Anda di halaman 1dari 37

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Di Sampaikan :Ns.Salamiyah S.Kep,M.Si


Peningkatan Kemampuan Kader Keswa di Masyarakat
TAHUN 2017
PENDAHULUAN

Kesehatan Jiwa adalah : Suatu kondisi dimana


seseorang dapat berkembang secara
pisik,mental,social dan spiritual dan sehingga
individu tersebut menyadari kemampuan diri
sendiri,dapat mengatasi tekanan,dapat
bekerja secara produktif,dan mampu
berkontribusi untuk kepentingan banyak orang
(UU KESWA NO 18 THN 2014)
KESEHATAN JIWA

Perasaan sehat dan bahagia,


Mampu menghadapi tantangan hidup
Dapat menerima orang lain
sebagaimana adanya.
Mempunyai sikap positif terhadap
diri sendiri dan orang lain.
3
Jadi...

Ciri orang yang sehat jiwa


• Merasa nyaman terhadap dirinya
• Merasa nyaman berhubungan dengan
orang lain
• Mampu memenuhi kebutuhan hidup
5
Masalah
Gangguan
Sehat Jiwa Kesehatan
Jiwa
Jiwa

6
Gangguan Jiwa

7
GANGGUAN JIWA

• Gangguan pikiran, gangguan perasaan


atau tingkah laku

• Menimbulkan penderitaan dan


terganggunya fungsi sehari-hari

• Penderita maupun lingkungan


8
Kesehatan jiwa

9
Prevalensi Nasional Gangguan Mental Berat pada
Populasi >15 tahun (Riskesdas, 2007)

Rata-rata: 0.48% (1.065.000


penduduk)

10
MENTAL ILL HEALTH:
A Large Burden

Gangguan Maternal
saraf conditions
dan jiwa mengakibatkan
Perinatal conditions beban lebih
Nutritional deficiencies
Respiratory infections
besar dibandingkan kecelakaan dan penyakit jantung
Other NCDs
7%
Malaria 6%
Childhood diseases 3%
Malignant neoplasms
5%
3% Diabetes
Diarrhoeal diseases
4%

Neuropsychiatric
HIV/AIDS 6% 13%
disorders
Tuberculosis

Other CD causes 6% 3% Sense organ disorders

10%
12% Cardiovascular diseases
Injuries 3%
4%

Congenital abnormalities Respiratory diseases


Digestive diseases
Musculoskeletal diseases Diseases of the genitourinary system
Disease burden measured by Disability Adjusted Life Years (DALYs) Source: WHR 2002
5/4/2011 HD-Grand Cemara-Pelatihan Kader 11
Penyebab Kecacatan Terbesar – 10 penyakit

12
Gangguan Jiwa Terbanyak

• Depresi

• Skizofrenia

• Bipolar (Manik-Depresi)
13
Tanda-tanda untuk mengenali

Pikiran dan Pembicaraan


• Kacau – tidak menyambung,
loncat-loncat
• Negatif (sedih, cemas)
• Sedikit >< banyak bicara
14
Tanda-tanda untuk mengenali
Perasaan
• Sedih >< gembira berlebihan, tanpa sebab
• Cemas
• Tidak ada ekspresi
• Tidak sesuai
• Menderita (diri sendiri maupun orang lain)

15
Tanda-tanda untuk mengenali

Perilaku
• Kebingungan, kacau
• Bicara sendiri
• Perawatan diri kacau
• Menarik diri dari lingkungan
• Fungsi terganggu
16
Fakta-fakta
BUKAN
• Penyakit menular
• Hilang ingatan Kita bisa
• Kutukan berbuat
• Selalu bahaya sesuatu
• Tidak dapat dikenali
• Tidak dapat dipulihkan
17
TERIMA KASIH
RW SIAGA
SEHAT JIWA

PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER DALAM RW SIAGA SEHAT JIWA


DI MASYARAKAT
RW SIAGA

“RW yang penduduknya memiliki


kesiapan sumber daya dan kemampuan
untuk mengatasi masalah kesehatan
secara mandiri”

RW SEHAT
RW SIAGA SEHAT JIWA
(RW SSJ)
RW SSJ adalah yang penduduknya
memiliki kesiapan sumber daya dan
kemampuan untuk mengatasi masalah
kesehatan jiwa secara mandiri”

RW SEHAT JIWA
KARAKTERISTIK
RW SIAGA
• Memiliki TOMA peduli kesehatan
• Memiliki ORMAS peduli KESMAS
• Memiliki Poskesdes
• Memiliki Sistem Surveilans berbasis masyarakat
• Memiliki Sistem Pelayanan kegawatdaruratan
(safe community)
• Memiliki Sistem Pembiayaan Kesehatan berbasis
masyarakat
• Menerapkan Perilaku Hidup Bersih & Sehat
KARAKTERISTIK RW SSJ
• Memiliki Kader Kesehatan Jiwa (KKJ)
• Memiliki Kelompok Tokoh Agama, Pengobat
tradisional, Guru, Petugas Keamanan
• Memiliki Kantor RW SSJ
• Mempunyai survey keluarga kondisi KESWA
KELUARGA
• Memiliki Sistem Rujukan KESWA
• Memiliki Dana Masyarakat
• Menerapkan Perilaku Sehat Jiwa
TUJUAN UMUM
RW SIAGA
TERWUJUDNYA MASYARAKAT RW
YANG SEHAT, PEDULI,
DAN TANGGAP TERHADAP
PERMASALAHAN KESEHATAN
DI WILAYAH RWNYA
TUJUAN UMUM
RW SSJ

