Anda di halaman 1dari 17

Pandangan

Beberapa Tokoh
TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Tokoh Teori Belajar dan
Pembelajaran
 Tokoh Teori Belajar  Tokoh Teori Belajar
Kognitif Behavioristik
1. J. Piaget 1. Thorndike
2. Jerome Bruner 2. Watson
3. Ausubel 3. Clark Hull
4. Kurt Lewin 4. Edwin Guthrie
 Tokoh Teori Belajar 5. Skinner
Humanistik 6. Albert Bandura
1. Carl Rogers 7. Robert Gagne
2. Arthur Combs
3. Abraham Maslow
Teori Belajar Koginitif

1. Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar behavioristik, teori


belajar kognitif leih mementingkan proses belajar dari pada hasil
belajarnya. Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar
tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon.
2. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku sesorang
ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang
berhubungan dengan tujuan belajarnya. Perubahan Belajar merupakan
persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebaigai
tingkah laku yang nampak.
3. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal
yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan infirnasi, emosi, dan
aspek-aspek kejiwaan lainnya.
4. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berfikir yang sangat
komplek. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan
stimulus yang diitrerima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif
yang sudah dimiliki dan sudah terbentuk dalam diri sesorang
berdasarkan pemahman dan pengalaman-pengalaman sebelumnnya.
Jerome Bruner

1. Bruner memakai cara yang kemudian disebut Discovery


Learning, yaitu siswa mengorganisasi nahan yang dipelajari
dengan hasil akhirnya. Hal ini berbeda dengan
pembelajaran Reception Learning dan Expository Learning,
yang membedakan adalah guru menerangkan informasi
yang kemudian siswa harus mempelajarinya secara
keseluruhan.
2. J. Bruner menekankan bahwa proses belajar akan berjalan
dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori,
aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia
jumpai dalam kehidupan. Bruner meyakini bahwa
pembelajaran tersebut bisa muncul dalam tiga cara atau
bentuk, yaitu: enactive, iconic dan simbolic
Ausubel

 Psikologi pendidikan yang diterapkan oleh Ausubel adalah


bekerja untuk mencari hukum belajar yang bermakna,
teori-teori belajar yang ada selama ini masih banyak
menekankan pada belajar asosiatif atau belajar menghafal
 Pengertian belajar bermakna. Menurut Ausubel ada dua
jenis belajar : (1) Belajar bermakna (meaningful learning)
dan (2) belajar menghafal (rote learning). Belajar
bermakna adalah suatu proses belajar di mana informasi
baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah
dipunyai seseorang yang sedang belajar.
 Kebermaknaan diartikan sebagai kombinasi dari informasi
verbal, konsep, kaidah dan prinsip, bila ditinjau bersama-
sama. Oleh karena itu belajar dengan prestasi hafalan saja
tidak dianggap sebagai belajar bermakna. Maka, menurut
Ausubel supaya proses belajar siswa menghasilkan sesuatu
yang bermakna, tidak harus siswa menemukan sendiri
semuanya
Kurt Lewin

 Kurt Lewin mengembangkan suatu teori belajar cognitive-


Field menaruh perhatian kepada kepribadaian dan psikologi
social. Menurut Lewin masing-masing individu berada disatu
medan kekuatan yang bersifat psikologis. Medan kekuatan
psikologis dimana seseorang bereaksi disebut dengan life
space. Life Space merupakan perwujudan dari lingkungan
dimana individu tersebut bereaksi.
 Dari keduanya itu, Lewin memberikan peranan yang lebih
pada motivasi daripada reward. Lewin berpendapat bahwa
tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan baik
dari dalam maupun dari luar individu. Kekuatan dari dalam
individu seperti; tujuan, kebutuhan, tekanan kejiwaan.
Sedangkan dari luar seperti tantangan dan permasalahan
Carl Rogers

 Belajar dipandang sebagai fungsi keseluruhan pribadi.


