Anda di halaman 1dari 35

TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN Part 3

PENCAHAYAAN & PENGUDARAAN ALAMI PADA BANGUNAN

Prepared by : Rr. Mekar Ageng Kinasti, ST., MT


PENCAHAYAAN ALAMI
Kebutuhan Akan Cahaya :

Pencahayaan alami dapat juga diartikan sebagi cahaya yang masuk kedalam ruangan
pada bangunan yang berasal dari cahaya matahari.

Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan


yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pencaha
yaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek-objek yang dikerjakannya se
cara jelas dan cepat.
Acuan :
1. SNI. No. 03-2396-1991 : Tata cara perancangan Penerangan alami siang h
ari untuk rumah dan gedung.
2. Hopkinson (et.al), 1966, Daylighting, London.
3. Adhiwiyogo. M.U, 1969 ; Selection of the Design Sky for Indonesia based
on the Illumination Climate of Bandung. Symposium of Enviromental Phys
ics as Applied to Building in the Tropics.
PENCAHAYAAN ALAMI
BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN
Bangunan yang ramah lingkungan adalah bangunan yang merespon alam.

Sebagai bagian dari alam, desain yang baik dan ideal adalah desain yang tidak
mengabaikan keberadaan alam sekitar, alam secara global, dan pengguna.

(Williams, 2007:3).
BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

 Rumah yang ramah lingkungan adalah rumah yang meminimalkan penggunaan energi,
sumber daya, dan air dibandingkan rumah konvensional (Dennis, 2010:23).

 Rumah yang ramah lingkungan dapat dikatakan rumah yang sehat karena memiliki kual
itas udara dalam ruang yang baik sehingga menyehatkan bagi penghuni rumah.

 Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan bukaan yang besar pada rumah sehingga
cahaya matahari dapat masuk untuk mengurangi penggunaan lampu pada siang hari
dan memperlancar aliran udara dalam rumah untuk mengurangi polusi dalam ruang (in
door air pollution).
 Bahan bangunan yang dipakai sebaiknya adalah bahan yang diproduksi lokal untuk me
ngurangi polusi akibat pengiriman dan transportasi bahan dan pekerja.

Bangunan Ramah Lingkungan = Lebih Ekonomis


Mengapa Pencahayaan Alami
Semangat untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan saat ini
semakin terasa seiring dengan berkembangnya isu global warming dan m
enipisnya sumber daya alam, khususnya yang tidak dapat diperbarui.

Bangunan buatan manusia (man made building) lambat laun telah menja
di ancaman bagi kelestarian lingkungan.

Rumah dan kantor adalah pengguna energi terbesar (sekitar 50% penggu
naan seluruh energi secara global) dan penyumbang emisi terbesar dalam
skala dunia (Dennis, 2010:23).
Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Agar Mendapat Manfaat
Sinar Matahari Sesuai dengan Kebutuhan

1. Variasi intensitas cahaya matahari

2. Distribusi dari terangnya cahaya

3. Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, jarak antar bangunan

4. Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung


Iklim Tropis Indonesia
Tips Untuk Bangunan Yang Berada Pada Iklim Tropis

1. Batasi jumlah dan lamanya sinar Matahari yang masuk kedalam Rumah

(Sinar Matahari setelah pukul 08.00 dapat memanaskan udara di dalam

ruangan)

2. Pada iklim tropis, puncak terik matahari pada pukul 13.00 – 14.00. Pada
rentang waktu tersebut, sinar matahari langsung harus benar – benar di
cegah.

3. Orientasi arah bukaan yang di sarankan adalah Utara - Selatan


Iklim Tropis Indonesia
Tips Untuk Bangunan Yang Berada Pada Iklim Tropis

4. Pada posisi timur dapat di tempatkan bukaan kanopi pembatas (sirip),


namun untuk posisi timur harus dihindari.

5. Posisi barat berikan tanaman peneduh atau pembayang.


Sirip Dapat Berfungsi Sebagai Penahan Dan Pembias
Sinar Matahari
Sumber Cahaya Utama Yang Dapat Dimanfaatkan :

1. Sunlight, cahaya matahari langsung dan tingkat cahayany


a tinggi.

2. Daylight, cahaya matahari yang sudah tersebar dilangit


dan tingkat cahayanya rendah.

3. Reflected light, cahaya matahari yang sudah dipantulkan.


Aspek Perancangan Hunian
(Widjayanti, 2007:97) untuk meningkatkan kenyamanan hunian :

1. Radasi sinar matahari


Radiasi matahari berhubungan erat dengan orientasi bangunan terutama karena
peredaran matahari pada wilayah tropis lembab seperti Indonesia hampir selalu
berada diatas kepala dengan arah terbit-tenggelam yaitu Timur-Barat. Untuk itul
ah orientasi bangunan pada fasade terbuka sebaiknya menghadap ke Selatan-Ut
ara, agar meniadakan radiasi langsung dari cahaya matahari, sehingga suhu dala
m ruangan tidak terlalu panas.

