Anda di halaman 1dari 18

Nur Laila Hamidah

Reference : Dr Edi Hilmawan

PEMANFAATAN DAN OPTIMALISASI


ENERGY DI INDUSTRI
LATAR BELAKANG

Konsumsi energi final tahun 2010


mencapai 1.012 juta SBM. Dengan laju
pertumbuhan konsumsi energi final
nasional rata-rata 3,09% per tahun,
diperkiraan kebutuhan energi final
nasional tahun 2025 sekitar 2.043 juta
SBM pada skenario BAU atau 2.772 juta
SBM pada skenario MP3EI

Konsumsi energi di sektor industri


tahun 2025 diperkirakan mencapai
sekitar 917 juta SBM, pada skenario
BAU atau setara dengan 43% dari total
penggunaan energi final nasional.
(Outlook Energi Indonesia, BPPT 2012)

Peningkatan efisiensi di sektor industri sangat penting


untuk menekan penggunaan energi nasional
PROSES DI INDUSTRI
• Peralatan Proses
– Tungku dan Peralatan PROSES
Pembakar
– Penukar Kalor
– Reaktor Bahan Produk
– Separator Baku
– dll
• Peralatan Utilitas
– Steam Generator (Boiler)
– Pengolahan Air Energi
Listrik Termal Air
– Pengolahan Limbah
– Kompressor UTILITAS
– Pembangkit Listrik

INDEKS EFISIENSI ENERGI :


Efisiensi Energi (KES) = [Energi] / [Produk]
• Konsumsi Energi Spesifik
ENERGY FOOTPRINT INDUSTRI
Central Energy Proccess
Energy Distribution Energy Conversion
Plant Energy

Resource : eere - USA


KONSERVASI ENERGI DI INDUSTRI
AUDIT ENERGI EXISTING SYSTEM
Operasional &
Perawatan

Penerapan Sistem Monitoring


Manajemen Energi dan Kontrol

Penerapan Teknologi
Konservasi Peningkatan Efisiensi
Energi Energi Optimasi Sistem

Penerapan Standard
Efisiensi Energi
Disain/Perencanaan
Sistem Hemat Energi Disain/Perencanaan
Sistem Hemat Energi

NEW SYSTEM
AUDIT ENERGI
 Audit energi adalah aktifitas yang dilakukan untuk PRELIMINARY
mengevaluasi pola penggunaan energi sebuah AUDIT REKOMENDASI
sistem, baik itu berupa industri maupun bangunan, AWAL

guna mengidentifikasi peluang-peluang Tidak

penghematan yang dapat dilakukan. EFISIEN ?


 Audit Energi adalah bagian dari Manajemen Energi
 Sasaran Ya DETIL AUDIT

 Memperoleh Gambaran Pola Penggunaan


Energi REKOMENDASI
NO/LOW
COST
 Fluktuasi Penggunaan Energi (faktor berpengaruh
 Neraca/Distribusi energi (input = output ?)
 Efisiensi Penggunaan Energi
MEDIUM COST
 Mengidentifikasi sumber-sumber pemborosan
energi dan menyusun langkah-langkah HIGH COST
pencegahannya
 Waste Energy (reduce, reuse, recycle)
 Rasionalisasi dan optimalisasi penggunaan energi Feasibility
 Dasar untuk melakukan peningkatan efisiensi Study
penggunaan energi
 Perbaikan manajemen operasi dan perawatan
peralatan konversi energi MONITORING Implementasi
 Reparasi alat dan retrofit
 Instalasi peralatan baru/teknologi hemat energi
ANALISIS HASIL AUDIT : (1) NERACA ENERGI
• Identifikasi jumlah dan jenis energi yang disuplai
– Bahan Bakar (padat, cair, gas ..)
– Listrik (daya terpasang, konsumsi energi)
• Identifikasi proses konversi dan distribusi energi
– Bahan Bakar  Listrik
– Bahan Bakar  Uap
• Identifikasi jumlah energi yang digunakan
– Per jenis peralatan
– Klasifikasikan jenis peralatan (Berdasarkan proses, berdasarkan lokasi)
– Fokus pada Pengguna Energi yang signifikan (SEU)
• Bandingkan antara jumlah energi yang digunakan dengan yang disuplai
– Efisiensi [%]: Energi out / energi in = ?
– Grafik (Sankey diagram, Pie diagram)
– Selisih  rugi-rugi
– Selisih masih bisa ditoleransi ? Tidak  cari penyebabnya
• Perhatikan komposisi pengguna
– Bandingkan dengan acuan
– Cari penyebabnya
• Rekomendasi
– Mengurangi rugi-rugi
– Meningkatkan efisiensi
– Distribusi energi secara efektif dan sesuai
TABEL DAN GRAFIK NERACA ENERGI
Contoh Pie Diagram Industri Textile
Energi Masuk Konversi Energi Energi Terpakai
1. kWh 1. kWh Tak Langsung kWh
2. kWh 2. kWh 1.
2.
Total Konversi kWH Total Tak Langsung kWh
Penggunaan kWh Langsung
Langsung 1.
2.
Total Langsung kWh
Rugi-rugi kWh Rugi-rugi pengguna kWH
Total kWh Total kWh Total kWh
Efisiensi % Efisiensi Akhir %

