Anda di halaman 1dari 33

Oleh:

Firgiantie Fadillah (17/421437/EE/07261)


Hanifiyatun Fahmi (17/414047/EE/07212)
Vanessa Putri Sondakh (17/414075/EE/02740)
Veronika Narendra Novelita (17/424076/EE/07241)
Pengukuran saat pengakuan

Biaya perolehan
Harga pembelian ditambah pengeluaran
yang dapat diatribusikan secara langsung

Pengukuran setelah pengakuan

Memilih antara model nilai wajar atau


model biaya
PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar
“harga yang akan diterima untuk menjual
suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran”

Dapat diukur secara andal jika:


Variabilitas tidak signifikan
Probabilitas dapat dinilai secara rasional
Model Biaya
PSAK 16: Aset Tetap
“dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai”
atau
PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki
untuk Dijual dan Operasi yang
dihentikan
“pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan
nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual”
Pengungkapan

 Nilai wajar atau biaya?


 Klasifikasi sebagai properti investasi
 Kriteria yang membedakan properti investasi
dengan properti lain
 Bagaimana penentuan nilai wajar?
 Jumlah yang diakui pada laba rugi
 Keberadaan atau jumlah pembatasan atas properti
investasi/penghasilan
 Kewajiban kontraktual
Model Nilai Wajar Model Biaya
a. Penambahan yang dihasilkan dari a. Metode penyusutan yang
perolehan dan dari pengeluaran digunakan
selanjutnya yang diakui dalam b. Umur manfaat atau tarif
jumlah tercatat aset penyusutan yang digunakan
b. Penambahan yang dihasilkan dari c. Jumlah tercatat bruto dan
akuisisi melalui kombinasi bisnis akumulasi penyusutan
c. Aset yang diklasifikasikan (digabungkan dengan akumulasi
sebagai dimiliki untuk dijual rugi penurunan nilai)
d. Keuntungan atau kerugian neto d. Rekonsiliasi jumlah tercatat:
dari penyesuaian terhadap nilai i. penambahan yang dihasilkan dari
wajar akuisisi dan dari pengeluaran
e. Selisih kurs neto selanjutnya yang diakui sebagai
f. Pengalihan ke dan dari persediaan aset
dan properti yang digunakan ii. Penambahan yang dihasilkan
sendiri; dan dari akuisisi melalui kombinasi
g. Perubahan lain. bisnis
iii. Aset yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual
Model Nilai Wajar Model Biaya
iv. Penyusutan
v. Rugi penurunan nilai dan/atau
reversalnya
vi. Selisih kurs neto
vii. Pengalihan ke dan dari
persediaan dan properti yang
digunakan sendiri; dan
viii.Perubahan lain.
e. Nilai wajar properti investasi.
Jika tidak dapat diukur secara
andal:
i. Deskripsi properti investasi
ii. Penjelasan mengapa nilai wajar
tidak dapat diukur secara andal;
dan
iii. rentang estimasi nilai wajar
kemungkinan besar berada.
Sewa guna usaha (PSAK 30)
Suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak
kepada lessee untuk menggunakan suatu aset
selama periode waktu yang disepakati.

Sewa pembiayaan
(Financial Lease)
klasifikasi sewa
Sewa Operasi
(Operating Lease)
Kriteria sewa pembiayaan:
1. pada akhir masa sewa kepemilikan aset dapat dialihkan kepada
lessee
2. lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup
rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal nilai opsi mulai
dilaksanakan.
3. masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset
meskipun hak milik tidak dialihkan.
4. pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum
secara substansial mendekati nilai wajar aset sewaan.
5. aset sewaan bersifat khusus dan hanya lessee yang dapat
menggunakannya.
6. jika lessee membatalkan sewa maka kerugian lessor ditanggung
oleh lessee.
7. laba atau rugi dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan pada
lessee
8. lessee dapat melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan nilai
sewa lebih rendah dari nilai pasar .
 Financial lease
Sewa dalam laporan keuangan lessee
lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai asset dan
liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar asset sewaan atau sebesar nilai kini dari
pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih
rendah dari pada nilai wajar.
Sewa dalam laporan keuangan lessor
lessor mengakui asset berupa piutang sewa
pembiayaan dalam laporan posisi keuangan sebesar
jumlah yang sama dengan investasi sewa neto.
 Operating lease
 Sewa operasi dalam laporan keuangan lessee
Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama
masa sewa, kecuali terdapat dasar sitemtis lain
yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari
manfaat asset yang dinikmati pengguna.
 Sewa operasi dalam laporan keuangan lessor
Lessor menyajikan asset untuk sewa operasi dalam
laporan posisi keuangan sesuai sifat asset tersebut.
Glauss Leasing Company (Leasor) menyewakan mesin
kepada Jensen Corp. (Leassee) tanggal 1 Januari 2015, dg
ketentuan:

1. Jangka waktu sewa 7th (tanpa opsi pembaruan), UE 9th


2. Nilai Perolehan $ 525.000, Nilai Wajar $ 700.000
(1/1/2015)
3. Nilai Residu akhir sewa $ 100.000 (Depresiasi GL)
4. Pembayaran sewa tahunan, mulai tanggal 1/1/2015
5. Leasor menginginkan tingkat pengembalian investasi 10%.
Jensen menetapkan suku bunga pinjaman 11%, dan Leasor
tidak menentukan tingkat bunga implisit
1. Jenis dan sifat perjanjian sewa guna:

 Glauss Leasing Company (Lessor) mencatat transaksi sewa


sebagai capital lease karena masa sewa selama 7 tahun
(lebih dari 75%) umur ekonomis asset yaitu 9 tahun. Selain
itu, karena nilai wajar peralatan sebesar $700,000 lebih
besar dari biaya lessor $525,000, maka sewa termasuk
sewa tipe penjualan.

 Jensen Corporation (Lessee) mencatat transaksi sebagai


capital lease karena masa sewa selama 7 tahun (lebih dari
75%) umur ekonomis asset yaitu 9 tahun. Dengan demikian,
jangka waktu capital lease yaitu 77.77% diperoleh dari
Jangka waktu sewa 7 tahun dibagi dengan umur ekonomis
aktiva 9 tahun dikali 100%.
2. Jumlah pembayaran sewa tahunan yang diperlukan

Nilai wajar asset-lease per 1 Januari 2015 $ 700,000


Nilai sekarang atas nilai residu ($ 100,000 x 0.51316*) ($ 51,316)
Jumlah yang akan dipulihkan oleh lessor $ 648,684

Pembayaran leasing 7 periode ($ 648,684 / 5.35526**) $ 121,130

* PV of 1$, n=7 ; i=10%


** PV of Annuity Due, n=7 ; i =10%
3. Nilai sekarang dari pembayaran sewa guna minimum

PV Pembayaran Tahunan ($ 121,130 x 5.23054*) $ 633,575


Nilai residu yang dijamin ($100,000 x 0.48166**) $ 48,166
PV Minimum Lease Payment $ 681,741

* PV of Annuity Due, n=7 ; i = 10%


** PV of 1$, n=7 ; i=11%
4. Entri jurnal yang harus dicatat oleh Jensen pada tahun
2015 dan 2016

1 Januari 2015
Mencatat perjanjian lease
Leased machinery $ 681,741
Leased liability $ 681,741

Mencatat pembayaran lease tahun pertama


Leased liability $ 121,130
Cash $ 121,130
31 Desember 2015
Mencatat bunga akrual
Interest expense $ 61,667
Interest payable $ 61,667
(($681,741 - $121,130) * 11%)

Mencatat depresiasi
Depreciation expense $ 83,106
Acc. Dep. Leased Machinery $ 83,106
(($681,741 - $100,000) / 7 tahun)
1 Jan 2016
Mencatat pembayaran lease tahun kedua
Leased liability $ 59,463
Interest payable $ 61,667
Cash $ 121,130

