Anda di halaman 1dari 71

Oleh : SUPANA

Pusdiklatkar, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta

SLEMAN, 6 JUNI 1967


KELUAR KELUAR
EXIT EXIT
 Perda 3 / 1992
 Suatu sistem pengelolaan untuk
mengamankan penghuni, pemakai
Fire safety bangunan maupun harta benda di dalam
dan di lingkungan bangunan dari ancaman
management bahaya kebakaran.

 Pasal 141 (4)


 Bangunan rusun berpenghuni lebih dari 50
orang dan bangunan pabrik berpenghuni
lebih dari 30 orang harus ditunjuk seorang
MANAJEMEN Kepala/Wakil Kepala Keselamatan
PENANGGULANGAN Kebakaran Gedung yang bertanggung
KEBAKARAN
jawab atas pelaksanaan manajemen
sistem pengamanan kebakaran setempat.
TETRA HEDRON KESELAMATAN
KEBAKARAN

PROTEKSI
AKTIF

MSPK

SDM PROTEKSI
PASIF
AKIBAT
KEBAKARAN

•Korban jiwa
•Kerusakan
•Kerugian
•Penderitaan
•Citra

Konsekuensi dari
Penyimpangan
MSPK
 Banyak penghuni
 Padat teknologi
(Mekanical/Electrical)
 Potensi Bahaya Tinggi :
 Sambaran petir
 Gempa bumi
 Kebakaran
 Terperangkap Lift
 Fenomena ancaman Bom
FIRE PREVENTION

PRE FIRE POST FIRE


CONTROL IN CASE FIRE CONTROL CONTROL

FIRE SAFETY MANAGEMENT


PRE FIRE CONTROL

 Kebijakan dan Komitmen.


 Identifikasi Sumber Daya.
 Inventarisasi Sarana Proteksi dan Jalan Keluar.
 Inspeksi dan Uji Coba Berkala.
 Tindakan Pemeliharaan dan Perawatan Peralatan.
 Pengawasan Terhadap Tempat dan Lingkungan Kerja.
 Struktur Organisasi Managemen Pengamanan Kebakaran.
 Rekruitmen dan Pelatihan Personel.
 Penyuluhan Penghuni dan Visualisasi Pencegahan Kebakaran.
 Gambar situasi Route Penyelamatan.
 Rencana Tindakan Keadaan Darurat Kebakaran.
 Gladi / simulasi Kebakaran dan Evakuasi Penghuni.
 Kebijakan MSPK harus ada pernyataan tertulis
yang berisi tentang visi,misi,komitmen dan
kerangka kerja.
 Penempatan MSPK pada posisi yang dapat
menentukan keputusan perusahaan.
 Penyediaan anggaran,personil yang berkualitas
dan peralatan yang memadai.
 Penetapan batas wewenang,tanggung jawab dan
kewajiban yang jelas dlm penanganan MSPK.
 Membuat perencanaan MSPK secara
terkoordinasi.
 Melakukan penilaian kinerja & tindak lanjut dari
program MSPK.
 Melakukan pengamanan listrik
dan peralatannya.
 Menjaga adanya api terbuka.
 Mengamankan bahan cair dan
gas yang mudah menyala.
 Mengamankan penempatan
pekerjaan las,pemotong logam
& B3.
 Pengamanan terhadap
hambatan pada saran jalan
keluar.
HAZARD
 Pengawasan terhadap sistem HAZARD
pengendali asap & lampu
darurat.
Fire
 ; SARANA PROTEKSI KEBAKARAN
1. Instalasi Alarm Kebakaran.
2. Alat Pemadam Api Ringan.
3. Instalasi Hidran Kebakaran.
4. Instalasi Pemercik Otomatis.
5.Instalasi Pemadam Api Otomatis.