2. Angin
3. Temperatur
Keunggulan Cahaya Alami Yang Tidak Dimiliki Cahaya Buatan
Town House

Karena letak bangunan yang berderet dan untuk memaksimalkan ju


mlah unit dalam 1 cluster, pengembang umumnya membuat townh
ouse yang saling berdempetan satu dengan yang lain.
Menurut Darmasetiawan dan Puspakesuma (1-9), dalam merencanakan

pencahayaan yang baik, 5 kriteria yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Kuantitas cahaya (lighting level) atau tingkat kuat penerangan

2. Distribusi kepadatan cahaya (luminance distribution)

3. Pembatasan agar cahaya tidak menyilaukan (limitation of glare)

4. Arah pencahayaan dan pembentukan bayangan (light directionality

and shadows)

5. Kondisi dan iklim ruang

6. Warna cahaya dan refleksi warna (light colour and colour rendering)
Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memasukkan cahaya mata
hari saja ke dalam rumah dengan mengurangi panas yang masuk dapat dilaku
kan dengan beberapa cara yaitu:
1. Memperbesar dimensi bukaan ( jendela dan pintu) secara otomat
is akan memperbesar area masuknya cahaya dan pertukaran uda
ra. Umumnya luas bukaan jendela adalah 1/6 - 1/8 luas lantai dit
ambah bovenlist sedikitnya 1/3 kali luas bidang jendela.

Secara keseluruhan bukaan ideal mencapai 40 – 80% luas keselu

ruhan dinding atau 10 – 20% luas keseluruhan lantai


Pintu serta Jendela Lebar sebagai Jalan Masuk Cahaya & Udara
2. Skylight
Skylight adalah bukaan yang terdapat di langit-langit ruangan.
Bukaan ini dapat berupa jendela horizontal, roof lantern (istilah
untuk kaca yang disusun sedemikian rupa sehingga menyerup
a
i rumah lentera yang diletakkan di plafon), dan oculus (bukaan
berbentuk lingkaran yang lazim ditemui di arsitektur abad 16).
SKYLIGHT
SKYLIGHT
3. Louvre dan kanopi
Louvre dan kanopi merupakan salah satu alternative untuk mengh
alau panas matahari masuk ke dalam ruangan.

Louvre adalah bahan berupa sirip yang diatur dengan jarak terten
tu untuk menghalangi cahaya matahari langsung.

Horizontal Louvre (efektif saat matahari berada tinggi di lan


git, untuk dinding yang menghadap selatan)

vertical louvre (efektif saat matahari rendah, untuk dinding


syang menghadap barat).
LOURVE / LOVERA
LOURVE / LOVERA
KANOPI
PENGUDARAAN ALAMI
Kebutuhan Akan Udara Bersih :
Kebutuhan utama manusia untuk dapat hidup sehat adalah Udara

Ketersediaan Udara sangat menentukan kualitas hidup manusia, karena udara merupa
kan kebutuhan utama manusia untuk hidup sehat dan nyaman.

Penyediaan udara bersih ke dalam bangunan sangat dipengaruhi oleh udara yang ada
di luar bangunan sehingga dapat dipastikan bahwa bangunan yang berlokasi dekat
dengan sumber pencemaran, sangat berpotensi ikut tercemar
Komposisi Udara
Komposisi Udara di Atmosfer
Ni : 78 %
Oksigen : 21 %
Argon : 0.9 %
Carbon Dioksida : 0.07

Agar kehidupan di bumi terus berlangsung dengan baik, kompo


sisi udara semacam ini harus prosentasenya.
Pengudaraan alami akan berpengaruh terhadap iklim mikro ( dibawah keti
nggian 10 m ). Jika bangunan memiliki tinggi di atas 10 m, maka iklim makr
o akan ikut berpengaruh terhadap ventilasi bangunan.

Iklim mikro dapat dengan sengaja di ranca


ng atau di ciptakan untuk memberikan ke
nyamanan penghuni di dalam bangunan
Pengudaraan Alami Pada Iklim Makro Tropis
( Hangat & Lembab )

Dalam kondisi iklim makro yang hangat dan Lembab, faktor


pembangun iklim mikro yang tuju adalah :

1. Suhu udara yang lebih rendah

2. Kecepatan hembusan angin yang memadai

3. Kelembaban yang lebih rendah (Zona Nyaman)


1. Suhu Udara Yang Lebih Rendah

a. Hindarkan penyelsaian permukaan lanskap dari material yang berp


otensi memantulkan sinar secara berlebihan (Glossy).

b. Hindarkan penggunaan perkerasan dari semen, aspal atau paving


block full.

c. Gunakan penutup permukaan dari tanaman – tanaman seperti


rumput atau ground cover.

d. Tempatkan pohon penaung berjarak beberapa meter di depan bid


ang bukaan bangunan. Suhu di bawah pohon akan turun 2°C – 4
°C jika dibandingkan tanpa pohon penaung. (Irwanto, 2006)
2. Kecepatan Hembusan Angin Yang Memadai
Prinsip dasar dari metode pengudaraan alami adalah dengan menerapkan cross ventila
tion di dalam ruang. Metode ini telah dianggap cukup mampu memberi ruang bagi
udara untuk terus berganti.

Cross ventilation memberikan bukaan-bukaan seperti pintu, jendela, maupun ventilasi


tradisional seperti krapyak dimana udara dapat masuk ke dalam rumah. Kemudian, uda
ra yang terus bergerak haruslah memiliki arah masuk dan keluar sesuai pergerakan uda
ra di dalam lahan rumah.

Penempatan bukaan yang tepat dapat memberikan jalur untuk angin dapat memasuki
ruangan dan kemudian keluar lagi membawa udara dari dalam rumah, sehingga
ruangan di dalam rumah dapat ´bernafas´ melalui pertukaran udara tersebut.
Alur Pergerakan Udara Berdasarkan Bukaan