Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

ODS KALAZION

DISUSUN OLEH :
NINDYA R.P

PEMBIMBING :
DR. DWIDJO PRATIKNJO, SP.M
DR.YB. HARI TRILUNGGONO, SP.M
1. IDENTITAS PASIEN
 Nama : Nn. A
 Usia : 21 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Alamat : Mertoyudan, Magelang
 Pendidikan : SMA
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Status : Belum menikah
 Agama : Islam
 Datang ke Rumah Sakit : 20 Februari 2018
 Anamnesis dilakukan secara : Autoanamnesis
2. ANAMNESA
KELUHAN UTAMA

 Benjolan pada kelopak mata kanan


dan kiri yang mengganjal sejak 5
bulan sebelum masuk rumah sakit.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien datang ke Poli RST dr. Soedjono dengan keluhan benjolan pada kelopak mata kiri
dialami penderita sejak 5 bulan yang lalu. Pada awalnya benjolan yang muncul hanya
berupa benjolan kecil pada kelopak mata atas sisi dalam. Benjolan tersebut kemudian
membesar sehingga pasien merasakan seperti ada yang mengganjal. Benjolan tersebut
terkadang disertai rasa gatal, benjolan tidak sakit, tidak merah, dan teraba kenyal saat
diraba. Pasien tidak demam saat keluahan ini muncul.
Satu bulan kemudian muncul benjolan yang kedua pada kelopak mata kanan bagian atas
yang muncul secara mendadak. Benjolan tersebut tidak nyeri, tidak merah, dan saat
diraba teraba kenyal, pasien juga tidak pernah mengalami demam saat keluhan ini
muncul. Benjolan terkadang mengecil sendiri namun terkadang membesar kembali tanpa
diketahui penyebabnya.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

 Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya. Sebelum muncul


benjolan, pasien tidak pernah mengalami trauma, matanya tidak pernah merah dan
tidak berair. Pasien mengaku tidak memiliki riwayat alergi dan riwayat penyakit yang
sama pada keluarga disangkal. Riwayat keluarga dan lingkungan sekitar yang
mengalami sakit yang sama tidak ada.
Riwayat Penyakit Dahulu

• Riwayat keluhan serupa disangkal


• Riwayat Trauma disangkal
• Riwayat hipertensi disangkal
• Riwayat diabetes mellitus disangkal
• Riwayat mengkonsumsi obat-obatan tertentu disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

• Tak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa

Riwayat Pengobatan

• Pasien sudah pernah memeriksakan keluhannya di puskesmas namun keluhan tidak


kunjung membaik

Riwayat Sosial Ekonomi

• Pasien seorang wiraswasta dan bekerja sebagai admin di toko. Biaya pengobatan
dengan menggunakan BPJS. Kesan ekonomi cukup.
3. PEMERIKSAAN FISIK
Status Umum
 Kesadaran : Compos mentis
 Aktivitas : Normoaktif
 Kooperatif : Kooperatif
 Status gizi : Baik
Vital Sign
 TD : 120/80 mmHg
 Nadi : 85 x.menit
 RR : 20 x/menit
 Suhu : 36,5ºC
SKEMA ILUSTRASI
STATUS OPTHALMICUS
4. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan
pemeriksaan
penunjang
5. DIAGNOSIS BANDING ODS KALAZION

ODS Kalazion

• Pasien mengatakan benjolan pada mata kanan sejak 5 bulan yang lalu (bersifat
kronis), dari pemeriksaan fisik ditemukan benjolan teraba kenyal, tidak hiperemis
dan tidak ada nyeri tekan pada benjolan, dan pasien tidak mengalami demam.
Selain itu juga terdapat benjolan pada mata kiri tumbuh 4 bulan yang lalu saat
dilakukannya pemeriksaan fisik.

