Anda di halaman 1dari 47

TEKNIK PENYEHATAN

LINGKUNGAN

“ LIMBAH PADAT Part 2”

Prepared By :
Rr. Mekar Ageng Kinasti, ST., MT

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


Permasalahan Persampahan
Di Indonesia

KEPADATAN PENDUDUK KERAGAMAN AKTIVITAS

PELAYANAN PRASARANA
PERKOTAAN

Diperkirakan hanya sekitar 60% sampah di kota-kota besar di Indonesia


yang dapat terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yang operasi
utamanya adalah pengurugan (landfilling).
S
A
M
P
A
H
2 POLA DASAR PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH

1. KONVENSIONAL  PASIF

Metode yang Digunakan

a. TPA

b. Sanitary Landfill Reuseable

c. Penggunaan Incenerator

d. Penanaman Sampah (Land Fill)

e. Sistem Pembuangan Terbuka


2 POLA DASAR PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH

Karakteristik Pengolahan Sampah Konvensional :

•Keterlibatan PEMDA dan Negara (Penyediaan TPA, Anggaran

Keuangan, Pajak Sampah, Penyedia Sarana Angkut dll)

•Memerlukan lahan yang luas

•Merupakan ajaran klasik  belum sepenuhnya menyentuh a

kar permasalahan tentang sampah.


2 POLA DASAR PENGELOAAN LIMBAH SAMPAH

2. CLEAN PRODUCTION  Mencegah Timbulnya Sampah

Metode yang dipergunkan adalah al :

PREVENTIFE (Pencegahan Munculnya Sampah)

Sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sosialisasi dilakukan mulai dari pelaksana komoditi bar

ang dengan menggunakan konsep 3R


BAGAIMANA LANGKAH AWAL
REUSE & RECYCLE ?
Pisahkan Sampah Sedini Mungkin
Untuk Menghindari Pembusukan
Sampah Yang Dapat di Reuse &
Recycle ( Daur Ulang )
PISAHKAN SAMPAH SESUAI PENGGOLONGANNYA
PET (Polyethylene Terephthalate)
Plastik jenis ini berbahan PET (Polyethylene Terephthalate) dan biasanya digunakan da
lam pembuatan botol soft-drink, botol air sekali pakai dan tempat kosmetik.

Plastik jenis ini hanya dirancang untuk SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apala
gi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan
polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat men
yebabkan kanker) & meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Prnyakit : Iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningka
tkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkina
n besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
HDPE atau PE-HD (High Density Polyethylene)

Plastik jenis ini berbahan HDPE (High density polyethylene) dan biasanya digu

nakan dalam pembuatan tas belanjaan, botol susu, botol jus, dan tempat deterg

en. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan kar

ena kemampuan mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDP

E dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan ya

ng lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti

PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pele

pasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.


PVC (Polyvinyl Chloride)

Plastik jenis ini berbahan PVC (Polyvinyl chloride) yang biasa digunakan dala
m pembuatan selang, pembungkus kabel, frame jendela, kantong darah, plas
tik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.

PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikema
s dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makan
an tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C. Berpotensi berbahaya
untuk ginjal, hati dan berat badan. Plastik dengan angka 3 di kode recycle, di
sebutkan harus dihindari karena berbahaya untuk kesehatan.
LDPE (Low Density Polyethylene)
LDPE (Low density Polyethylene) dan sering digunakan dalam pembuatan pe
mbungkus makanan atau plastic food wrap dan botol-botol yang lunak.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel d
an permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60°C sangat resisten terha
dap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetap
i kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur
ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, da
n memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karen
a sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan ba
han ini.
PP (Polypropylene)

PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk


yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpa
n makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Po
lipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketah
anan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup meng
kilap.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk me
nyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
PS (Polystyrene)

PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon. PS biasa dipakai


sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, untuk
membuat CD, kotak video, alat-alat dapur dari plastik, dan karton tempat
telur. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bah
an styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain te
mpat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan
dan bahan konstruksi gedung  Karsinogenik

PS harus di HINDARI karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu


hormon estrogen (hormon disrupter), pada wanita reproduksi, dan pertumb
uhan dan sistem syaraf juga karena bahan ini sulit didaur ulang (Lama).
7 OTHER atau biasanya Polycarbonate

Kode 7 ini bisa ada 4 macam, yakni :

