Anda di halaman 1dari 25

STUDI KELAYAKAN

 Studi yang dilakukan untuk mengetahui


dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan

 PENDAHULUAN
 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
 ASPEK LINGKUNGAN INDUSTRI
 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
 ASPEK MANAJEMEN DAN SDM
 ASPEK YURIDIS
 ASPEK FINANSIAL
 KESIMPULAN

Pengertian & Struktur


 Latar Belakang
Alasan pendirian
 Visi
Sebuah pernyataan yang menjawab
pertanyaan akan menjadi apa.... Cita-cita
 Misi
Sebuat pertanyaan untuk menjawab
pernyataan –akan mencapai apa, akan
mengerjakan apa
 Tujuan
aplikasi real dalam jangka waktu dekat

PENDAHULUAN
 Menjadi unit bisnis pelayanan kesehatan yang Rahmatan
lil’alamin, memiliki komitmen pelayanan kesehatan yang
paripurna meliputi pelayanan medis dan farmasi secara
profesional berlandaskan nilai etika dan moral keislaman

 Menjadi unit bisnis pelayanan kesehatan yang memiliki


komitmen dalam penyampaian KIE (Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi) kesehatan pada masyarakat.

Visi
 Memberikan citra dan wibawa bisnis mandiri
yang terpercaya, bersih, dan penuh tanggung
jawab.
 Menjadi pelopor dalam promosi kesehatan
bagi masyarakat.

Misi
 Menjadi Wadah pengembangan konsep
palayanan kesehatan dan farmasi terintegrasi
mendukung penyelenggaraan profesi dokter
dan farmasis

 Membangun bisnis praktek dokter bersama


dan apotek yang menguntungkan baik
melalui investasi maupun kerjasama

 Memanfaatkan potensi bisnis kawasan


kampus terpadu UII yang mampu menunjang
kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian
masyarakat dan dakwah islamiyah.

Tujuan
 Data permintaan pasar : jml penduduk,
layanan kesehatan

 Market Share : Apotek/klinik sekitar, mini


market

 Bauran Pemasaran : Segmentasi,


Targeting, Potitioning

 Marketing Mix 4P: Produk, Price, Place,


Promotion Mix

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


 Lokasi
 Fasilitas
 Instalasi
 Teknologi yang digunakan
 Lay out
 Time sceduling
 Metode penentuan penjualan

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI


 Desain Struktur Organisasi
 Job Desc & Job Spesifikasi
 Desain jabatan & keahlian
 Sistem penggajian
 Pengaturan operasi

ASPEK MANAJEMEN DAN SDM


 Bentuk usaha
 Perijinan
 Lokasi & Waktu pelaksanaan
 Dukungan pemerintah

ASPEK YURIDIS
 Kebutuhan Modal
 Estimasi pendapatan & Biaya bulan
pertama
 Tentukan BEP
 Estimasikan pendapatan 1 th
 Tentukan BEP tercapai
 Estimasikan Cash Flow > Rencana
pendapatan & Biaya 5 th (sesuai proyek
berlangsung)
 Lakukan analisa investasi
 Proyeksi Laba Rugi

ASPEK FINANSIAL
 BEP : Omzet yg dicapai menghasilkan keuntungan yg
sama dg biaya tetapnya
Biaya yg relatif tetap tidak
berubah-ubah
1 Ex : Gaji, RT, Listrik, telp,
penyusutan dll
BEP = X BT
1 - BV
Penjualan
Biaya yg relatif berubah
berdasarkan omzet
Ex : Pembelian obat, Embalage,
Tuslag, % omzet/Penjualan
• Asumsikan omzet tiap bulan Pajak penghasl apt
selama 1 tahun > menentukan
kapan BEP tercapai
• umumnya biaya variabel selain
pembelian obat diabaikan

ANALISA BEP Company Logo


METODE PENILAIAN INVESTASI
 Pada umumnya ada lima metode yang biasa
dipertimbangkan dalam penilaian investasi, yaitu:
1. payback period
2. Discounted payback period.
3. Net Present Value (NPV)
4. Internal Rate of Return (IRR)
5. Modified internal rate of return (MIRR).

* Menggunakan data Cash flow


13
PAYBACK PERIOD
 Merupakan metode formal tertua dibanding metode penilaian
investasi lainnya. Kriteria yang dipakai adalah seberapa cepat
suatu investasi bisa kembali. Jika waktu pengembalian (payback
period) proyek tersebut lebih pendek daripada umur proyek, maka
proyek akan diterima, dan sebaliknya.

 Masalah utama yang dihadapi oleh metode ini adalah:


1. Tidak adanya suatu standar yang dapat digunakan untuk
menentukan payback period maksimum yang disyaratkan
sebagai angka pembanding.
2. Diabaikannya nilai waktu uang (time value of money) dan tidak
mempertimbangkan penerimaan kas setelah periode payback.

