Anda di halaman 1dari 8

KELOMPOK 5

1. CANDRA EKA SAKTI ( 17TIA360)


2. DWI RAMAWANTY (17TIA362)
3. FIRA NUR PRATIWI (17TIA363)
4. FIRMAN ANWAR (17TIA364)
5. RONALDI SAPUTRA (17TIA382)
Tujuan
untuk mengetahui sebab-sebab kecelakaan kerja di laboratorium dan industri
kimia agar kita dapat mencegah kecelakaan kerja guna meningkatkan kesehatan
dan keselamatan kerja.
Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja,
bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta tata cara
melakukan pekerjaan.
Tujuan keselamatan kerja adalah :
a. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
b. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
c. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Pengertian Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah perlindungan bagi pekerja terhadap pemerasan/eksploitasi
tenaga kerja oleh pengusaha. Larangan memperkerjakan anak dibawah umur,
pembatasan melakukan pekerjaan bagi orang muda dan wanita, pengaturan mengenai
waktu kerja, waktu isirahat, cuti haid, bersalin dan keguguran kandungan bagi wanita,
dimaksudkan untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan serta moral kerja dari pekerja
sesuai dengan harkat dan martabatnya serta layak bagi kemanusiaan.
Pengertian Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang berhubungan dengan hubungan kerja pada suatu
perusahaan, hubungan kerja disini berarti bahwa kecelakaan dapat dikarenakan oleh pekerjaan atau
pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan
bahan-bahan kimia
Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk menentukan apakah bahan-bahan
tersebut masih dapat digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya rusak. Bahan-bahan
yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secara kimia.Semua bahan harus diberi
tanda-tanda khusus, diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan misalnya:
Nama bahan, tanggal pembuatan, jumlah (isi), asal bahan (merek pabrik dan lain-lain), tingkat
bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopis dll), keterangan-keterangan yang perlu
(presentase, simbol kimianya dan lain-lain).
Faktor Terjadinya Kecelakaan Kerja di industri kimia
1. Disebabkan oleh kesalahan tenaga kerja (karyawan) sendiri.
2. Disebabkan teman sekerja sehingga ia (pekerja) mengalami kecelakaan.
3. Tanggungan pekerja, karena menganggap perusahaan merasa sudah membayar maka resiko kecelakaan
menjadi tanggungan pekerja.
4. Karena pekerja mengalami kelalaian, sehingga terjadi kecelakaan
Bahan Kimia Berbahaya
Bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang pembuatan, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan
penggunaanya menimbulkan atau membebaskan debu, kabut, uap, gas, serat, atau radiasi sehingga dapat
menyebabkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, keracunan dan bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan
gangguan kesehatan bagi orang yang berhubungan langsung dengan bahan tersebut atau meyebabkan kerusakan
pada barang-barang.

Penggunaan Bahan Kimia Bahan kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja yang dapat dibagi dalam tiga
kelompok besar yaitu :
1. Industri Kimia
Industri Kimiayaitu industri yang mengolah dan menghasilkan bahan-bahan kimia, diantaranya industri pupuk,
asam sulfat, soda, bahan peledak, pestisida, cat , deterjen, dan lain-lain. 2. Industri Pengguna Bahan Kimia
Industri Pengguna Bahan Kimia yaitu industri yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses,
diantaranya industri tekstil, kulit, kertas, pelapisan listrik, pengolahan logam, obat-obatan dan lain-lain.
2. Industri Pengguna Bahan Kimia
Industri Pengguna Bahan Kimia yaitu industri yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses,
diantaranya industri tekstil, kulit, kertas, pelapisan listrik, pengolahan logam, obat-obatan dan lain-lain.