 SARANA JALAN KELUAR ;


1. Pintu – pintu Darurat.
2. Koridor / selasar.
3. Jalan Landai.
4. Tangga Kebakaran.
5. Lampu Penerangan Darurat.
6. Tanda Penunjuk Arah.
7. Sistem Pengendali Asap.
 INSPEKSI ;
1. Inspeksi terhadap potensi sumber
kebakaran baik didalam/diluar
gedung.
2. Inspeksi terhadap sarana proteksi
kebakaran dan jalan keluar.
 UJI COBA KINERJA PERALATAN
;
1. Daftar periksa (check list) sebagai
panduan.
2. Pencantuman label inspeksi.
3. Laporan / rekaman tertulis tentang
hasil pemeriksaan.
 Pemeliharaan dilakukan dalam rangka
untuk menjaga agar proteksi /
peralatan kebakaran selalu dalam
kondisi baik dan siap pakai.

 Perawatan dilakukan dalam rangka


untuk memperbaiki apabila terjadi
kerusakan maupun sudah habis masa
berlakunya suatu alat pemadam api.
 Kebersihan dan kerapihan pada tempat kerja al
gudang,ruang operasi,ruang produksi,B3,bahan
mudah menyala dll.
 Kebersihan pada lantai,jalur rak kabel,ducting
ventilasi,blower (exhaust system).
 Perapihan terhadap sisa buangan, barang tidak
terpakai yang mudah menyala simpan atau
jauhkan dari sumber api.
 Sarana proteksi kebakaran mudah dilihat dan
tidak terhalang.
 Sarana jalan keluar harus bebas hambatan dan
kedap asap / panas.
STANDARD MINIMAL :
STRUKTUR ORGANISASI
KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG (K2G)
KEPALA /
WAKIL K2G

POSKO
- Operator
- Teknisi

KA. PERAN SATPAM PMK


AREA SETEMPAT P3K
LANTAI

R.PEMADAM R. P3K R. EVAKUASI

R. RESCUE R. SALVAGE
 Rekruitmen personil sesuai dengan kebutuhan
organisasi peran kebakaran.
 Pelatihan kebakaran khusus bagi personil anggota
peran kebakaran .
 Praktek simulasi penanganan kebakaran ;
- Latihan kering.
- Latihan basah.
- Simulasi evakuasi penghuni.
 Seluruh penghuni harus mengetahi tentang ;
- Potensi ancaman bahaya kebakaran.
- Tindakan jika terjadi kebakaran.
- Prosedur evakuasi.

 Untuk meningkatkan kewaspadaan perlu dibuatkan ;


- Billboard atau gambar berisi anjuran waspada
kebakaran.
- Tulisan atau gambar berisi larangan/peringatan bahaya.
- Label / peringatan untuk bahan berbahaya dan mudah
menyala.

Fire
 Merupakan panduan praktis,sederhana dan
mudah dimengerti.
 Berisi tentang pembagian tanggung jawab yang
jelas setiap satuan kerja baik perorangan
maupun kelompok.
 Menjelaskan ttg siadibiba
(siapa.dimana,bilamana,bagaimana).
 Personil yang direkrut merupakan personel
terampil yang siap melakukan tugas dengan
cepat, tepat dan selamat.
 Mengantisipasi beberapa alternatif waktu
kejadian misalnya pada jam kerja, diluar jam
kerja dan kondisi lainnya.
 Penentuan jalur evakuasi dan tempat berkumpul
sementara.
 Adanya daftar penghuni yang perlu mendapatkan
 Penting untuk dketahui apakah ;
- Seluruh penghuni telah mengetahui exit ,
Apar,hidran,tombol alarm dll.
- Peran kebakaran dapat bekerja sesuai waktu yang
direncanakan.
- Penghuni dapat evakuasi dengan aman dan sesuai dengan
prosedur.
 Dilakuakan menimal 6 bulan sekali.
 Dilakukan tanpa pemberitahuan min 1tahun sekali.
 Diupayakan melibatkan semua shift kerja.
 Skenario simulasi diusahakan mendekati kondisi
sebenarnya.
 Koordinasi dengan instansi terkait.
IN CASE
FIRE CONTROL