ODS Hordeolum

• Disingkirkan karena pada hordeolum didapatkan benjolan yang bersifat akut


yaitu 2-3 hari, saat pemeriksaan fisik benjolan teraba lunak, tedapat hiperemis
dan ada nyeri tekan pada benjolan, dan biasnya disertai demam. Sedangkan pada
pasien benjolan bersifat kronis yaitu muncul 5 bulan yang lalu pada mata kanan
dan 4 bulan yang lalu pada mata kiri, saat pemeriksaan fisik didapatkan benjolan
teraba kenyal, tidak hiperemis, tidak ada nyeri, dan pasien tidak demam.
5. DIAGNOSIS BANDING ODS KALAZION

ODS Dakriosistitis

• Disingkirkan, karena pada dakriosistitis didapatkan


benjolan pada sakus lakrimalis, sedangkan pada pasien
didapatkan benjolan yang terletak pada palpebral
superior bagian dalam

ODS Karsinoma Sel Squamosa

• Disingkirkan karena pada karsinoma sel squamosa


ditemukan adanya nodul yang keras, dan harus
ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi.
6. DIAGNOSIS KERJA

ODS Kalazion
7. TATALAKSANA

ODS Kalazion
• Non Medikamentosa
• Kompres air hangat 5-10 menit 4x/hari
• Medikamentosa
Oral
• Tidak diberikan
Topikal
• Gentamicin salep mata 0,3% 3x1 ODS
Parenteral
• Tidak diberikan
Operatif
• Insisi + Ekskokleasi kalazion
8. EDUKASI ODS KALAZION

• Menjelaskan bahwa keluhan benjolan di kelopak mata pasien merupakan akibat dari
penyumbatan kelenjar di kelopak mata yang disebut kalazion

• Menjelaskan pada pasien bahwa benjolan pada kelopak mata kanan atas nya dapat timbul
kembali di tempat yang sama atau dimata lainnya dan penyakitnya ini tidak menular. Mata
yang sehat dapat terkena penyakit benjolan juga.

• Bila terjadi rekurensi (berulang), lakukan


• Kompres hangat 10-20 menit 4 kali sehari
• Antibiotik topikal dan steroid disertai kompres panas dan bila tidak berhasil dalam waktu
2 minggu maka dilakukan pembedahan.
8. EDUKASI ODS KALAZION

• Menjelaskan kepada pasien bahwa untuk mencegah agar tidak terjadi benjolan berulang biasakan
mencuci tangan sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Kemudian bersihkan minyak berlebih
yang ada di kelopak mata secara perlahan serta gunakan pelindung mata, seperti kacamata, saat
berada di jalan raya atau tempat-tempat berdebu

• Mencegah mata yang sakit untuk tidak sering dikucek/disentuh

• Karena dirasa mengganggu (penglihatan atau gerakan kelopak mata), maka dilakukan tindakan
operatif untuk mengeluarkan isinya
8. EDUKASI ODS KALAZION

• Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini dapat


sembuh secara sempurna.
• Dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu, dan tidak
menular. Dengan terapi yang tepat kalazion dapat
sembuh dengan sempurna
9. KOMPLIKASI

 ODS Kalazion
 Karsinoma sel squamosa
10. RUJUKAN

 Dalam kasus ini belum diperlukan rujukan ke disiplin Ilmu Kedokteran lainnya
ataupun ke RS dengan fasilitas penunjang yang lebih lengkap.
11. PROGNOSIS

Oculus Dexter Oculus Sinister


 Quo ad visam : Ad Bonam Ad bonam
 Quo ad sanam : Ad bonam Ad bonam
 Quo ad functionam : Ad bonam Ad bonam
 Quo ad cosmetican : Ad bonam Ad bonam
 Quo ad vitam : Ad bonam Ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI PALPEBRA

 Palpebra (kelopak mata) superior dan


inferior adalah modifikasi lipatan kulit
yang dapat mentup dan melindungi
bola mata bagian anterior. Berkedip
membantu menyebarkan lapisan tipis
air mata, yang melindungi kornea dan
konjungtiva dari dehidrasi. Palpebra
superioe berakhir pada alis mata,
palpebra inferior menyatu dengan pipi
Struktur palpebra :
1. Kulit
2. Musculus Orbicularis Oculi
3. Jaringan Areolar
4. Tarsus
5. Konjungtiva Palpebra
1. Kelenjar sebasea
2. Kelenjar Moll / kelenjar keringat
3. Kelenjar Zeiss pada pangkal rambut, berhubungan dengan folikel rambut dan
menghasilkan sebum
4. Kelenjar Meibom (kelenjar tarsalis)
Terdapat di dalam tarsus. Kelenjar ini menghasilkan sebum (minyak). 40 atas, 20
bawah
KALAZION
KALAZION

