Anda di halaman 1dari 16

Usul Penelitian

Arif Al Habib
141201141
Budidaya Hutan

FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018
LATAR BELAKANG

Tipe hutan yang tumbuh pada pasang surut air laut, toleransi
tinggi terhadap kadar garam.

R. apiculata, R. mucronata, A. alba, B. gymnorrhiza, B. sexangula,


A. marina, S. caseolaris, S. alba, X. granatum dan C. Tagal.

Mangrove memiliki sistem perakaran yang khas.


Deskripsi Rhizophora apiculata

Bakau minyak (Rhizophora apiculata)


memiliki kayu yang sangat keras, cepat
tumbuh, mempunyai akar napas dan tinggi
mencapai 15 m. Tumbuh pada tanah yang
berlumpur, berpasir, dan tergenang. Tingkat
dominasi dapat mencapai 90 % dari vegetasi
yang tumbuh di suatu lokasi.
Rehabilitasi Hutan Mangrove

Kerusakan hutan mangrove dari tahun 2005 – 2010 terus menerus terjadi

Jumlah penduduk yang meningkat & ekonomi merupakan alasan


pembukaan lahan diubah menjadi tambak

Konversi lahan hutan khususnya hutan mangrove yang tanpa aturan


dan batasan

Rehabilitasi merupakan sebagai usaha mengembalikkan kondisi


lingkungan pada kondisi semula secara alami. Manusia seharusnya
dapat mempercepat proses pemulihan hutan mangrove

Banyaknya kepentingan dan pengalihan penggunan lahan


menyebabkan sulitnya kawasan mangrove mengadakan pemulihan
alami sendiri.
1. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan
kegagalan penanaman mangrove jenis
Rhizophora apicalata pada tahun 2014 dan 2015 di
Desa Lubuk Kertang.
2. Mengetahui persentase hidup dan kondisi tanaman
Rhizophora apiculata pada kawasan rehabilitasi
tersebut.
3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
Tujuan keberhasilan terhadap kegiatan rehabilitasi pada
hutan mangrove.

Manfaat
1. Memberikan dan memperkaya informasi mengenai
tingkat keberhasilan penanaman mangrove untuk
kegiatan rehabilitasi hutan mangrove di Desa Lubuk
Kertang.
2. Memberikan rujukan ilmiah terkait dengan kondisi
Rhizophora apiculata khusunya pada kegiatan
rehabilitasi hutan mangrove.
METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di Desa Lubuk Kertang Kecamatan


Brandan Barat Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Penelitian ini
merupakan lokasi penghijauan yang dilakukan oleh Tim
Pengabdian dari Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera
Utara. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan September 2017
sampai dengan Januari 2018.
Alat

GPS Refraktometer Plat Seng Cat Minyak Kawat


8x5

Kaliper Digital Micrometer Scrub


Digital Penggaris Kamera Digital
Bahan

Tanaman mangrove jenis


Name tagging sebanyak
Rhizophora apiculata
800 keping
sebanyak 800 tanaman
Pengamatan dan Pengumpulan
Data Tanaman

Pengambilan data dilakukan pada 8 plot dengan setiap plot


berjumlah 100 tanaman. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, penentuan plot
dengan memilih tempat yang tidak curam yaitu datar dan memastikan
bebas dari bekas penebangan pohon. Variabel yang diamati meliputi
tinggi tanaman, diameter batang, tebal daun, jumlah daun, dan kondisi
tanaman.
Pengukuran Tinggi
Tanaman
Pengukuran Diameter
Tanaman

10 cm
Pengukuran Tebal Daun
1 Tanaman

3 2
Pengukuran Jumlah Daun
Tanaman
Kondisi Tanaman

Kondisi Tanaman
Kriteria
Ciri- Ciri
1. Sehat Tanaman tumbuh segar dan
bantang lurus
2. Kurang Sehat Tanaman memiliki daun kuning,
warna daun tidak normal serta
batang bengkok
3. Merana Tanaman terserang
hama/penyakit dan tumbuh
tidak normal
4. Mati Tanaman tidak memiliki daun
lagi, batang mengering dan
tidak adanya aktivitas
kehidupan
Analisis Data

Persentase Tumbuh Tanaman

Dimana :
T : Persen (%) tumbuh tanaman sehat
Σ Hi : Jumlah tanaman sehat yang terdapat pada plot ukur ke i
Σ Ni : Jumlah tanaman yang seharusnya ada pada plot ukur ke i
Terima Kasih !