Anda di halaman 1dari 24

Hernia

Ayu Anas Silvya


11.2016.209
Anatomi kanalis inguinalis

 Kanalis inguinalis terdiri dari :


 Anulus inguinalis profundus/interna
 Anulus inguinalis superfisialis/eksterna
 Batas-batas kanalis inguinalis :
 Kraniolateral : anulus inguinalis internus
 Medial bawah : anulus inguinalis
eksternus diatas tuberkulum pubikum
 Atapnya : aponeurosis m.oblikus eksternus
 Lantainya : ligamentum inguinale
 Kanalis inguinalis berisi tali sperma pada
laki-laki dan ligamentum rotundum pada
wanita
ANULUS INGUINALIS EXTERNA

 Annulus inguinalis externa merupakan defek


berbentuk segitiga (Hesselbach’s triangle)
pada aponeurosis m. obliquus externus
abdominis dan dasarnya dibentuk
oleh crista pubica.
 Batas – batas anulus inguinalis externa
 lateral : arteri epigastrika inferior
 medial : m. rectus abdominis bagian
lateral
 inferior : ligamentum inguinale.
Kanalis femoralis

 Kanalis femoralis terletak medial dari


v.femoralis di dalam lakuna vasorum, dorsal
dari ligamentum inguinalis
 Batas-batas kanalis femoralis :
 Kranioventral : ligamentum inguinale
 Kaudodorsal: ligamentum illiopektineale
(ligamentum Cooper)
 Lateral : sarung v.femoralis
 Medial : ligamentum lakunare
gimbernati
HERNIA

 Protusi atau
penonjolan isi suatu
rongga akibat defek
atau bagian lemah dari
dinding rongga
bersangkutan. Hernia
terdiri atas :
 Kantong
 Isi
 cincin
ETIOLOGI
prosesus vaginalis paten kontralateral disertai
Kongenital dengan anulus inguinalis yang cukup besar
sehingga dapat dilalui kantong dan isi hernia.

Peningkatan tekanan
intraabdomen
Hernia

Bertambahnya umur

Kelemahan otot dinding


Akuisita
perut

Kehamilan

Riwayat operasi hernia


pada waktu bayi
Klasifikasi hernia

Berdasarkan Berdasarkan
terjadinya letak

Berdasarkan Berdasarkan
sifatnya keadaannya

Hernia tipe
lain
Klasifikasi Hernia berdasarkan letak

 Hernia Epigastrika
 hernia yang keluar melalui defek di
line alba antara umbilikus dan
prosesus xifoideus
 Lebih sering ditemukan pada pria
dibanding wanita. Insiden tertinggi
pada usia 20-50 tahun
Klasifikasi hernia berdasarkan letak
 Hernia Inguinalis
 Hernia Inguinalis Lateralis
 Hernia Inguinalis Medialis
Klasifikasi hernia berdasarkan letak
 Hernia femoralis
 Pintu masuk hernia femoralis adalah anulus
femoralis.
 Selanjutnya, isi hernia masuk ke dalam
kanalis femoralis yang berbentuk corong
sejajar dengan v.femoralis sepanjang kurang
lebih 2 cm dan keluar pada fosa ovalis di
lipat paha.
 Hernia femoralis lebih sering terjadi pada
perempuan tua.
 Insidens hernia femoralis pada perempuan
kira-kira 4 kali lelaki
 Faktor utama yang menyebabkan terjadinya
hernia femoralis adalah peningkatan tekanan
intraabdomen akan mendorong lemak
preperitoneal ke dalam kanalis femoralis
KLASIFIKASI HERNIA BERDASARKAN LETAK

 Hernia Umbilikal
 Merupakan penonjolan yang mengandung
isi rongga perut yang masuk melalui cincin
umbilikus akibat peninggian tekanan
intraabdomen, biasanya ketika bayi
menangis
 Lebih sering terjadi pada bayi prematur
 Disebabkan cincin umbilikus yang tidak
menutup dan bagian intestinum yang
menetap di rongga ekstraselomik
Hernia strangulata vs hernia inkarserata
Jenis Reponibel Nyeri Obstruksi Tampak sakit Toksik

Reponibel/bebas + - - - -

Ireponibel/akreta - - - - -

Inkarserasi - + + + -

Strangulasi - ++ + ++ ++
Kausa

Kelemahan Otot Abomen  Tekanan Intraabdominal

Malformasi Kongenital Trauma Aging Beban Berat Hamil Obesitas Mengedan

Reponible Ireponible Inkarserata Strangulata Inflamasi

Ritcher

Obstruksi Nekrosis Infeksi

Peritonitis

Sepsis
Gambaran klinis hernia
ANAMNESIS
Keluhan Utama Benjolan dilipat paha
Keluhan tambahan • Benjolan muncul waktu pasien berdiri, batuk, bersin atau
mengedan dan menghilang setelah pasien berbaring
• Terkadang terdapat nyeri; kalau ada biasanya dirasakan di
daerah epigastrium/paraumbilikal berupa nyeri viseral
• Nyeri disertai mual&muntah bila sudah terjadi inkarserasi/
strangulasi

PEMERIKSAAN FISIK STATUS LOKALIS


Inspeksi Asimetri pada kedua sisi lipat paha, skrotum, dan labia pada
posisi duduk & berbaring
palpasi Diraba benjolannya kemudian di nilai konsistensinya & dicoba
mendorong untuk melihat apakah benjolan dapat direposisi
Gambaran klinis hernia anak
Benjolan di daerah
inguinal/skrotum yang
intermitten

anamnesis Benjolan terlihat jelas pada saat


anak menangis atau mengedan

Hernia pada Benjolan hilang pada saat istirahat atau


dapat dimasukkan secara manual
anak

Tonjolan pada skrotum/kanal


inguinal/labia yang membesar apabila
Pemeriksaan pasien mengedan
fisik
Korda pada sisi yang terkena terasa lebih
tebal dibanding sisi yang tidak terkena
Gambaran klinis hernia strangulata pada anak

 Anamnesis :
 Keluhan utama :
 benjolan di inguinalis/skrotum yang disertai dengan nyeri
 Benjolan tidak dapat dimasukkan kembali

 Keluhan tambahan :
 Anak rewel
 Tidak mau makan
 Sulit buang air & mengeluarkan kotoran

 Pemeriksaan fisik :
 benjolan pada skrotum/kanal inguinal/labia yang membesar
apabila pasien mengedan
 Tonjolan tidak dapat dimasukkan
 Tonjolan terlihat membengkak, kemerahan serta terdapat
perubahan pada warna kulit yang melapisi
 Distensi abdomen
Fingertip test
Pemeriksaan penunjang
laboratorium
• Darah lengkap
• Urinalisis
• Blood urea nitrogen
• Kreatinin
• laktat
radiologi
• USG
• CT Scan
Diagnosis banding

hidrokel varikokel

Elefantiasis Limfadenitis
skrotum inguinalis

lipoma
tatalaksana
reposisi
konservatif
Pemakaian
penyangga

Hernia
reponibel
Hernia Elektif
Hernia
ireponibel

Hernia
inkarserasi
Operatif Cito
Hernia
strangulasi
Hernioplastik

herniotomi
komplikasi

infeksi obstruksi

Nekrosis
peritonitis
usus

sepsis
Terimakasih

Tetap Semangat

Tuhan Memberkati