FIRE EMERGENCY PLAN

Deteksi
Alarm
Padamkan-Lokalisir
Evakuasi
Rescue & P3K
Amankan
POST
FIRE CONTROL

•INVESTIGASI

• ANALISIS

• REKOMENDASI

• REHABILITASI
1. Sarana evakuasi
• Bagian dari konstruksi bangunan yang dirancang
aman untuk digunakan pada waktu keadaan
darurat

2. Evakuasi
Tindakan menyelamatkan diri sendiri masing masing
tanpa dibantu orang lain

TEMPAT TEMPAT
JALUR AMAN AMAN
BERBAHAYA
Syarat sarana Evakuasi
 Aman sementara, terjamin kedap asap
dan panas;
 Pintu Tidak dikunci;
 Tidak terhalang oleh benda apapun;
 Memiliki lampu darurat;
 Bukaan pintu kearah pelarian;
 Mudah dijangkau (pajang jarak tempuh
sependek mungkin)
 Ada petunjuk arah yang dapat dilihat
dalam keadaan gelap.
POSKO Lapis III Bantuan
dari lingkungan

Lapis I
Petugas APAR

Lapis II
Petugas Hidran Lapis IV
Dinas PMK
“ Selamat Bertugas “
Oleh : M.TASOR,S.Pd
Pusdiklatkar, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta

Purworejo, 29 Agustus 1970


 SISTEM adalah perpaduan dari sesuatu yang terdiri dari
bagian-bagian yang saling berhubungan dan merupakan satu
kesatuan yang mempunyai tujuan tertentu .

 EVAKUASI adalah upaya pemindahan penghuni dari suatu


tempat / ruangan yang terancam bahaya ketempat yang aman .

 SISTEM EVAKUASI KEBAKARAN adalah upaya pemindahan


dari tempat berbahaya ke tempat yang aman dengan mentaati
ketentuan atau prosedur yang berlaku dari suatu tempat atau
bangunan .
STANDARD MINIMAL :
STRUKTUR ORGANISASI
KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG (K2G)
KEPALA /
WAKIL K2G

POSKO
- Operator
- Teknisi

KA. PERAN SATPAM PMK


AREA SETEMPAT P3K
LANTAI

R.PEMADAM R. P3K R. EVAKUASI

R. RESCUE R. SALVAGE
MAKSUD DAN TUJUAN

 Mengetahui dan memahami tugas yang


harus dilakukan oleh team peran
kebakaran pada saat terjadi kebakaran
atau keadaan darurat ( Siapa –
Dimana – Bilamana – Bagaimana )

 Mengimplementasikan prosedur yang


telah dibuat secara efektif.
TUGAS KEPALA/WAKIL KESELAMATAN
KEBAKARAN GEDUNG

 Pastikan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran


sudah dihubungi .
 Menuju ke Posko kebakaran untuk memimpin
operasional
 Pastikan bahwa pemberitahuan
kewaspadaan tingkat pertama telah
dilaksanakan .
 Pastikan bahwa peran kebakaran lantai telah
melaksanakan tugasnya .
 Tetap siaga untuk menerima status laporan
dan memperkirakan harus evakuasi bertahap
atau evakuasi total .
TUGAS OPERATOR
 Secepatnya menghubungi Dinas Pemadam
Kebakaran dan Instansi terkait .
 Jangan memutuskan hubungan telepon sampai
Dinas Pemadam Kebakaran mengulangi berita .
 Mengendalikan sistem pemberitahuan umum .

TUGAS TEKHNISI
 Mengatur dan mengontrol peralatan mekanik
maupun elektrik ( lift,alarm,pompa
kebakaran,hidran,lampu darurat, peralatan evakuasi
dll )
 Membantu kelancaran tugas bantuan yang datang di
TKP .
TUGAS KEPALA/WAKIL PERAN
KEBAKARAN LANTAI
PADA SAAT MENDENGAR ALARM .

