Anda di halaman 1dari 30

PENGARUH KONSELING DENGAN PENDEKATAN THINKING,

FEELING DAN ACTING (TFA) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI KATARAK

DI RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN

PENGARUH KONSELING DENGAN PENDEKATAN THINKING, FEELING DAN ACTING (TFA) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI

NAMA : ANI WIDAYATI NIM : 1612051 Program Studi Pendidikan Ners

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PATRIA HUSADA BLITAR

2018

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kerugian psikis

Kerugian Fisik Kerugian administratif

Kecemasan pre op

Katarak

1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI
1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI

INSIDEN KATARAK DI

INDONESIA

1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI
  • JAWATIMUR

STUDI PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI
Perawat lebih memperhatikan edukasi perawatan post op di bangsal dan dirumah

Perawat lebih memperhatikan edukasi perawatan post op di bangsal dan dirumah

Perawat lebih memperhatikan edukasi perawatan post op di bangsal dan dirumah

RSUD Kanjuruhan Kepanjen

KAB. MALANG
KAB. MALANG
1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI
1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI

Pasien mengalami kecamasan tanpa intervensi

keperawatan YANG TEPAT

Pasien mengalami kecamasan tanpa intervensi keperawatan YANG TEPAT
1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI

PELAYANAN KEPERAWATAN BELUM KOMPREHENSIF

Kecemasan/ anxietas merupakan salah satu masalah keperawatan
Kecemasan/
anxietas
merupakan salah
satu masalah
keperawatan

kecemasan pre op kurang mendapat perhatian

SOLUSI
SOLUSI
1.1. Latar Belakang Kerugian psikis Kerugian Fisik Kerugian administratif Kecemasan pre op Katarak INSIDEN KATARAK DI
KONSELING PENDEKATAN TFA SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PRE OP KONSELING PENDEKATAN TFA
KONSELING PENDEKATAN TFA
SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN
TINGKAT KECEMASAN PRE OP
KONSELING PENDEKATAN
TFA
ADAKAH PENGARUH? KECEMASAN PRE OP KATARAK
ADAKAH PENGARUH?
KECEMASAN PRE OP
KATARAK

1.2 Rumusan Masalah

adakah pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi katarak di RSUD Kanjuruhankepanjen?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

TUJUAN UMUM
TUJUAN UMUM
TUJUAN KHUSUS
TUJUAN KHUSUS

1.4 MANFAAT PENELITIAN

MANFAAT TEORITIS
MANFAAT TEORITIS

MANFAAT PRAKTIS

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSELING

1.Definisi konseling 2.Tujuan kegiatan konseling

  • 3. Sasaran kegiatan konseling

4.Konseling Sebagai Helping Relationship

  • 5. Konseling dengan Pendekatan Thinking, Feeling

dan Acting (TFA) 6.Kelebihan hubungan konseling

  • 7. Karakteristik hubungan dalam konseling.

  • 8. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses

konseling

9.Tahap-tahap Proses Konseling

2.2. Konsep Kecemasan

  • 1. Pengertian Kecemasan

  • 2. Penyebab Kecemasan

  • 3. Tingkat kecemasan

  • 4. Faktor-faktor Penyebab Kecemasan

  • 5. Prosedur pendekatan pengendalian kecemasan.

  • 6. Ukuran kecemasan

2.3. Konsep Operasi Katarak

  • 1. Definisi katarak

  • 2. Klasifikasi katarak

  • 3. Operasi katarak

  • 4. Indikasi operasi katarak

  • 5. Prosedur Operasi

  • 6. Teknik operasi katarak

  • 7. Lensa buatan intra ocular

  • 8. Diagnosis Keperawatan Pra operasi katarak

2.4 KERANGKA KONSEP
2.4
KERANGKA KONSEP
2.5 HIPOTESIS PENELITIAN
2.5
HIPOTESIS PENELITIAN

Ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain penelitian
3.1
Desain penelitian

pre eksperimental one group pre test -post test design.

3.1 Desain penelitian pre eksperimental one group pre test -post test design. 3.2 Tempat dan Waktu

3.2 Tempat dan Waktu penelitian

Penelitian akan dilakukan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, pada bulan Desember 2017

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

jumlah rata-rata pasien operasi katarak dalam 2 minggu sebanyak 30 orang
jumlah rata-rata pasien operasi katarak dalam 2 minggu
sebanyak 30 orang

3.3.2 Sampel

Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yang memenuhi kriteria penelitian sejumlah 16 orang

3.4 Variabel penelitian
3.4
Variabel penelitian

1. Variabel independen (bebas) :

konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA)

2. Variabel dependen (terikat) :

tingkat kecemasan.

Definisi Operasionall

Definisi Operasionall
3.5 Teknik Pengumpulan data Ijin Penelitian Instrumen pengumpulan data Cara Pengumpulan Data
3.5 Teknik Pengumpulan data
Ijin Penelitian
Instrumen pengumpulan data
Cara Pengumpulan Data
  • 3.6 Teknik Analisa Data

Data berdistribusi normal, uji independent sample T-Test.

