Anda di halaman 1dari 14

Kepustaka : Hidrolika I dan II, Nur Yuwono, 1980

Mekanika Zalir, Liek Wilarjo, 1991


dv
Fluida Newton, bersifat sesuai dengan hukum dy

Tegangan geser sebanding dengan gradien kecepatan atau
laju regangan gesernya. Persamaan garis akan membentuk lurus/ linier dengan
kemiringan garis yang menggambarkan kekentalan.
Fluida ideal,
tahanan terhadap perubahan bentuk gesekan sama dengan nol.
garis berimpit dengan sumbu x
Pada padatan ideal,
tidak ada perubahan bentuk yang terjadi akibat kondisi pembebanan apapun.
Garis yang terbentuk hampir berimpit dengan sumbu y.
Hukum yang berlaku pada padatan ideal adalah hukum Hooke.
Fluida bukan Newtonian,
akan dapat terjadi perubahan bentuk sehingga tegangan gesernya
tidak sebanding dengan perubahan bentuk geser.
Plastik Ideal,
adalah sanggup menahan tegangan geser dengan beban
tertentu tanpa terjadi perubahan bentuk. Setelah itu akan terjadi
perubahan bentuk sebanding dengan tegangan geser.
Fluida mengalami gesekan dengan laju regangan berbanding terbalik
dengan suatu besaran koefisien kekentalan

F    u t
dimana : tg ( ) bila: <<<< 1
t y
A maka tg ( )

u
tegangan gesekan t y gradien kecepatan

Jika ruas kiri dan kanan dikalikan dengan kekentalan ( )


 u u
   F   
t y y
A
Keseimbangan gaya pada unsur fluida yang kecil akan menghasilkan
keadaan dimana tegangan geser pada fluida seperti tergambar dibawah ini
u
const
y

misalkan :
u = a + b.y distribusi kecepatan dianggap linier/ garis lurus
maka Dari persamaan tersebut
0 = a + b (0) pada y = 0
V = a + b (h) pada y = h dihasikan a = 0 & b =V/h

Jadi u = a + b.y   du  V
u V y
u = 0 + (V/h).y dy h
h
satuannya [ N/m2]= [Pascal]
Kohesi dan Adhesi

Kohesi adalah gaya tarik antara molekul yang sejenis, pengaruh kohesi pada
Ini menjadikan permukaan zat cair seolah-olah ada suatu lapisan tipis yang
dapat menahan suatu gaya yang disebut regangan permukaan (surface tention).

Tegangan permukaan/ muka adalah merupakan tegangan yang timbul pada


tiap-tiap pembatas antara dua zat cair/ antara zat cair dengan gas.
Tegangan permukaan ini tergantung pada suhu, semakin tinggi suhu maka
tegangan permukaan akan semakin kecil.

Adhesi adalah gaya tarik antara molekul yang tak sejenis

Sifat-sifat ini dapat dilihat pada naiknya air pada pipa kecil dibandingkan tinggi
muka air diluar pipa dinamakan Capillary action (aksi kapiler).
Sifat ini disebabkan oleh karena adanya kombinasi antara tegangan permukaan
( surface tention) dan adhesion
Gambaran Tegangan Permukaan Fluida/ air

Fluida tak membasahi Fluida membasahi

Tegangan permukaan merupakan pembatas antara zat cair dan zat gas.
Tegangan permukaan ditimbulkan karena adanya perlawanan
permukaan fluida yang berlawanan arah.

Tegangan ini dinamakan koeffisen tegangan pemukaan ( )


y= d( cos )
2 d
Wair = . .h
x= d( sin )
4

Keseimbangan arah vertikal ( y = Wair)

cos( ) = .(d/4).h
atau

4( cos )k
h k = teg. permukaan & adhesi
.d d k = 30 (air murni), k=12 (alkohol), k= -14 (air raksa)
Kesimbangan gaya antara tekanan pada permukaaan dan
tegangan permukaan fluida

.( 2L ) p .( 2r .L )

p r
Keadaan Setengah Bola
Keseimbangan arah vertikal
2 d2
.( d) p.
4
4 2
p d r
4
Keadaan Satu Bola p r

Bentuk permukaan tak beraturan


Keseimbangan arah vertikal

p.dA dL 1 .dA dL 2
.dA

p dL 1 dL 2

p dL 1
1 1
dL 2
Tegangan Permukaan Antara Suhu
(N/m) (OC)
0,073 Air dan udara 20
0,480 Air raksa dan udara 20
Kerapatan Massa adalah merupakan perbandingan antara massa dan volume.

Δmassa Pada tekanan 1 atm (760 mmHg) dengan suhu 4 OC


ρ = 1,94 slugs/ft3 = 1000 Kg/m3
Δυ

Berat spesifik ( ) adalah berat perunit volume tergantung pada gravitasi


.g
SOAL:
Diketahui :
r = =0,073
1 mm N/m (air & udara)

= 1000 Kg/m3, g = 9,81 m/det2

DAN
=0,480 N/m (a. raksa & udara)
= 3600 Kg/m3, g = 9,81 m/det2
Catatan : = .g = 130O

Ditanyakan hair dan hair raksa dalam tabung

Diketahui :
Seperti tergambar disamping
dengan distribusi kecepatan linier

Ditanyakan : Hitung dan gambarkan


distribusi kecepatan dalam fluida
Sekian dan
Terimakasih

johnny mt.s.