 Memeriksa sub-sub panel alarm kebakaran untuk


menentukan sumber alarm tersebut .
 Apabila kebakaran tidak berada pada lantainya
yakinkan bahwa lantainya siap untuk evakuasi .
 Apabila kebakaran di lantainya segera laporkan ke
Posko Kebakaran :
- Namanya .
- Jenis yang terbakar .
- Lokasinya .
- Situasi terakhir .
 Memimpin pelaksanaan operasional di lantainya .
PADA SAAT MENDENGAR PEMBERITAHUAN
EVAKUASI

 Periksa semua ruangan dan perhatikan


setiap penghuni di lantainya untuk
melaksanakan evakuasi .
 Pada saat evakuasi berikan perhatian khusus
pada orang cacat, hamil, anak-anak dll .
 Pastikan bahwa seluruh penghuni lantainya
sudah melaksanakan perintahnya .
 Pada saat tiba di tempat berhimpun
laksanakan infentarisasi terhadap penghuni
lantainya .
 Laporkan tentang situasi terakhir dan status
evakuasi kepada K3G .
TUGAS SATPAM AREA
 Mengamankan area gedung yang terbakar .
 Mengatur lalu lintas disekitar gedung .
 Mengatur perpindahan kendaraan di tempat
parkir ketempat lain yang aman .
 Mengatur tersedianya jalan masuk bagi
bantuan luar yang datang .
 Menjaga dokumen / barang yang telah
diselamatkan .
 Sebagai penunjuk jalan bagi bantuan luar
yang datang .
 Selalu berkoordinasi dengan regu / pihak lain
.
TUGAS PEMADAM KEBAKARAN SETEMPAT
PADA SAAT MENDENGAR ALARM
- Berusaha mengetahui dengan pasti lokasi
terjadinya alarm kebakaran
- Menuju ke Posko Kebakaran untuk memantau
situasi .
- Seorang anggota regu mengatur lift kebakaran dan
menunggu kedatangan petugas pemadam .

PADA SAAT TERJADI KEBAKARAN


- Melaksanakan pemadaman / melokalisir kebakaran
sebelum Petugas Pemadam datang .
- Memberi informasi yang diperlukan oleh Petugas
bantuan yang datang .
- Selalu berkoordinasi dengan regu / pihak lain .
TUGAS P3K ( POLIKLINIK )
 Selalu berkoordinasi dengan pihak Rumah
Sakit terdekat .

 Melakuakan pertolongan dengan cepat dan


tepat apabila ada korban yang mengalami
gangguan kesehatan .

 Membawa korban ke Rumah Sakit apabila


ada korban yang perlu mendapatkan
pertolongan lebih lanjut .
TUGAS REGU PEMADAM KEBAKARAN LANTAI

 Memadamkan dan melokalisir kebakaran


serta menekan kerugian sekecil-kecilnya .

 Memadamkan kebakaran dengan


menggunakan peralatan ( Apar dan Hidran )
secara efektif dan efesien .

 Melaporkan terjadinya kebakaran,


perkembangan dan hasil pemadaman .

 Selalu berkoordinasi dengan regu atau pihak


lain .
TUGAS P3K LANTAI

 Melaksanakan pertolongan pertama


seperlunya dengan cepat dan tepat apabila
ditemuka korban yang mengalami gangguan
kesehatan .

 Mentransportasikan korban ketempat lain


yang aman .

