Anda di halaman 1dari 23

Endometriosis jaringan parut (dinding abdomen)

Endometriosis parut dinding abdomen. (a) Sonogram transversal


menunjukkan bentuk irregular, massa solid hipoekoik pada lemak
subkutan. (b) Power Doppler sonografi menunjukkan tidak adanya
vaskularisasi.
Massa neoplastik superfisial
echogenositas

vaskularisasi

kuantitas

ukuran

hubungan dengan struktur sekitar

Karakteristik detail pada tumor memerlukan imajing


lebih lanjut menggunakan Computed Tomography
(CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Massa neoplastik jinak
Lipoma
massa jinak jaringan lunak
yang biasanya berlokasi di
subkutan, intramuscular,
dan intermuscular. Pada
Ultrasound, lipoma terlihat
hipoavaskular, homogeny,
dan didominasi gambaran
hiper-isoekoik yang
mengelilingi jaringan
lemak

Diagnosis lipoma dengan Ultrasound harus dibuat


dengan hati-hati karena angiolipoma dan low-
grade liposarcoma tersusun dari jaringan lemak
benigna dan maligna bias tampak seperti lipoma.
Fibromatosis
Fibromatosis superfisial adalah tumor jinak yang
dikarakteristikkan sebagai proliferasi fibrous, yang bertipe
lesi subkutan yang tumbuh lambat. Pada Ultrasound,
fibromatosis tampak hyperechoic dan gambaran vaskuler
yang berbeda-beda.
Tumor desmoid ekstra-abdominal

Tumor desmoid ekstra-abdominal adalah tumor fibroblastic lokal agresif


yang muncul pada jaringan penghubung di otot dan menutupi aponeurosis
atau fascia pada otot ekstra abdominal. Tumor tersebut tidak memiliki
potensi metastase, tapi memiliki insiden kambuh dan pola pertumbuhan
agresif local yang tinggi (87%). Pada Ulstraound, tampak sebagai infiltrate,
padat, dan massa heterogen. Biasanya, sonografi menunjukkan tingkat
vaskularisasi yang berbeda-beda.
• Myxomas
Jaringan lunak myxoma dapat dilihat hubungannya dengan dysplasia
fibrosis. Pada Ultrasound, myxoma terlihat tidak padat, massa
hypoechoic yang fluktuatif. Myxoma berenkapsulasi dan sering
mengandung komponen kistik.

• Tumor pembungkus saraf


Merupakan tumor jinak yang terdiri dari schwannoma dan
neurofibroma. Schwannoma cenderung hypoechoic, mengelilingi,
dan massa yang berdiferensiasi baik yang meruncing di bagian distal
pada Ultrasound dan memiliki komponen kistik yang aneh.
Neurofibroma sering terlihat memanjang dan sejajar pada aksis
panjang saraf. Kedua tumor tersebut menunjukkan vaskularisasi
pada Doppler US.
Neurofibroma pada seorang anak perempuan 13 tahun. Gambar warna
Doppler (a) transversal dan (b) longitudinal menunjukkan masssa solid
hipoekoik dengan vaskularisasi sentral. (c) gambar Spectral Doppler
menunjukkan aliran arteri tekanan rendah.
Pilomatricoma

Pilomatricoma adalah tumor jinak yang diperkirakan muncul


dari kulit anggota badan. Meskipun pilomatricoma terhitung
kurang dari 1% pada semua kasus tumor kulit, tumor tersebut
merupakan tumor kutan solid yang paling sering pada pasien
berusia 20 tahun dan dibawahnya, dengan puncak tertinggi
kedua yaitu pada dewasa tua (50-65 tahun).

