Anda di halaman 1dari 21

Satuan Acara Penyuluhan

pada pasien Stroke


Oleh Kelompok 5:
1. M. Fakhrum 9. Pradeva Murti
2. Eldisa Syafril 10. Lusi Ronisa
3. Hayu Setyawati 11. Rahmadania
4. Diana Oktaviani 12. Nurhidayatina
5. Ruri Marhamah V.S
6. Weni Sri Rahayu
7. Mega Sevia
8. Mita Yulia
LATAR BELAKANG

Menurut WHO stroke adalah adanya


tanda-tanda klinik yang berkembang
cepat akibat gangguan fungsi otak fokal
(atau global) dengan gejala-gejala yang
berlangsung selama 24 jam atau lebih
yang menyebabkan kematian tanpa
adanya penyebab lain yang jelas selain
vaskuler. (Hendro Susilo, 2012)
Penyakit serebrovaskuler
menunjukkan adanya beberapa
kelainan otak baik secara fungsional
maupun structural yang disebabkan
oleh keadaan patologis dari
pembuluh darah serebral atau dari
seluruh system pembuluh darah
otak.
Di RSUD Dr. Achmad Mochtar khusus
diruang Neurologi selama satu minggu
terakhir ini selalu ada peningkatan jumlah
pasien stroke yang dirawat.
Baik itu pasien yang datang sendiri
maupun yang dirujuk dari berbagai
rumah sakit lainnya.
Dan untuk minggu ini terhitung 6-8
pasien yang dirawat dengan stroke
diruangan Neurologi.
Sebagai gambaran pada pasien yang dirawat ini,
ada yang sangat belum mengetahui apa itu
stoke. Dimana pasien yang sudah dirawat
selama lebih dari 1 bulan masih belum bisa
berjalan. Namun, dari instruksi dokter pasien
sudah bisa pulang, karena sudah dikatakan
sehat. Tetapi keluarga bersikeras tidak mau
pulang karena berfikiran bahwa pasien belum
bisa apa-apa, sehingga petugas terfikir kalau
yang dimaksud sehat oleh keluarga pasien
stroke tersebut adalah pasien bisa berjalan
keluar dari rumah sakit.
STROKE
Stroke merupakan penyakit atau gangguan
fungsional otak berupa kelumpuhan saraf
(deficite neurologis) akibat terhambatnya aliran
darah ke otak (Junaidi, 2011).
KLASIFIKASI STROKE
1. Stroke Iskemik (non hemoragic)
Adalah stroke yang terjadi karena adanya
penurunan aliran darah ke otak karena
penyumbatan pada pembuluh darah arteri.
(Mardjono & Sidharta, 2008)
2. Stroke Hemoragik
Adalah stroke yang terjadi karena adanya
penurunan aliran darah ke otak karena adanya
pendarahan diotak sehingga pembuluh darah
dapat masuk ke jaringan otak sehingga terjadi
pembengkakan di tak. (Junaidi, 2011)
ETIOLOGI
1. Bekuan darah dipembuluh darah otak
2. Bekuan darah atau material lain yang
dibawa ke otak dari bagian tubuh lain
3. Penurunan aliran darah ke otak
4. Pecahnya pembuluh darah yang
menyebabkan pendarahan ke dalam
jaringan otak. (Smeltzer & Bare, 2002)
Faktor resiko terjadinya
Stroke:
1. Faktor resiko yang dapat dikontrol
a. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
b. Kencing manis (Diabetes mellitus)
c. Penyakit jantung
d. Alkohol
e. Merokok
f. Stress
g. Kegemukan (Obesitas)
Lanjutan...
2. Faktor resiko yang tidak dapat dikontrol
a. Umur
b. Ras / bangsa
c. Jenis kelamin
d. Riwayat keluarga
MANIFESTASI KLINIS
1. Adanya serangan kelumpuhan fokal
2. Mati rasa sebelah badan
3. Mulut mencongMengalami kekakuan ataupun
kesulitan ketika berjalan yang diakibatkan oleh
kelumpuhan.
4. Pendengaran yang kurang baik
5. Gerakan tidak terkoordinasi, kehilangan
