Anda di halaman 1dari 49

Dr. Siti Nur Kholifah, M.Kep.Sp.

Kom
 Teori keperawatan mengidentifikasi dan
mendefinisikan sebagai hubungan yang spesifik dari
konsep-konsep keperawatan.
 Teori keperawatan bersifat ilmiah
 Teori keperawatan bersifat sederhana dan umum
 Teori keperawatan berperan dalam memperkaya
body of knowledge keperawatan yang dilakukan
melalui penelitian
 FamilyCentered Nursing (FCN) atau
keperawatan yang berpusat pada keluarga
didasarkan pada perspektif bahwa keluarga
adalah unit dasar untuk perawatan individu
dari anggota keluarga dan unit yang lebih
luas.
 Tujuan dari asuhan keperawatan keluarga memandirikan
keluarga dalam melakukan pemeliharaan kesehatan para
anggotanya.
 Keluarga melakukan 5 (lima) tugas kesehatan keluarga,
yaitu:
A. Mampu mengenal masalah kesehatan, mampu
memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi
keluarga,
B. Mampu merawat anggota keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan,
C. Mampu mempertahankan suasana di rumah yang sehat
atau memodifikasi lingkungan untuk menjamin
kesehatan anggota keluarga;
D. Mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di
sekitarnya bagi keluarga
Data yang dikaji pada model family centered
nursing ini adalah
1. Data Sosial Budaya
 Data sosial budaya yang perlu dikaji adalah:
Latar belakang budaya keluarga, bahasa di
rumah yang digunakan, asal daerah, aktivitas
agama, sosial, dan budaya, kebiasaan diet dan
berpakaian tradisional, agama keluarga,
pekerjaan, pendidikan, pendapatan, siapa
pencari nafkah, siapa yang memberi bantuan
memenuhi kebutuhan, berapa pendapatan
keluarga, bagaimana keluarga mengatur
keuangan (pengeluaran, tabungan).
2. Data Lingkungan
 Data lingkungan yang dikaji adalah lingkungan
dalam dan luar rumah, karakteristik tetangga
dan komunitas dan fasilitas umum, dan
mobilitas geografis keluarga, data
perkumpulan keluarga dan interaksi dengan
masyarakat, sistem pendukung keluarga.
3. Struktur keluarga
 Struktur keluarga menunjukkan cara
pengaturan keluarga, pengaturan unit-unit
dalam keluarga dan bagaimana unit-unit
saling mempengaruhi (Friedman et.al, 2003).
 Data struktur keluarga adalah pola
komunikasi, peran formal dan informal.
4.Nilai-nilai keluarga
 Nilai keluarga didefinisikan sebagai suatu
sistem ide, perilaku, keyakinan tentang nilai
suatu hal atau konsep secara sadar maupun
tidak sadar mengikat anggota keluarga karena
pengaruh kebudayaan (Parad & Kaplan, 1965
dalam Friedman, et.al, 2003).
5. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
2. Fungsi sosialisasi
3. Fungsi perawatan kesehatan
4. Fungsi reproduksi
5. Fungsi ekonomi
6. Koping Keluarga
 Koping keluarga adalah upaya pemecahan
masalah secara aktif dengan memanfaatkan
sumber daya keluarga yang ada dan
mengembangkan perilaku serta sumber baru
yang akan memperkuat unit keluarga dan
mengurangi dampak peristiwa hidup penuh
stress
 Model konsep keperawatan menurut Dorothea Orem
yang di kenal dengan Model Self Care.
 Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan
keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu
dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri
serta mengatur dalam kebutuhannya.
 Dalam konsep praktek keperawatan Orem
mengembangkan tiga bentuk teori self care,
diantaranya :
a. Self care merupakan aktifitas dan inisiatif dari
individu serta dilaksanakan oleh individu itu sendiri
dalam memenuhi serta mempertahankan
kehidupan, serta kesejahteraan.
b. Self care agency merupakan suatu kemampuan
individu dalam melakukan perawatan diri sendiri,
yang dapat dipengaruhi oleh usia, perembangan,
sosiokultural, kesehatan, dll.
