Anda di halaman 1dari 32

LUKA BAKAR

Presented by:
Rizky Octavianus Putra
Olivia Pratiwi
Siti Ulfa Alzaira

Pembimbing
dr. Dessy D Harianja Sp. F
Luka bakar termasuk kedalam masalah
kesehatan global. Tercatat insiden akibat
luka bakar perkiraan sebanyak 265.000
kematian per tahunnya.

Dokter perlu memeriksa terhadap


seseorang yang mengalami luka bakar
baik yang masih hidup ataupun yang
telah mati.
DEFINISI

Luka bakar merupakan kerusakan atau


kehilangan jaringan yang diakibatkan oleh
kontak dengan panas kering (api), panas
lembab (uap dan cairan panas), kimiawi
(bahan-bahan korosif), barang-barang
elektrik (aliran listrik atau lampu), friksi atau
energi. Luka bakar adalah luka yang terjadi
bila sumber panas bersentuhan dengan
tubuh atau jaringan dan besarnya luka
ditentukan oleh tingkat suhu dan durasi
kontak.
ETIOLOGI

Seperti yang telah dijelaskan diatas


diantara nya:
1. Luka bakar api
2. Luka bakar oleh uap panas
3. Luka bakar sengatan listrik
4. Luka bakar akibat zat korosif
KLASIFIKASI

Berdasarkan etiologi
Berdasarkan kedalamaan
Berdasarkan luas badan
LUKA BERDASARKAN KEDALAMAN

1. Superficial burn (Epidermis)


2. Partial thickness burn (sebagian
dermis)
3. Fullthickness burn (dermis hingga
subkutan)
4. Charging injury (jaringan dalam
hingga tulang pada korteks)
LUKA BERDASARKAN LUAS AREA

Rule of nine untuk dewasa.


Kepala dan leher : 9%
Ekstremitas atas : 2 x 9% (kiri dan kanan)
Paha dan betis-kaki : 4 x 9% (kiri dan kanan)
Dada, perut, punggung, bokong : 4 x 9%
Perineum dan genitalia : 1%

anak digunakan lund browder chart


PATOFISIOLOGI
Peralihan energi dari suatu sumber panas
kepada tubuh dan panas dapat dipindahkan
melalui hantaran atau radiasi elektromagnetik.
Segera setelah luka bakar, dilepaskan
substansi vasoaktif (katekolamin, histamin,
serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) dari
jaringan yang mengalami injuri. Substansi-
substansi ini menyebabkan meningkatnya
permeabilitas kapiler sehingga plasma
merembes kedalam sekitar jaringan.
Injuri yang langsung mengenai membran
sel menyebabkan sodium masuk dan
potasium keluar dari sel. Secara
keseluruhan akan menimbulkan tingginya
tekanan osmotik yang menyebabkan
meningkatnya cairan intraseluler dan
interstitial dan yang dalam keadaan lebih
lanjut menyebabkan kekurangan volume
cairan intravaskuler.
DERAJAT LUKA BAKAR MENURUT
AMERICAN BURN ASSOCIATION

1. Luka bakar ringan


Luka bakar derajat II < 15% pada
orang dewasa
Luka bakar derajat II < 10% pada
anak-anak
Luka bakar derajat III < 2%
2. Luka bakar sedang
Luka bakar derajat II 15% – 25%
pada orang dewasa
Luka bakar derajat II 10% – 20%
pada anak-anak
Luka bakar derajat III < 10%
3. Luka bakar berat
Luka bakar derajat II 25% atau lebih pada
orang dewasa
Luka bakar derajat II 20% atau lebih pada
anak-anak
Luka bakar derajat III 10% atau lebih
Luka bakar mengenai wajah, telinga, mata,
dan genitalia/perineum
Luka bakar dengan cedera inhalasi, listrik,
disertai trauma lain
LUKA BAKAR ANTEMORTEM &
POSTMORTEM
Ada tiga point utama untuk membedakan luka bakar
ante mortem/postmortem, yaitu batas kemerahan,
vesikasi dan proses perbaikan.
- Pada kasus luka bakar intravital, ada eritema yang
disebabkan oleh distensi kapiler yang bersifat
sementara, menghilang karena tekanan selama hidup
dan memudar setelah mati. Namun, garis merah ini
bisa saja tidak ada pada orang yang sangat lemah
kondisi badannya, yang meninggal segera setelah
syok karena luka bakar tersebut.
- Vesikasi yang timbul akibat luka bakar
antemortem mengandung cairan serosa yang
berisi albumin, klorida, sedikit PMN, memiliki
daerah yang berwarna kemerahan, dan
dasarnya inflamasi dengan papilla yang
meninggi. Kulit yang mengelilingi vesikasi
tersebut berwarna merah cerah atau berwarna
tembaga. Hal ini merupakan ciri khas yang
membedakan vesikasi sejati dengan vesikasi
palsu yang timbul setelah mati. Vesikasi palsu
hanya mengandung udara dan biasanya juga
mengandung serum yang jumlahnya sedikit,
berisi albumin, namun tidak ada klorida.
- Proses perbaikan, seperti tanda-tanda
inflamasi, pembentukan jaringan
granulasi, pus, dan pengelupasan,
menunjukkan bahwa luka bakar tersebut
terjadi saat korban masih hidup. Luka
bakar yang disebabkan setelah mati
menunjukkan tidak ada reaksi vital dan
memiliki tampakan dull white dengan
membukanya kelenjar pada kulit yang
berwarna abu-abu.
PERBEDAAN ANTEMORTEM DAN
POSTMORTEM
KEADAAN UMUM YANG DIJUMPAI PADA
MAYAT

