Anda di halaman 1dari 35

SUPANA

Pusdiklatkar, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta

Sleman, 6 Juni 1967


TUJUAN UMUM

SETELAH MENGIKUTI KEGIATAN INI


DIHARAPKAN SELURUH PESERTA
MAMPU MENGOPERASIKAN HIDRAN
YANG ADA DI TEMPAT KERJA MASING-
MASING
TUJUAN KHUSUS

 AGAR PESERTA MENGETAHUI


PENGERTIAN HITDRAN.
 AGAR PESERTA MENGETAHUI
PERALATAN KBAKARAN HIDRAN.
 AGAR PESERTA MENGETAHUI
PROSEDUR CARA MENGOPERASIAN
HIDRAN.
HIDRAN KEBAKARAN
 Pengertian

Suatu alat yang dilengkapi dengan fire


hose dan nozzle yang digunakan untuk
mengalirkan air bertekanan bagi
keperluan pemadaman kebakaran .

Kep. Men. PU No.12/ KPTS/1985


MACAM-MACAM HIDRAN KEBAKARAN

 HIDRAN KOTA
Hidran yang terletak ditepi jalan
dibuat dan dimiliki oleh Pemerintah
hanya untuk keperluan pemadaman
kebakaran .
 HIDRAN HALAMAN
Hidran yang terletak di halaman suatu
bangunan yang dibuat dan dimiliki
oleh bangunan tersebut untuk
keperluan pemadaman kebakaran
 HIDRAN GEDUNG
Hidran yang terletak di dinding pada
lantai-lantai bangunan untuk
keperluan pemadaman kebakaran.
Adalah membentuk suatu barisan dalam posisi bersaf
yang terdiri dari 3 orang, 4 orang dan 5 orang
tergantung dari jenis latihannya dalam rangka
menentukan nomor pekerjaan, jabatan, peralatan yang
di bawa dan menentukan tugas-tugas yang harus di
laksanakan pada saat pemadaman dengan
menggunakan hidran.
 H.1 : LAYING A LINE OF HOSE FROM A HYDRANT
( Menggelar satu jalur selang dari sebuah hidran) (4 orang)

 H.2 : ADDING A LENGTH OF HOSE


( Menambah satu roll selang ) (4 orang)

 H.3 : REMOVING A LENGTH OF HOSE


( Mengurangi satu roll selang ) (4 orang)

 H.4 : REPLACING A BURST LENGTH OF HOSE


( Mengganti satu roll selang yang rusak) (4 orang)

 H.5 : GETTING A BRANCH TO WORK ON A ROOF UPPER FLOOR


( Mengangkat sebuah nozzle yang disambung dengan sebuah selang ke atap
gedung atau lantai atas ) (4 orang)

 H.6 : Membagi jalur pemadaman menjadi 2 menggunakan cabang.


MEMBENTUK FORMASI REGU DALAM BARISAN

 Aba – aba pertama : SIAP GERAK


 Aba – aba kedua : HITUNG MULAI
 Aba – aba ketiga : MENUJU PERALARAN MAJU JALAN

PADA SAAT BERGERAK MAJU:

 No.2 bergeser 1 langkah ke kiri / ke kanan.


 No.1, No.3, No.4 bergerak maju lebih dahulu.
 No.2 bergerak maju terakhir.

FORMASI BARISAN 1 2 3 4

FORMASI KERJA 2 4 3 1
MENENTUKAN NOMOR PEKERJAAN,JABATAN DAN
PERALATAN

 No. 1
- Sebagai kepala regu.
- Membawa selang dan nozzle.
 No. 2
- Sebagai operator.
- Membawa kunci hidran.
 No.3
- Sebagai anggota / halper
- Membawa selang.
 No.4
- Sebagai pesuruh.
- Membawa selang.
FORMASI REGU H.1 (4 ORANG)
(Menggelar 1 jalur pemadaman)
No.2
- Membawa kunci hidran .
- Menyambung kopling selang dari no.4 ke hidran .
No.4
- Membawa 1 rol selang .
- Memberikan ujung kopling ke no.2 .
- Tarik selang ke depan . 2
- Menyambung selang dari no.3 .
No.3
- Membawa 1 rol selang .
- Memberikan ujung kopling ke no.4 .
- Tarik selang ke depan .
- Memberikan kopling selang ke no.1 .
No.1
- Membawa 1 rol selang dan 1 nozzle .
- Memberikan ujung kopling ke no. 3.
- Tarik selang ke depan.
- Menyambung selang dari no.3 ke nozzle .
- Pegang nozzle posisi kuda-kuda . 4
1/3
FORMASI REGU H.2 (4 ORANG)
(Menambah 1 roll selang)

