Anda di halaman 1dari 20

TUGAS EVIDANCE – base medicine

(EBM)
Telaah Kritis Jurnal Terapi

Oleh:
Harianti Ayu Wulandari (1102013122)

Dosen Pembimbing:
DR.Dr. Fatimah Eliana, Sp.PD-KEMD
SKENARIO
Seorang Wanita 42 tahun datang ke dokter dengan keluhan rasa
sakit dan nyeri dibagian perut atas. Pasien juga mengeluhkan
mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan perut
kembung dan pada pemeriksaan endoskopi bagian
kerongkongan, perut, atau duodenum terlihat normal tidak ada
luka sama sekali. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter
menyatakan bahwa pasien menderita non-ulcer dyspepsia yang
disebabkan oleh Helicobacter Pylori. Pasien mengatakan bahwa
pasien resistan terhadap obat clarithromycin dan metronidazole.
Dokter menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi obat
levofloxacin, lansoprazole, dan amoxicillin selama 2 minggu
namun pasien menolak untuk mengkonsumsi selama 2 minggu,
pasien meminta untuk diberikan obat hanya selama 1 minggu
saja.
PERTANYAAN KLINIS
“Bagaimaa respon terapi bila diberikan selama seminggu (7 hari) atau
2 minggu (14 hari)?
KOMPONEN PICO
• Patient : Wanita 21 tahun dengan non-ulcer
dyspepsia
• Intervention : Terapi diberikan seminggu (7 hari)
• Comparasion : Terapi diberikan 2 minggu (14 hari)
• Outcome : Respon terapi terhadap pasien non-
ulcer dyspepsia
Pencarian Bukti Ilmiah
Alamat website : www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed
Kata kunci : Dyspepsia AND Treatment AND
Levofloxacin
Limitasi : Free full text; last 10 years
Hasil pencarian : 42

Jurnal yang dipilih:


Comparison of 7- and 14-day first-line therapies including levofloxacin
in patients with Helicobacter pylori positive non-ulcer dyspepsia
APAKAH HASIL ARTIKEL INI VALID?

PETUNJUK PRIMER
Apakah penempatan pasien ke dalam
kelompok terapi dirandomisasi?
• Ya, pada penelitian ini pengambilan sample dilakukan secara
randomisasi
Apakah semua pasien yang dimasukkan ke dalam penelitian
dipertimbangkan dan disertakan dalam pembuatan
kesimpulan?
• Apakah follow-up lengkap?
Tidak, karena pada penelitian ini terdapat sample yang tidak
melanjutkan follow up yakni group 1 sebanyak 9 pasien dan
group 2 sebanyak 3 pasien dan follow up dilakukan selama 6
minggu.
• Apakah pasien dianalisis pada kelompok randomisasi semula?
Tidak, karena hanya pasien dengan follow-up yang lengkap yang
dilakukan analisis.
APAKAH HASIL ARTIKEL INI VALID?

PETUNJUK SEKUNDER
• Apakah pasien, klinisi dan staf peneliti dibutakan terhadap terapi?
Tidak ada keterangan pada jurnal penelitian, tetapi sebelumnya
respoden diberikan penjelasan melalui inform consent terlebih dahulu.
• Apakah kedua kelompok sama pada awal penelitian?
Ya, berdasarkan baseline characteristic yang ada kedua kelompok
hampir sama saat penelitian.
• Selain perlakuan eksperimen, apakah kedua kelompok mendapat
perlakuan yang sama?
Ya, terdapat perlakuan yang sama pada kedua group karena
pada kedua group dilakukan pemeriksaan biopsi yakni
pengambilan sample dari antrum dan corpus untuk melihat
histopatologi dan sample tersebut akan ditest menggunakan
Rapit Urease Test (RUT).
APA HASILNYA?
• Berapa besar efek terapi?
Kombinasi 3 terapi yakni levofloxacin, lansoprazole, dan amoxicillin yang
dikonsumsi selama 14 hari hasilnya lebih baik dibandingkan dengan
dikonsumsi selama 7 hari.

Control Event Rate (CER), Experimental Event Rate (EER), Relative Ratio
(RR), Relative Risk Reduction (RRR), Absolute Risk Reduction (ARR),
Number Needed to Treat (NNT) tidak ada keterangan pada jurnal
penelitian.
• Bagaimana presisi estimasi efek terapi?
Dalam penelitian jurnal ini batas kemaknaan yang digunakan adalah
p < 0,05, tetapi pada jurnal ini tidak terdapat data untuk interval CI
hasil penelitian.
Apakah hasil ini akan membantu
saya merawat pasien?
• Apakah hasil ini dapat diterapkan untuk pasien saya?
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada pasien saya.Obat yang
diberikan yakni levofloxacin, lansoprazole, dan amoxicillin, sebab
pasien resistan terhadap clarithromycin dan metronidazole. Obat
ini tersedia di Indonesia sehingga pasien mudah untuk
mendapatkan obatnya. Levofloxacin juga memiliki efek samping
yang sedikit dibandingkan obat lain, dan levofloxacin dapatmen
jadi pilihan terapi ke dua terapi jika resistan terhadap
clarithromycin dan metronidazole.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan yang dapat diambil bahwa jurnal ini valid dan
dalapat diterapkan pada psien pada skenario. Dokter
memberikan obat kombinasi 3 terapi yakni levofloxacin,
lansoprazole, dan amoxicillin selama 14 hari, tetapi pasien
menolak dan ingin diberikan hanya 7 hari saja. Pada penelitian
ini mengatakan bahwa 14 hari lebih efektif untuk Helicobacter
Pylori dibandingkan pengobatan selama 7 hari. Pasien juga
resistan terhadap clarithromycin dan metronidazole, maka
pilihan terapi yang tepat untuk pilihan terapi kedua yakni
levofloxacin.
Saran yang dapat diberikan yakni peneliti sebaiknya
memasukan tabel nilai rentang Confidence Interval (CI) pada
hasil sehingga dapat membantu dalam membuat keputusan
klinis, serta memasukan tabel hasil perbandingan antara
diberikan 7 hari dan 14 hari sehingga dapat menghitung nilai
(CER), (EER), (RR), (RRR), (ARR), (NNT).