Lokasi paling sering yaitu kepala, leher, wajah, dan tangan. Pada
sonografi, pilomatricoma sering terlihat sebagai massa subkutan
disertai dengan fokus-fokus echogenic internal, kalsifikasi
internal, dan lingkaran hypoechoic. Kalsifikasi, yang khasnya
memiliki sentral, terlihat pada sekitar 85% lesi. Vaskularisasi
internal terlihat pada 50% lesi-lesi ini.
Pilomatricoma. (a) dan (b) sonogram transversal menunjukkan
sebuah lesi massa subkutan hiperekoik (panah) dengan
kalsifikasi (kepala panah) pada bahu kanan. (c) Doppler US
warna menunjukkan aliran arteri pada lesi.
Malformasi vaskuler
Hemangioma sering dilihat sebagai malformasi vaskuler dan
mendasari 7% dari semua massa jaringan lunak. Kejadiannya
lebih serig pada wanita.
Sebagian besar tumor jaringan lunak yang terdiagnosis pada
kelompok usia anak-anak adalah hemangioma. Hemangioma
kapiler merupakan bentuk paling banyak dan sering regresi
spontan.
Hemangioma kavernosus lebih besar daripada hemangioma
kapiler dan sering berlokasi di intramuskuler. Penyakit tersebut
biasanya terdapat pada usia lanjut dan tidak ada regresi
spontan yang diamati.
Pada Ultrasound, terlihat saluran vaskuler yang jelas,
phlebolith dan lemak. Malformasi arteriovenosus (AVMs)
dapat dibedakan dari hemangioma berdasarkan gambaran
yang kaya vaskularisasi pada Doppler US. Rata-rata puncak
kecepatan vena pada hemangioma lebih rendah secara
signifikan dibanding pada AVMs.
Figure 13: Hemangioma in left thigh. Color Doppler US
shows heterogeneous hypoechoic soft tissue mass with
prominent vascularization in the subcutaneous area.
Figure 14: Hemangioma. Color Doppler image reveals a highly
vascular mass consistent with capillary hemangioma at the
superolateral margin of the right orbit.
Massa maligna

Massa maligna jaringan lunak superfisial merupakan neolpasma primer atau


metastase dan insidensinya meningkat siring usia. Sebagian besar sarcoma maligna
pada dua decade pertama adalah rhabdomyosarcoma dan pada lima sampai tujuh
decade mrupakan fibrous histiocytoma maligna.
Pada Ulstrasound, tumor maligna jaringan lunak biasanya terlihat hipoechoik dan
hiper vaskuler dan dapat berdeferensiasi dengan baik. Komponen kistik, nekrosis
area, dan kaslsifikasi distrofik juga dapat terlihat. Vaskularisasi tumor berhungan
dengan derajat neoangiogenesis.
Banyak peneliti menyarankan bahwa warna dan power Dopler USG dapat berguna
untuk membedakan tumor jinak dan ganas, dan tahap keganasan tumor. Tidak
adanya aliran hanya terlihat pada lesi yang jinak,dan nilai prediksi negativenya
tinggi. Adanya aliran tidak menunjukan perbedaan yang mencolok dan dapat
terlihat pada kedua lesi jinak dan ganas. Hyperemia bukan merupakan ciri tetap
dari semua tumor ganas.
Bentuk linear dan reguler pada pembuluh lebih mengarahkan ke sifat yang jinak,
sedangkan bentuk tersebar dan tidak teratur dari pembuluh dan perubahan
mendadak diameter pembuluh darah dapat dihubungkan dengan angiogenesis
tumor yang tidak teratur dan dapat mengarah ke keganasan
• USG dopler berwarna merupakan modalitas pencitraan penting dalam tindak
lanjut respon terhadap kemoterapi dan radioterapi.
• Kriteria : USG dopler berwarna, ada atau tidak adanya aliran Doppler, jumlah
pembuluh darah dalam massa, orientasi, dan pembuluh di lesi (teratur atau tidak
teratur, linear atau berliku-liku) dan ada atau tidak adanya perubahan mendadak
dalam diameter pembuluh.
• Indikasi keganasan : Peningkatan vaskularisasi (tiga atau lebih), distribusi tidak
teratur dari pembuluh tumoral, tortuositas, adanya aliran berbintik, dan adanya
perubahan mendadak dalam diameter pembuluh. Diagnosis tumor jaringan lunak
ganas ditemukan 2 indikasi.
• Menggunakan kriteria ini, USG dopler berwarna menyediakan sensitivitas 85%,
88% spesifisitas, 91% nilai prediksi negatif, 80% nilai prediksi positif, dan akurasi
87% dalam membedakan tumor ganas dari tumor jaringan lunak jinak.
• Studi lain melaporkan bahwa USG dopler berwarna tidak bisa membedakan
massa ganas dari tumor jinak, tapi analisa spektral ditemukan berguna untuk
membedakan penyakit inflamasi akut (yang menunjukan penurunan impedansi)
dari neoplasma (yang menunjukkan peningkatan impedansi).
• USG memainkan peran penting dalam biopsi dari lesi ganas. Sebuah studi telah
menunjukkan bahwa hasil biopsi perkutan dengan jarum dengan bimbingan
sonografi menghasilkan temuan histopatologi yang sangat sesuai tumor
dibandingkan dengan biopsi bedah. Sonografi juga dapat digunakan untuk
mengikuti respon terapi dan kekambuhan dengan akurasi yang relatif tinggi.
Gambar 13: Hemangioma di paha kiri. USG Dopler berwarna
menunjukkan heterogen hypoechoic massa jaringan lunak dengan
vaskularisasi yang menonjol di daerah subkutan.
Gambar 14: Hemangioma. Gambar Doppler warna
mengungkapkan massa yang sangat vaskular konsisten
dengan hemangioma kapiler di batas superolateral dari orbit
yang tepat.
Gambar 15: Karsinoma sel basal. (A dan b) Doppler Warna dan (c)
gambar Doppler spektral menunjukkan lesi massa hypoechoic
hypervascular dengan gelombang arteri di daerah oksipital kanan.
diagnosis histopatologi berpigmen karsinoma sel basal.
Gambar 16: metastasis Kulit pada karsinoma lambung. (A) gambar
Power Doppler menunjukkan berbentuk tidak teratur, hypoechoic
massa jaringan lunak dengan vaskularisasi internal. (B) spektral
Doppler USG menunjukkan aliran arteri di lesi.
Kesimpulan
USG dan Power Doppler ultrasonografi (PDU)
praktis dan berguna sebagai modalitas pencitraan,
yang juga memiliki keunggulan karena rendah
biaya, mudah tersedia, dan sangat efisien dalam
penilaian dan pemantauan penyakit rematik dan
lesi jaringan lunak lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