a. System bantuan secara penuh (wholly
Compensatory System)
Suatu system keperawatan dengan memberikan
bantuan secara total kepada pasien dikarenakan
ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan
perawatan secara mandiri yang memerlukan
bantuan dalam pergerakan, pengontrolan dan
ambulasi serta adanya menipulasi gerakan, serta
dala pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
b. Sistem bantuan sebagian (Partially Compensatory
System)
Bantuan pemberian perawatan diri secara sebagian saja
dan ditujuakan kepada pasien yang memerlukan
bantuan secara minimal seperti pada pasien yang pasca
operasi laparatomi dimana pasien mempunyai
kemampuan seperti cuci tangan, gosok gigi, cuci muka
akan tetapi butuh pertolongan dalam ambulasi dan
melakukan perawatan luka yang dilakukan oleh
perawat.
c. System suportif dan edukatif
System bantuan yang diberikan pada pasien yang
membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan
pasien akan mampu memerlukan perawatan secara
mandiri.
Dibentuk ketika perawat menggunakan kemampuan
mereka untuk menetapkan, merancang dan memberi
perawatan pada klien, baik individu, maupun
kelompok melalui berbagai aksi. Teori ini membahas
bagaimana kebutuhanperawatan diri klien dapat
dipenuhi oleh perawat, klien, atau keduanya.
1. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk
keperawatan mandiri secara terapeutik
2. Menolong klien bergerak kearah tidakan-
tidakan asuhan mandiri
3. Membantu anggota keluarga untuk merawat
anggota keluarganya yang mengalami
gangguan secara kompeten.
1. Aspek interpersonal : hubungan didalam
kelurga
2. Aspek sosial : hubungan keluarga dengan
masyarakat disekitarnya
3. Aspek prosedural : melatih ketrampilan
dasar keluarga sehingga mampu
mengantisipasi perubahan yang terjadi
4. Aspek tehnis : mengajarkan kepada
keluarga tentang tehnik dasar yang
dilakukan di rumah, misalnya melakukan
tindakan kompres secara benar
 Model dalam keperawatan yang
menguraikan bagaimana individu mampu
meningkatkan kesehatannya dengan cara
perilaku adaptif serta mampu merubah
perilaku yang maladaptive.
 Calista Roy mengemukakan konsep
keperawatan dengan model adaptasi yang
memiliki beberapa pandangan dan
keyakinan serta nilai yang dimilikinya.
a. Manusia sebagai makhluk biologis,
psikologis dan social yang selalu
berinteraksi dengan lingkungannya.
b. Untuk mencapai suatu homeostatis atau
integrasi, seseorang harus beradaptsi sesuai
dengan perubahan yang terjadi.
c. Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada
manusia yang dikemukakan oleh Roy,
1. Focal stimulasi yaitu stimulus yangn langsung
beradaptasi dengan seseorang dan akan mempunyai
pengaruh kuat terhadap seseorang individu.
2. Kontekstual stimulus, merupakan stimulus lain yang
dialami seseorang dan baik stimulus internal maupun
eksternal yang dapat mempengaruhi kemudian dapat
dilakukan secara observasi, diukur secara subjectif.
3. Residual stimulus, merupakan stimulus lain yang
merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai dengan
situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan
yang sukar dilakukan observasi.
1. Fungsi fisiologis, komponen sitem adaptasi ini
diantaranya akosigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas
dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan
elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
2. Konsep diri bagaimana seseorang mengenal pola-pola
interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
3. Fungsi peran proses penyesuaian yang berhubungan
dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal
pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan
orang lain.
4. Interdependent kemampuan seseorang mengenal
pola-pola tentang kasih saying, cinta yang dilakukan
melalui hubungan interpersonal pada tingkat individu
maupun kelompok.
King memahami model konsep dan teori keperawatan
dengan menggunakan pendekatan system terbuka
dalam hubungan interaksi yang konstan dengan
lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam
model konsep interaksi.
1. Jika persepsi yang akurat ada dalam interaksi perawat-klien
transaksi akan terjadi
2. Jika perawat dan klien melakukan transaksi, tujuan akan
tercapai
3. Jika tujuan tercapai, kepuasan akan terjadi
4. Jika tujuan tercapai, keefektifan asuhan keperawatan akan
terjadi
5. Jika transaksi dilakukan di dalam interaksi perawat-klien,
pertumbuhan dan perkembangan akan baik
6. Jika perawat dan klien merasakan kesesuian antara peran
yang diharapkan dan peran yang ditampilkan, transaksi akan
terjadi
7. Jika perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan
komunikasi informasi yang sesuai dengan klien, penetapan
dan pencapaian tujuan bersama akan terjadi.
