Anda di halaman 1dari 34

PENGAUDITAN 1

Chapter 2 :
PROFESI AKUNTAN PUBLIK
(Certified Public Of
Accountant / CPA)

Oleh :
M.Riduan Abdillah SE,M.Si,Akt,CA
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-1
AGENDA

1. Apa Itu KAP, Kegiatan & Struktur ?

2. Peran PCAOB & SOX Terhadap CPA

3. 10 Standar Audit (GAAS) & ISA & PSA

4. Pengendalian Mutu KAP

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-2


KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Hak legal untuk melakukan audit diberikan kepada


kantor akuntan publik oleh Menteri Keuangan.

Kantor akuntan publik juga memberikan banyak


jasa lain klien seperti jasa pajak dan konsultasi.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-3


KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Empat KAP terbesar di AS disebut dengan


the “Big Four” international CPA firms.

Empat KAP terbesar ini mempunyai kantor yang


Dominan di AS dan dibeberapa kota di dunia.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-4


KANTOR AKUNTAN PUBLIK

 Big Four international firms :


Deloitte Touche Tohatsu, Ernst & Young Global,
PricewaterhouseCoopers, KPMG International.
 National firms (Afiliasi Di Indonesia) :
Osman Bing Satrio & rekan, Purwantoro,
Sarwoko & Sandjaja, Haryanto Sahari & Rekan,
Sidharta & Wijaya
 Regional and large local firms
 Small local firms
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-5
KEGIATAN KANTOR
AKUNTAN PUBLIK
 Accounting and bookkeeping services

 Tax services

 Management consulting services

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-6


STRUKTUR KANTOR
AKUNTAN PUBLIK
Tiga faktor yang mempengaruhi struktur organisasi
KAP adalah :

1. Kebutuhan akan independensi dari klien


2. Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi.
3. Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang
dihadapi auditor.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-7


STRUKTUR KANTOR
AKUNTAN PUBLIK
 Perusahaan Perorangan (Proprietorship)
 Persekutuan (Partnership)

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-8


HIRARKI KAP YANG KHAS
Pengalaman
Tingkat Staf Rata-Rata Tanggunga Jawab Utama

Melakukan sebagian
Asisten Staf 0-2 Tahun Besar pekerjaan audit
Yang terperinci.
Auditor
Mengkoordinasikan dan bertanggung
Senior/ Jawab atas pekerjaan lapangan audit,
2-5 Tahun Termasuk mengawasi dan menelaah
Penangung Pekerjaan staf.
Jawab

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2-9


HIRARKI KAP YANG KHAS

Tingkat Staf Pengalaman Tanggung Jawab Utama


Membantu penanggung jawab merencanakan
dan mengelola audit , menelaah pekerjaan
Penanggung jawab serta membina hubungan
Manager 5-10 Tahun Dengan klien. Seorang manajer mungkin
Bertanggung jawab atas lebih dari satu
Penugasan pada saat yang sama.

Menelaah keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat


10 tahun ke Dalam keputusan-keputusan audit yang signifikan.
Partner Seorang partner adalah pemilik KAP dan karenanya
atas Mengemban tanggung jawab akhir dalam
Melaksanakan audit dan melayani klien.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 10


E-COMMERCE DAN
OPERASI KAP
KAP menggunakan internet untuk memasarkan jasa-jasanya serta
menyoroti hal-hal seperti lokasi kantor atau afiliasi, lini-lini jasa serta
spesialisasi industri dan menyediakan alat-alat serta bahan acuan
bagi klien yang sekarang maupun calon klien.

Web site KAP juga menyajikan alat bantu berupa peranti lunak dan
database online bagi pelanggan yang membayar fee.

Keuntungan KAP memiliki online resources dan databases untuk


membantu staff mereka mengevaluasi bisnis dan isu perkembangan
standar bisnis.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 11


Memahami Peran PCAOB
Dan Pengaruh SOX Terhadap
Akuntan Publik

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 12


SARBANES-OXLEY ACT & PUBLIC
COMPANY ACCOUNTING
OVERSIGHT BOARD DI AS
UU ini menjadi legislasi sangat penting yang
Berdampak pada profesi audit sejak tahun
1930.