1. SAN (styrene acrylonitrile)

2. ABS (acrylanitrilr bitadiene styrene)

3. PC (polycarbonate)

4. Nilon

Plastik ini biasa digunakan untuk tempat makanan dan minuman, alat-alat rumah
tangga, komputer, dan lainnya. Plastik dengan kode 7 SAN dan ABS ini baik dan
aman digunakan untuk makanan atau minuman. Hanya saja, untuk kode PC sebaik
nya tidak digunakan untuk makanan dan minuman karena bisa mengeluarkan zat
yang berbahaya
Recycle
RECYCLE dapat diartikan sebagai daur ulang. Pengertian ini berarti
merupakan sebuah proses mengolah kembali sampah atau benda-b
enda bekas menjadi barang atau produk baru yang memiliki nilai m
anfaat.

Dengan melakukan recycle atau daur ulang, benda-benda yang sebe


lumnya tidak bermanfaat dan menjadi sampah bisa diolah menjadi b
arang-barang baru yang memiliki manfaat dan kegunaan baru. Fung
si barang pada saat sebelum dan sesudah melalui proses recycle bis
a jadi akan berbeda
Recycle + Reuse  Pengendalian Sampah

Kegiatan recycle bersama dengan reuse (menggunakan


kembali) dan reduce (mengurangi penyebab sampah)
menjadi solusi terbaik dalam menghadapi sampah.
Bahkan hingga sekarang tetap menjadi cara terbaik
dalam pengelolaan sampah dengan berbagai permasala
han yang ditimbulkannya.
TUJUAN JANGKA PANJANG 3R
1. Berkurangnya secara drastis ketergantungan terhadap tempat pemrose
san akhir.

2. Masyarakat lebih meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan


sarana dan prasarana persampahan.

3. Terciptanya peluang usaha bagi masyarakat dari pengelolaan sampah


(usaha daur ulang dan pengomposan)

4. Terciptanya jalinan kerjasama antara pemerintah kabupaten/kota dan


antara pemerintah
TUJUAN JANGKA PANJANG 3R
5. Masyarakat/ swasta dalam rangka menuju terlaksananya pelayanan
sampah yang lebih berkualitas.

6. Adanya pemisahan dan pemilahan sampah baik di sumber timbulan


maupun di tempat pembuangan akhir dan adanya pemusatan kegiatan
pengelolaan akan lebih menjamin terkendalinya dampak

7. Lingkungan yang tidak dikehendaki.


LIMBAH BERBAHAYA dari RUMAH TANGGA
a. Produk pembersih:
− Bubuk Penggosok Abrasif: Korosif
− Pembersih Mengandung Senyawa Amunium Dan Turunannya : Korosif
− Pengelantang: Toksik, Korosif
− Pembersih Saluran Air: Korosif
− Pengkilap Mebel: Mudah Terbakar
− Pembersih Kaca: Korosif (Iritasi)
− Pembersih Oven: Korosif
− Semir Sepatu: Mudah Terbakar
− Pengkilap Logam (Perak): Mudah Terbakar
− Penghilang Bintik Noda: Mudah Terbakar
− Pembersih Toilet Dan Lantai: Korosif
− Pembersih Karpet/Kain: Korosif, Mudah Terbakar
LIMBAH BERBAHAYA dari RUMAH TANGGA
b. Perawatan badan :
- Shampo (Anti Ketombe) : Toksik

- Penghilang Cat Kuku : Toksik, Mudah Terbakar

- Minyak Wangi : Mudah Terbakar

- Kosmetika : Toksik

- Obat-obatan : Toksik
LIMBAH BERBAHAYA dari RUMAH TANGGA
c. Produk Otomotif:

- Cairan anti beku : toksik

- Oli : mudah terbakar

- Aki mobil : korosif

- Bensin, minyak tanah : mudah terbakar, toksik


LIMBAH BERBAHAYA dari RUMAH TANGGA
d. Produk Rumah Tangga Lain:

- Cat : Mudah Terbakar, Toksik

- Pelarut / Tiner : Mudah Terbakar

- Baterei : Korosif Dan Toksik

- Khlorin Kolam Renang : Korosif Dan Toksik

- Biosida Anti Insek : Toksik, Mudah Terbakar

- Herbisida, Pupuk : Toksik

- Aerosol : Mudah Terbakar, Mudah Meledak


PENGELOLAAN
LIMBAH RUMAH TANGGA
Sumber & Timbulan Sampah
Pengelolaan sampah kota di Indonesia, sumber sampah kota dibagi ber
dasarkan :
a. Permukiman atau rumah tangga dan sejenisnya
b. Pasar
c. Kegiatan komersial seperti pertokoan
d. Kegiatan perkantoran
e. Hotel dan restoran
f. Kegiatan dari institusi seperti industri, rumah sakit, untuk sampah yan
g sejenis sampah permukiman
g. Penyapuan jalan
h. Taman-taman.