Neraca Energi bisa juga ditampilkan dalam


Contoh Sankey
bentuk neraca biaya energi Diagram Power Plant
Fokus pada :
• Significant Energy User (Paretto, >80%)
• rugi-rugi (rasional ? Bisa dikurangi?)
• Proses konversi dan distribusi ?
• Diversifikasi sumber energi ?
ANALISIS HASIL AUDIT : (2) BENCHMARKING
• Tentukan Indeks Efisiensi Energi berdasarkan korelasi antara konsumsi
energi dengan faktor-faktor yang berpengaruh
– Kapasitas Produksi  kWh/ton-produk, kkal/kg-produk
– Bahan Baku yang diolah  kkal/ton-bhn baku, kkal/ton-
– Regresi Linier : [Energi] = a [Produksi] + b
• Bandingkan nilai Indeks tersebut dengan acuan:
– Nilai indeks Standard
– Nilai indeks bulan/tahun sebelumnya
– Nilai indeks pada saat disain
– Nilai indeks untuk fasilitas lain yang sejenis (proses, kapasitas)
• Analisa hasil benchmarking
– Efisien – tidak efisien ?
– Penyebab naik turunnya nilai indeks ?
• Aktifitas produksi
• Jenis peralatan yang digunakan
• Faktor Musim (tahunan, siklus lebaran, dll)
• Kesimpulan dan rekomendasi
– Manajemen operasi dan perawatan (SOP)
– Teknologi Hemat Energi (Technology check list)
– Disain Sistem Hemat Energi (retrofit, pengembangan fasilitas baru)
REGRESSION ANALYSIS
 Regresi Linier : Konsumsi energi vs faktor yang mempengaruhi
(ex. Produksi vs Electricity) Slope
Electricity vs Production
160,000
y = 3.3272x + 4784.8
Y = 3,3272 X + 4784,8
140,000 R² = 0.71
120,000
Electricity [kWh]

100,000 Intercept = Baseload


80,000
60,000 baseline Baseload menunjukkan konsumsi energi
40,000 ketika tidak ada produksi
20,000 target Seharusnya nol !
0
0 10,000 20,000 30,000 40,000
 Hindari penggunaan energi saat tidak
Production berproduksi

Persamaan regresi dapat juga digunakan sebagai :


• baseline untuk menentukan target (persamaan baru)
• Tool untuk monitor kinerja energi,
Regresi lainnya :
Multivariable regression (Y = b + a1 X1 + a2 X2 + ...)
Polynomial regression, Non Linier Regression
Gunakan metoda paling sederhana dan mudah diterapkan
REKOMENDASI: (1) PENERAPAN MANAJEMEN ENERGI

 Manajemen Operasional ISO 50001 Energy Management


 SOP
 Mencegah pemborosan
 Mengurangi rugi-rugi
 Critical Parameter
 Kompetensi Operator/Training
 Manajemen Perawatan
 SOP
 Preventif Maintenance
 Predictiv Maintenance
 Energy Performance Indicator
 Baseline and Target
 Corrective Action/Management Review
 Sistem Monitoring dan Kontrol
 Energy Information Management Systems
(EMIS)
 Process Control and Otomasi

