Anda di halaman 1dari 20

PENYULUHAN

KESEHATAN
TENTANG GAYA
HIDUP YANG
BERKAITAN DENGAN
HIPETENSI

ERVIN WIDYANTORO PRAMONO

102017150
SKENARIO

Pada bulan lalu Puskesmas Catur Marga melakukan pendataan


kesehatan masyarakat. Ditemukan bahwa angka kejadian
penyakit hipertensi diderita oleh sebagian besar masyarakat
terutama yang telah berumur 40 tahun. Tingginya penyakit ini
diduga ada hubungannya dengan gaya hidup terutama yang
bersifat sedentary seperti rendahnya aktivitas fisik, obesitas,
pola makan yang tidak sehat. Direncanakan untuk membuat
program penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya
untuk mengubah gaya hidup yang sehat.
Identifikasi Masalah
Hipertensi adalah istilah yang mengacu pada tekanan darah terlalu tinggi dimana
tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg

Gaya hidup sedentary adalah kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang


yang tidak atau sedikit dalam melakukan aktivitas fisik atau melakukan gerakan

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga
membuat berat badan berada di luar batas ideal
Rumusan Masalah

Tinggi angka kejadian penyakit hipertensi pada


masyarakat terutama yang telah berumur 40 tahun
Visi Indonesia
Sehat 2010

Paradigma
Sehat

Tinggi angka
Konsep Sehat- Primary Health
kejadian penyakit
Sakit care
hipertensi

Penyebab Five levels of


Perilaku
Penyakit prevention

Agent Host Lingkungan PHBS Promotif &


Preventif
Gaya Hidup Gizi & Makanan
Promosi
Kesehatan
Hipotesis

Adanya pengaruh program penyuluhan kesehatan


terhadap gaya hidup yang sehat
Visi Indonesia Sehat 2010

1. Untuk mewujudkan paradigma sehat tersebut ditetapkan visi, yaitu gambaran, prediksi atau
harapan tentang keadaan masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang : Indonesia
Sehat 2010.
2. Indonesia Sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang
penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku yang sehat, mampu menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya.
3. Lingkungan Sehat adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu
lingkungan yang bebas polusi, tersedia air bersih, sanitasi lingkungan memadai, perumahan
dan pemukiman sehat, perencanaan kawasan berwawasan kesehatan, dan kehidupan
masyarakat saling tolong menolong.
4. Perilaku Sehat adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan
aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
Paradigma Sehat
cara pandang atau pola pikir memberikan tindakan positif bagi
pembangunan kesehatan Makro pengembangan perilaku dan lingkungan
yang bersifat holistik, sehat
menyeluruh, bahwa
masalah kesehatan
dipengaruhi oleh banyak
faktor secara dinamis yang
bersifat lintas-sektor dan lebih menekankan kepada upaya promotif
terjadi di suatu wilayah Mikro dan preventif tanpa mengesampingkan
upaya kuratif dan rehabilitatif

Dalam kasus ini berarti cara pandang dan pola pikir masyarakat mengenai masalah kesehatan dengan
berbagai faktor yang masih bersifat rendah
Puskesmas

membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara


menyeluruh dan di wilayah kerjanya yang berbentuk kegiatan pokok

Dalam kasus ini puskesmas harus melakukan kegiatan pokoknya yaitu


promosi kesehatan berupa penyuluhan agar masalah hipertensi tidak
terjadi kembali dan menurunkan angka hipertensi
Posyandu

Salah satu bentuk peran mempercepat penurunan angka kematian angka bayi,
serta masyarakat anak, angka kelahiran, angka penyakit lansia

Dalam kasus ini cabang dari Posyandu yaitu Posbindu berfungsi


untuk membuat lansia beraktivitas gerak dan memberikan
informasi mengenai gizi dan makan yang sehat
Konsep Sehat-Sakit

Sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan


sosial bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan

Sakit adalah Penyakit adalah suatu


penyimpangan dari proses gangguan tubuh,
keadaan optimal dan atau gangguan faal
tubuh (fisik), dan atau
psikologis maupun
gangguan tingkah laku

Faktor timbulnya penyakit yaitu penyebab


penyakit (agent), pejamu (host), dan
lingkungan
Konsep Sehat-Sakit

Lingkungan

Tinggi angka penyakit


hipertensi disebabkan karena
Pelayanan Derajat derajat kesehatan yang
Perilaku kurang diperhatikan pada
Kesehatan Kesehatan
faktor lingkungan, perilaku,
dan program kesehatan

Genetika
Faktor Timbulnya
Penyakit

Penyebab Penyakit Pejamu


Lingkungan
(Agent) (Host)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas dasar
kesadaran sehingga
setiap orang dapat
menolong dirinya sendiri
dan dapat berperan aktif
dalam kegiatan kesehatan

Dalam kasus tinggi angka hipertensi


disebabkan karena gizi makanan yang
tidak sehat dan gaya hidup sedentary
Perawatan kesehatan dasar memiliki tujuan dan
keharusan untuk memberikan penurunan angka kematian
dan kemiskinan
5 tingkatan pencegahan penyakit (five levels of prevention diseases)

Health Primary prevention


Promotion

Early
diagnosis & Specific
Prompt Protection
treatment
Leavel &
Clark
Secondary prevention
Disability
of Rehabilition
limitation
Tertiary prevention

Dalam kasus ini, tingkat pencegahan yang diterapkan yaitu health promotion
Promosi Kesehatan

Upaya memperbaiki kesehatan dengan cara memajukan,


mendukung, dan menempatkan kesehatan lebih tinggi, baik secara
perorangan maupun secara kelompok.

Dengan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan


kemauan dari masyarakat untuk memperbaiki kesehatan mengenai
hipertensi yang terjadi pada masyarakat
Sasaran Pembelanjaran

Agar mahasiswa :
• Dapat memahami Visi Indonesia Sehat 2010
• Dapat memahami paradigma sehat
• Dapat mengetahui konsep sehat-sakit
• Dapat menerapkan primary health care
• Dapat melakukan upaya promotif dan preventif
Kesimpulan

Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pemerintah telah


mencanangkan berbagai program kesehatan. Salah satu bentuk kegiatan yang
dilakukan adalah melakukan penyuluhan kesehatan atau promosi kesehatan
(health promotion) kepada masyarakat sekitar melalui posyandu dan puskesmas
setempat. Penyuluhan dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih
memahami pencegahan-pencegahan apa saja yang harus dilakukan untuk
menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi di daerah tertentu.