Anda di halaman 1dari 31

CONGENITAL TALIPES

EQUINOVARUS (CTEV)
EQUINOVARUS (CTEV)

I KADEK YOGA RIPALDI (11 16 777 14 112)

Pembimbing: dr. Masyita, M.Kes, Sp.Rad

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

PALU

2017

Definisi

  • Sinonim: Club foot

  • Fiksasi dari kaki pada posisi talus menunjuk ke arah bawah (equinus), bagian leher berdeviasi kearah tengah dan bagian tubuh berotasi sedikit ke luar dalam hubungannya

dengan calcaneus; naviculare dan seluruh

kaki depan bergeser ke tengah dan supinasi.

Definisi  Sinonim: Club foot  Fiksasi dari kaki pada posisi talus menunjuk ke arah bawah

Epidemiologi

  • 1-2 dari 1000 kelahiran hidup

  • laki-laki >> bayi perempuan (2:1)

  • 30-50% kasus terjadi bilateral (kedua kaki)

Anatomi

Anatomi
Anatomi

Etiopatogenesis

  • Masih belum diketahui secara pasti

  • Faktor mekanik intrauteri

  • Defek neuromuskular

  • Gangguan perkembangan fetus

  • Defek plasma sel primer

ETIOPATOGENESIIS

  • Terhambatnya fibular

perkembangan fetus pada fase

  • Kurangnya jaringan kartilagenosa talus

  • Faktor neurogenik (abnormalitas histokimiawi)

  • Tendon

Achiles

mediokaudal dan

memendek

dengan

arah

menyebabkan varus; begitu

pula tendon halucis longus dan digitorum

komunis

Gambaran klinis

  • Sejak lahir

  • Kedua kakinya berputar dan terplintir ke

dalam sehingga alas kakinya menghadap ke

posteromedial. Lebih tepatnya, pergelangan kaki (ankle) dalam posisi equinus, telapak

kaki inversi dan forefoot dalam keadaan

adduksi dan supinasi.

  • Kadang terdapat kelengkungan yang besar (cavus) dan talus menonjol keluar pada permukaan dorsolateral kaki. Tumit biasanya kecil dan tinggi, terlihat kurus.

Gambaran radiologis

Gambaran radiologis  Fleksi plantar anterior calcaneus sedemikian rupa sehingga sudut antara sumbu panjang tibia dan
  • Fleksi plantar anterior calcaneus sedemikian rupa sehingga sudut antara sumbu panjang tibia dan sumbu panjang kalkaneus (sudut tibiocalcaneal) lebih dari 90 °

Gambaran radiologis

Gambaran radiologis  Talus diasumsikan tetap fix terhadap tibia. Kalkaneus dianggap yang berputar menjadi ke arah
  • Talus diasumsikan tetap fix terhadap tibia. Kalkaneus dianggap yang berputar menjadi ke arah garis tengah (varus). Pada tampilan lateral, sudut antara sumbu panjang sumbu panjang kalkaneus (sudut talocalcaneal) adalah kurang dari 25°, dan 2 tulang hampir sejajar.

Gambaran radiologis

Gambaran radiologis  Sudut talocalcaneal kurang dari 15°, dan 2 tulang tampak tumpang tindih lebih dari
Gambaran radiologis  Sudut talocalcaneal kurang dari 15°, dan 2 tulang tampak tumpang tindih lebih dari
  • Sudut talocalcaneal kurang dari 15°, dan 2 tulang tampak

tumpang tindih lebih dari biasanya. Selain itu, sumbu longitudinal yang melalui pertengahan talus (midtalar line) lewat lateral terhadap pangkal metatarsal pertama, karena bagian forefoot terdeviasi ke medial

Gambaran radiologis

Gambaran radiologis  Letak varus dan supinasi kaki depan meningkatkan konvergensi pangkal – pangkal metatarsal, dibandingkan
  • Letak varus dan supinasi kaki depan meningkatkan konvergensi pangkal pangkal metatarsal, dibandingkan dengan konvergensi pada kaki normal. Pada foto lateral, tampak gambaran seperti tangga (ladder-like configuration) dari tulang metatarsal.

