Anda di halaman 1dari 17

SIDANG MUNAQASYAH

SKRIPSI
PRODI PENDIDIKAN
MATEMATIKA

HAZUAR
NIM. 261324539
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
DARUSSALAM-BANDA ACEH 2017 M
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENGURANGI
KECEMASAN MATEMATIKA SISWA

Oleh :
HAZUAR
Nim. 261324539

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Zainal Abidin, M. Pd Cut Intan Salasiyah, S.Ag, M.Pd


NIP. 194710041973021001 Nip. 197903262006042026
LATAR BELAKANG MASALAH
Pandangan yang
berkembang
Kebanyakan siswa dikalangan masyarakat Jurnal Zakaria Model Pembelajaran
tidak menyenangi atau bahwa untuk E.Nourdin, N.M . Vol. Kooperatif tipe
menyukai pelajaran menguasai matematika 4. no 1, hal 27-30 Rotating Trio
matematika diperlukan intelegensi Exchange
diatas rata-rata

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF


TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK
MENGURANGI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA
RUMUSAN MASALAH

1. Apakah penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe RTE dapat mengurangi tingkat
kecemasan matematika siswa?
2. Apakah tingkat kecemasan matematika siswa yang diajarkan melalui penerapan model
pembelajaran Kooperatif tipe RTE lebih rendah dari tingkat kecemasan matematika siswa yang
diajarakan melalui pembelajaran konvensional?
Kecemasan matematika
Definisi Aspek
kecemasan pengukuran
matematika Kecemasan
matematika

Kognitif Fisiologi
Kemampuan diri Rasa mual
Kepercayaan diri Berkeringat dingin
Sulit konsentrasi Jantung berdebar
Takut Afektif Sakit kepala
Gugup
Kurang senang
Gelisah
Kecemasan matematika

Definisi Aspek
pengukuran Tingkat
kecemasan
Kecemasan Kecemasan
matematika
matematika

Sangat cemas
Cemas
Kecemasan sedang
Tidak cemas
Sangat tidak cemas
Kecemasan matematika

Aspek Cara
Definisi Tingkat
pengukuran mengurangi
kecemasan Kecemasan
Kecemasan kecemasan
matematika
matematika

1. Memberikan penjelasan rasional pada siswa mengapa mereka harus belajar matematika
2. Menanamkan rasa percaya diri siswa
3. Menghilangkan prasangka negatif terhadap matematika
4. Menggunakan berbagai metode atau model dalam belajar
5. Tidak meghafal
6. Menjadikan pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswa
7. Menyisipkan pembicaraan tentang matematika saat bertemu siswa dimanapun
8. Menanamkan rasa tanggung jawab
Model pembelajaran Kooperatif tipe Rotating
Trio Exchange
Fase – fase Prosedur
Definisi
RTE pembelajaran
RTE

1. Menyampaikan tujuan dan


memotivasi siswa
2. Menyajikan informasi
3. Mengorganisasikan siswa dalam
kelompok belajar
4. Melalukan Rotating Trio Exchange
5. Rotasi untuk membentuk
kelompok baru , dilakukan sampai
trio kembali Exchange
6. Memberikan penghargaan
7. Refleksi dan evaluasi
Model pembelajaran Kooperatif tipe Rotating Trio Exchange

Prosedur Pola model


Definisi Fase – fase
pembelajaran pembelajaran
RTE
RTE RTE

Kelompok 1 Kelompok 1
K A1 A0 A2 K K D1 A0 C2 K
el el e C1 A1 e
D1 B1
o o l l
D0 B0 D0 B0
m m o o
B2 D2
p D2 B2 p m m
o o p B1 C0 A2 p
C1 C0 C2
k k o o
4 2 k k
Kelompok 3 4 2
Kelompok 3
Metode Penelitian

Jenis Penelitian Quasi Eksperimental Design

Seluruh Siswa kelas VII


Populasi MTsN Rukoh Banda Aceh
dan
Sampel purposif sampling

siswa kelas VII-4 (kelas


Eksperimen) dan siswa kelas
VII-2 kelas Kontrol
Teknik
Instrumen
Pengumpulan
Penelitian
Data

Lembar Angket
Angket

Lembar
Observasi
Observasi
Analisis Data

Kecemasan Aktifitas Aktifitas


matematika Guru Siswa

Pernyataan Positif Skor Rumus


Pernyataan Positif
1 = Sangat Setuju 5 = Sangat Setuju Rata- Persentas
2 = Setuju 4 = Setuju rata e
3 = Tidak Tahu 3 = Tidak Tahu
4 = Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju
5 = Sangat Tidak 1 = Sangat Tidak
Setuju Setuju

MSI Uji-t
Hasil Penelitian
Kecemasan matematika siswa

Jumlah Jumlah
Rumusan Masalah 1 siswa Siswa
Apakah penerapan Tingkat Kecemasan
sebelum setelah
Matematika
model Pembelajaran penerapan penerapan
Kooperatif Tipe RTE RTE RTE
Sangat Cemas 2 0
dapat mengurangi Cemas 15 4
tingkat kecemasan Kecemasan Sedang 8 16
matematika siswa? Tidak Cemas 6 11
Sangat Tidak Cemas 0 0
Rumusan Masalah 2
Apakah tingkat kecemasan matematika siswa yang diajarkan melalui penerapan
model pembelajaran Kooperatif tipe RTE lebih rendah dari tingkat kecemasan
matematika siswa yang diajarkan melalui pembelajaran konvensional?

Hipotesis Kriteria:
HO : Tingkat kecemasan Matematika siswa Tolak Ho jika thitung ≤ ttabel
dan distribusi t = (n1 + n2 –
melalui penerapan model RTE sama 2) dengan α= 0,05
dengan tingkat kecemasan matematika
siswa melalui pembelajaran Berdasarkan pada taraf signifikan
konvensional  = 0,05 dan derajat kebebasan 58
dari tabel distribusi t diperoleh
Ha : Tingkat kecemasan Matematika siswa thitung = 0,283 dan t0,95(58) = 1,68,
melalui penerapan model RTE lebih sehingga thitung < t1-α yaitu 0,283 <
rendah dari tingkat kecemasan 1,68
matematika siswa melalui pembelajaran Ho =di tolak
konvensional Ha =di terima
Semua kriteria terpenuhi dengan
Aktivitas Kriteria : acuan kriteria waktu ideal dengan Sangat
Siswa 0% 34% = Kategori Sangat Rendah toleransi 5% dan diperoleh skor Tinggi
35% 54% = Kategori Rendah rata-rata 89 %
55% 69% = Kategori Sedang
70% 84% = Kategori Tinggi
85% 100% = Kategori Sangat Tinggi

Kriteria :
1,0 ≤ TKG ≤ 1,5 = tidak baik
Aktivitas 1,5 ≤ TKG ≤ 2,5 =kurang baik
Skor rata-rata aktivitas guru 4,4 Baik
Guru 2,5 ≤ TKG ≤ 3,5 =cukup baik
3,5 ≤ TKG ≤ 4,5 =baik
4,5 ≤ TKG ≤ 5,0 = sangat baik
KESIMPULAN

1. Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Rotating


Trio Exchange dapat mengurangi Tigkat kecemasan
Matematika Siswa.
2. Tingkat kecemasan matematika siswa yang diajarkan
melalui model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio
Exchange lebih rendah dari tingkat kecemasa matematika
siswa yang diajarkan melalui pembelajaran konvensional
‫‪Terima Kasih‬‬
‫السلم هللعليكم هللورحمةا هللوبركاته‬