Mereka berpendapat bahwa belajar yang sebenarnya
tidak dapat berlangsung bila tidak ada keterlibatan
intelektual maupun emosional peserta didik. Oleh
karena itu, menurut teori belajar humanisme bahwa
motifasi belajar harus bersumber pada diri peserta didik
 Roger membedakan dua ciri belajar, yaitu: (1) belajar
yang bermakna dan (2) belajar yang tidak bermakna.
 Bagaimana proses belajar dapat terjadi menurut teori
belajar humanisme?. Orang belajar karena ingin
mengetahui dunianya. Individu memilih sesuatu untuk
dipelajari, mengusahakan proses belajar dengan
caranya sendiri, dan menilainya sendiri tentang apakah
proses belajarnya berhasil.
Arthur Comb

 Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru


tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau
tidak relevan dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa
matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi
karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa
sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus
mempelajarinya.
 Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dari
ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu
yang tidak akan memberikan kepuasan baginya
 Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat
kesalahan dengan berasumsi bahwa peserta didik mau
belajar apabila materi pelajarannya disusun dan
disajikan sebagaimana mestinya.
Abraham Maslow

 Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan


menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai
dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki
Kebutuhan.
 1) Fisiologis
 2) Rasa Aman
 3) Memperoleh Kasih Sayang
 4) Memperoleh Penghargaan
 5) Aktualisasi Diri
 6) Mengetahui dan Mengerti
 7) Estetis.
 Hirarki kebutuhan menurut Maslow ini mempunyai implikasi penting bagi
seorang guru.
 Maslow berpendapat bahwasanya perhatian dan motivasi belajar tidak
akan mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar siswa belum terpenuhi
Teori Belajar Behavioristik

 Menurut teori behavioristik ini belajar adalah perubahan


tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara
stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar
merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam
hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara
baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon
 Teori behavioristic menekankan proses belajar serta
peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung
belajar, dalam menjelaskan tingkah laku.
 yang terpenting adalah masukan atau input yang berupa
stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon,
yang terjadi antara stimulus dan respon dianggap tidak
penting
Edward Thorndike

 Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi


antara stimulus dan respon.
 perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu
dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, atau
tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.
Watson

 Menurutnya, belajar adalah proses interaksi antara


stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang
dimaksud harus berupa tingkah laku yang dapat diamati
(orservabel) dan dapat diukur
Clark Hull

 Clark Hull juga menggunakan variable hubungan antara


stimukus dan respon untuk menjelaskan pengertian
belajar. Namun ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi
yang dikembangkan oleh Charles Darwin
 Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi
tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga
kelangsungan hidup manusia
 Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan
pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan
menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan
manusia, sehingga stimulus dalam belajarpunhampir
selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis
Edwin Guthrie

 Edwin Guthrie juga menggunakan variable hubungan


stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya
proses belajar. Namun ia mengemukakan bahwa
stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan
atau pemuasan biologis. Dijelaskannya bahwa hubungan
antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat
sementara
 Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment)
memegang peranan penting dalam belajar
Skinner

 Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respon


yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya,
yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah
laku, tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh
tokoh sebelumnya
 Menurut pandangan Skinner, belajar adalah perubahan
tingkah laku. Ketika subjek belajar, responsnya
meningkat jika terjadi kebalikannya, angka responnya
menurun. Karena itu belajar adalah suatu perubahan
dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons
Albert Bandura

 Teori Belajar Sosial menurut Bandura adalah orang


belajar dari yang lain, melalui observasi, peniruan, dan
pemodelan. Teori ini sering disebut jembatan antara
behaviorist dan teori pembelajaran kognitif karena
meliputi perhatian, memori, dan motivasi.
 Teori Bandura ini kemudian disebut dengan social
Learning.
 Butuh pemodelan efektif
1. Atensi
2. Retensi
3. Reproduksi
4. Motivasi
Gagne

 Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris


mendorong guru untuk merencanakan instruksional
pembelajaran agar suasana gaya belajar dapat
dimodifikasi. keterampilan paling rendah menjadi dasar
bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi
 Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus
disiapkan. Belajar mulai dari hal yang paling sederhana
dilanjutkan dengan tingkatan yang lebih kompleks