14
Proyek A (jutaan rupiah)

-1.000 500 400 300 100

Proyek B (jutaan rupiah)

-1.000 100 300 400 600

CONTOH ALIRAN KAS


15
PAYBACK PERIOD
 Contoh: Berdasarkan tabel data di atas, maka PP proyek ABC:
PPA = tahun sebelum full recovery + Kekurangan biaya untuk full re cov ery
Aliran kas pada tahun bersangkutan
= 2 tahun + Rp100/Rp300
= 2,33 tahun.

PPB = 3 tahun + Rp200/Rp600


= 3,33 tahun

16
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
Proyek A (jutaan rupiah)

-1.000 500 400 300 100

-1.000 455 331 225 68

Proyek B (jutaan rupiah)

-1.000 100 300 400 600


-1.000 91 248 301 410

17
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
 Contoh: Berdasarkan data di atas, maka PP proyek ABC:
DPPA = tahun sebelum full recovery + Kekurangan biaya untuk full recovery
Aliran kas pada tahun bersangkutan
= 2 tahun + Rp214/Rp225
= 2,95 tahun.

PPB = 3 + Rp360/Rp410
= 3,88 tahun

18
DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
Proyek A (jutaan rupiah)

-1.000 500 400 300 100

-1.000 455 331 225 68

Proyek B (jutaan rupiah)

-1.000 100 300 400 600


-1.000 91 248 301 410

19
NET PRESENT VALUE
 Kiteria yang dipergunakan adalah membandingkan nilai sekarang
investasi (intitial investment) dengan nilai sekarang penerimaan-
penerimaan kas bersih (operational dan terminal cash flow).

 Apabila Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol (positif) maka
proyek tersebut akan diterima, dan jika NPV lebih kecil dari nol
(negatif) maka proyek tersebut ditolak. Untuk menghitung nilai
sekarang (present value), kita perlu menentukan tingkat bunga
(discount factor) yang dianggap relevan.

 Dengan menggunakan data pada tabel 3 dan 4 dan menganggap


tingkat bunga yang relevan 10%, maka besarnya NPV adalah sebagai
berikut: 500 400 300 100
NPV = -1.000 + (1  0,10)   
2
(1  0,10) 3
(1  0,10) 4 (1  0,10)
= -1.000 + 454,5 + 330,58 + 225,39 + 68,3
NPV =Rp78,82 (diterima, karena NPV positif).

20
INTERNAL RATE OF RETURN
 Dasar keputusan yang dipergunakan adalah membandingkan hasil
perhitungan tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang
investasi (present value of initial investment) dengan nilai sekarang
penerimaan-peneriamaan kas bersih di waktu yang akan datang.
 Suatu usulan proyek akan diterima apabila tingkat bunga hasil
perhitungan IRR lebih besar daripada tingkat bunga relevan
(keuntungan yang disyaratkan). Metode ini walaupun sudah
mempertimbangkan nilai waktu uang, namum dalam aplikasinya
masih terdapat beberapa kelemahan jika dibandingkan dengan
metode NPV.
 Berdasarkan data pada tabel 3 dan 4, maka besarnya IRR adalah:
0 = -Rp1.000+ 500 400 300 100
  
(1  IRR) (1  IRR) 2 (1  IRR)3 (1  IRR) 4

IRR = 14,5%, diterima karena lebih besar dari tingkat bunga


relevan 10%.

21
METODE MODIFIED INTERNAL RATE OF
RETURN (MIRR)
 Dari pembandingan kedua metode NPV dan IRR, metode
NPV secara teoritis terbukti sebagai metode yang lebih
baik dibanding metode IRR. Akan tetapi, dalam
kenyataanya banyak praktisi yang lebih senang
menggunakan metode IRR dalam pemilihan proyek,
meskipun metode ini secara teoritis tidak lebih baik
dibanding metode NPV. Untuk itulah kemudian
dikembangkan metode yang merupakan modifikasi atas
metode IRR, yang disebut sebagai metode Modified
Internal Rate of Return (MIRR).
 Rumus untuk menghitung MIRR adalah:
PV Cost = PV Terminal Value
PV Cost = (1.8a)
n
PV Cost =  CIFt (1  k)n  t (1.8b)
t 1 22

(1  MIRR)n
ANALISIS SWOT
Kekuatan adalah kemampuan
STRENGTH internal yang menguatkan usaha

Kelemahan adalah kondisi internal


WEEKNESS yang melemahkan.

Peluang adalah kondisi eksternal


OPPORTUNITY
yg menguntungkan.

GANGGUAN adalah kondisi


THREATS eksternal yang mengganggu usaha
yg akan didirikan

Company Logo
 Layak/tidaknya usaha
 Didasarkan pada pertimbangan aspek-
aspek studi kelayakan

KESIMPULAN
MATUR NUWUN