keseimbangan, sempoyongan, atau kehilangan
koordinasi sebelah badan.
6. Gangguan kesadaran seperti pingsan bahkan sampai
koma (junaidi, 2011)
CARA PERAWATAN PASIEN
STROKE
1. Merubah posisi
Merubah posisi merupakan kemampuan
individu untuk bergerak secara bebas,
mudah, dan teratur dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan aktivias guna
mempertahanka kesehatannya dan
sebaiknya dilakukan setiap 2 jam (Hidayat,
2006)
2. Posisi ditempat tidur
Pasien yang mengalami imobilisasi perlu
diposisikan dan direposisikan dengan benar
di tempat tidur karena hal ini dapat
membantu mencegah komplikasi seperti
pembentukan bekuan darah, iasring,
pneumonia, kontraktor sendi, dan nyeri
bahu.
3. Membalik Pasien
Pasien yang mengalami imobilisasi perlu
dibalik dan diposisikan secara iasri,
bahkan pada malam hari.
Untuk membalik pasien di tempat tidur,
orang yang merawat harus menyelipkan
lengan mereka di bawah tubuh pasien
dan menarik pasien iasri mereka. Jika
pasien sudah terputar, bukalah dan
kencangkan seprai di bawahnya.
4. Bridging
Latihan ini dapat membantu pasien bergerak di
tempat tidur.Pasien menekuk tungkai mereka
yang kuat, dan orang merawat membantu
dengan menekuk tungkai yang lemah dan
menahannya dalam posisi yang
dibutuhkan.Pasien kemudian mendorong kaki
mereka ke tempat tidur, dan mengangkat
panggul sehingga panggul dapat dipindahkan ke
salah satu sisi dan menurunkan panggul ke
posisi yang baru (Valery, 2006).
5. Duduk di Tempat Tidur
Lebih kecil kemungkinannya menyebabkan tersedak
dan mempermudah pasien bernafas dan menelan.
6. Perawatan kulit
Perawatan kulit yang cermat sangat penting untuk
mencegah sering (luka karena tekanan) dan infeksi
kulit; adanya hal-hal ini menunjukkan bahwa
perawatan pasien kurang optimal. Keduanya
sebaiknya dicegah alih-alih diobati, karena iasring
menimbulkan nyeri dan sembuhnya lama, dan jika
terinfeksi, luka ini dapat mengancam nyawa.
7. Perawatan Mata dan Mulut
Pasien yang tidak dapat minum tanpa
bantuan harus membersihkan mulutnya
dengan sikat lembut yang lembab atau
kapas penyerap sesekitar satu
jam.Perawatan mulut yang teratur sangat
penting, terutama untuk pasien yang sulit
atau tidak dapat menelan.
Cara merawat dirumah :
1. Pastikan bahwa pasien memiliki kasur
yang sesuai – bertanyalah kepada dokter
atau ahli terapi okupasional jika perlu.
2. Balikkan pasien dari satu sisi ke sisi lain
setiap 2 – 3 jam sepanjang siang dan
malam.
3. Ubahlah posisi lengan dan tungkai setiap
1 – 2 jam sepanjang siang dan malam
hari
4. Pijatlah tungkai yang lumpuh sekali atau
2 kali sehari
5. Gerakkan semua sendi di tungkai yang
lumpuh secara lembut dan perlahan-lahan
(yaitu, lurus dan menekuk) 5 – 7 kali.
Tahanlah sendi di setiap posisi selama sekitar
30 detik. Gerakan sebaiknya tidak
menimbulkan nyeri. Ulangi proses ini setiap
empat jam. Jika mungkin, cobalah memberi
semangat pasien untuk bekerja sama dengan
gerakan dan meningkatkan mobilitas mereka
karena ini akan membantu mempercepat
pemulihan.
6. Topanglah hemiplegik (lemah) dengan buah
bantal. Jangan membaringkan pasien
telentang atau menarik lengan yang lumpuh.
TERIMA KASIH