 Selalu berkoordinasi dengan regu atau pihak


lain .
TUGAS REGU EVAKUASI LANTAI

 Mengevakuasikan penghuni ketempat berhimpun


yang telah ditentukan .
 Memberi petunjuk, mengarahkan, dan mencarikan
jalan keluar kepada penghuni .
 Selalu mengingatkan penghuni agar tidak
menggunakan lift sekaligus mengarahkan agar
menuju tangga darurat terdekat .
 Selalu mengingatkan kepada ibu-ibu yang memakai
sepatu berhak tinggi harap dilepas .
 Menginformasikan ke regu P3K apabila ditemukan
penghuni yang perlu mendapatkan pertolongan .
 Selalu berkoordinasi dengan regu atau pihak lain .
TUGAS REGU PENYELAMATAN
BARANG
 Menyelamatkan barang berharga atau
dokumen penting ketempat lain yang aman
yang telah ditentukan .
 Menyerahkan barang atau dokumen tersebut
ke bagian pengamanan .
 Selalu memonitor situasi terakhir kebakaran .
 Selalu berprinsip bahwa keselamatan jiwa
lebih penting dari harta benda .
 Selalu berkoordinasi dengan regu atau pihak
lain .
* Jangan panik.
* Jangan menggunakan lift.
* Berjalan dengan cepat dan teratur.
* Jangan lari.
* Segera menuju tangga darurat terdekat.
* Ikuti petunjuk petugas evakuasi.
* Dahulukan penghuni yg cacat/kelainan lain.
* Bantu terhadap tamu yg kurang mengetahui seluk beluk gedung
* Lepaskan sepatu yang berhak tinggi.
* Segera keluar menuju tempat behimpun yang telah ditetapkan
* Jangan berhenti atau kembali kelantai.
PADA SAAT MENEMUKAN KOBARAN API,
AKTIFKAN ALARM KEBAKARAN
ATAU HUBUNGI OPERATOR
JIKA MAMPU, PADAMKAN DENGAN
PERALATAN YANG TERSEDIA
(HIDRAN KEBAKARAN ATAU APAR).
 Hentikan kegiatan atau hubungan
telepon.

 Jangan panik, tunggu pengumuman


selanjutnya.

 Jangan melakukan tindakan yang


membuat orang lain panik (lari,
saling mendorong, berteriak).

 Jika bukan regu Peran kebakaran,


carilah exit terdekat; Jangan sekali-
kali gunakan lift.

 Jika sudah berada di luar


bangunan, jangan masuk kembali
untuk alasan apapun.
 Segeratinggalkan ruangan .
 Jangan pikirkan barang.
 Keselamatan jiwa anda lebih penting.
 INGAT
!!! PADA SAAT MENUJU KELUAR,
JANGAN SEKALI-KALI MENGGUNAKAN
LIFT
 TUTUPLAH SEMUA PINTU YANG TELAH ANDA
LEWATI, UNTUK MENGHAMBAT PENJALARAN
API.
 JIKA TERPERANGKAPDI DALAM
RUANGAN, BERITAHU KEBERADAAN
ANDA KEPADA ORANG DI LUAR.
 TUTUPLAH
CELAH DI BAWAH PINTU
DENGAN KAIN BASAH, UNTUK
MENGHINDARI MASUKNYA ASAP ATAU
KOBARAN API.
 JIKA TERPERANGKAP DALAM RUANGAN
BERASAP, SELAMATKAN DIRI DENGAN
CARA MERANGKAK. UDARA DIBAGIAN
DIBAWAH RELATIF LEBIH BERSIH DARI
PENGARUH ASAP
AWAS !!!
 JANGAN MELOMPAT
SEPERTI INI, TUNGGU
BANTUAN PETUGAS
RESCUE.
Menuju tempat berhimpun…

 Setelah keluar dari pintu terakhir (muara jalan


keluar/Exit Discharge) langsung menuju tempat
berhimpun (Assembly point) yang telah ditentukan.
 Petugas akan melakukan pendataan personil
(penghuni).
 Dilarang memasuki ruangan kembali sebelum
dinyatakan status aman.
6341308

6344215

491063

5607323

7515054

8582150
“ Selamat Bertugas “
SKENARIO GLADI PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI GEDUNG JAYA
BANK PERMATA

 Akibat kelalaian seorang pekerja telah terjadi kebakaran dilantai X yang


disebabkan oleh konsleting listrik.