1. Joshua F, de Carla R, Rayment M, Bryant C, Shnier R, Edmonds J, et al. Power Doppler ‘blanching’ after
the application of transducer procedure. Australas Radiol 2005;49:18-21.
2. Brown AK, O’connonr PJ, Roberts TE, Wakefield RJ, Karim Z, Emery P. Recommendations for
musculoskeletal ultrasonography by rheumatologists: Setting global standards for best practice by
ecperct consensus. Arthritis Rheum 2005;53:83-92.
3. Bachaus M, Bumreseter GR, Gerber T, Grassis W, Machold KP, Swen WA, et al. Guidelines for
musculoskeletal ultrasound in rheumatology. Ann Rheum Dis 2001;60:641-9.
4. Naredo E, Bijlsma JW, Conaghan PG, Acebes C, Balint P, Berner-Hammer H, et al. Recommendations for
the content and conduct of European League against rheumatism (EULAR) musculoskeletal courses. Ann
Rheum Dis 2008;67:1017-22.
5. Toprak H, Kilic E, Serter A, Kocakoc A, Ozgocmen S. Doppler US in rheumatic disease with special
emphasis on rheumatoid arthritis and spondyloarthritis. Diagn Interv Radiol 2014;20:72-7.
6. Taurino M, Rizzo L, Stella N, Mastroddi M, Conteduca F, Maggiore C, et al. Doppler ultrasonography and
exercise testing in diagnosing a popliteal artery adventitial cyst. Cardiovasc Ultrasound 2009;7:23.
7. Ozgocmen S, Kaya A, Kocakoc E, Kamanli A, Ardicoglu O, Ozkurt-Zengin F. Rupture of Baker’s cyst
producing pseudothrombophlebitis in a patient with Reiter’s syndrome. Kaohsiung J Med Sci
2004;20:600-3.
8. Ozgocmen S, Kocakoc E, Kiris A, Ardicoglu O. Pseudothrombophlebitis in a patient with Behcet’s
syndrome: Doppler ultrasound and magnetic resonance imaging findings. Clin Rheumatol 2002;21:60-2.
9. Teh J, Whiteley G. MRI of the soft tissue masses of the hand and wrist. Br J Radiol 2007;80:47-63.
10. Hwang S, Adler RS. Sonographic evaluation of the musculoskeletal soft tissue masses. Ultrasound Q 2005;21:259-70.
11. Middleton WD, Teefey SA, Boyer MI. Sonography of the hand and wrist. Ultrasound Q 2001;17:21-36.
12. Lee HS, Joo KB, Song HT, Kim YS, Park DW, Park CK, et al. Relationship between sonographic and pathologic findings in
epidermoid inclusion cysts. J Clin Ultrasound 2001;29:374-83.
13. Suresh SS, Zaki H. Giant cell tumor of tendon sheath: Case series and review of literature. J Hand Microsurg 2010;2:67-71.
14. Fornage BD. Soft tissue masses: The underutilization of sonography. Semin Musculoskeletal Radiol 1999;3:115-34.
15. Pisetsky DS, Ward MM. Advances in the treatment of inflammatory arthritis. Best Pract Res Clin Rheumatol 2012;26:251-61.
16. Hensen JH, Van Breda Vriesman AC, Puylaert JB. Abdominal wall endometriosis: Clinical presentation and imaging features
with emphasis on sonography. AJR Am J Roentgenol 2006;186:616-20.
17. Wang Y, Tang J, Luo Y. Sonographic diagnosis of fibromatosis. J Clin Ultrasound 2008;36:330-4.
18. Lee JY, Kim SM, Fessell DP, Jacobson JA. Sonography of the benign palpable masses of the elbow. J Ultrasound Med