31 Des 2016
Mencatat bunga akrual
Interest expense $ 55,126
Interest payable $ 55,126
(($681,741 – $121,130 - $59,463)* 11%)
5. Entri jurnal yang harus dibuat oleh Glauss untuk tahun
2015 dan 2016

1 Jan 2015
Mencatat perjanjian lease penjualan (operasi)
Lease receivable $ 700,000
Cost of good sold $ 525,000
Sales revenue $ 700,000
Inventory $ 525,000

Mencatat penerimaan pembayaran tahun pertama


Cash $ 121,130
Lease receivable $ 121,130
31 Des 2015
Mengakui adanya pendapatan bunga
Interest receivable $57,887
Interest revenue $57,887
(($700,000 - $121,130) * 10%)

1 Jan 2016
Mencatat penerimaan pembayaran
Cash $121,130
Lease receivable $ 63,243
Interest receivable $ 57,887
31 Des 2016
Mengakui pendapatan bunga selama tahun 2016
Interest receivable $ 51,563
Interest revenue $ 51,563
(($700,000 - $121,130 - $63,243) * 10%)
 Pada akhir tahun 2007, Saporo Grup menguji peralatan
apakah terjadi penurunan nilai (impairment).

 Peralatan dicatat sebesar kos historis yang disusutkan, dan


nilai tercatat adalah $150,000.

 Peralatan tersebut diperkirakan memiliki masa manfaat


yang tersisa selama 10 tahun.

 Nilai yang dapat dipulihkan (recovable amount) ditentukan


berdasarkan perhitungan nilai kegunaan perlatan (value in
use), menggunakan tingkat bunga pasar 15%.
1. Nilai kerugian penurunan nilai
Present Value Factor
Year Cash Flow Discounted Cash Flow
15%
2018 $22,165 0.8696 $19,275
2019 $21,450 0.7561 $16,218
2020 $20,550 0.6575 $13,512
2021 $24,725 0.5718 $14,138
2022 $25,325 0.4972 $12,592
2023 $24,825 0.4323 $10,732
2024 $24,123 0.3759 $9,068
2025 $25,533 0.3269 $8,347
2026 $24,234 0.2843 $6,890
2027 $22,850 0.2472 $5,649
Value in use $116,419

Impairment loss = carrying amount – value in use


= $150,000 - $116,419
= $33,581
2. Jurnal untuk mencatat Impairment per 31 Desember 2017

Loss on impairment $ 33,581


Accumulated depreciation – Equipment $33,581
 Pada th 2018-2020, tidak ada peristiwa yang memerlukan
penaksiran ulang atas nilai peralatan.

 Pada akhir 2021, terdapat biaya peningkatan kinerja


peralatan sebesar $ 25,000

 Ada perkiraan arus kas yang direvisi


 Revised Cash Flow
Year Future Cash Flow PV Factor Discounted Cash
15% Flow
2022 $ 30,321 0.8696 26,3671
2023 $ 32,750 0.7561 24,7623
2024 $ 31,721 0.6575 20,8566
2025 $ 31,950 0.5718 18,269
2026 $ 33,100 0.4972 16,4573
2027 $ 27,999 0.4323 12,104
Value in Use $ 118,816
 Perhitungan Reversal dari Impairment yang berakhir pada
2021
Carrying amount yg berakhir pada 2017 $ 116,419
Beban depresiasi 2018-2021 ($ 46,568)
($116,419/10 x 4)
Biaya peningkatan kinerja peralatan $ 25,000
Carrying amount sebelum penaksiran ulang $ 94,851

a.) Recoverable amount $ 118,816


b.) Carrying amount (historical)
Peralatan $ 150,000
Ak Depresiasi ($ 15,000 x 4) ($ 60,000)
Biaya Peningkatan Kinerja $ 25,000
$ 115.000*
 Pembalik Impairment Loss = $ 115,000* - $ 94,851
= $ 20,149

3. Jurnal untuk mencatat impairment atau pemulihan


penurunan nilai (reversal of impairment)
Acc. Depreciation-Machine $ 20,149
Recovery of impairment loss $ 20,149
~ Thank You~