Kadang dimasukkan pula sampah dari sungai atau drainase air hujan,
yang cukup banyak dijumpai.
Timbulan sampah ini dinyatakan sebagai [15]:
− Satuan berat: kg/o/hari, kg/m2 /hari, kg/bed/hari dan sebagainya
− Satuan volume: L/o/hari, L/m2 /hari, L/bed/hari dan sebagainya.
Menurut SNI 19-3964-1995, bila pengamatan lapangan belum tersedia, maka untuk

menghitung besaran sistem, dapat digunakan angka timbulan sampah sebagai berik

ut:

- Satuan timbulan sampah kota besar = 2 – 2,5 L/orang/hari,

atau = 0,4 – 0,5 kg/orang/hari

- Satuan timbulan sampah kota sedang/kecil = 1,5 – 2 L/orang/hari,

atau = 0,3 – 0,4 kg/orang/hari


Karena timbulan sampah dari sebuah kota sebagian besar berasal da
ri rumah tangga, maka untuk perhitungan secara cepat satuan timbu
lan sampah tersebut dapat dianggap sudah meliputi sampah yang di
timbulkan oleh setiap orang dalam berbagai kegiatan dan berbagai
lokasi, baik saat di rumah, jalan, pasar, hotel, taman, kantor dsb.

Semakin besar sebuah kota, maka semakin mengecil porsi sampah


dari permukiman, dan bertambah besar porsi sampah non-permuki
man, sehingga asumsi tersebut di atas perlu penyesuaian.
Contoh :
Jumlah penduduk sebuah kota = 1 juta orang.
Bila satuan timbulan sampah = 2,5 L/orang/hari atau 0,5 kg/orang/hari, maka
jumlah sampah dari permukiman adalah = 2,5x1.000.000 /1000 m/hari = 2500m3/hari
atau setara dengan 500 ton/hari.

Bila jumlah sampah dari sektor non-permukiman diasumsi


berkontribusi 65% dari total sampah di kota tersebut, maka total sampah yang dihasilk
an dari kota tersebut = 2500/0,65 = 3846 m3/1jt orang/ hari, atau = 769 ton/1juta ora
ng/ hari.

Bila dikonversi terhadap total penduduk, maka kota tersebut dapat dinyatakan mengh
asilkan timbulan sampah sebesar 3846 m3/hari/1 juta orang/hari,
atau = 3,85 L/orang/hari, yang merupakan satuan timbulan ekivalensi penduduk.
KEGUNAAN MENGHITUNG
TIMBULAN SAMPAH ???
Data mengenai timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah merup
akan hal yang sangat menunjang dalam menyusun sistem pengelola
an persampahan di suatu wilayah.

Data tersebut harus tersedia agar dapat disusun suatu alternatif siste
m pengelolaan sampah yang baik. Jumlah timbulan sampah ini bias
anya akan berhubungan dengan elemen-elemen pengelolaan
sampah antara lain :

1. Pemilihan peralatan, misalnya wadah, alat pengumpulan, dan


pengangkutan
2. Perencanaan rute pengangkutan
3. Fasilitas untuk daur ulang
4. Luas dan jenis TPA.
1.Metode Dumping
Sampah dibuang begitu saja ke suatu jurang Perlu areal yang luas
Telah menimbulkan masalah pencemaran lingkungan (Metode Lama).
Gambar-Gambar Open Dumping Indonesia
2. Metode Sanitary Landfill Reuseable

Sampah ditampung dalam areal kecil dan direduksi menjadi partikel- parti
kel kecil. Sampah yang telah diolah kemudian ditanam di tanah dengan
kedalaman tertentu yang telah dilapisi oleh tanah liat setebal 1-2 m atau
plastik khusus untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan.

Lapisan tanah liat juga untuk meminimalisasi masuknya air ke sampah at


aupun keluarnya gas bau dari timbunan sampah.

Bagian atas permukaan sampah ditaburi oleh tanah setiap harinya, kegiat
an ini untuk menghindari serbuan lalat dan serangga lainnya.
Gambar Sanitary Landfill :