Anda di halaman 1dari 28

MATERI E LEARNING

MATA KULIAH MANAJEMEN PAJAK


RABU, 30 DESEMBER 2015. KELAS 22A DAN 22B
PERINTAH
1. BACALAH MODUL MENGENAI AKUNTANSI AKTIVA
TETAP
2. PELAJARI MATERI INI
3. KERJAKAN TUGAS 1 DAN TUGAS 2
4. TUGAS DI KERJAKAN DGN TULIS TANGAN,
PEKERJAAN DI
KUMPULKAN PADA HARI SELASA 5 JAN 2016.
DI PENGAJARAN FE KAMPUS 2.

LOGO
SELAMAT BELAJAR DAN MENGERJAKAN
Aktiva Tetap
MUSHAWIR

LOGO
Klasifikasi Aktiva
 Dikelompokkan menjadi :
Dapat disusutkan : Mesin,
bangunan, peralatan
Tidak dapat disusutkan : Tanah
(kecuali tanah yg dipakai dlm proses
pembuatan produk – keramik,
gerabah, batu bata, genting)
Klasifikasi Aktiva
 Untuk Tujuan Penyusutan Dikelompokkan
menjadi :
Bangunan :
 Permanen =< 20 tahun
 Tidak Permanen =< 10 tahun
Non Bangunan :
 Kelompok I =< 4 tahun
 Kelompok II =< 8 tahun
 Kelompok III =< 16 tahun
 Kelompok IV =< 20 tahun
Perolehan – Pengakuan Awal
 Pembelian
 Dicatat sebesar harga perolehan =<harga
barang ditambah biaya lain yang timbul untuk
menempatkan aktiva pada kondisi dan tempat
yang siap digunakan.
 PPN PM yang tidak dpt dikreditkan dapat
dikapitalisir ke nilai aktiva
 Transaksi dengan fihak terdapat hubungan
istimewa=< dikoreksi ke harga wajar
 Bunga dalam Pembelian angsuran/pembayaran
kemudian tidak dikapitalisir.
Perolehan – Pengakuan Awal
 Sewa Guna Usaha Modal/Capital Lease
Perjanjian dengan pemberian hak kepada
lessee(penyewa) untuk menggunakan
aktiva yang dimiliki lessor selama masa
tertentu dengan membayar sejumlah
uang (lease) dengan hak membeli aktiva
setelah masa kontrak berakhir.
Secara fiskal aktiva baru boleh diakui
setelah lessee menggunakan hak
Perolehan – Pengakuan Awal
 Pertukaran
Dinilai menurut nilai wajar aktiva yang
diterima atau diserahkan mana yang
diketahui dengan pasti dan andal.
Selisih nilai buku aktiva lama dengan nilai
perolehan aktiva baru dari pertukaran
aktiva bukan sejenis diakui sebagai laba
atau rugi.
Perolehan – Pengakuan Awal
 Membangun Sendiri
Nilai perolehan meliputi seluruh biaya yang
dikeluarkan sehubungan dengan
pembangunan aktiva hingga siap
dipergunakan.
Apabila pembangunan menggunakan dana
pinjaman maka bunga yang timbul dikapitalisir
ke nilai perolehan aktiva.
Biaya Bunga masa konstruksi

 Bunga pinjaman selama masa


konstruksi suatu asset merupakan
komponen biaya langsung atas harga
pokok atau harga perolehan aktiva.
 Biaya bunga selama masa konstruksi
harus dikapitalisir menjadi komponen
harga pokok/harga perolehan aktiva
sampai dengan konstruksi asset selesai.
… masa konstruksi

 Bila terdapat penempatan deposito/ tabungan


yang dananya langsung atau tidak langsung
berasal dari dana pinjaman maka:
 Bila rata-rata pinjaman < = jumlah rata-rata
deposito/tabungan, bunga pinjaman tidak
dapat dikurangkan sebagai biaya.
 Bila rata-rata pinjaman < jumlah rata-rata
deposito/tabungan, bunga pinjaman yang
dapat dikurangkan adalah biaya bunga atas
selisih rata-rata pinjaman dg rata-rata
deposito/tabungan
… masa konstruksi