2011;30:113-9.
19. Robbin MR, Murphey MD, Temple HT, Kransdorf MJ, Choi JJ. Imaging of musculoskeletal fibromatosis. Radiographics
2001;21:585-600.
20. Tsai WC, Chioi HJ, Chou YH, Wang HK, Chiou SY, Chang CY. Differentiation between schwannomas and neurofibromas in the
extremities and superficial body. J Ultrasound Med 2008;27:161-6.
21. Reynolds DL, Jacobson JA, Inampudi P, Jamadar DA, Ebrahim FS, Heyes CW. Sonographic characteristics of peripheral nerve
sheath tumors. AJR Am J Roentgenol 2004;182:741-4
22. Wickremaratchi T, Collins CM. Pilomatrixoma or calcifying epithelioma of Malherbe invading bone. Histopathology
1992;21:79-81.
23. Marrogi AJ, Wick MR, Dehner LP. Pilomatrical neoplasms in children and young adults. Am J Dermatopathol 1992;14:87-94.
24. Choo HJ, Lee SJ, Lee YH, Lee JH, Oh M, Kim MH, et al. Pilomatricomas: The diagnostic value of ultrasound. Skeletal Radiol
2010;39.243-50.
25. Olsen KI, Stacy GS, Montag A. Soft-tissue cavernous hemangioma. Radiographics 2004;24:849-54.
26. Paltiel HJ, Burrows PE, Kozakewich HP, Zurakowski D, Mulliken JB. Soft tissue vascular anomalies: Utility of US for diagnosis.
Radiology 2000;2014:747-54.
27. Blacksin MF, Ha DH, Hameed M, Aisner S. Superficial sot-tissue masses of the extremities. Radiographics 2006;26:1289-304.
28. Dock W, Grabenwöger F, Metz V, Einberger K, Farres MT. Tumor vascularization: Assesment with Duplex sonography.
Radiology 1991;181:241-4.
29. Giovagnorio F, Andreoli C, De Cicco ML. Color Dopplersonography of focallesions of the skin and subcutaneous tissue. J
Ultrasound Med 1999;18:89-93.
30. Iovane A, Midiri M, Caruso G, Princiotta C, Lagalla R. Potential uses of color Doppler in periskeletal soft tissue neoplasms.
Radiol Med 1997;94:583-90.
31. Belli P, Constantini M, Mirk P, Maresca G, Priolo F, Marano P. Role of color Doppler sonography in the assesment of
musculoskeletal soft tissue masses. J Ultrasound Med 2000;19:823-30.
32. Kaushik S, Miller TT, Nazarian LN, Foster WC. Spectral Doppler sonography of musculoskeletal soft tissue masses. J
Ultrasound Med 2003;22:1333-6.
33. Schick S, Steiner E, Gahleitner A, Böhm P, Helbich T, Ba-Ssalamah A, et al. Differentiation of benign and malignant tumors of
the parotid gland: Value of pulsed Doppler and color Doppler sonography. Eur Radiol 1998;8:1462-7.
34. Hata K, Hata T, Kitao M. Intratumoral peak systolic velocity as a new possible predictor for detection of adnexal malignancy.
Am J Obstet Gynecol 1995;172:1496-500.
35. Ozbek SS, Arkun R, Killi R, Memis A, Dagdeviren A, Sevinc E. Image-directed color Doppler ultrasonography in the evaluation
of superficial solid tumors. J Clin Ultrasound 1995;23:233-8.
36. Liu JC, Chiou HJ, Chen WM, Chou YH, Chen TH, Chen W, et al. Sonographically guided core needle biopsy of the soft tissue
neoplasms. J Clin Ultrasound 2004;32:294-8.