UU ini ditujukan untuk perusahaan publik dan


Kantor yang mengaudit perusahaan publik
Tersebut.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 13


SARBANES-OXLEY Act
SEC
(Securities and Exchange Commission)
Mengawasi auditor
Perusahaan publik,
Mengawasi
Menetapkan standar
Audit & pengedalian
Mutu utk audit PCAOB Dibentuk
Perusahaan
Terbuka serta (Public Company Dengan
Melakukan
Pemeriksaan atas Accounting Adanya
Pengendalian
Mutu di kantor-
Oversight Board) SOX
Kantor yang
Melakukan audit
Tsb.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 14


SARBANES-OXLEY ACT

PCAOB menginspeksi terhadap registrasi


perusahaan akuntansi (publik) dan menilai
kepatuhan mereka dengan aturan dari PCAOB dan
SEC.

Di Indonesia, PCAOB sama dengan PPAJP


(Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai)

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 15


Securities and Exchange
Commission (SEC)
Tujuan Securities and Exchange Commission
(SEC) adalah untuk membantu para investor
Dalam hal keandalan informasi di pasar modal
Sabagi wujud pengambilan keputusan investasi.

Di Indonesia, SEC ini dapat dipersamakan


Dengan OJK (otoritas jasa keuangan yang
Dulu dikenal dengan sebutan BAPEPAM-LK).

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 16


10 STANDAR AUDIT YANG
BERLAKU UMUM (GAAS)
( Saat Ini Mengadopsi ISA )

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 17


INSTITUT AKUNTAN PUBLIK
INDONESIA
Kewenangan menetapkan :
1. Standar Audit DSPAP PSA
2. Standar Kompilasi dan Review
DSPAP Standar Jasa Akuntansi &
Review (PSJAR)
3. Standar Atestasi Lainnya
4. DSPAP Pernyataan Standar Atestasi
(PSAT)
5. Kode Etik “DSAP = Kode Etik IFAC”
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 18
GENERALLY ACCEPTED AUDITING
STANDARDS

Standar Umum
1. Pelatihan dan kecakapan teknis yang memadai

2. Sikap mental yang independen

3. Kemahiran profesional

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 19


Generally Accepted Auditing
Standards
Standar Pekerjaan Lapangan
1. Perencanaan dan pengawasan yang memadai

2. Memahami entitas dan lingkungannya, termasuk


pengendalian internal

3. Bukti yang mencukupi dan tepat

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 20


Generally Accepted Auditing
Standards
Standar Pelaporan
1. Statements prepared in accordance with GAAP

2. Circumstances when GAAP not followed

3. Adequacy of disclosures

4. Expression of opinion on financial statements

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 21


STANDAR UMUM (GENERAL
STANDARDS)
Berisikan :
1. Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah
mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan teknis
yang memadai sebagai seorang auditor.

2. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang


independen dalam semua hal yang berhubungan
dengan audit.

3. Auditor harus menerapkan kemahiran profesional


dalam melaksanakan audit dan menyusun laporan.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 22


STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN
(Standards of Field Work)
Berisikan :
1. Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan
mengawasi semua asisten sebagaimana mestinya.

2. Auditor harus memperoleh pemahaman yang cukup mengenai


entitas serta lingkungannya, termasuk pengendalian internal untuk
menilai risiko salah saji yang signifikan dalam laporan keuangan
karena kesalahan atau kecurangan dan untuk merancang sifat,
waktu serta luas prosedur audit selanjutnya.

3. Auditor harus memperoleh cukup bukti audit yang tepat dengan


melakukan prosedur audit agar memiliki dasar yang layak untuk
memberikan pendapat yang menyangkut laporan keuangan yang
diaudit.
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 23
STANDAR PELAPORAN
(STANDARDS OF REPORTING)
Berisikan :
1. Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor
apakah laporan keuangan telah disajikan dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, sekarang
sesuai Standar Akuntansi Keuangan.