 Salah seorang karyawan mengetahui insident kebakaran tsb langsung


memecah kaca “Break Glass” di alarm yg terpasang di koridor lantai X
dan menekan tombol alarm.

 Petugas Posko mengidentifikasi keberadaan alarm,dan memerintahkan


Ka PKL di lantai X untuk mengecek keberadaan alarm tsb, dan petugas
Posko mengumumkan teks I (Siaga).

 Setelah diadakan pengecekan ternyata benar-benar terjadi kebakaran


di lantai X, dan Ka PKL lantai tsb memerintahkan 2 orang PKL untuk
memadamkan kebakaran dengan menggunakan APAR yg terdekat.

 Ka PKL lantai X mengiformasikan ke K3G di Posko bahwa pemadaman


berlangsung tapi api makin membesar.

 K3G memerintahkan Ka PKL lantai X-1,X,X+2 melaksanakan Evakuasi


dan mengirimkan regu PMK setempat untuk membantu pelaksanaan
pemadaman di lantai X serta mengumumkan teks II (evakuasi tahap I).
Ka PKL lantai X memerintahkan regu hidran untuk melaksanakan
tugasnya namun api tidak dapat dikuasai dan api menjalar ke lantai
diatasnya. K3G memerintahkan anounser membacakan teks III
(evakuasi tahap II).
Ka PKL lantai X mengiformasikan bahwa PMK setempat sampai di
TKP dan langsung memadamkan dan melokalisir kebakaran.
Api membesar dan menjalar ke lantai XI dan XII.
K3G memerintahkan anouncer membacakan teks IV (evakuasi total)
 DPK,Polisi,PLN tiba TKP langsung melaksanakan tugasnya.
K3G memerintahkan seluruh Ka PKL untuk mengadakan
pengecekan/inventarisasi penghuni di tempat berhimpun.
Gladi penanggulangan kebakaran selesai, K3G memerintahkan
Engenering untuk mengaktifkan listrik dan lift, serta mengumumkan
para penghuni untuk kembali keruangan masing-masing.
K3G memerintahkan para Ka PKL untuk menginventarisir peralatan
yang dipakai dan memerintahkan Anounser untuk membacakan teks
V (Informasi latihan).
RANGKUMAN LANGKAH-LANGKAH
GLADI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN SKALA KECIL SESUAI SKENARIO
Keadaan Aman
Bul – Sit/Pemicu Gagal
Kebakaran di Gedung A
Lantai X

P.
Pemadaman dengan APAR
APAR
Gagal

Api Tak Padam

P. Hidran Pemadaman
Ev. Lt X + 2 - 1 P. Evakuasi
Gagal Dng Hidran
Pegawai di Tempat
berhimpun Api Membesar
Pemadaman
Inventarisasi Oleh
P. Ka. PKL PMK PMK
Pegawai Setempat
Berhasil Berhasil Api Padam
Ev. Sempurna

Ket :
P = Petugas
Ev = Evakuasi
PKL = Petugas Kebakaran Lantai
PMK = Pemadam Kebakaran
Bul – Sit = Penimbul Situasi
RANGKUMAN LANGKAH-LANGKAH
GLADI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN SKALA BESAR SESUAI SKENARIO

Alarm Berbunyi Keadaan Aman


Teks I Bul – Sit/Pemicu
Kebakaran di Gedung Jaya
Lantai X

Pem.Apar & Hidran Gagal

Api membesar

Ev. Lt X + 2 – 1 LFB Gagal


Evakuasi I
Teks II
Api Menjalar
Ev.Lt X+3,4,5
Teks III Evakuasi II PMK

Ev Seluruh Penghuni Evakuasi PEMADAMAN PENYELAMATAN


Teks IV Total
PENYELAMATAN
LUAR GEDUNG
•Sliding Roll Berhasil
Berhasil Pegawai di Tempat
berhimpun •Davy Escape
•Tali Luncur
Inventarisasi
Pegawai/Tamu Ambulance
TEKS I (SIAGA)

