20 forum.
 Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15
November 2008:
1. Strengthening Transparency and Accountability
2. Enhanching Sound Regulation
3. Promoting Integrity in Financial Markets
4. Reinforcing International Cooperation
5. Reforming International Financial Institutions.
 Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk
Strengthening Financial Supervision and Regulation  “to call on the
accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators
to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of
high-quality global accounting standards.”

9
MANFAAT KONVERGENSI IFRS
 Meningkatkan daya banding laporan keuangan karena terdapat satu
pedoman penyusunan laporan yang baku secara global
 Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional
 Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi
perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
 Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan
biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
 Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practice”,dan
menurunkan earnings management.

Hasil penelitian Ahmed, K, K. Chalmers, dan H. Khlif (2013) dengan meta


analysis thd 96 artikel hasil penelitian, ditemukan bukti:
a. Relevansi nilai buku ekuitas tidak meningkat;
b. Relevansi nilai laba meningkat;
c. Meningkatkan kemampuan forecasting bagi analis keuangan
Sehingga bernfaat bagi masyarakat yang akan berinvestasi, penyusun
standar akuntansi, dan regulator.
10
SAK BERBASIS IFRS
 Diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti:
Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN.
 Dapat diterapkan oleh entitas lainya.
 Adopsi penuh IFRS 1 Januari 2012 (bukan harmonisasi),
penerapan dini dianjurkan.

11
TUJUAN STANDAR AKUNTANSI
 Untuk keseragaman laporan keuangan
 Memudahkan penyusun laporan keuangan karena menjadi
pedoman baku dalam menyusun laporan keuangan, shg
meminimalkan bias dari penyusun
 Memudahkan auditor dalam pengauditan
 Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk
menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan
pada entitas yang berbeda.
Pengguna laporan keuangan itu adalah banyak pihak, shg
penyusun laporan keuangan tidak dapat menjelaskan kepada
masing-masing pengguna, oleh karena itu diperlukan standar
baku
12
TINJAUAN HUKUM AUDIT ATAS
LAPORAN KEUANGAN
• UU No. 40 Tahun 2007 dalam pasal 68 menjelaskan bahwa
Direksi wajib menyerahkan laporan keuangan Perseroan
kepada akuntan publik untuk diaudit apabila :
a. Kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun
dan/atau mengelola dana masyarakat.
b. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada
masyarakat
c. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka
d. Perseroan merupakan Persero
e. Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah peredaran
usaha dengan jumlah nilai paling sedikit Rp
50.000.000.000
f. Diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
13
AUDITING DI INDONESIA
• STANDAR AUDITING DI INDONESIA
MENGANUT BERBASIS ISA (INTERNATIONAL
STANDAR AUDITING) .

• STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK


(SPAP) BERISIKAN :
1. STANDAR UMUM
2. STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN
3. STANDAR PELAPORAN

14
TINJAUAN HUKUM AUDIT ATAS
LAPORAN KEUANGAN
• UU No. 5 Tahun 2011 TENTANG AKUNTAN
PUBLIK
• UU No. 10 Tahun 1998 TENTANG PERBANKAN
• UU No.8 Tahun 1995 TENTANG PASAR MODAL
• UU No.19 Tahun 2003 TENTANG BUMN
• UU No.40 Tahun 2007
• UU No.10 Tahun 2009 TENTANG
KEPARIWISATAAN
• UU TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN,
TERMASUK UU No.15 Tahun 2006 Tentang BPK

15
TERIMA KASIH

16