Data yang diperoleh tidak berdistribusi normal uji Mann-Whitney

  • 3.7 Etika Penelitian

Lembar persetujuan menjadi responden Tanpa nama (Anonimity) Kerahasiaan (Confidentallity
Lembar persetujuan menjadi responden
Tanpa nama (Anonimity)
Kerahasiaan (Confidentallity

BAB IV

HASIL DAN

PEMBAHASAN

1. HASIL PENELITIAN

1. DATA UMUM KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN

1.BERDASARKAN PENDIDIKAN

40% 30% 20% 10% 0% 4 orang 6 orang 3 orang 2 orang 1 orang Tidak
40%
30%
20%
10%
0%
4 orang
6 orang
3 orang
2 orang
1 orang
Tidak sekolah
SD
SMP
SMA
Perguruan
Tinggi

mayoritas berpendidikan SD, sejumlah 6 orang (37,5%)

2. BERDASARKAN JENIS KELAMIN

60.00% 40.00% 20.00% 0.00% 9 orang 7 orang Laki-laki Perempuan
60.00%
40.00%
20.00%
0.00%
9 orang
7 orang
Laki-laki
Perempuan

mayoritas berjenis kelamin laki-laki, sejumlah

9 orang (56,25%)

DATA UMUM KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN 3. BERDASARKAN PEKERJAAN
DATA UMUM KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN
3. BERDASARKAN PEKERJAAN
40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% 3 orang 3 orang 6 orang 2 orang 2orang Karyawan swasta
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%
3 orang
3 orang
6 orang
2 orang
2orang
Karyawan swasta
Pegawai negeri
Tidak bekerja
Wiraswasta
Petani

mayoritas tidak bekerja, sejumlah 65 orang (37,5 %) 4.BERDASARKAN USIA

70.00% 60.00% 50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% 2 orang 4 orang 10 orang < 45
70.00%
60.00%
50.00%
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%
2 orang
4 orang
10 orang
< 45 tahun
46-65 tahun
> 65 tahun

mayoritas berusia > 65 tahun, sejumlah 10 orang (62,5%)

DATA UMUM KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN 5.BERDASARKAN RIWAYAT OPERASI
DATA UMUM KARAKTERISTIK SUBJEK PENELITIAN
5.BERDASARKAN RIWAYAT OPERASI
80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 12 orang 4 orang Tidak pernah operasi
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
12 orang
4 orang
Tidak pernah operasi
Pernah operasi

mayoritas tidak pernah operasi, sejumlah 12 orang (75 %).

DATA KHUSUS

1. Tingkat kecemasan pasien sebelum konseling dengan pendekatan TFA

Kecemasan

Nilai

Minimal

39

Rata-rata

48,6

Maksimal

55

2. Tingkat kecemasan pasien sesudah konseling dengan pendekatan TFA

Kecemasan

Nilai

Minimal

22

Rata-rata

27,5

Maksimal

35

Terjadi penurunan nilai rata rata

HASIL UJI STATISTIK

HASIL UJI STATISTIK p value = 0, 000. lebih kecil dari nilai alfa (α =0,05), ada

p value = 0, 000. lebih kecil dari nilai alfa (α =0,05),

ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak

PEMBAHASAN

  • 1. Kecemasan pasien sebelum konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting

FAKTA

nilai minimal = 39, rata-rata = 48,6 dan nilai maksimal = 55.

mayoritas (75 %) tidak pernah operasi. mayoritas (37,5%) berpendidikan SD

TEORI Menurut Maryanti (2015), kemampuan seseorang dalam meminimalkan kecemasan

tergantung pada usia, tingkat pendidikan, pengalaman, dukungan sosial dari

keluarga, teman, dan masyarakat.

OPINI

Tingkat pendidikan yang rendah dan pengalaman yang kurang mengenai operasi

menyebabkan timbulnya kecemasan dalam menghadapi operasi katarak.

  • 2. Kecemasan pasien sesudah konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting

FAKTA

nilai minimal = 22, rata-rata = 27,5 dan nilai maksimal = 35. Selisih nilai rata-rata sebelum dan sesudah perlakuan = 21,57.

TEORI

Menurut Mulawarman & Munawaroh (2016), Konseling merupakan upaya merubah

kognitif dan pemahaman, emosi dan perilaku yang bertujuan menciptakan pengembangan

dan pertumbuhan individu, dengan fokus utama mengubah perilaku yang maladaptif menjadi adaptif. Salah satu Sasaran kegiatan konseling membantu klien menyelesaikan masalah pasien pre operasi katarak yaitu kecemasan menghadapi operasi

OPINI

semua pasien yang dilakukan konseling mengalami penurunan tingkat kecemasan

3. Pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi
3.
Pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA)
terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak

FAKTA

p value = 0, 000 < 0,05), ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak

TEORI

Menurut Mulawarman & Munawaroh 92016), Dalam perspektif TFA, proses mengurangi kecemasan pada diri individu, perawat membantu klien mengekspresikan emosi yang muncul dari dalam dirinya, serta membantu memfasilitasi memecahkan masalah tersebut. Perawat juga dapat membantu

mendukung perubahan tindakan atau perilaku yang efektif, misalnya dengan

memberikan contoh atau mengajarkan teknik nafas dalam saat individu menunjukkan tanda-tanda mengalami kecemasan

OPINI

Konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien menghadapi operasi katarak

BAB V

KESIMPULAN DAN

SARAN

KESIMPULAN

1. Sebelum konseling, kecemasan pada pasien pre operasi katarak, nilai minimal = 39, rata-rata = 48,6 dan nilai maksimal = 55. 2. Sesudah konseling, kecemasan pada pasien pre operasi katarak, nilai minimal = 22, rata-rata = 27,5 dan nilai maksimal = 35 dan semua responden (100%) mengalami penurunan kecemasan. 3. Ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap kecemasan pasien pre operasi katarak di RSUD KanjuruhanKepanjen, dengan p value = 0,000

SARAN

  • 1. Bagi Instansi Pelayanan Kesehatan RSUD KanjuruhanKepanjen Sebagai evidence based practice, konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah kecemasan

  • 2. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan Agar penelitian ini dijadikan referensi dalam mengembangkan kegiatan pendidikan keperawatan

  • 3. Bagi Perawat Rumah sakit Agar perawat lebih meningkatkan kemampuan diri dan kompetensi dalam melakukan konseling.