2. Auditor harus mengidentifikasikan dalam laporan


auditor mengenai keadaan di mana prinsip-prinsip
tersebut tidak secara konsisten diikuti selama periode
berjalan jika dikaitkan dengan periode sebelumnya.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 24


STANDAR PELAPORAN
(STANDARDS OF REPORTING)
Berisikan :
3. Jika auditor menetapkan bahwa pengungkapan yang informatif
belum memadai, maka auditor harus menyatakannya dalam
laporan auditor.

4. Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan,


secara keseluruhan atau menyatakan bahwa suatu pendapat tidak
bias diberikan, dalam laporan auditor. Jika tidak dapat menyatakan
satu pendapat secara keseluruhan maka auditor harus menyatakan
alasan yang mendasarinya dalam laporan auditor. Dalam semua
kasus, jika nama seorang auditor dikaitkan dengan laporan
keuangan, maka auditor itu harus dengan jelas menunjukkan sifat
pekerjaan auditor jika ada serta tingkat tanggung jawab yang dipikul
auditor dalam laporan auditor.
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 25
PERNYATAAN STANDAR
AUDIT (PSA)
Note : 10 standar audit yang berlaku umum (GAAS) masih terlalu umum
untuk memberikan pedoman yang berarti, sehingga auditor
menggunakan PSA yang diterbitkan DSPAP sebagai pedoman
khusus.
Semua PSA diberi dua nomor klasifikasi, yaitu satu nomor PSA dan satu
nomor SA yang menunjukkan lokasi dalam kodifikasi Standar
Profesional Akuntan Publik (SPAP).

Contoh : Hubungan antara standar audit yang berlaku umum dengan


standar pengendalian mutu, adalah PSA 01 dan SA 161.
Jadi, Nomor PSA menunjukkan urutan pernyataan itu saat dikeluarkan
jika dihubungkan dengan PSA yang lain, sementara nomor SA
menunjukkan lokasinya dalam modifikasi seluruh PSA, yang dikeluarkan
IAPI.
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 26
PERNYATAAN STANDAR
AUDIT (PSA)
INFO TAMBAHAN :
 Nomor-nomor SA yang dimulai dengan angka “ 2 “ selalu
merupakan interpretasi atas STANDAR UMUM.

 Nomor-nomor SA yang dimulai dengan angka “ 3 “


berkaitan dengan STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN.

 Nomor-nomor SA yang dimulai dengan angka “ 4 “, “ 5 “


atau “ 6 “ berkaitan dengan STANDAR PELAPORAN.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 27


Discuss the role of international
auditing standards.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 28


International Standards
on Auditing
(Serupa Dengan GAAS Di Indonesia)

ISA diterbitkan oleh International Auditing


Practices Committee ( IAPC ) dari
International Federation of Accountants
(IFAC).

Note : IFAC adalah organisasi profesi akuntansi sedunia,


dengan 163 organisasi anggota di 120 negara yang
mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan di seluruh dunia

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 29


Identify quality control standards
and practices within the
accounting profession.

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 30


5 UNSUR PENGENDALIAN
MUTU
 Independence, integrity, and objectivity

 Personnel management

 Acceptance and continuation of clients


and engagements

 Engagement performance

 Monitoring

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 31


HUBUNGAN GAAS, PENGENDALIAN
MUTU, PEMANTAUAN PRAKTIK IAPI &
PEER REVIEW

Generally accepted
Quality control
auditing standards
standards (GAAS)

Peer Review
(Rekanan Sejawat)

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 32


LANGKAH MASYARAKAT PROFESI DALAM
MENDORONG PELAKSANAAN KODE ETIK

CPA GAAS and


examination interpretations Continuing
education
requirements
Quality
control
Conduct of
CPA firm Legal
liability
personnel
Peer
review

AICPA practice
Code of sections
PCAOB
Professional
and SEC
Conduct
©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 33
End of Chapter 2

©2008 Prentice Hall Business Publishing, Auditing 12/e, Arens/Beasley/Elder 2 - 34