 Selang sudah tergelar sebagaimana H.1


 Setelah mendapat perintah dari no.1, no.4 kembali ke
box hidran untuk mengambil selang tambahan.
 No.4 menggelar selang tambahan tersebut melingkar
pada posisi kopling selang no.1 dan no. 3.
 No.4 menyampaikan berita ke no.2 untuk tutup air.
 Setelah aliran air berhenti no.4 membuka kopling dan
menyambung selang yang baru. 2
1/3 4
FORMASI REGU H.3 (4 ORANG)
(Mengurangi jumlah selang)

 Selang sudah tergelar sebagaimana H.1


 No.1 perintahkan no.4 untuk tutup air yang kemudian
disampaikan ke no.2.
 No.4 kembali ke selang pertama dibelakang nozzle.
 No.1 membuka nozzle.
 No.4 membuka sambungan kopling.
 No.1 menyambung kembali nozzle pada posisi yang
baru,selanjutnya memerintahkan no.4 untuk buka air.
 Setelah air keluar no.4 mengemas selang yang lebih.
FORMASI REGU H.4 (4 ORANG)
(Mengganti selang yang rusak)
 Selang sudah tergelar sebagaimana H.1
 No.1 perintahkan no.4 mengambil selang cadangan untuk mengganti
selang yang rusak.
 No.4 menggelar selang cadangan tsb sejajar dengan selang yang
rusak.
 No.4 minta tutup air ke no.2.
 No.4 menyambung kembali kopling selang pengganti di bantu no. 3.
 No.3 menuju ke no.1 memberikan informasi bahwa selang yang baru
sudah tersambung.
 No.4 setelah mendapat perintah dari no.1 menyampaikan berita buka
air dan selanjutnya mengikat selang yang rusak dgn over hand knot.

1/3 4 2
FORMASI REGU H.5 (4 orang)
(Mengangkat nozzle & selang ke lantai atas)

 No.1&3 - Membawa tali keatas gedung satu lantai


dibawah lantai yang terbakar.
- Melemparkan tali kebawah melalui luar
gedung ke no.4.

 No. 4 - Mengikatkan tali ke selang dan nozzle


dengan menggunak ikatan rolling hitch.

 No.1&3 - Menarik selang keatas melalui luar gedung.

 No. 3 - Mengikat selang ke penambat dengan rolling


hitch.
- Membantu no.1 memegang nozzle di lantai yg
terbakar.

 No. 1 - Menarik selang ke lantai yang terbakar.


 No. 2 - Mengoperasikan hidran untuk buka dan tutup
air.
FORMASI REGU H.6 (5 ORANG)
(Membagi 2 jalur menggunakan cabang)
 Selang sudah tergelar sebagaimana H.1
 No.5 menyiapkan 1 buah cabang dan
menyambungkan ujung selang no.4 ke cabang.
 No.4 menyiapkan 1 roll selang dan 1
nozzle,menggelar selang kemudian
menyambungkan ke nozzle.
 Pada saat seluruh peralatan sudah siap,no.5
membantu no.4 dan no.3 membantu no.1.
1/3
2
5

4/5
PETUNJUK PENGOPERASIAN HIDRAN GEDUNG

 Buka pintu box hidran .


 Keluarkan selang dan nozzle
 Uraikan /gelar selang .
 Pegang nozzle .
 Buka kran ke arah kiri .
 Laksanakan pemadaman .
PETUJUK PENGOPERASIAN HIDRAN
HALAMAN

1. Buka pintu box hidran halaman .


2. Keluarkan selang dan nozzle .
3. Ambil konci hidran .
4. Uraikan / gelar selang .
5. Sambung ke hidran dan nozzle .
6. Pegang nozzle .
7. Buka outlet hidran,putar ke posisi open .
8. Laksanakan pemadaman .
Jet Nozzle

Hose

Y Conection
Hydrant
Pilar

Coupling

Adjustable Nozzle
SUATU CARA REGU PEMADAM MEMBENTUK FORMASI DALAM
MEMBAGI TUGAS DENGAN MEMPERGUNAKAN UNIT MOBIL DAN
PERALATANNYA DALAM USAHA PEMADAMAN KEBAKARAN
FORMASI REGU DALAM BARISAN
Formasi ini adalah suatu cara pembagian tugas dalam
menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilaksanakan
pada saat serah terima tugas jaga.

FORMASI REGU DALAM MOBIL


Formasi ini adalah posisi (kedudukan) angota regu di kendaraan
sesuai dengan nomor pekerjaan yang dilaksanakan pada saat
berangkat ke tempat kebakaran
 NOMOR PEKERJAAN :

Petugas nomor 1 sebagai kepala regu.


Petugas nomor 2 sebagai pengemudi / operator.
Petugas nomor 3 sebagai anggota.
Petugas nomor 4 sebagai anggota.
Petugas nomor 5 sebagai anggota.
Petugas nomor 6 sebagai anggota.

 TUGAS POKOK ANGGOTA REGU :

No.1 - Memimpin taktik dan strategi pemadaman.