“ Mohon perhatian, mohon


perhatian…..?
Telah terjadi alarm di lantai X gedung
Jaya Bank Permata. Kami mohon
penghuni diharap tenang, petugas kami
sedang mengadakan pengecekan”.
(Diulang 2 kali )
TEKS II
(EVAKUASI TAHAP PERTAMA)
 “Mohan perhatian, mohon perhatian…..?
Setelah diadakan pengecekan ternyata telah
terjadi kebakaran di lantai X gedung Jaya Bank
Permata. Kami mohon para penghuni lantai IX,
lantai X, lantai XI dan lantai XII segera
meninggalkan ruangan melalui tangga darurat
yang terdekat,menuju tempat berhimpun.
Ingat…? Jangan menggunakan lift.
Bagi wanita yang memakai sepatu berhak tinggi
harap dilepas.
Bagi penghuni lantai lainnya diharap tenang,
ikuti instruksi selanjutnya.
(Diulang 2 kali)
TEKS III
(EVAKUASI TAHAP KEDUA)
 “Mohan perhatian, mohon perhatian…..?
Telah terjadi kebakaran di lantai X Gedung Jaya
Bank Permata.
Kami mohon para penghuni lantai XIII, lantai XIV,
lantai XV dan lantai XVI segera meninggalkan
ruangan melalui tangga darurat yang
terdekat,menuju tempat berhimpun. Ingat…?
Jangan menggunakan lift.
Bagi wanita yang memakai sepatu berhak tinggi
harap dilepas.
Bagi penghuni lantai lainnya diharap tenang,
ikuti instruksi selanjutnya.
(Diulang 2 kali)
TEKS IV
(EVAKUASI TOTAL)
 Mohon perhatian, mohon perhatian…..?
Seluruh penghuni gedung Jaya Bank
Permata,
Seluruh penghuni gedung Jaya Bank
Permata,
Segera meninggalkan ruangan melalui
tangga darurat yang terdekat, menuju
tempat berhimpun. Ingat…? Jangan
menggunakan lift.
Bagi wanita yang memakai sepatu berhak
tinggi harap dilepas.
(Diulang-ulang)
TEKS V
(PEMBERITAHUAN LATIHAN)
 Mohon perhatian… Mohon perhatian…
Bahwa apa yang baru saja kita laksanakan
bersama adalah semata-mata latihan
penanggulangan kebakaran.
Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan
kerja samanya dan mohon maaf atas
terganggunya kegiatan anda.
Para karyawan dan karyawati dipersilahkan
kembali ke ruangan masing-masing dan
melaksanakan aktivitas selanjutnya.