8. Jika konflik peran dialami oleh perawat atau klien atau
keduanya, stress dalam interaksi perawat-klien akan terjadi.
1. Aksi merupakan proses awal hubungan 2 individu dalam
berprilaku,dalam memahami atau mengenali kondisi
yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan
hubungan keperawatn dan klien melakukan kontrak
atau tujuan yang diharapkan.
2. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi
akibat dari adanya aksi dan merupakan respon dari
individu.
3. Interaksi adalah suatu bentuk kerjasama yang saling
mempengaruhi antara perawat dan klien yang terwujud
dalam komunikasi.
4. Transaksi kondisi dimana antara perawat dan klien
terjadi suatu persetujuan dalam rencana tindakan
keperawatan yang akan dilakukan.
 Pengkajian
 Diagnosa Keperawatan
 Perencanaan
 Implementasi
 Evaluasi
1. Teori ini dapat menyesuaikan pada setiap
perubahan, teori ini dapat dipergunakan dan
menjelaskan atau memprediksi sebagian besar
fenomena dalam keperawatan.
2. Teori ini merupakan serangkaian konsep yang saling
berhubungan dengan jelas dan dapat diamati dalam
praktek keperawatan.
3. Mengedepankan partisipasi aktif klien dalam
penyusunan tujuan bersama,mengambil keputusan, dan
interaksi untuk mencapai tujuan klien.
4. Teori ini dapat dipakai pada semua tatanan pelayanan
keperawatan.
5. Teori ini dapat dikembangkan dan diuji melalui riset.
6. Teori ini sangat penting pada kolaborasi antara tenaga
kesehatan.
1. Beberapa konsep dasar kurang jelas,contohnya teori
ini menyatakan bahwa stress memiliki konsekuensi
positif dan menyarankan perawat harus menghilangkan
pembuat stress dari lingkungan RS.
2. Teori ini berfokus pada system interpersonal sehingga
tujuan yang akan dicapai sangat tergantung pada
presepsi perawat dan klien yang terlibat dalam
hubungan interpersonal dan hanya pada saat itu saja.
3. Teori ini belum menjelaskan metode yang aplikatif
dalam penerapan konsep interaksi,komunikasi,transaksi
dan persepsi,misalnya pasien-pasien yang tidak dapat
berinteraksi dengan perawat misalnya klien dengan
koma, BBL ,dan pasien psikiatrik.
 Filosofi dari perkembangan teori sistem Neuman adalah
berdasarkan pendekatan perorangan total untuk
memandang masalah pasien disekolah perawat di
University of California, Los Angeles.
 Sistem yang digunakan adalah sistem terbuka sehingga
menghasilkan interaksi yang dinamis.
 Variabel interaksi mencakup semua aspek yaitu fisiologis,
psikologis, sosio kultural, perkembangan dan spiritual.
 Sistem Neuman terbentuk dari individu, keluarga,
kelompok dan komunitas yang berinteraksi secara konstan
dengan stressor di lingkungan secara dimensional.
 Model fokus pada klien terhadap stress serta faktor
pemulihan (adaptasi).
1. Individu atau pasien itu sendiri
2. Lingkungan sekitarnya
3. Kesehatan
4. Pelayanan
 Teori Betty Neuman mempunyai kesamaan
dengan teori Gestalt. Teori Gestalt adalah suatu
cara yang mana tubuh mempertahankan
keseimbangan dan sebagai akibat dari
kesehatan mengubah kondisi sehat atau sakit.
 Neuman juga memilih G. Kaplan tentang
tingkatan tindakan pemecahan.
1. Tekanan
Rangsangan yang timbul yang diakibatkan kondisi sekitar
pandangan Neuman tentang tekanan yaitu :
a. Intra personal : secara individu atau perorangan, misalnya
emosi dan perasaan
b. Inter personal : antara individu satu dengan individu yang
lain lebih dari satu
c. Ekstra personal :diluar individu, misalnya pekerjaan atau
tekanan keuangan
2. Struktur pokok sumber energi
penggerak untuk melakukan aktifitas
3. Tingkat ketahanan
faktor internal untuk menghadapi tekanan
4. Garis pertahanan
Tingkatan kemampuan adaptasi individu untuk menghadapi
tekanan di batas normal.