- Membawa dan menentukan pipa cabang.
No.2 - Melayani mobil.
- Melayani penghisapan.
- Melayani buka tutup air.
No.3,4,5,6 – Mengoperasikan selang / nozzle.
Pelaksanaan pemadaman dengan
mempergunakan 1 jalur dan 1 pipa pemancar
(Sumber air dari unit mobil)
2

4
3
5/6
 No.1 - Mengatur taktik dan strategi pemadaman.
 No.2 - Melayani mobil (buka / tutup air).
- Menyambung selang no.3 ke mobil.
 No.3 - Mengoperasikan selang dari mobil ke no.4.
- Memperasiapkan selang cadangan.
- Kontrol selang.
 No.4 - Mengoperasikan selang dari no.3 ke no.5.
- Kontrol selang.
 No.5 - Mengoperasikan selang dari no.4 ke no.6.
- Setelah air mengalir segera membantu no.6
mengoperasikan nozzle.
 No.6 - Mengoperasikan 1 selang dan 1 nozzle dan
melaksanakan pemadaman.
Pelaksanaan pemadaman dengan
mempergunakan 1 jalur 1 nozzle dan
penghisapan (tanki mobil berisi air,dekat
sumber air).
1

2
5
6 4

Sumber air
 No.1 - Mengatur taktik dan strategi pemadaman.
 No.2 - Menghubungkan selang no.3 ke mobil.
- Melayani mobil untuk buka / tutup air dan -
- Melaksanakan penghisapan di sumber air.
 No.3 - Mengoperasikan selang dari no.2 ke no.4.
- Menyiapkan selang cadangan.
- Menyiapkan selang penghisap.
- Mengawasi penghisapan.
 No.4 - Mengoperasikan selang dari no.3 ke no.5.
- Menyiapkan selang penghisap.
- Kontrol selang.
 No.5 - Mengoperasikan selang dari no.4 ke no.6.
- Membatu no.6 mengoperasikan nozzle.
 No.6 - Mengoperasikan satu selang dan satu nozzle dan
melaksanakan pemadaman.
Pelaksanaan pemadaman dengan
mempergunakan 2 jalur dan 2 pipa pemancar
(Sumber
6
air dari unit mobil)
4

1
2
5 3
 No.1 - Memimpin taktik dan strategi pemadaman.
- Mengoperasikan dari mobil ke no.3.

 No.3 - Mengoperasikan selang dari no.1 ke no.5.


- Mengambil selang cadangan.
- Membantu no.5 mengoperasikan nozzle.

 No.5 - Mengoperasikan 1 nozzle dan 1 selang dari no.3.

 No.2 - Melayani mobil untuk buka / tutup air.


- Mengoperasikan selang dari mobil ke no.4.

 No.4 - Mengoperasikan selang dari no.2 ke no.6.


- Mengambil sellang cadangan.
- Membantu no.6 mengoperasikan nozzle.

 No.6 - Mengoperasikan 1 nozzle dan 1 selang dari no.4.


 No.1 - Memimpin taktik dan strategi pemadaman.
- Menentukan letak cabang.

 No.2 - Melayani mobil untuk buka tutup air.

 No.3 - Mengoperasikan selang dari mobil ke no.4.


- Menyiapkan selang cadangan.
- Membantu no.5 mengoperasikan nozzle.

 No.4 - Mengoperasikan selang dari no.3 ke cabang.


- Menyambung selang dari no.5 dan no.6 ke cabang.
- Membantu no.6 mengoperasikan nozzle.

 No.5 - Mengoperasikan 1 selang dan 1 nozzle ke sektor kanan.

 No.6 - Mengoperasikan 1 selang dan 1 nozzle ke sektor kiri.


Suatu pelaksanaan pemadaman satu jalur dengan
2 nozzle menggunakan cabang (sumber air dari mobil).

4/6
1
2

3/5
Suatu pelaksanaan pemadaman satu jalur dengan
2 nozzle menggunakan cabang dan penghisapan.

2
1/6
1

3/5 4

SUMBER AIR
Suatu usaha pemadaman dan penyelamatan dengan
Menggunakan unit tangga / unit snorkell

6
5

1
3 4
 No.1 - Mengatur operasi pemadaman.
 No.2 - Melayani mobil.
- Mengoperasikan tangga.
 No.3 - Mengamankan sekitar mobil.
- Memasang ganjal ban.
- Memasang bantalan jack.
 No.4 - Memasang selang dari unit tangga ke unit pompa.
- Mencari dan mengawasi suplay air dari unit lain.
- Mengawasi sekitar mobil.
 No.5 - Membantu melaksanakan pemadaman dari atas tangga.
- Memberi isyarat kepada no.2 untuk buka/tutup air,permintaan
naik/turun tangga atau pemutaran arah tangga.
 No.6 - Melaksanakan pemadaman dari atas tangga.
Unit tangga dan unit snorkle juga merupakan sarana evakuasi
(penyelamatan), apabila hal itu dilaksanakan no.5 dan no.6 berubah
fungsi sebagai Petugas Penyelamat.

Anda mungkin juga menyukai