( Diulang 2x )
UPAYA MENGURANGI TIMBULNYA BAHAYA GEMPA
BUMI

 Perabotan (lemari, filing cabinet dll) diataur


menempel dinding, dan pastikan stabil (dipaku,diikat)
untuk menghindari jatuh,roboh atau bergeser pada
saat gempa bumi.
 Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat
yang tidak mudah pecah agar terhindar dari
kebakaran.
 Jangan meletakkan perabotan kantor didekat pintu
keluar dan atau di koridor atau tangga darurat, agar
jika terjadi gempa tidak menutupi jalan keluar.
 Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada
bagian bawah.
 Periksa kesetabilan benda yang tergantung yang
dapat jatuh pada saat gempa (lampu,kipas angin,AC
dll)
PETUNJUK SAAT TERJADI GEMPA BUMI
1. Segera menjauh dari
a. Jendela.
b. Lemari buku/rak.
c. Filing cabenet.
2. Segera cari tempat perlindungan seperti
a. Kolom beton.
b. Area terbebas dari benda-benda jatuh.
c. Bawah meja yang kuat.
3. Tangga darurat yang ada di gedung adalah tempat yang aman
dari reruntuhan benda.
4. Setelah gempa mereda, segera menuju tangga darurat atau ikuti
petujuk lebih lanjut dari pengelola gedung atau peran lantai.
5. Jika anda berada didalam elevator segera keluar dari lift menuju
lantai terdekat kemudian segera menuju tangga darurat.
6. Jika anda berada diluar gedung (dekat gedung)
a. Segera menjauh dari gedung.
b. Waspada terhadap benda/puing yang jatuh.
7. Jika anda berada dalam mobil di lot parkir, tetaplah tinggal
didalam kendaraan.
TINDAKAN JIKA ADA ANCAMAN BOM VIA
TELEPON
 Petugas yang menerima telepon agar bersikap tenang, wajar
dan jangan panik.
 Pancing penelepon untuk berbicara sedemikian rupa dengan
pertanyaan untuk mengenali suara dan identitas penelepon.
 Ingat pesan-pesan penelepon dan perhatikan suasana
lingkungan yang terdengar di telepon, misalnya logat
penelepon, lalu lintas, mesin, musik, pesawat terbang dll.
 Hubungi petugas operator telepon untuk sedapat mungkin
merekam semua pembicaraan.
 Segera menghubungi Kepolisian untuk melaporkan kejadian
tsb.
 Jangan mencoba untuk mencari bom yang dimaksud, siapkan
diri untuk evakuasi.
 Jika melihat benda yang dicurigai sebagai bom, jangan panik
segera hubungi pengelola gedung dan jangan mencoba untuk
menyentuh benda tersebut, sampai petugas dari kepolisian
datang.
 Segera instruksikan kepada seluruh penghuni untuk melakukan
evakuasi.
Keadaan darurat adalah situasi/kondisi/kejadian yang
tidak normal
- Terjadi tiba-tiba
- Mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas
- Perlu penanggulangan segera

Keadaan darurat dapat berubah


menjadi bencana (disaster) yang
mengakibatkan banyak korban,
kerugian atau kerusakan
Bencana Alam (Natural hazard)
- Banjir
- Kekeringan
- Angin topan
- Gempa
- Petir
KegagalanTeknis (Technological Hazard)
- Pemadaman listrik
- Bendungan bobol
- Kebocoran nuklir
- Peristiwa Kebakaran/ledakan
- Kecelakaan kerja/lalulintas
- Pencemaran limbah
Huru hara
- Perang
- Kerusuhan
PERAN PIHAK MANAJEMEN KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG
Koordinasi Internal :
 Untuk menciptakan Kerjasama & Keterpaduan Pelaksanaan Tugas secara
Tim/Regu dalam upaya tercapainya Keberhasilan. menciptakan Kerjasama
 Melibatkan berbagai Tim/Regu (Mis. Regu Pemadaman, Regu Pemandu Evakuasi,
Regu Pengamanan, Regu P3K, Regu Komunikasi, Regu Engineering, dsb) yg
termasuk di dalam Struktur Organisasi Peran Kebakaran Gedung.
Koordinasi Eksternal dg Dinas Pemadam Kebakaran :
a) Sebelum DPK Tiba di Lokasi :
 Berupaya memadamkan Kebakaran & menyelamatakan Korban dg Sumberdaya
yg tersedia secara maksimal;
 Segera menghubungi DPK melalui Telepon
menciptakan 113, (021) 6330325 & 6344766.
Kerjasama
b) Setelah DPK Tiba di Lokasi :
 Memfasilitasi Petugas & Unit DPK untuk memperoleh Akses ke Lingkungan & ke
dalam Bangunan.
 Memberikan Gambar Site Plan & Denah Lantai-lantai Bangunan.
 Memberikan Informasi tentang Lokasi & Kondisi Kebakaran.
 Memandu Petugas ke Lantai yg terbakar.
 Mendampingi Petugas di dalam Ruang Kendali Operasi (Central Control Panel).
c) Setelah Kebakaran Selesai :
 Memberikan Kemudahan dalam mengumpulkan Data & Informasi bagi keperluan
penyusunan Laporan Kebakaran oleh DPK.

Anda mungkin juga menyukai