 Bukan termasuk dalam pengertian


deposito/tabungan seperti tersebut diatas:
 Penempatan di rekening giro yang atas jasanya
dikenakan PPh final
 Adanya keharusan bagi WP untuk menempatkan
dana dalam jumlah tertentu di suatu bank
berdasarkan ketentuan perundang-undangan
yang berlaku
 Dapat dibuktikan bahwa penempatan dlm
deposito tsb berasal dari penambahan modal
atau sisa laba setelah pajak.
… masa konstruksi
 Rata-rata pinjaman 1 tahun Rp 150
jt
 Rata-rata deposito dalam 1 th Rp
40 jt
 Bunga pinjaman seluruhnya Rp 15
jt
 Bunga pinjaman yang dapat
dikapitalisir :
{(150jt-40 jt)/150 jt} x Rp 15 jt
= Rp 11 jt
Perolehan – Pengakuan Awal
 Hibah, Bantuan atau Pemberian
Diterima oleh Badan Keagamaan, sosial,
pendidikan dan pengusaha kecil yang
tidak ada hubungan usaha, pekerjaan,
kepemilikan atau penguasaan antara
pemberi dan penerima dinilai sejumlah
nilai buku dari pemberian.
Perolehan karena hibah,
bantuan/pemberian yang tidak memenuhi
kualifikasi tsb dinilai dengan harga pasar.
Penyusutan

 Biaya Pendirian dapat dibebankan sekaligus


di tahun pengeluaran atau diamortisasi
berdasar metode garis lurus/saldo menurun.
 Hak penambangan migas diamortisasi
berdasarkan metode satuan produksi tanpa
batas, sedangkan hak penambangan yang lain
serta hak pengusahaan hutan diamortisasi
dengan metode satuan produksi dengan
batasan paling banyak 20% per tahun.
Penyusutan
 Dimulai pada bulan terjadinya pengeluiaran, kecuali
untuk harta yang dalam proses pengerjaan dimulai
bulan selesainya pengerjaan.
 Pembebanan atas harta tak berwujud ( HGU, HGB,
HaK pakai, biaya pendirian/perluasan modal dihitung
melalui amortisasi.
 Biaya pendirian/perluasan modal dapat
dibebankan sekaligus
Perubahan Variabel estimasi
 Pengeluaran yang menambah umur
ekonomis aktiva dikapitalisir ke nilai aktiva
dan dibebankan melalui depresiasi selama
sisa manfaat aktiva yang bersangkutan.
 Penarikan atau pelepasan
 Keuntungan atau kerugian diakui pada saat
pelepasan.
LEASING

Lessor Lessee

Pemilik Pengguna
Barang Barang
Leasing
Dengan Hak Opsi
Finance Lease
Jenis SGU
Tanpa Hak Opsi
Operating Lease

SGU Langsung
Direct Lease

Teknis SGU Sindikasi


Pelaksanaan Syndicated Lease

Jual & Sewa Kembali


Sale & Lease Back
SGU dg Hak Opsi
(Financial Lease)

Pajak: PSAK 30:

1.Jumlah pembayaran selama masa SGU I 1.Memiliki hak opsi


+ nilai sisa brg dpt menutup cost brg +
profit

2.Masa SGU minimal : 2.Pembayaran berkala + nilai sisa


- 2 th utk brg modal Gol. I mencakup harga perolehan +
- 3 th utk brg modal Gol. II & III bunganya (keuntungan)
- 7 th utk brg modal Gol. Bangunan

3.Perjanjian memuat hak opsi bagi Lessee. 3.Masa SGU minimal 2 tahun
Pajak : Lessor – Financial Lease
 Ph adalah pembyrn - angs.pokok
 Tidak boleh menyusutkan brg modal
 Dapat membentuk cadangan, max: 2,5% x rata-
rata saldo awal & saldo akhir piutang SGU
(pokok & bunga)
 Kerugian piutang tak tertagih dibebankan ke
cadangan ybs
 Dlm hal cadangan < kerugian, sisanya mrp
penghasilan, bila kurang kekurangan mrp biaya
 Angsuran PPh Ps 25 dihitung dari laporan
keuangan triwulan disetahunkan
 Masa lease tidak sesuai ketentuan, ph akan
dikoreksi
 Dikecualikan dari pengenaan PPN
Pajak : Lessee – Financial Lease

