Anda di halaman 1dari 12

INVERSIO UTERI

Kelompok 33
Kelompok 33

KETUA : HANOLSA MANGALLO (0130840100)


 ATMAJA R. SIRUPANG (0130840025)
 AYUB R. RURU (0130840029)
 BANKI SIRAMPUN (0130840030)
 LOUIS K. PUTRA (0130840145)
 RIKO F. PANJAITAN (0130840204)
Definisi

Inversio uteri adalah keadaan dimana


bagian atas uterus memasuki cavum uteri,
sehingga fundus uteri bagian dalam
menonjol ke dalam cavum uteri yang
dapat bersifat inkomplit sampai komplit.
Klasifikasi

Inversio uteri terbagi menjadi :


Inversio uteri ringan/ inversio uteri inkomplit:
fundus uteri terbalik menonjol ke dalam kavum
uteri namun belum keluar dari ostium uteri
Inversio uteri sedang: fundus uteri terbalik dan
sudah masuk ke dalam vagina.
Inversio uteri berat/ inversio prolaps: uterus dan
vagina semuanya terbalik dan sebagian sudah
keluar vagina.
Etiologi

Faktor yang dapat menimbulkan inversio uteri:


 Spontan karena tekanan abdominal
meningkat dan saat fundus uteri masih
belum berkontraksi baik.
 Persalinan plasenta secara Crede, namun
kontraksi otot rahim belum kuat
 Akibat tarikan kuat pada tali pusat sebagai
upaya untuk melahirkan plasenta
Tanda dan Gejala
Inversio uteri ditandai dengan:
 syok karena kesakitan
 perdarahan banyak bergumpal
 di vulva tampak endometrium terbalik dengan atau
tanpa plasenta yang masih melekat.
 bila baru terjadi, maka prognosis cukup baik akan
tetapi bila kejadiannya cukup lama,
 maka jepitan serviks yang mengecil akan membuat
uterus mengalami iskemia, nekrosis, dan infeksi.
Diagnosis

 Dijumpai pada kala III atau post partum


dengan gejala nyeri yang hebat, perdarahan
yang banyak sampai syok. Apalagi bila
plasenta masih melekat dan sebagian sudah
ada yang terlepas dan dapat terjadi strangulasi
dan nekrosis.
Lanjutan..

 Pemeriksaan dalam
Bila masih inkomplit maka pada daerah
simfisis uterus teraba fundus uteri cekung
ke dalam.
Bila komplit, di atas simfisis uterus teraba
kosong dan dalam vagina teraba benda
lunak.
Kavum uteri sudah tidak ada (terbalik).
Tatalaksana
Apabila terdapat inversio uteri dengan gejala-
gejala syok, maka harus diatasi lebih dulu
dengan infuse i.v cairan elektrolit dan transfusi
darah, segera sesudah itu dilakukan reposisi
manual tanpa melahirkan plasenta lebih dulu,
jika gagal, lakukan dengan tekanan hidrostatis.

Reposisi Manual
Lanjutan..

Setelah koreksi uterus, berikan


uterotonika
Jika reposisi manual & hidrostatistis
gagal lakukan laparotomi
Jika terjadi nekrosis lakukan
histerektomi vaginal
TERIMA KASIH