TERWUJUDNYA MASYARAKAT RW
YANG SEHAT, PEDULI,
DAN TANGGAP TERHADAP
PERMASALAHAN KESEHATAN
JIWA DI WILAYAH DESANYA
TUJUAN KHUSUS
RW SIAGA
• Meningkatkan pengetahuan masyarakat RW tentang
pentingnya kesehatan
• Meningkatkan kemampuan masyarakat RW
menolong dirinya dalam bidang kesehatan
• Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat RW risiko
dan bahaya kesehatan
• Meningkatkan dukungan dan peran aktif
STAKEHOLDERS (pemangku keputusan)
• Meningkatnya masyarakat RW melaksanakan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
TUJUAN KHUSUS RWSSJ
• Meningkatkan pengetahuan masyarakat RW tentang
pentingnya kesehatan jiwa
• Meningkatkan kemampuan masyarakat RW
menolong dirinya dalam bidang kesehatan jiwa
• Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat RW risiko
dan bahaya kesehatan jiwa
• Meningkatkan dukungan dan peran aktif
STAKEHOLDERS (pemangku keputusan)
• Meningkatnya masyarakat RW melaksanakan
Perilaku Sehat Jiwa
SASARAN RW SIAGA
• SASARAN PRIMER: Individu
• Semua individu (kepala keluarga) RW mampu
hidup sehat, peduli, dan tanggap terhadap
masalah kesehatan di RWnya
• SASARAN SEKUNDER: Indv & Kelompok
• TOMA: tokoh agama, perempuan, pemuda, kader
desa, profesional, petugas kesehatan
• SASARAN TERTIER: Indv, Klmp & Institusi
• KaRW, KaLur, Camat, Pejabat, Swasta, Donatur,
dan Stakeholder
SASARAN RW SSJ
• SASARAN PRIMER: Individu
• Semua individu (kepala keluarga) RW mampu
hidup sehat, peduli, tanggap terhadap
kesehatan jiwa
• SASARAN SEKUNDER: Indv & Kelompok
• TOMA: tokoh agama, perempuan, pemuda,
kader desa, profesional, petugas kesehatan
• SASARAN TERTIER: Indv, Klmp & Institusi
• KaRW, KaLur, Camat, Pejabat, Swasta,
Donatur, dan Stakeholder
LANGKAH-LANGKAH
PEMBENTUKAN RW SSJ
• Pemilihan RW untuk RW SSJ
• Sosialisasi RW SSJ kepada TOMA melalui
MMD
• Pemilihan calon KKJ oleh KADES
(1 KKJ untuk 20 KK)
• Pelatihan KKJ
• Pelaksanaan peran KKJ
• MONEV
PERSYARATAN KKJ
• Bertempat tinggal di RW SSJ
• Sehat
• Mampu baca dan tulis
• Bersedia menjadi KKJ sebagai tenaga sukarela
• Mempunyai komitmen menjalankan
YANKESWA
• Menyediakan waktu untuk YANKESWA
• Mendapat izin dari istri/suami/keluarga
PERAN KADER KESEHATAN JIWA
(KKJ)
1.Mendeteksi keluarga di RWSSJ: sehat, risiko, sakit
2.Menggerakkan keluarga sehat untuk penyuluhan sehat
jiwa
3.Menggerakkan keluarga risiko untuk penyuluhan risiko
gangguan jiwa
4.Menggerakkan keluarga sakit jiwa untuk penyuluhan
cara merawat
5.Menggerakkan pasien untuk TAK & Rehabilitasi
6.Melakukan Home Visit
7.Merujuk Kasus ke perawat jiwa di PKM (CMHN)
8.Mendokumentasikan kegiatan
PELAKSANAAN
DSSJ/RWSSJ
DI INDONESIA

2006 - SEKARANG
Desa/RW Siaga Sehat Jiwa

PUSKESMAS

Perawat CMHN Perawat CMHN


(10 Desa) (10 Desa)

1 DESA 9 DESA
TOMA BC-CMHN

10 DUSUN

20 KADER
SUPPORTING GROUP
• SELF HELP GROUP :
Keluarga dan Pasien
• SUPPORTING GROUP:
• KKJ
• Tokoh Agama
• Pemberi pengobatan tradisional
• Kelompok Guru
• Kelompok Keamanan
REFERENSI
• Keputusan Menteri Kesehatan. (2006). Pedoman
pelaksanaan pengembangan desa siaga. Tidak dipublikasi.
• DepKes. (2007). Pedoman pengembangan desa siaga.
Tidak dipublikasi
• Keliat, B.A., Panjaitan, R.U. (2010). Manajemen
Keperawatan Jiwa Komunitas Desa Siaga: CMHN
(Intermediate Course). Jakarta: EGC
• Keliat, B.A., Daulima, N.H.C., Farida, P. (2011).
Manajemen Keperawatan Psikososial & Kader kesehatan
Jiwa: CMHN (Intermediate Course) . Jakarta: EGC
• Keliat, B.A., Akemat., Daulima, N.H.C., Nurhaeni, H.
(2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas: CMHN
(Basic Course). Jakarta: EGC
37