5. Gangguan pertahanan
Kerusakan sistem pertahanan tubuh oleh dan akibat dari
tekanan.
6. Tingkat reaksi
Tindakan yang muncul akibat dari pengaruh tekanan.
7. Intervensi
Identifikasi tindakan sebagai akibat dari reaksi yang timbul.
8. Tingkat-tingkat pencegahan
a. Pencegahan primer (sebelum terjadi tindakan)
b. Pencegahan sekunder (ketika terjadi tindakan)
c. Pencegahan tersier (adaptasi pada tindakan)
9. Penyesuaian kembali
Adaptasi dari tindakan yang beasal dari sekitar baik secara
inter personal, intra personal dan ektra personal.
1. Diagnosis Keperawatan, berdasarkan
kebutuhan dalam penilaian menyeluruh,
dan dengan pertimbangan yang diberikan
kepada lima variabel.
2. Tujuan Keperawatan, ini harus
dirundingkan dengan pasien, dan
memperhatikan pasien dan persepsi
perawat varian dari penyakit.
3. Hasil Keperawatan, mempertimbangkan
hubungannya dengan lima variabel, dan
dicapainya tujuan keperawatan melalui
primer, sekunder dan tersier intervensi.
1. Kekuatan utama dari model ini adalah fleksibilitas
untuk digunakan dalam semua bidang
keperawatan – administrasi , pendidikan , dan
praktek .
2. Neuman telah disajikan pandangan klien yang
sama berlaku untuk individu , keluarga , kelompok
komunitas , atau agregat lainnya . Neuman Sistem
Model , terutama disajikan dalam model diagram ,
secara logis konsisten.
3. Penekanan pada pencegahan primer , termasuk
promosi kesehatan khusus untuk model ini.
4. Sistem Model Neuman relatif sederhana , dan
memiliki definisi mudah diterima komponennya.
Kelemahan utama dari model ini adalah
kebutuhan untuk klarifikasi lebih lanjut dari
istilah yang digunakan . Stres interpersonal dan
ekstra-personal perlu lebih jelas dibedakan .
 Dalam teorinya, Martha Rogers (1970),
mempertimbangkan manusia ( kesatuan manusia)
sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam
semesta. Manusia berada dalam interaksi yang terus
menerus dengan lingkungan (lutjens,1995
 Keempat dimensi yang di gunakan oleh Martha E.
Rogers sebagai manusia utuh : sumber energi,
keterbukaan, keteraturan dan pengorganisasian,
dan empat dimensionalitas manusia digunakan
untuk menentukan prinsip mengenai bagaimana
berkembang.
Ilmu tentang asal usul manusia dan alam
semesta seperti Anropologi, Sosiologi,
Agama, Pilosofi, perkebangan sejarah dan
mitologi. Teori Rogers berfokus pada proses
kehidupan manusia secara utuh. Ilmu
Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari
Manusia, Alam dan Perkembagan Manusia
secara langsung.
 Menurut Martha E. Roger ilmu tentang
keperawatan berhubangan langsung dengan
proses kehidupan manusia bertujuan untuk
menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan
dan hubungannya dengan perkmbangan.
 Untuk memperkuat teorinya Martha E. Rogers
mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya
dengan prinsip homeodinamik yang kemudian
dikemukakannya.
Teori menyatakan bahwa dalam
keperawatan dipergunakan prinsip hemodinamika
untuk melayani manusia, yaitu :
 Integritas, adalah proses berhubungan dengan yang
menguntungkan antar manusia dan ingkungannya
secara berkesinambngan.
 Resonansi, prinsip ini membicarakan tentang alam
dan perubahan yang terjadi antar manusia dan
lingkungannya.
 Helicy, Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan
alami berkesinambungan, inovatif, ditunjukkan
dengan peningkatan jenis pola – pola perilaku
manusia dan lingkugan
 Bentuklah 5 kelompok untuk membahas teori
keperawatan dan model konseptual dari para
ahli diatas
 Tugas dibuat dalam bentuk makalah dan
power point untuk dipresentasikan minggu
depan oleh masing – masih kelompok
 Semua anggota kelompok wajib membuat
tugas, apabila ybs tidak bersedia membuat
tugas tebalkan nama ybs di cover tugas

“SELAMAT MENGERJAKAN”