11
REKOMENDASI: (2) PENERAPAN TEKNOLOGI HEMAT ENERGI

 Low Energy Consumption Process Equipment


 (Process Specific)
 High Efficiency Energy Conversion Technology (Cross cut technology)
 High Eff Boiler and Water Heater
 High Eff Air Compressor
 High Eff Burner / Furnace
 High Eff Motor and Pumps (ASD, VSD)
 High Eff Turbine
 High Eff HVAC System
 Waste Heat Recovery Equipment
 Cogeneration
 Process Integration
 Energy and Process Management
 Process Automation
 Energy Monitoring and Control System
• Renewable Energy
 Biomass
 Geothermal

12
REKOMENDASI: (3) PENERAPAN STANDARD EFISIENSI
ENERGI
 Standard Kinerja Peralatan
(High Energy Perfomance Standard, Minimum
Energy Performance Standard)
 Boiler
 Motor
EU
 Air Conditioner
 Compressor
 Pumps
 Lamps
Thailand
 Standard Kinerja System
 Green Industry Malaysia

Menyusun acuan Standard Efisiensi


untuk pengadaan Peralatan Baru /
Disain Sistem Baru Cina
India
13
Hong kong
REKOMENDASI: (4) DISAIN SISTEM HEMAT
ENERGI
 Cogeneration
 Combined Heat and Power
 Trigeneration (Combined Cooling, Heat and Power)
 Combined Cycle (Binary Cycle, ORC)
 System Optimization
 Steam System
 Pump System
 Compressed Air System
 HVAC System
 Electrical System
 Process Integration

14
DISAIN SISTEM HEMAT ENERGI : KOGENERASI
 Kogenerasi (Cogeneration) adalah
sistem konversi energi termal yang
secara simultan menghasilkan listrik
dan panas sekaligus COOLING LOAD

 Istilah lain: Kombinasi Panas dan Daya Ads Chiller


180 TR
Ads Chiller
180 TR
Ads Chiller
180 TR

(Combined Heat and Power, CHP) HOT WATER


C65 C65 C65

C65 C65 C65


C65 Microturbine
C65 C65 C65

Eff 35%
C65 MT + CHP module
C65 C65 C65 Electrical Line
Flue Gas Line
C65 C65 C65
Hot Water Line
Chilled Water Line
ELECTRICAL LOAD C65 Multi Pack

Eff 80%
DISAIN SISTEM HEMAT ENERGI : PUMP SYSTEM
OPTIMIZATION

Sumber (UNIDO)
16
ECONOMIC AND FINANCIAL ANALYSIS
Proyek Efisiensi Energi harus mampu menghitung semua
keuntungan/penghematan yang diperoleh terhadap biaya-biaya
yang timbul akibat proyek tersebut.

Keuntungan (benefit) dalam proyek efisiensi energi mencakup benefit


 Keuntungan secara finansial
 Keuntungan dalam penghematan penggunaan energi Ops
 Keuntungan secara lingkungan (biaya eksternal)
 Peningkatan produktifitas akibat meningkatnya efisiensi dan Ops

Total Cost
manajemen operasi dan perawatan peralatan yang optimal
Ops
Biaya-biaya dalam proyek efisiensi energi mencakup Ops
Ops Ops
 Biaya Langsung Proyek (Direct project cost)
Biaya tambahan Operasi dan Perawatan (Additional operations Ops
 Ops
and maintenance cost)
 Capacity Building Cost (Training of personnel on new
technology etc.)

Penilaian Investasi mencakup :


Existing New
 Simple Payback Period (PBP)
 Return on Investmen (RoI) Live Cycle Cost Analysis
 Net Present Value (NPV)
 Internal Rate of Return (IRR)
CONTOH KASUS :
PENERAPAN REGENERATIVE BURNER
Regenerative Burner :
Mengintegrasikan antara penukar kalor regenerasi dengan burner, sehingga panas
buang dari tungku dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.