Definisi Etiologi
 Adalah massa di kelopak mata yang  Lipogranulomatosa kelenjar Meibom.
dihasilkan dari peradangan non infeksi
 Timbul spontan disebabkan oleh
granulomatosa kronis pada kelenjar
sumbatan pada saluran kelenjar atau
meibom
sekunder dari hordeolum internum.
PATOFISIOLOGI

Gangguan Timbul Terbentuk


Tertahannya
reaksi jaringan
sekresi kel sekresi
jaringan granulasi
Meibom kelenjar
sekitar dan infeksi
KALAZION

Manifestasi klinis Diagnosa


 Benjolan pada kelopaka mata, yang  Diagnosa ditegakkan berdasarkan
teraba keras, tidak hiperemis dan tidak gejala dan hasil pemeriksaan kelopak
ada nyeri tekan.
mata. Kadang saluran kelenjar Meibom
 Pseudoptosis bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit,
 Kelenjar preaurikel tidak membesar. untuk memastikan hal ini maka perlu
Kadang-kadang mengakibatkan dilakukan pemeriksaan biopsi
perubahan bentuk bola mata akibat
tekanannya sehingga terjadi kelainan
refraksi pada mata tersebut.
 Pada anak muda dapat diabsobsi spontan
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan laboratorium jarang di


minta

Biopsi di indikasikan untuk kalazion


yang kambuh atau berulang-ulang
timbul sesudah pembedahan,
karena tampilan karsinoma kelenjar
meibom dapat mirip kalazion
DIAGNOSA BANDING

HORDEOLUM

• Peradangan supuratif kel


Zeis, kel Moll atau kel
Meibom

Membentuk
Edema Mengganjal + Nyeri
Hiperemi abses dan pecah
palpebra Nyeri tekan
sendiri
DIAGNOSA BANDING

DIAGNOSIS BANDING

DAKRIOSISTITIS

• Peradangan sakus
lakrimal

Nyeri
Edema sakus Bila ditekan keluar
kantus
Epifora lakrimal + cairan purulen (akut),
medial
Eritema cairan mukoid (kronis)
(akut)
DIAGNOSIS BANDING

KARSINOMA KELENJAR SEBASEA

• paling sering berasal dari kelenjar


meibom dan zeis, tetapi dapat juga
muncul di kelenjar sebasea alis mata
atau caruncula

Ditegakkan dengan
Nodul yang keras Tidak nyeri
histopatologi
PENATALAKSANAAN

Non Medikamentosa
• Kompres hangat 10-20 menit 4kali sehari.
• Medikamentosa
• Antibiotika topikal dan steroid disertai kompres panas dan bila
tidak berhasil dalam waktu 2 minggu maka dilakukan pembedahan
• Bila kecil dapat disuntik steroid dan yang besar dapat dilakukan
pengeluaran isinya.
• Bila terdapat sisa bisa dilakukan kompres panas
Pembedahan

• Insisi + Ekskokleasi
• Mata ditetesi dengan anestesi topikal (pantokain).
• Obat anestesi infiltrat disuntikan dibawah kulit di depan kalazion.
• Kalazion dijepit dengan klem kalazion kemudian dibalik sehingga
konjungtiva tarsal dan kalazion terlihat.
• Dilakukan insisi tegak lurus margo palpebra dan kemudian isi
kalazion dikuret sampai bersih.
• Klem kalazion dilepas dan diberi
• salep mata.
KOMPLIKASI

 Bila terjadi kalazion berulang beberapa kali sebaiknya dilakukan


pemeriksaan histopatologik untuk menghindari kesalahan diagnosis
dengan kemungkinan keganasan
PROGNOSIS
TERIMAKASIH