Manajemen

  • Dengan penatalaksanaan terapi non operatif,

maka pemasangan splint dimulai pada bayi berusia 2-3 hari. Urutan dari koreksi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Adduksi forefoot

  • Supinasi forefoot

  • Equinus

  • Tidak boleh dilakukan pemaksaan saat

melakukan koreksi

  • Beberapa metode terapi:

    • Ponsetti method

    • French method

Ponsetti Method

Ponsetti Method  Bandingkan posisi normal tulang tarsal dengan clubfoot. Perhatikan talus berubah bentuk dan navicular
Ponsetti Method  Bandingkan posisi normal tulang tarsal dengan clubfoot. Perhatikan talus berubah bentuk dan navicular
  • Bandingkan posisi normal tulang tarsal dengan clubfoot. Perhatikan

talus berubah bentuk dan navicular bergeser ke medial. Kaki

memuntir (rotasi) mengelilingi caput talus. Koreksi Ponseti dicapai

dengan membalikkan arah rotasi ini. Koreksi dicapai secara bertahap dengan gips serial.

Ponsetti Method

  • Dikerjakan segera setelah kelahiran (7-10 hari)

  • Jika deformitas tidak terkoreksi setelah 6 atau 7 kali ganti gips, kemungkinan besar penanganan selanjutnya akan gagal

  • Gips diganti setiap minggu

Ponsetti Method  Dikerjakan segera setelah kelahiran (7-10 hari)  Jika deformitas tidak terkoreksi setelah 6

Tenotomi

  • Setelah dapat dicapai abduksi kaki maksimal, kebanyakan kasus membutukan dilakukannya

tenotomi perkutaneus pada tendon Achilles.

  • Tenotomi dilakukan untuk mengoreksi equinus setelah cavus, adduksi, dan varus sudah terkoreksi baik akan tetapi dorsofleksi ankle

masih kurang dari 10 derajat.

  • Pemasangan gips terakhir dilakukan dengan kaki

yang berada pada posisi dorsofleksi maksimum,

kemudian gips dipertahankan hingga 2-3

minggu.

TENOTOMY

Bracing  Setelah tenotomi, gips terakhir dipakai selama 3 minggu. Protokol Ponseti selanjutnya adalah memakai brace

Bracing

  • Setelah tenotomi, gips terakhir dipakai selama 3 minggu. Protokol Ponseti selanjutnya adalah memakai brace (bracing) untuk mempertahankan kaki dalam posisi abduksi dan dorsofleksi.

  • Brace berupa bar logam direkatkan pada sepatu yang bertelapak kaki lurus dengan ujung terbuka (straight-last open-toe shoes).

  • Abduksi kaki dengan sudut 60-70 derajat ini diperlukan untuk mempertahankan abduksi calcaneus dan forefoot serta mencegah kekambuhan (relaps). Jaringan lunak pada sisi medial akan tetap teregang hanya jika dilakukan bracing setelah pemasangan gips.

Bracing  Setelah tenotomi, gips terakhir dipakai selama 3 minggu. Protokol Ponseti selanjutnya adalah memakai brace

Sepatu digunakan 23 jam sehari selama 3 bulan

Diagnosa banding

  • Postural clubfoot

Terjadi karena posisi fetus dalam uterus. Jenis abnormalitas kaki ini dapat dikoreksi secara manual. Postural clubfoot memberi respons baik pada pemasangan gips serial dan jarang relaps.

  • Metatarsus adductus (atau varus)

Suatu deformitas tulang metatarsal saja. Forefoot

mengarah ke garis tengah tubuh, atau berada pada aposisi

adduksi. Abnormalitas ini dapat dikoreksi dengan

manipulasi dan pemasangan gips serial

Prognosis

  • ±50% kasus CTEV bayi baru lahir dapat dikoreksi tanpa tindakan operatif.

  • Teknik Ponseti (termasuk tenotomi tendon achilles) tingkat

kesuksesan sebesar 89%.

  • Peneliti lain melaporkan rerata tingkat kesuksesan sebesar 10-35%.