 Selama masa SGU tidak boleh menyusutkan


brg modal, sampai hak opsi dipakai
 Dasar penyusutan setelah pemakaian hak opsi
= nilai sisa (residual value)
 Pembayaran SGU mrp biaya, kecuali
pembebanan atas tanah
 Masa lease tidak sesuai ketentuan, koreksi
biaya
 Atas pembayaran SGU tidak dikenakan
pemotongan PPh Pasal 23
SGU tanpa Hak Opsi
(Operating Lease)

Lessor Lessee
 Objek PPh adalah seluruh  Seluruh pembayaran dpt
pembayaran yg diterima dibebankan sbg biaya
 Dapat membebankan biaya  Tidak boleh membebankan
penyusutan brg modal biaya penyusutan brg
modal
 Tidak diperkenankan
membentuk cadangan  Wajib memotong PPh Ps.
penghapusan piutang ragu- 23 atas pembayaran kpd
ragu Lessor.
 Penyerahan terutang PPN
Revaluasi Aktiva Tetap untuk Tujuan
Perpajakan
Syarat Perusahaan:
 WP Badan DN & BUT, pembukuan tidak dalam
mata uang Dollar AS
 telah memenuhi semua kewajiban pajaknya s.d.
masa pajak terakhir sebelum masa pajak
dilakukannya penilaian kembali
Aktiva:
 Seluruh aktiva tetap berwujud, termasuk tanah
yang berstatus hak milik atau hak guna
bangunan ATAU seluruh aktiva tetap TIDAK
termasuk tanah.
yang terletak atau berada di Indonesia, yang
dimiliki dan dipergunakan untuk 3M Objek Pajak

Revaluasi tidak dapat dilakukan kembali


sebelum lewat jangka waktu 5 tahun
Revaluasi Aktiva Tetap untuk Tujuan Perpajakan

Dasar Penilaian:
Nilai pasar / nilai wajar yg ditetapkan oleh perusahaan
jasa penilai atau ahli penilai
DJP dapat menetapkan kembali nilai pasar/ nilai waja
Revaluasi dilakukan dalam jangka waktu paling lama
1 tahun sejak tanggal laporan ahli penilai

Dasar Pengenaan Pajak:


= Nilai Revaluasi – NSBF semula

PPh Terutang:
= 10% x DPP (Final)
Revaluasi Aktiva Tetap untuk Tujuan
Perpajakan

Pembayaran PPh:
Dapat mengangsur paling lama 12 bulan
Penyusutan setelah Revaluasi

 Dasar penyusutan = nilai sisa buku fiskal baru


nilai perolehan fiskal baru
 Penyusutan baru mulai bulan revaluasi
 Sisa manfaat fiskal =kembali menjadi masa
manfaat penuh
 Penyusutan awal tahun s.d. sebelum revaluasi
prorata
 Tidak memperoleh persetujuan penilaian kembali
dasar penyusutan fiskal dan sisa manfaat fiskal
semula
Pengalihan

 Sebelum masa manfaat baru berakhir


Aktiva kelompok 1 dan 2
 Sebelum 10 Tahun untuk kelompok 3, 4
dan bangunan

Tambahan PPh Final:


=(TT-10%)x (nilai revaluasi – NSBF semula)
kecuali:
 Karena force majeur
 Dlm rangka restrukturisasi (gabung, lebur, mekar)
 AT rusak berat
Pembukuan

 Selisih lebih penilaian kembali di atas NSB Komersial - Pajak


Penghasilan dibukukan dalam neraca komersial pada
perkiraan modal dengan nama "Selisih Lebih Penilaian Kembali
Aktiva Tetap Perusahaan Tanggal .............“
 Pemberian saham bonus atau pencatatan tambahan nilai nominal
saham tanpa penyetoran yang berasal dari kapitalisasi selisih
lebih penilaian kembali aktiva tetap perusahaan, sampai dengan
sebesar selisih lebih penilaian kembali secara fiskal bukan
merupakan Objek Pajak
 Dalam hal selisih lebih penilaian kembali secara fiskal < daripada
selisih lebih penilaian kembali secara komersial pemberian saham
bonus atau pencatatan tambahan nilai nominal saham tanpa
penyetoran yang bukan merupakan Objek Pajak max sebesar
selisih penilaian kembali secara komersial