Anda di halaman 1dari 27

ANALISIS PERBANDINGAN VERTIKAL

PADA LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN

KELOMPOK 6
1. RAHMAWATI 2. KARTIKA 3. TRI INDIRA P. 4. YOSAFAT
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada
suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan
keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
 Neraca
 Laporan laba rugi komprehensif
 Laporan perubahan ekuitas
 Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus
kas atau laporan arus dana
 Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian
integral dari laporan keuangan
PENGERTIAN ANALISIS VERTIKAL
Dalam Analisis Vertikal, membandingkan masing-masing pos dalam
periode berjalan dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat
bermanfaat untuk menyoroti hubungan yang signifikan dalam laporan
keuangan. Analisis vertikal (vertical analisys) adalah istilah yang
digunakan untuk menjelaskan perbandingan semacam itu.
Dalam Analisis Vertikal terdapat neraca, masing-masing pos aktiva
dinyatakan sebagai persen dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban
dan ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan
ekuitas pemilik. Dalam analisis vertikal terdapat laporan laba rugi,
masing-masing pos dinyatakan sebagai persen dari total pendapatan atau
penghasilan.
Analisis Vertikal juga bisa diterapkan untuk beberapa periode
guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang waktu.
Berikut adalah contoh Analisis Vertikal Laporan Keuangan PT
BANK TABUNGAN NEGARA TBK
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PT BANK TABUNGAN NEGARA TBK TAHUN 2016
No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI
Aset (Total Aset)
1. Kas Rp 1.006.682 Rp. 214.168.479 0,4 Persentase ini menunjukkan bahwa
0,4% dari total aset bersumber dari
akun kas
2. Giro pada Bank Rp 10.697.378 Rp. 214.168.479 4,9 Persentase ini menunjukkan bahwa
Indonesia 4,9% dari total aset bersumber dari
akun Giro pada Bank Indonesia
3. Giro pada Bank Lain Rp 321.306 Rp. 214.168.479 0,1 Persentase ini menunjukkan bahwa
0,1% dari total aset bersumber dari
akun Giro pada Bank lain
4. Penempatan pada Rp 17.581.350 Rp. 214.168.479 8,2 Persentase ini menunjukkan bahwa
Bank Indonesia dan 8,2% dari total aset bersumber dari
Bank Lain akun penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank lain
No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI
Aset (Total Aset)
5. Efek-efek Rp 4.171.700 Rp. 214.168.479 1,9 Persentase ini menunjukkan bahwa 1,9% dari
total aset bersumber dari akun Efek-Efek
6. Obligasi Rp 9.243.639 Rp. 214.168.479 4,3 Persentase ini menunjukkan bahwa 4,3% dari
Pemerintah – total aset bersumber dari akun Obligasi
Pihak berelasi Pemerintah

7. Kredit yang Rp162.330.347 Rp. 214.168.479 75,7 Persentase ini menunjukkan bahwa 75,7% dari
Diberikan total aset bersumber dari akun Kredit yang
diberikan
8. Aset Tetap Rp 4.659.379 Rp. 214.168.479 2,1 Persentase ini menunjukkan bahwa 2,1% dari
total aset bersumber dari akun Aset tetap

9. Aset Lain-lain Rp 2.189.078 Rp. 214.168.479 1 Persentase ini menunjukkan bahwa 1% dari
total aset bersumber dari akun Aset lain-lain

10. Bunga yang Rp 1.864.829 Rp. 214.168.479 0,8 Persentase ini menunjukkan bahwa 0,8% dari
Masih Akan total aset bersumber dari akun Bunga yang
Diterima Masih Akan Diterima
Kesimpulan :
Berdasarkan data diatas bahwa pada perusahaan perbankan PT.
Bank Tabungan Negara Tbk pada tahun 2016 jumlah total
aset/harta yang dimiliki dikontribusikan lebih dari setengahnya dari
Akun Kredit yang diberikan yaitu sebesar 75,7%. Hal ini
dikarenakan melakukan pemberian kredit-kredit merupakan
usaha yang cukup menguntungkan, karna perusahaan akan
memperoleh bunga yang tidak sedikit, bahkan terkadang bunga
yang ada lebih besar dari total jumlah pokok kredit yang
diberikan. Tentunya dengan pemberian kredit yang melalui
beberapa pertimbangan dan perhitungan, sehingga mengurangi
resiko kredit macet.
No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI

LIABILITAS (TOTAL LIABILITAS )

1. Liabilitas Segera Rp 2.081.886 Rp 195.037.943

Persentase ini menunjukkan bahwa


1,1 1,1% dari total liabilitas bersumber
dari akun Liabilitas Segera

2. Simpanan dari Rp 159.987.717 Rp 195.037.943


No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI

LIABILITAS (TOTAL LIABILITAS )

5.

Persentase ini menunjukkan bahwa


Surat Berharga yang di 7,6% dari total
Rp 14.919.910 Rp 195.037.943 7,6
Terbitkan liabilitas bersumber dari akun
Surat Berharga yang di Terbitkan
Kesimpulan : Berdasarkan data diatas kita bisa
melihat bahwa total liabilitas pada PT. Bank
Tabungan Negara pada tahun 2016 banyak
dikontribusikan dari usaha pokok perbankan yaitu
Simpanan Nasabah – Tabungan, Giro, dan
Deposito Berjangka dengan persentase Simpanan
Nasabah 82%
No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI

EKUITAS (TOTAL EKUITAS )

1.

Persentase ini menunjukkan bahwa


Modal ditempatkan 27,6% dari total ekuitas bersumber
Rp 5.295.000 Rp 19.130.536 27,6
dan disetor dari akun Modal ditempatkan dan
disetor
Kesimpulan : Berdasarkan data diatas, dari
total ekuitas PT Bank Tabungan Negara
pembiayaan yang dilakukan pada tahun
2016 32,5% berasal dari saldo laba yng telh
ditentukan penggunanya 27,6 % berasal dari
modal ditempatkan dan disetor.
No. AKUN NILAI TERTERA PEMBANDING % INTERPRETASI

LABA / RUGI (LABA BERSIH)

1.

Persentase ini menunjukkan bahwa


Pendapatan Bunga Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil
Rp 17.138.819 Rp 2.618.905 654,4
dan Bagi Hasil berkontribusi terhadap total laba
bersih sebesar 654,4%
Kesimpulan :

Berdasarkan data tersebut diatas Total Laba bersih


PT Bank Tabungan Negara Tbk tahun 2016,
Pendapatan paling tinggi berasal dari Pendapatan
Bunga dan Bagi Hasil sebesar 654,4%, kemudian
Beban Bunga dan Bonus berkontribusi mengurangi
laba bersih paling tinggi sebesar 342,7%