  • Sebagian besar kasus melaporkan

tingkat

kepuasan 75-

90%, baik dari segi penampilan maupun fungsi kaki

ARIGATŌ GOZAIMASU

Patofisiologi

  • Jaringan lunak

    • Otot gastroknemius mengecil

    • Tendon Achiles memendek dengan arah mediokaudal dan menyebabkan varus; begitu pula tendon halucis longus dan digitorum komunis

    • Tendon tibialis anterior dan posterior memendek, sehingga kaki bagian depan (forefoot) menjadi aduksi

    • Ligament antara talus, kalkaneus, naviculare menebal dan memendek. Fasia plantaris menebal dan memendek, yang dengan kuat menahan kaki pada posisi equines dan membuat navicular dan calcaneus dalam posisi adduksi dan inversi

Patofisiologi

  • Tulang

    • Sebagian besar deformitas terjadi di tarsus.

    • Pada saat lahir, tulang tarsal, yang hampir seluruhnya

masih berupa tulang rawan, berada dalam posisi fleksi, adduksi, dan inversi yang berlebihan. Talus dalam posisi plantar fleksi hebat, collumnya melengkung ke medial dan plantar, dan kaputnya berbentuk baji. Navicular bergeser jauh ke medial, mendekati malleolus medialis, dan

berartikulasi dengan permukaan medial caput talus.

Calcaneus adduksi dan inversi dibawah talus. Bentuk sendi-

sendi tarsal relatif berubah karena perubahan posisi tulang tarsal.

  • Forefoot yang pronasi, menyebabkan arcus plantaris menjadi lebih konkaf (cavus). Tulang-tulang metatarsal

tampak fleksi dan makin kemedial makin bertambah fleksi

Klasifikasi

  • Typical

    • Positional clubfoot

    • Delayed treated clubfoot

    • Recurrent typical clubfoot

    • Alternatively treated clubfoot

  • Atypical

    • Rigid or resistant atypical clubfoot

    • Syndromic clubfoot

    • Tetralogic clubfoot

    • Neurogenic clubfoot

    • Acquired clubfoot

  • CTEV Scoring

    CTEV Scoring

    CTEV Scoring

    CTEV Scoring  Grade 1 - Benign (score < 5)  Grade 2 - Moderate (score
    • Grade 1 - Benign (score < 5)

    • Grade 2 - Moderate (score 5-10)

    • Grade 3 - Considerable reducibility (score 10-15)

    • Grade 4 - Resistant and partially reducible (score 15-20)

    Ponsetti Method

    • 1. Menentukan letak kaput talus

    • 2. Mengurangi cavus

    • 3. Long leg cast

      • a) Manipulasi Awal. Tumit tidak disentuh sedikitpun agar calcaneus bisa abduksi bersama-sama dengan kaki

      • b) Memasang padding

      • c) Pemasangan Gips Pasang gips di bawah lutut lebih dulu kemudian lanjutkan gips sampai paha atas. Mulai dengan tiga atau empat putaran disekeliling jari-jari kaki kemudian ke proksimal sampai lutut .

      • d) Molding gips Molding gips di atas caput talus sambil mempertahankankaki pada posisi koreksi . Arcus plantaris dimolding dengan baik untuk mencegah terjadinya flatfoot atau rocker-bottom deformity. Tumit dimolding dengan baik dengan”membentuk” gips di atas tuberositas posterior calcaneus. Proses molding ini hendaknya merupakan proses

    yang dinamik, sehingga jari-jari harus sering digerakkan untuk

    menghindari tekanan yang berlebihan pada satu tempat.

    Ponsetti method

    • e) Lanjutankan gips sampai paha Gunakan padding yang tebal pada proksimal paha untuk mencegah iritasi kulit . Gips dapat dipasang berulang bolak-balik pada sisi anterior lutut untuk memperkuat gips disisi anterior dan untuk mencegah terlalu tebalnya gips di fossa poplitea,

    yang akan mempersulit pelepasan gips.

    • f) Potong gips

    Ciri dari abduksi yang adekuat

    • Pastikan abduksi kaki cukup adekuat terlebih

    dulu agar kita dapat melakukan dorsofleksi kaki

    0-5° dengan aman sebelum melakukan

    tenotomi.

    • Tanda terbaik abduksi yang adekuat adalah kita dapat meraba processus anterior calcaneus yang terabduksi

    keluar dari bawah talus.

    • Kaki dapat diabduksi sekitar 60 derajat terhadap bidang frontal tibia.

    • Calcaneus neutral atau sedikit valgus. Hal ini ditentukan dengan meraba bagian posterior dari calcaneus