3. Laboratorium
Laboratorium yaitu tempat kegiatan untuk uji mutu, penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Kegiatan
laboratorium banyak dipunyai oleh industri, lembaga penelitian dan pengembangan, perusahaan jasa, rumah sakit
dan perguruan tinggi.
Dampak Kecelakaan Kerja
1. Meninggal dunia
2. Cacat permanen total
3. Cacat permanen sebagian
4. Tidak mampu bekerja sementara
PENYEBAB KECELAKAAN DI LABORATORIUM
Di laboratorium kimia kecelakaan lebih sering terjadi disebabkan oleh alat-alat dan bahan/zat kimia. Karena alat-
alat kimia pada umumnya terbuat dari kaca dan bahan/zat kimia yang dipergunakan pada umumnya berasal dari
bahan yang pekat dan mempunyai berbagai sifat (racun; mudah terbakar, korosif, mudah meledak)
Jenis-jenis Bahaya dalam Laboratorium
1. Kebakaran, sebagai akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik,
aseton, benzene, etil alcohol, etil eter, dll.
2. Ledakan, sebagai akibat reaksi eksplosif dari bahan-bahan reaktif seperti oksidator.
3. Keracunan bahan kimia yang berbahaya, seperti arsen, timbal, dll.
4. Iritasi yaitu peradangan pada kulit atau saluran pernapasan dan juga pada mata sebagai kontak langsung
dengan bahan-bahan korosif.
5. Luka pada kulit atau mata akibat pecahan kaca, logam, kayu dll.
6. Sengatan listrik.
Pencegahan Kecelakaan Kerja dalam Laboratorium
1. Penyediaan berbagai alat atau bahan yang ditempatkan di tempat yang mudah dicapai.
2. Tidak mengunci pintu pada waktu laboratorium sedang dipakai dan mengunci pintunya pada waktu
laboratorium tidak digunakan.
3. Pada waktu di laboratorium tidak ada guru atau laboran, siswa tidak diperkenankan masuk.
4. Penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang khusus, tidak berdekatan dengan nyala api
atau tempat yang ada percikan api listrik, misalkan pada alat yang memakai relay atau motor listrik.
5. Penyimpanan bahan-bahan yang tergolong racun atau berbahaya (misalnya air raksa dan bahan kimia lain) di
tempat terkunci dan aman.
6. Pengadaan latihan-latihan cara mengatasi kebakaran secara periodik.
7. Penggunaan tegangan listrik yangrendah saja dalam melakukan percobaan listrik misalnya 12 volt atau 15
volt.
8. Pengadaan saklar pusat untuk lsitrik, sehingga jika diperlukan semua aliran listrik di dalam laboratorium dapat
diputuskan.
9. Penggantian kawat sekering pengaman harus dilakukan dengan sekering yang setara.
10. Pengadaan jaringan listrik tambahan tidak diperkenankan kecuali yang dilakukan oleh instalator listrik dengan
izin dari PLN.

Sumber – sumber Bahaya dalam Laboratorium


1. Bahan-bahan kimia yang berbahaya yang perlu kita kenal jenis, sifat, cara penanganan, dan cara
penyimpanannya.Contohnya: bahan kimia beracun, mudah terbakar, eksplosif, dan sebagainya.
2. Teknik percobaan yang meliputi pencampuran bahan distilasi, ekstraksi, reaksi kimia, dansebagainya.
3. Sarana laboratorium yakni gas, listrik, air, dan sebagainya.

Penanganan Kecelakaan Kerja di Laboratorium

1. Luka bakar akibat zat kimia


2. Luka bakar akibat benda panas
3. Luka pada mata
4. Keracunan
Jika terjadi kecelakaan laboratorium, sebaiknya segera menghubungi Badan Layanan/personel seperti :
1. Biological Safety Officer
2. Pejabat laboratorium
3. Engineering/Water/Gas/Electrical
4. Satpam
Kesimpulan

Perlindungan tenaga kerja dari segala aspek yang berpotensi membahayakan dan sumber
yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat dari jenis pekerjaan tersebut, pencegahan
kecelakaan dan penserasian peralatan kerja, dan karakteristik pekerja serta orang yang
berada di sekelilingnya.Tujuannya agar tenaga kerja mencapai ketahanan fisik, daya kerja,
dan tingkat kesehatan yang tinggi sehingga menciptakan kesenyamanan kerja dan
keselamatan kerja yang tinggi.Tidak ada sesuatu di tempat kerja yang terjadi secara
kebetulan tetapi karena ada alasan-alasan yang jelas dan dapat diperkirakan
sebelumnya.Pengawasan terhadap alat maupun terhadap pekerja harus dilakukan secara
teratur dan berkesinambungan.