Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN

KONSEPTUAL
Disusun oleh :
Rizki Komariah ERC1C012056
Ade Rahayu RRC1C015002
Wirdiya Tri Prasetia RRC1C015003
Susiyanti RRC1C105095
Vanessa Indahwati RRC1C015100
2

LATAR BELAKANG

Teori akuntansi terdiri atas kerangka-kerangka acuan yang


menjadi dasar dari pengembangan teknik-teknik akuntansi.
Kerangka-kerangka acuan ini, nantinya akan terutama didasarkan
pada penentuan konsep-konsep dan prinsip-prinsip akuntansi.
Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam
proses penyusunan standar. Tujuannya adalah memberikan
petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama
proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan,
apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah
tidak.
Rumusan masalah
1. Apa itu kerangka konseptual?
2. Apa tujuan kerangka kerja konseptual?
3. Bagaimana kritik terhadap kerangka kerja
konseptual?

Tujuan
1. Mengetahui apa itu kerangka konseptual
2. Mengetahui tujuan kerangka kerja konseptual
3. Mengetahui kritik terhadap kerangka kerja
konseptual
4

DEFINISI KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka konseptual dapat dipandang sebagai


teori akuntansi yang terstruktur (Belkaoui, 1993),
karena struktur kerangka konseptual sama dengan
struktur teori akuntansi yang didasarkan pada
proses penalaran logis yang dapat digambarkan
dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa
tingkatan.
5

Tingkatan kerangka konseptual

Kerangka konseptual dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki


beberapa tingkatan yaitu (Belkaoui, 1993) :
▸ Pada tingkatan teori tinggi : kerangka konseptual menyatakan ruang lingkup
dan tujuan pelaporan keuangan
▸ Pada tingkatan selanjutnya :kerangka konseptual meng-identifikasi dan
mendefinisikan karakteristik kualitatif dari informasi keuangan dan elemen
laporan keuangan.
▸ Pada tingkatan operasional yang lebih rendah : kerangka konseptual
berkaitan dengan prinsip-prinsip dan aturan-aturan (rules) tentang
pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan dan tipe informasi
yang perlu disajikan
6

TUJUAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

▸ IASB dan FASB mempertimbangkan kerangka tujuan utama pelaporan


keuangan adalah untuk mengkomunikasikan informasi keuangan
kepada pengguna. informasi tersebut akan dipilih salah satu dasar
kegunaannya dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
Tujuan ini terlihat ingin dicapai akan pelaporan yaitu:
▹ Berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
▹ Berguna dalam menilai prospek arus kas
▹ Tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya
dan perubahan di dalamnya.
7

TUJUAN UMUM & KHUSUS LAPORAN KEUANGAN


▸ Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum , posisi keuangan, hasil operasi ,
dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan.
▸ Tujuan umum dari laporan adalah sebagai berikut :
▹ Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber daya
ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis
▹ Untuk memberikan informasi yang dapat di andalkan mengenai perubahan dalam
sumber daya bersih dari aktivitas perusahan bisnis yang diarahkan untuk
memperoleh laba
▹ Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi
potensi penghasilan bagi perusahaan.
▹ Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam
sumber daya ekonomi dan kewajiban.
▹ Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap perubahan pengguna
laporan.
8

Perkembangan kerangka konseptual

Perkembangan dari kerangka konseptual


dipengaruhi oleh 2 isu yaitu :
▹ Pengaturan standar dengan pendekatan
berbasis prinsip dan informasi untuk pembuatan
keputusan
▹ Principles-Based
▹ Rule-Based
▹ Pendekatan teori keputusan
9

Perbedaan principles based dan rule based

PRINCIPLES BASED RULE BASED


▸ Standar berdasar prinsip – ▸ Standar berdasar aturan/ persyaratan
rinci
prinsip akuntansi
▸ Baku dan berlaku umum
▸ Lingkupnya hanya untuk kelompok
tertentu dimana akuntansi dilaksanakan
▸ Prinsip adalah keyakinan yang ▸ Konsisten
kuat dan tidak dapat diubah ▸ Akurat (siapapun yang mengukur
▸ Dampaknya harus membuat hasilnya sama sehingga informasinya
estimasi misalnya : Jika terjadi netral )
banjir maka rumahnya ▸ Ada adjusment karena lingkungan para
akan digenangi sehingga harus stakeholdernya berbeda – beda
pindah rumah ( mengungsi ) ▸ Dipengaruhi politik ( pihak yang dominan
seperti pada teori Private Interst )
10
Kritik terhadap Kerangka Kerja Konseptual

Kerangka konseptual dikritik karena masih


ditemukan masalah pada pendefinisian dan
pengukuran. Di dalam pengukuran masih ada hal
yang tidak jelas seperti persediaan yang diukur
berdasarkan beberapa metode, atau IFRS yang
menyarankan pengukuran berdasarkan current cost
bukan historical cost.
11

THANKS!
Any questions?