1. Skin split
2. Abdominal wall destruction
3. Skull fractrures
4. Pseudo epidural hemorrhage
5. Non cranial fractures
6. Pugilistic posture
Electric mark adalah
kelainan yang dapat
dijumpai pada tempat
dimana listrik masuk ke
dalam tubuh. Electric mark
berbentuk bundar atau
oval dengan bagian yang
datar dan rendah di
tengah, dikeliilingi oleh
kulit yang menimbul.
Joule burn (endogenous
burn) dapat terjadi
bilamana kontak antara
tubuh dengan benda
yang mengandung arus
listrik cukup lama,
dengan demikian bagian
tengah yang dangkal
dan pucat pada electric
mark dapat menjadi
hitam hangus terbakar.
IDENTIFIKASI KORBAN

Metode yang terbanyak dan paling


dipercaya adalah dental identification
karena gigi relatif tahan terhadap api.
Kelengkapan data-data pembanding
seperti karakter fisik, luka-luka lama atau
bekas operasi dan tato tetap harus
dilakukan dalam mengidentifikasi jenazah.
VISUM ET REPERTUM LUKA BAKAR

- Pro justitia
- Pendahulan
- Pemeriksaan
- Kesimpulan
- Penutup
PEMERIKSAAN
Dijumpai luka-luka pada tubuh:
 Kulit wajah tampak menghitam dan tampak pengelupasan kulit
ari dengan dasar kulit warna putih meliputi daerah seluas satu
persen...................................................................................
 Pengelupasan kulit ari pada perut bagian bawah dengan dasar
kulit warna putih meliputi daerah seluas sembilan persen......
 Pengelupasan kulit ari pada anggota gerak atas kanan dengan
dasar kulit warna putih meliputi daerah seluas sembilan
persen..........................................................................................
 Pengelupasan kulit ari pada anggota gerak atas kiri dengan dasar
kulit warna putih meliputi daerah seluas sembilan
persen........................................................................................

 Pengelupasan kulit ari pada anggota gerak bawah samping kiri


dengan dasar kulit warna putih meliputi daerah seluas sembilan
persen........................................................................................

 Pengelupasan kulit ari pada anggota gerak bawah samping kiri


dengan dasar kulit warna putih meliputi daerah seluas sembilan
persen........................................................................................
KESIMPULAN
Telah diperiksa seorang laki – laki berumur dua
puluh tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka
bakar pada wajah dan tubuh korban. Luka-luka
tersebut di atas adalah luka bakar derajat dua
seluas empat puluh enam persen, yang
mengakibatkan koban kehilangan mata
pencaharian untuk sementara waktu. Sampai
saat ini korban masih dalam
perawatan........................
ASPEK HUKUM

KUHP PASAL 353


 (1) Penganiayaan dengan direncanakan terlebih dahulu,
diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

 (2) Bila perbuatan itu mengakibatkan luka berat, maka


yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama
tujuh tahun.

 (3) Bila perbuatan itu mengakibatkan kematian, maka yang


bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama
sembilan tahun.
ASPEK HUKUM

 Pasal 338

Barang siapa dengan sengaja


merampas nyawa orang lain,
diancam karena pembunuhan
dengan pidana penjara paling lama
lima belas tahun.
ASPEK HUKUM

 Pasal 339
Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului
oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan
dengan maksud untuk mempersiapkan atau
mempermudah pelaksanaannya, atau untuk
melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya
dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun
untuk memastikan penguasaan barang yang
diperolehnya secara melawan hukum, diancam
dengan pidana penjara seumur hidup atau selama
waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
PASAL 340
Barang siapa dengan sengaja dan
dengan rencana terlebih dahulu
merampas nyawa orang lain, diancam
karena pembunuhan dengan rencana,
dengan pidana mati atau pidana
penjara seumur hidup atau selama
waktu tertentu, paling lama dua puluh
tahun.
KESIMPULAN

Kasus luka bakar merupakan kasus


tertinggi penyebab kematian yang
dilakukan autopsi pada pasien
Proses kematian disebabkan oleh
berbagai faktor baik dari api sendiri
ataupun menghirup gas akibat
pembakaran tak sempurna
Pada pasien yang masih hidup
setelah mengalami luka bakar, biasa
nya kematian disebabkan oleh
septikemia
Terdapat perbedaan yang signifikan
antara keadaan korban, pada
antemortem atau postmortem